لومړۍ 200 کرښې.
Kami adalah siswa SMA yang tidak akan terpisahkan selama-lamanya.
Walaupun kami berkenalan bukan lewat momen istimewa,
tapi kami pernah mengalami kejadian seperti yang sering ditemukan di novel-novel.
Aku belum menyalin catatanku.
Pinjami aku sebentar dong!
Aku memang tidak begitu suka mengerjakan hal-hal seperti ini.
Males ah! Males! Pokoknya hari ini aku juga tidak mau salin!
Ma--maaf... maaf... maaf...
= Datanglah ke tempat pembakaran. =-
Kau yang menyodok dada So Min?
Tidak, bukan menyodok. Hanya kuraba saja.
Bukankah ini namanya kurang ajar?
Ini adalah sebuah pertanyaan?
Memang boleh begitu? Dasar bajingan!
Hei, memangnya kalian murid SMP?
Kita semua adalah siswa. Kenapa harus seperti ini?
Lebih-lebih lagi dikarenakan perempuan.
Yang masuk akal sedikit! Yang masuk akal!
Ayo suit dulu!
Sudah cukup masuk akal ini. Ayo sini!
Ayo!
Negosiasi sesama pria. Negosiasi.
Gunting, batu, kain!
Kalau jantan, keluarkan 'batu' Gunting, batu, kain!
Lagi!
Gunting, batu, kain!
Gunting, batu, kain!
Gunting, batu, kain!
Gunting, batu, kain!
Kalau begitu, berarti aku yang pacaran dulu dengannya.
Suit tadi aku yang menang!
Dadanya juga aku yang raba.
Tapi hubungan atau apalah namanya itu, bisa seumur hidup apa?
Kalian jangan macam-macam!
Nanti setelah kami putus, kalian suit lagi lihat siapa yang menang nanti giliran pacaran sama dia.
Gitu saja, oke?
Walaupun rasanya seperti ada yang salah,
tapi semenjak itu, kebanyakan waktu kami gunakan untuk berkumpul bersama.
Waktu itu dari hal-hal yang sering kami lakukan bersama,
ada saat di mana kami sama-sama pusing dikarenakan nilai akamedik yang naik turun.
Orang yang lebih banyak berbuat salah dengan yang banyak berbuat baik sudah tertukar.
Kalau aku sih aku merasa usai begitu cepat lebih banyak untungnya.
Juga ada peristiwa besar seperti ayah yang gagal dalam karirnya.
Yang bangkrut keluargaku, kenapa pula kalian yang pusing?
Cuma sekedar menikmati momennya saja.
Sial, panas!
Panas!
Menurut gosip yang kudengar, katanya kau meraba dada Lee Soo Jeong yang di kelas VII.
Iya, maaf jika kau tidak kuberitahu terlebih dahulu.
Walaupun sekarang kita sudah putus,
tapi sebagai teman sekelas
aku akan terus mendukungmu. Semangat!
Bocornya insiden ditampar cewek.
Hal seperti ini termasuk hal besar atau kecil?
Tidak ada tuh ditampar.
Terus aja berpura-pura.
Sekarang di mata para cewek-cewek, aku hanyalah seorang bajingan.
Iya juga, aku ini bajingan adalah hal yang menggelikan.
Aku hidup sampai sekarang belum pernah lihat ada kejadian seperti ini.
"Hidup sampai sekarang", menggunakan kata-kata seperti ini,
dikarenakan waktu itu terlalu memalukan?
Tapi orang yang berumur 20 tahun, entah kenapa dari pernyataan ini aku merasa seperti ada rasa tanggung-jawab.
Baik, sekarang kita berdiri di depan jalan bercabang dua.
Idealitas dan Realitas.
Sampai sekarang semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan,
selalu kita gunakan alasan bahwa "kita masih kecil."
Tapi,
bagi kita yang telah hidup begitu lamanya,
tidak bisa menghindari pilihan yang lebih bertanggung-jawab.
Ayo!
Tidak peduli jalan mana yang dipilih,
Saling menghormati pandangan masing-masing, telusuri jalan ini sambil saling mendukung.
Aku sebelah sini saja.
Baik, aku sebelah sini.
Sepertinya sekarang ini kalian berdua sedang berhalusinasi.
Di sini bukan jalan bercabang dua.
Tapi bercabang tiga.
Aku jalan sebelah sini.
Hei, Cha Chi Ho gun!
Kau suka dada wanita, kan?
Aku hidup demi itu.
Jika kau berbalik arah, yang kau raba bukan dada pacarmu,
tapi minum ASI ibumu.
Oh Shit!
Oke, kalau jantan harus jalan terus.
Harus menghormati aku, ya!
Tapi haruskah ini diputuskan sekarang juga?
Iya nih! Sepertinya kita belum hidup selama itu.
Gunakan separuh hidup sebagai contoh!
Menurutmu jika berada di tengah-tengah, kira-kira umur berapa.
Mungkin akan hidup sampai lebih kurang 80 tahun.
Tahu darimana akan hidup sampai umur 80 tahun?
Ayahku meninggal di usia 40 tahun.
Mozart, 35 tahun.
Kurt Cobain meninggal di usia 27 tahun.
Umur 27 tahun!
Si Curt Cobain itu bunuh diri.
Tahu dari mana kalau kau tidak akan mati bunuh diri?
Terus? Point-nya apa? Mau dijadikan referensi?
Jika memang harus menghitung setengah dari hidup kita,
berarti separuh dari hidup kita sebelum dewasa menurut hukum, dan separuhnya lagi setelah dewasa.
Karena itu, titik tengahnya
adalah usia 20 tahun.
Apa? Setengahnya baru 20?
Menuanya akan cepat sekali dong!
Anggap saja sekarang kita sudah mencapai separuh dari hidup kita.
Tidak boleh menyerah begitu saja.
Betul!
Seks!
Ayo kita berhubungan badan!
Kita bertiga?
Aigoo, gila ya?
Hei, jangan mengalihkan titik fokus ke situ!
Sama sekali tidak menyadari betapa seriusnya masalah ini.
Kalian sama sekali tidak peduli dengan isu-isu nasional ataupun internasional?
Di Jerman, rata-rata pengalaman malam pertama pada usia lima belas tahun.
Pada saat anak-anak di negara kita masih mimpi siang bolong, orang lain sudah mengkhawatirkan penyakit kelamin.
Pemerintah malah sudah mempersiapkan kondom.
Pengetahuan yang diberikan dari awal, coba kalian lihat akibatnya seperti apa?
Benz dan Audi berubah menjadi negara maju.
Wah!
Coba lihat kita.
Umur sudah 20 tahun.
Kita... sebaiknya jangan berubah menjadi makhluk aneh.
Makhluk aneh yang muncul dari dalam Sungai Han.
Kita berubah jadi seperti ini karena tidak pernah merasakan seks?
Betul!
Aigoo, pasti menyedihkan sekali.
Aku jadi mau nangis, bangsat.
Baik, ayo kita rasakan seks!
Ayo!
Lakukan saja! Cuma hal kecil begini.
Toh kalau sudah mati juga akan membusuk.
Ayo kita lakukan!
Jika tidak minum-minum, dia benar-benar seorang gadis yang alim.
Karena itulah, masalahnya timbul setelah mengonsumsi alkohol.
Eh? Baru ingat lupa lagi.
Hei, Cha Chi Ho!
Kau tuh bilang sebelum mati, kau mau tidur dengan 30 orang wanita, bangsat.
Tapi sama sekali belum menyentuhku?
Karena menghargaiku?
Aigoo, kau dapat dari mana itu?
Hei, sekarang ini adalah kesempatan.
Ayo sini kau, bajingan!
O--Om--Omo...
Anu, kalau tidur di sana mulutmu bisa miring.
Biarkan saja! Biar dia rasakan sendiri.
Allkoholnya habis.
Sayang!
Aigoo, dasar!
Anak-anak zaman sekarang hidup terlalu enak. Sama sekali tidak punya rasa takut.
Aigoo, terlalu enak hidupnya.
Masalah apa lagi yang mau ditimbulkan?
Cha Chi Ho Oppa!
Wali murid harus mengawasi dengan benar.
Dengan begitu dongsaeng ini tidak mati di luar.
Iya, terima kasih.
Perhatian juga kau.
Oke, kembali lagi ke topik pembicaraan kita.
Aku tidak ingin berubah menjadi makhluk aneh.
Seonsaengnim...
Aku yang berdiri di pihak yang menentang perdagangan seks,
di mana dan harus bagaimana baru bisa berhubungan badan? Aku cukup khawatir akan hal ini.
Jangan pernah merasa takut.
Jangan sekali-sekali merasa kau tidak sanggup.
Kau sudah mempersiapkan semuanya, hanya saja...
...hanya saja... Bagaimana ya ngomongnya?
Hanya saja... gampangnya gini... ditempelkan saja seperti ini.
Pertama-tama,
aku akan memperlihatkan seperti apa proses penempelan itu...
...Di tempat kejadian.
Inilah yang dinamakan teman sejati.
Wah, tegang sekali rasanya.
Di mana?
Musiknya boleh juga ya?
Apa ini?
Tidak tahu.
Aku tidak mau minum lagi. Mukaku akan berubah menjadi merah.
Baiklah, jangan minum lagi.
Aku harus habiskan semuanya.
Bukankah harus cekokin dia minum?
Jangan paksa dia. Terlalu kentara nanti.
Pokoknya jika saling membandingkan libido tipe nafsunya lebih kuat.
Dirangsang hingga masuk dalam kondisi tidak sadar oleh pria yang menggunakan trik langka,
Tipe yang jika makanan direbut oleh pihak lawan, sekalipun tidak sanggup minum juga memaksakan diri untuk minum.
Jangan lengah dan terus menganalisa.
Telaah lebih banyak tentang ini.
Jangan banyak omong-kosong!
Tuh lihat, sebentar lagi kena.
Kedua orang-tuaku mengosongkan rumah supaya aku bisa begituan.
Oke, dua orang meminum alkohol di dalam sebuah rumah kosong,
sebentar lagi pasti terjadi.
Sekarang mau khusus melakukan suatu hal yang gila.
Mau melakukan hal gila apa di sini?
Menelepon ayah si gadis.
Iya, Aboenim.
Sekarang suasananya sudah lumayan.
Lampu juga sudah diredupkan.
Iya.
Sudah selesai berunding dengan putri Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.