لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 73"
Akhirnya kita bertemu.
Seperti yang kamu tahu, aku tidak diundang ke pernikahan.
Dia tidak pernah membicarakan Ibu,
jadi, aku tidak tahu Ibu ada di Korea.
Aku
diusir setelah Kang Woo lahir.
Dia tidak tahu tentangku.
Kakak iparmu Jang Mi, satu-satunya yang berhubungan denganku.
Seharusnya aku lebih perhatian kepada Ibu. Maaf.
Ya, harus.
Apa ini?
Aku tidak bermaksud menguping,
tapi aku mendengar Ibu berbicara ke Jang Mi.
Ini tidak banyak, tapi sudah kusiapkan semampuku.
Astaga.
Hubungi aku jika terjadi lagi.
Aku tidak beruntung dengan anak, tapi aku punya menantu baik.
Astaga.
Apa itu?
Aku kira
kita butuh beberapa barang jika ingin pergi.
Aku rasa
kita tidak membutuhkan itu.
Apa?
Aku menemukan orang yang akan membantuku.
Aku rasa
ini belum berakhir untukku.
Aku kira semua sudah berakhir,
tapi aku diberi jalan keluar.
Nanti kamu akan tahu.
Kenapa aku merasa gugup?
Apa itu? Gelang?
Ya.
Ada gantungan hiasannya.
Setiap gantungan ada artinya.
Tambahkan satu gantungan, setiap ingin mengingat satu momen.
Lalu semakin banyak,
semakin bagus.
Ya. - Astaga.
Ji Yoo,
kamu anak yang baik,
jadi, mulai kini
kamu akan mendapat hal-hal baik.
Bu Park.
Aku sudah mengenalmu seumur hidup.
Tidak ada orang sebaik kamu di dunia ini.
Ji Yoo,
mulai kini hanya akan ada hal baik. Lihat saja.
Apa tidak ada yang peduli aku sudah di rumah?
Kamu sudah datang.
Aku sedang melihat gelang cantik milik Ji Yoo.
Apa itu?
Kamu sudah memutuskan berhenti.
Kamu tahu kenapa
aku mengikutimu malam itu?
Aku tidak tahu harus ke mana.
Itu karena aku tidak ada pilihan.
Kali ini juga sama.
Aku setuju ikut denganmu karena aku tidak punya pilihan.
Tapi aku menemukan pilihan.
Ada orang yang akan membantuku.
Siapa?
Seseorang yang tidak kuduga.
Ibu Kang Woo.
Apa?
Kang Woo punya ibu.
Aku harus membuatnya memihakku
dan menghentikan pernikahan Kang Woo dan Ji Yoo.
Setelah itu akan kupikirkan langkah berikutnya.
Satu per satu,
aku akan mencari cara untuk kembali.
Kamu bisa pergi sendiri.
Atau
lakukan sesuatu untukku.
Cari tahu tentang ibu Kang Woo.
Astaga.
Si Berengsek itu melamarmu?
Ji Yoo.
Jangan merasa tidak enak karena aku.
Jangan khawatir denganku.
Kembalilah ke takdirmu.
Jangan cemas denganku dan Soon Bok. Menikahlah.
Kamu juga punya Ma Eum.
Memang itu yang benar.
Bibi Park.
Suruh dia ke sini.
Kali ini aku ingin memasak yang enak untuknya.
Bisa?
Tidak apa-apa. Tidak perlu.
Aku harus melakukannya.
Sekarang aku menggantikan tempat Pak Kang dan Ibu.
Aku harus bersikap sebagai orang tua di keluarga ini.
Hanya untuk Ji Yoo?
Aku lapar sekali.
Astaga. Kamu lapar?
Kalau begitu, aku akan langsung masak untukmu.
Tunggu. Astaga.
Ji Yoo.
Kamu akan menikahinya?
Ya.
Kenapa buru-buru?
Kamu bisa pelan-pelan.
Aku ingin menikah dan menjadi ibu yang baik untuk Ma Eum.
Aku ingin bilang aku ibunya.
Aku ingin melakukan hal-hal yang tidak bisa kulakukan untuknya
satu per satu.
Bersulang. - Bersulang.
Aku ingin mencegah kakakku
menikah dengan Kang Woo.
Ibuku ingin dia menikah denganmu.
Apa karena perkataan ibumu saat sekarat?
Ibumu bilang begitu
karena ingin Ji Yoo bahagia.
Dia tidak tahu kenapa ibu kami
sangat menentangnya. - Bukankah itu
karena Bapak Yoo sudah menikah dan punya anak?
Dia mungkin khawatir.
Sekarang perceraiannya sudah hampir final.
Bukan itu saja.
Ibu bilang kepadaku
bahwa Ayah menentang hubungannya dengan Kang Woo.
Itu masih menggangguku.
Kamu tahu kenapa dia menentangnya?
Tidak,
tapi aku tidak suka.
Mereka sudah meninggal.
Menyebalkan. Kita tidak bisa menanyakannya.
Aku juga kesal.
Sudah lama Ji Yoo menderita.
Aku tidak ingin mengacaukannya.
Nona Kang, aku perlu berbicara denganmu.
Gawat.
Pak Yoo pasti marah padamu lagi.
Aku tidak tahu kenapa dia selalu memarahimu.
Aku melihat rencana pernikahan.
Katanya setelah mendapatkan gaun, kamu harus mencari cincin kawin.
Nanti kita cari cincin kawin.
Yang benar saja.
Kamu sudah meriset?
Aku juga belum pernah merencanakan pernikahan.
Aku ingin seperti orang lain.
Aku
akan melakukan semuanya untukmu.
Setelah mendapatkan cincin, apa lagi berikutnya?
Banyak sekali.
Aku tidak tahu resepsi pernikahan sangat rumit.
Jangan memperumit masalah
dan buat yang sederhana
seperti saat kita mengikat janji dahulu.
Serta aku
ingin memakai ini sebagai cincin pernikahan.
Ini
cincin yang diberikan ayahku ke ibuku saat melamar.
Dahulu aku memohon ibuku
untuk memberikan cincin ini saat aku menikah nanti.
Ayah dan ibuku...
Mereka
saling mencintai.
Aku ingin bahagia seperti mereka.
Baiklah.
Kita lakukan yang kamu mau.
Tapi aku merasa
kita terburu-buru menikah.
Apa maksudmu?
Andai sekarang aku bisa menyeretmu ke gedung pernikahan.
Kita
membuang waktu lima tahun. Aku tidak mau menunda lagi.
Jangan berpikir macam-macam. Akan kuatur semuanya.
Tunggu.
Apa ini?
Itu puisi perayaan
suku Indian.
Alih-alih mengucapkan sumpah,
aku ingin membaca puisi itu saat menikah.
Kamu sudah menyiapkannya?
Seharian.
Tidak, bahkan dalam mimpiku,
aku hanya berpikir menikahimu.
Jangan tertawa dan bacalah.
Bacalah.
Kini, kalian berdua tidak akan basah karena hujan
karena masing-masing akan saling melindungi.
Kini, kalian berdua tidak akan kedinginan
karena masing-masing akan saling menghangatkan.
Kini, kalian berdua tidak akan kesepian lagi
karena masing-masing saling menemani.
Kini, kalian berdua
memiliki tubuh masing-masing,
tapi kalian akan memiliki satu kehidupan.
Kini, pulanglah ke rumahmu.
Jalani hari-hari saat kalian bersama.
Kini, kalian berdua
akan bahagia
selama bertahun-tahun mendatang.
Hanya ini kemampuanmu?
Sebutkan
jadwal pagi... Bukan, jadwal siangku, Nona Kang.
No comments yet. Be the first to leave one.