As primeiras 200 linhas.
Pernikahan.
Ya, aku sudah menikah bahagia untuk waktu yang lama.
Sebagian besar.
Dan siapa kau adalah apa yang sudah kau lakukan selama ini, kan?
Kau sudah jadi sesuatu sepanjang hidupmu,
tapi kau bangun suatu hari dan menyadarinya
lebih banyak kehidupan berlalu daripada yang tersisa.
Jadi, mungkin kau memikirkan hal-hal yang belum kau lakukan.
Atau yang belum pernah kau kunjungi.
Atau apa yang mungkin kau lewatkan di sepanjang jalan.
Dan pada hari itu,
hal terakhir yang kau inginkan jadi dirimu yang sebenarnya.
Dan kau tahu?
Itu kesalahan.
Astaga.
Maaf.
Aku tidak mengenalmu.
Aku tahu ini jelas bukan tempatku,
tapi kau kelihatan
sangat tertekan.
Aku sendirian di bioskop.
Kau di bioskop sendirian?
Ya.
Kau tidak tertekan?
Tidak. Aku...
sangat tertekan.
Sam.
Grace.
Ke mana pun kau pergi, selalu ada kejutan.
Aku telanjang di balik baju ini.
Akan kupertimbangkan.
Kau belum bercinta denganku.
Ya, aku tahu aku belum melakukan itu.
Bagaimana menurutmu?
Kupikir saat jubah itu lepas...
- Ya? - itu akan jadi...
bikin sibuk.
Cumbu aku sekarang!
Aku akan... Monica. Akan kulakukan itu,
tapi kita dalam situasi dunia yang sangat genting saat ini.
Dan kau menekanku dengan ketersediaan waktumu.
Ayo, Howie. Lakukan tugasmu. Ayo.
Mainkan tubuhku seperti biola dan kau pemain klarinet
yang tidak tahu cara bermain biola!
Tidak ada yang tahu cara memainkan tubuh itu.
Hubungan melewati ini.
Pada titik tertentu, orang berharap
ada tombol yang bisa mereka tekan
membuat orang lain pergi ke tempat lain untuk sementara waktu.
Tak ada lagi?
Tidak. Orang itu masih ada.
Kita datang ke hotel yang luar biasa ini!
Tak ada percakapan karena
aku ragu apa yang harus dikatakan lagi.
Berhenti!
Menurutmu, berapa banyak tahun baik yang tersisa bagi kita?
Berapa? Dua puluh?
- Mungkin? - Ya.
Aku ingat apa yang kulakukan 20 tahun yang lalu
seperti Kamis lalu.
Jika itu yang tersisa dari Kamis lalu sampai sekarang...
Maka kita harus bersenang-senang!
Maka satu-satunya percakapan nyata yang layak dilakukan
akan jadi yang pertama memulai,
Hei, jika itu yang tersisa,
kita menjalani kehidupan terbaik kita?
Lagian, apa yang kita lakukan di sini?
Apa yang kita lakukan di sini?
- Aku kurang berpakaian untuk ini. - Ya.
Karena... satu-satunya hal yang kuyakini
aku bisa ajukan pertanyaan yang sama di rumah.
Dengan istriku.
Mereka benar-benar melakukan ini?
Dia akan melemparkannya ke Michelle.
Tak ada orang yang mau.
Michelle akan menangkap bunga.
Kau yang menikah berikutnya.
Punya bayi, waktu yang sama seperti kami.
Mereka tumbuh bersama.
Sahabat baik, sama seperti mereka.
Hidupmu sudah diatur.
Kau tidak tahu?
Aku tidak tahu.
Jangan mengacaukan pernikahanku, kawan.
Ya, ampun.
|Subtitle by RhainDesign|
- Baik. - Lupakan.
Kenapa?
Karena kau kelihatan terhormat bagiku.
Jadi, aku bertanya,
ada apa, sobat?
Kau akan pulang untuk makan daging.
Dan kau melihat salah satu peri eksotis kami di luar,
bermandikan cahaya ungu lembut dari lampu neon.
Dan kau berpikir, "Tunggu."
"Aku yakin dia menatapku penuh ketertarikan."
Biar kujelaskan padamu sekarang.
Segera setelah kau keluarkan dia dari cahaya neon itu.
Astaga!
Aku tak mau lakukan ini lagi.
Baik.
Baik.
Tunggu.
Orang sepertimu tak seharusnya bawa orang sepertiku ke motel.
Aku menikmati ngobrol denganmu
dan aku mau ngobrol lebih banyak.
Dan itu harus ditempat yang tak seorang pun mengenali kita.
Dan cuma itu tempat yang terbuka.
Ini terbuka.
Aku tidak bisa membawamu ke sini.
Tunggu sebentar.
Baik. Berapa usiamu?
Kenapa itu penting? Berapa usiamu?
Usiaku enam puluh tahun.
Kalau begitu? Usia kita sama persis.
Hei, apa aku hanya... Aku tidak tahu.
Apakah aku terpesona secara alami
karena tak satu pun dari kita pernah melakukannya.
Ada yang pernah seperti ini?
Atau...
Kau sudah menyempurnakan rutinitas ini
dan aku cuma korban penipuan bodoh malam ini?
Lihat aku.
Ya, aku tahu. Aku juga.
Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti ini.
Itu bahkan mustahil bagiku.
Apa yang menahanmu?
Karena kau orang baik?
Karena aku akan ketahuan.
Terima kasih.
Tapi... Terima kasih.
Tapi, jika kau orang baik,
dan kau menikah, kau kesepian...
Bukan dua orang baik
yang sudah berada di bumi ini selama enam puluh tahun...
- Setidaknya. - pantas dapatkan kebahagiaan sekali?
Baik...
Selama kau yakin.
Ada...
Ada Alkitab di dalam ruangan?
Aku belum terbiasa dengan fasilitas di sini.
Aku tidak bisa melakukan ini jika ada Alkitab di dalam ruangan.
Atau cincin di jariku.
Aku akan...
Biar kuperiksa.
Ya. Lihat dirimu.
- Ada Alkitab. - Itu dia.
Ya.
Kitab suci.
Sudah kuduga aku akan berakhir seperti ini.
Hai.
Kuberikan Alkitab pada Rosa dari Paraguay,
Dia langsung mengerti
kenapa seseorang membawa Alkitab keluar dari ruangan.
Dan dia memberiku sabun.
Dan dia tahu bahasa Inggris
Memberitahuku kalau aku akan masuk neraka.
- Dengarkan aku. Dengar. - Baik.
Berprilaku baik seumur hidup
sementara orang lain bersenang-senang lebih dari kita
dan kita berakhir di sini bersama karena kita kesepian
mustahil membuat kita masuk neraka.
Kau yakin?
Karena ini masalah besar.
Aku yakin.
- Sungguh? - Ya.
- Mau nonton TV? - Ya.
Baik.
Itu ada di sini.
Itu.
Mau ganti saluran?
Tidak.
Begitu caranya?
Itu profesional.
- Kau suka itu? - Tidak.
- Tidak. - Karena...
Apa...
Bagaimana mungkin aku masuk neraka?
Aku bahkan tak tahu apa itu,
yang terjadi dengan orang-orang itu.
Apa?
Kau lucu.
Ada yang pernah bilang itu? Mau jalan-jalan?
Ya!
Howard, kita akan pergi selama empat bulan.
Bukan begini caramu setelah empat bulan.
Menurutmu apa yang benar?
Perasaan?
Kau mau bahas perasaanmu?
- Tidak, sudah tertutup. - Kapan?
Tadi setelah kukatakan.
Ini bukan soal perasaan.
Mau tahu soal apa ini?
- Tidak. - Ini soal...
meninggalkan kehidupan kita
untuk habiskan waktu dalam kehidupan yang layak kita dapatkan.
Seperti hotel yang elegan.
Makan malam dengan anggur yang tepat.
Makanan penutup, layanan kamar yang tak bisa kau buat di rumah.
Dan bagaimana dengan boom-boom?
No comments yet. Be the first to leave one.