لومړۍ 74 کرښې.
"Larilah, Satan!! Munculnya kemurkaan"
Siapa yang melakukan ini...?
Mati satu!
Apa yang mereka lakukan!?
Kita sudah tak butuh ini!
Oh?
Tuan muda!
Orang yang bersama Bhu itu, bukankah itu Mr. Satan?
Kenapa sang pahlawan Mr. Satan bersama dengan Bhu?
Hmph! Mana aku tahu?
Kita hancurkan saja sekalian!
Kita jadi pahlawan yang baru menggantikan Satan!
Mampus!
Rasakan! Jadi hancur lebur!
Kau benar-benar hebat, tuan muda!
Ini lahirnya pahlawan baru, yang menyelamatkan Bumi dari Bhu!
Hei! Dia masih berdiri! Dia tak meledak!
Dia mulai bergerak! Dia belum mati!
Sialan!
Kau...!
Tak ada ampun bagimu!!
Tak ada ampun bagimu!!
Apa!?
Kau bodoh!!
Kau ini...! Kau ini...! Kau ini...!
Pergi dari sini!
Pecundang!
Sialan, kasihan sekali...
Tuan Bhu! Dia masih hidup!
Cepat!
Bagaimana? Bisa disembuhkan?
Bisa sembuh, kalau dia belum mati.
Berhasil!
Ada apa ini? Kenapa Bhu mau bersama si pembohong itu?
Mungkin kita tak perlu bertarung!
Tapi...
Dia tetap berbahaya.
Bagus!
Semuanya sudah selesai!
Indah sekali!
Aku akan menyiapkan kamar juga untukmu.
Terima kasih!
Lihat ini.
Ini rumahmu.
Bagus, bukan!?
Baiklah, sekarang, lebarkan kedua kaki!
Satu-dua!
Bagus, sekali lagi! Satu-dua!
Satu-dua! Cukup! Sampai jumpa minggu depan!
Semoga tidak terjadi apa-apa pada Bumi...
Kau memikirkan apakah semuanya baik-baik saja sambil melakukan ini, ya?
Sudah kubilang sejak awal,
untuk bertambah kuat butuh waktu 20 jam. Santai saja.
Kau sudah lupa kalau Kaioo Shin tak mungkin bohong?
--Tidak! --Kalau begitu, santai saja.
Baik.
Nah sekarang...
Apakah Bulma itu cewek yang cantik?
Ayahmu sudah berjanji padaku, tahu.
Saat aku sudah mengeluarkan semua kekuatanmu,
cewek yang bernama Bulma atau siapapun
akan membiarkanku menyentuh dadanya.
Kaioshin, bukankah anda harus lebih berkonsentrasi?
Jangan remehkan aku!
Kalau aku tak bisa konsentrasi melakukan hal sekecil ini, aku tak mungkin bisa menjadi Kaioo Shin!
Nah, bagaimana?
Dia benar-benar cantik.
Benarkah? Ini bukan waktunya untuk bermalas-malasan, kan?
Cewek cantik... Aku harus segera membuatmu bertambah kuat!
Memang sesuai dengan sifat kakek buyut. Dia konsentrasi lagi.
Benarkah?
Dengan sikapnya itu, semuanya baik saja.
Yo! Apakah makanannya masih belum siap?
Sudah selesai sekarang, tolong tunggu sebentar lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.