لومړۍ 200 کرښې.
Mana yang harus aku pilih?
Yang ini bagus. Eh, bercanda.
Yang ini bagus. Aku suka.
Oke.
Kita ambil yang ini.
Ini buat hadiah buat pacarmu?
Iya.
Dengar nggak tadi, dia bilang aku pacarnya?
Pacar?
-Pacar cowok? -Pacar cewek?
Pacar, tolong pakaikan ini buat aku.
-Sekarang? -Iya.
Oke.
Harusnya aku beliin yang lebih bagus.
Yang ini udah pas banget.
Bagus nggak?
Iya.
Makasih.
Kamu mau nginep?
Aku udah nginep semalam, terus semalam sebelumnya juga.
Kamu mau pulang?
Mungkin aku pulang aja.
Tapi nanti kamu kesepian.
Aku tetap bisa bersenang-senang meskipun kamu nggak di sini.
Sok kuat banget.
Wah, seru banget. Aku bersenang-senang nih.
-Kamu payah banget— -Ini beneran seru.
Wow, ini seru banget.
-Kanchi! -Aku lagi bersenang-senang.
Seru banget.
Kalau gitu aku pergi aja, ya.
Seru banget. Oke, dadah.
-Seru banget. -Yaudah, aku pergi.
Lucu banget.
Apaan sih ini? Seru banget.
-Aku pergi. -Keliatan bagus, kan?
-Wah, seru banget. -Momen seru ini bakal berakhir dalam…
-Tiga langkah lagi... -Wow!
-Seru banget! -Dua langkah lagi.
-Satu langkah lagi. -Aku beneran bersenang-senang!
Pergilah.
NAGAO
Hah?
Jalan-jalan malem-malem gini?
Mau ke pemandian umum.
Kamu kan punya bak mandi di rumah.
Aku ke pemandian umum seminggu sekali.
Kalau gitu aku ikut.
Punya ember kecil buat aku pinjem nggak?
Udah kelar aja?
Iya.
Lihat deh rambutku habis dicuci. Keliatan seksi nggak?
Bodoh, nanti masuk angin.
Kita ke sini lagi, ya.
Rasanya enak banget bisa selonjorin kaki di air.
Kalau gitu pas liburan nanti kita ke pemandian air panas aja.
Serius?
-Ayo pergi! -Oke.
DITULIS OLEH FUMI SAIMON
Cepetan.
Mikami beneran bilang bakal datang?
Iya, dia bilang pengen kamu datang juga.
Seriusan?
Kanchi juga nunggu. Ayo buruan.
-Nagao. -Iya?
Kamu bakal seneng nggak kalau...
Aku dan Sekiguchi putus?
Maksudmu apa?
Nggak ada apa-apa.
-Kamu kenapa sih? -Kanchi.
Hei.
Makasih udah nunggu.
Iya, tadi kita lumayan lama nunggu.
Sini sebentar.
Kenapa?
Kayaknya mereka habis berantem.
Serius?
Kamu datang.
Kamu juga.
Nggak ada apa-apa antara aku dan cewek yang kemarin itu.
Aku tahu.
Tapi...
Lupakan juga yang aku bilang waktu itu.
Aku salah paham.
Jadi, kalian mau ikut atau nggak?
Kamu ikut, kan?
Baiklah, ayo pergi.
Ini untukmu.
MINAKAMI
-Biar aku bawa. -Nggak apa-apa.
-Makasih. -Tas aku berat banget.
Iya sih, kelihatannya berat. Bawa camilan banyak ya?
Ada nggak ya orang baik yang mau bawain ini buatku?
Kayaknya nggak ada, dunia ini keras.
Ya udah, ya udah.
Aku nggak bakal minta tolong lagi deh.
Sini, kasih aku.
Makasih!
Ayo jalan!
Kanchi, cepetan.
Selamat datang.
Kamarnya bagus.
Berasa kayak lagi kabur berdua.
Enak banget di sini.
Akhirnya kita bisa berduaan.
-Maaf ya. -Buat apa?
Harusnya pasangan tuh liburan berdua aja, kan?
Nggak usah dipikirin.
Aku suka kok sama Mikami dan Satomi.
Lagipula, aku pengen mereka baikan.
Kalau mereka rukun, kita juga bahagia.
Lain kali kita pergi berdua aja, ya?
Masih banyak liburan yang bisa kita rencanain.
Iya.
Kanchi.
Apa?
Nanti aku kasih tahu deh
gimana bentuk tubuhnya Satomi pas lagi mandi.
Udah, berhenti.
Cuma bercanda.
Menurutmu bisa baikan sama Mikami?
Tapi kita kan sebenernya nggak lagi berantem atau gimana.
Mikami selingkuh?
Aku denger lho.
Jadi kamu nggak selingkuh?
Jadi gimana?
Tentu aja nggak.
Tapi aku bikin salah paham.
Seriusan?
Cuma salah paham.
Sebenernya, alasan kita ribut tuh...
Aku cemburu.
Iya, aku cemburu. Aku cemburu banget.
Iya.
Hore.
-Coba aku lihat. -Lucu banget.
Serius banget mainnya.
Mereka emang selalu gitu.
Lagi?
Iya.
Kamu jelek mainnya.
Kalau gitu kamu coba.
Oke.
Tuh kan.
Kasian Kanchi.
Aku coba lagi, deh.
Pastikan bidikannya pas.
Diam, deh.
Wanginya enak.
Bisa kasih kecapnya?
Ini.
Nih, ambil.
Makasih.
Kanchi, aku tuangin ya.
Makasih.
Tempat tidurnya udah siap.
Selamat tidur.
Terima kasih.
Selamat bersenang-senang.
Hal kayak gini...
kadang bikin aku agak canggung.
Ayo jalan-jalan sebentar.
-Ya, ayo. -Oke.
Ayo berangkat.
Hei, tadi kamu serius?
Apa?
Yang kamu bilang tadi.
Tentang kamu yang cemburu.
Kenapa? Aneh, ya?
Karena...
Mereka berdua kelihatan cocok.
Hah?
Cewek seperti dia...
cocok banget sama Nagao.
Iya juga.
Aku juga mikir gitu.
-Maaf, aku… -Tidak apa-apa.
Nggak perlu minta maaf.
Tapi kan kamu nggak ada perasaan ke Nagao.
-Satomi. -Ada apa?
Bagiku, cuma kamu.
Cuma aku untukmu.
Jangan lupa itu.
Aku nggak akan lupa.
Sepi banget.
Iya.
Ini, buat kamu.
Dingin banget.
Dingin. Yuk balik aja.
Jangan, aku masih mau di sini sebentar.
-Kanchi. -Iya?
Tadi malam, kamu ada di dalam mimpiku.
Oh ya?
Aku ada di mimpimu juga?
Nggak. Aku mimpi makan nasi omelet sampai kenyang.
Oh, gitu…
Di mimpiku, aku lagi nari tarian rakyat.
Hah?
Semua orang nari dalam lingkaran.
Aku ngikutin giliran, nari sama semua orang yang pernah aku pacari.
No comments yet. Be the first to leave one.