لومړۍ 200 کرښې.
UNTUK PARA WEBSITE STREAMING FILM UNTUK TIDAK MENGHAPUS CREDITS PADA SUBTITLE INI, FILM INI MEMILIKI BANYAK SPACE KOSONG UNTUK TARUH IKLAN, JADI SILAHKAN GUNAKAN KOSONG, TERIMA KASIH
Penerjemah: Alfathir N. a.k.a MarsCraft XD. Mars No Sekai!
KARYA ASLI TATSUKI FUJIMOTO
(DISEERIALKAN DALAM SHUEISHA'S SHONEN JUMP+)
Mimpi yang itu lagi.
Mimpi yang selalu kulihat.
Dan selalu kulupakan.
Denji.
Pochita!
Pochita, keluarlah!
Kita hanya sedang bermimpi.
Biarkan aku mengelusmu.
Denji.
Jangan buka pintunya. Apa pun yang terjadi.
Ada apa? Berisik sekali.
Aku bermimpi buruk.
Apa aku masih bermimpi?
Kau bicara apa?
Ada apa ini?
Dari mana semua kekuatan ini?
Jadi ini bukan mimpi.
MOHON TUNGGU SEBENTAR
REZE ARC Diterjemahkan Oleh @marscraft.xd
GEDUNG MARKAS PEMBURU IBLIS TOKYO
Tanduk apa ini?
Power, kau minum terlalu banyak darah,
iya, 'kan?
Mungkin kau minum terlalu banyak darah
waktu melawan para zombi.
Kita harus mengeluarkan sebagian darahmu.
Oke!
Dikeluarkan darahnya?
Darah Power harus dikeluarkan
sesekali,
kalau tidak, dia jadi makin menakutkan
dan egois dari biasanya.
Jadi begitu... Denji...
Bolehkah aku meminjam Power sebentar?
Silakan saja.
Untuk rekan barumu,
selama aku meminjamnya,
orang ini bilang
dia mau satu tim denganmu.
Tuan Chainsaw!
Siapa orang ini?
Dia Iblis Hiu.
Biasanya, dia sangat ganas sampai tak ada
yang bisa bicara dengannya.
Tapi dia bilang, selama dia
bisa berpasangan denganmu, Denji,
- dia akan menuruti semua perintahmu. - Dia akan menuruti semua perintahku?
Kenapa?
Aku tidak yakin.
Mungkin karena wajah kalian mirip.
Tuan Chainsaw! Akan kulakukan apa pun perintahmu!
Apa pun itu! Tuan Chainsaw!
Tuan Chainsaw! Kau yang terhebat!
Jangan sentuh aku! Aku tidak suka laki-laki.
Kau kelihatan tidak senang.
Aku senang saja kok.
Kalau kau benar-benar senang,
bagaimana kalau kita kencan
besok saat hari libur?
Kencan?
Mantap! Mantap!
Hah? Denji, kau sudah di sini.
Kau satu jam lebih awal.
Dia manis sekali! Manis sekali!
Manis sekali!
Denji, jam berapa kau sampai?
Aku tidak bisa tidur semalam.
Aku sampai jam 5.
Jadi... apa rencana kita hari ini?
Aku belum pernah jalan dengan perempuan.
Hari ini, dari sekarang sampai tengah malam,
kita akan maraton nonton film di bioskop.
Apa?
Yah...
ini di luar dugaanku.
Semua orang tertawa.
Padahal tidak lucu-lucu amat!
Makima juga tidak tertawa.
Manisnya.
Mengecewakan.
Sama sekali tidak menarik.
Padahal kelihatannya mereka menghabiskan
banyak uang untuk film itu.
Baiklah... ayo kita nonton yang berikutnya.
Semua orang menangis.
Dia tidak menangis.
Manis sekali.
Itu mengecewakan.
Aku tidak suka rasanya
saat mereka seolah memaksa kita menangis.
Setidaknya musiknya bagus.
Ceritanya terasa palsu.
Biasa saja.
Film berikutnya yang terakhir.
BIOSKOP
Semua orang bilang
film ini sulit dimengerti.
Mau coba menontonnya, Denji?
Jujur saja,
semua film yang kita tonton hari ini jelek.
Mungkin aku memang tidak paham film.
Aku juga hanya menemukan satu film bagus
dari setiap sepuluh film yang kutonton.
Tapi salah satunya
adalah film yang mengubah hidupku.
Adegan ini bahkan tidak begitu penting.
Semoga Makima tidak melihatku!
Aku tidak akan pernah melupakan adegan terakhir itu
sampai aku mati.
Aku juga.
Film terakhir tadi membuat
harga tiketnya jadi sepadan.
Makima, menurutmu aku punya hati?
Kenapa kau menanyakan itu?
Karena.
Punya kok.
Aku...
Aku punya.
Begitu, ya...
Fakta bahwa aku merasa berdebar-debar berarti...
aku memang punya hati!
Mohon donasinya!
- Mohon donasinya! - Mohon donasinya!
Kami mengumpulkan donasi untuk anak-anak
yang menjadi korban iblis.
Mohon donasinya!
Aku punya hati,
jadi aku bisa berdonasi!
Terima kasih banyak!
Kami memberikan bunga
kepada semua yang berdonasi.
Indah sekali.
Dan fakta bahwa
aku bisa merasakan bunga ini indah
juga berarti aku punya hati!
Makima, kau luar biasa.
Aku merasa jauh lebih baik
setelah bicara denganmu!
Makima bilang, setelah aku mengumpulkan
semua potongan daging Iblis Pistol,
dia akan mengabulkan satu permintaanku.
Kalau begitu... kurasa aku mau memintanya
untuk menjadi pacarku.
Setiap kali ada waktu luang,
aku selalu memikirkan Makima.
Aku pernah meremas dada perempuan lain.
Dan pernah mencium perempuan lain juga,
tapi hatiku sepenuhnya milik Makima!
Aku tidak akan mungkin
jatuh cinta pada orang lain!
Lari!
Air! Air!
Air!
Beam! Tetap bersembunyi!
Kalau ada yang melihatmu, aku tidak akan bisa
berkeliaran di depan umum lagi.
Oke!
Kenapa semua iblis namanya aneh-aneh?
Harusnya aku bawa payung.
Halo, halo.
Hujannya deras sekali.
Kata ramalan cuaca...
Hah? Ada apa?
Maaf.
Kau kenapa?
Hah? Kenapa kau menangis?
Maaf.
Wajahmu...
mirip anjingku yang sudah mati.
Kau bilang aku mirip anjing?
Maaf! Maafkan aku!
Kau baik-baik saja?
Tunggu! Aku punya sapu tangan!
Apa?
Trik sulap?
Hebat sekali!
Ini bukan trik.
Terima kasih.
Hujannya sudah berhenti!
Aku kerja di kafe bernama Crossroads
tepat di bawah sana.
Kalau kau mampir,
aku akan membalas budimu.
Pastikan kau datang, ya?
Baiklah.
Kau terlambat.
Akan kupotong gajimu.
Pelit sekali!
Bawakan air ini ke meja empat.
Pelit! Pelit! Pelit! Pelit! Pelit!
Cepat juga!
Hah? Kau lebih cepat sampai dariku!
Yah, kurasa kau benar.
Aku datang hanya supaya kau bisa balas budi.
Ayo kita minum bersama!
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.