As primeiras 200 linhas.
Hari ini, kami akan membuat empat ruangan rahasia dengan satu warna.
Kami sudah buat banyak ruangan rahasia,
jadi kali ini kami ingin menantang diri
dengan membatasi setiap ruangan hanya satu warna.
Ruangan ini tak akan bisa ditemukan.
Kami sangat yakin
sampai menantang veteran ruangan rahasia, Salish Matter, dan ayahnya,
untuk temukan keempatnya dalam sejam.
Jika dia berhasil,
kami beri kendali atas akun media sosial kami
selama seminggu untuk unggah yang dia mau.
Ayahnya juga, kurasa. Ini bisa buruk.
Kami hanya punya satu jam sebelum dia tiba.
Kita harus cari ruang!
Ayo!
Semua orang harus bangun ruangan rahasia dengan warna mereka,
dan warnaku biru.
Tunggu, sofa ini sempurna.
Aku bisa lepas bantalnya
dan gunakan ruang di bawah untuk buat ruangan rahasia.
Lihat ini.
Ini terlalu kecil.
Mungkin aku muat lima tahun lalu.
Kita cari tempat lain saja.
Sementara itu, Tanner dan Alan mencari di luar.
Sempurna! Merah!
Aku bisa bangun ruangan rahasiaku di salah satu barel TNT merah ini.
Dia pasti tak mau dekati bahan peledak.
Kau tak bisa masuk.
Aku punya warna tersulit,
jadi, aku harus kreatif dalam membangun ruanganku.
Tunggu, peti mati!
Bagaimana jika kuletakkan di dinding itu,
potong bagian belakang,
dan jadikan pintu masuk tersembunyi ke ruangan rahasia?
Baik, aku butuh bantuan.
Tanner! Bisa bantu aku?
Cepat, ayo!
Aku datang, Alan!
Kenapa tak memutar?
TAYANGAN ULANG
Kita kehabisan waktu.
Sekarang dorong.
Angkat. Terima kasih, Tanner.
- Aku harus pergi. - Kau tahu?
Peti mati di lokasi mencolok itu amat mencurigakan.
Aku harus lebih baik.
Salish ahli temukan ruangan rahasia karena sudah membuat banyak.
Ayo.
Untungnya, kami punya banyak ruangan berwarna berbeda.
Ada kamar merah, kuning, dan hijau.
Ada dua kasur di sini.
Aku bisa potong kasur bawah, bangun ruang rahasiaku di sana,
lalu tutupi diriku dengan kasur atas.
- Kau bisa bernapas, Zac? - Tidak, tidak ada udara di sana.
Aku tak akan bisa bertahan. Ayo terus mencari.
Sementara itu, Salish dan ayahnya baru saja tiba di toko.
Kami di toko untuk beli alat untuk bantu temukan ruangan rahasia.
Ayo.
Ayah, kita butuh tongkat bisbol untuk hancurkan dinding.
- Kau akan hancurkan dinding? - Ayo.
Aku suka ini, warnanya merah muda. Biar kucoba.
Mencobanya? Jangan!
- Salish, simpan sampai kita di sana. - Tidak, berikan.
- Jangan lakukan ini di toko. - Baiklah.
Kembali ke rumah,
aku menemukan lokasi menarik untuk ruangan rahasia biruku.
Ini mungkin terdengar gila,
tapi bagaimana jika kubangun ruangan rahasia di dalam kolam?
Biru dan tersembunyi di bawah air.
Ini sempurna. Aku akan ambil alat dan mulai bekerja.
Selagi aku di depan,
Alan kesulitan temukan apa pun yang berwarna abu-abu.
Astaga, kulkas!
Itu juga abu-abu.
Bagaimana jika pindahkan kulkas, bangun ruangan di belakang,
dan tutupi dengan lebih banyak lemari?
Ayo bekerja.
- Zac? - Ya?
- Bisa bantu? - Aku di sini.
Tarik pada hitungan ketiga.
Satu, dua, tiga, tarik.
Tak bisa dipindahkan.
Aku akan terus mencari.
Aku punya peluang lebih baik temukan tempat untuk ruanganku di luar.
Lihat, seluruh area ini hijau,
aku bisa bangun ruanganku di sini.
Rencanaku adalah memotong lubang di rumput, membangun ruangan rahasiaku,
dan menutupinya dengan pintu jebakan.
Saatnya bekerja.
WAKTU SAMPAI SALISH TIBA
Ini memakan waktu terlalu lama.
Ayo cari tempat baru.
Sementara itu, aku sudah mulai bangun ruangan rahasiaku.
Aku punya perlengkapan yang kubutuhkan.
Rencanaku memperpanjang dek kolam,
bangun ruangan rahasia dengan ruang ekstra,
lalu menyamakan ubin kolam dengan bagian luar ruangan.
Ayo mulai.
Aku membuat kemajuan pesat, tapi yang lain kesulitan menemukan ruang.
Aku baru sadar.
Atapnya abu-abu, kan?
Aku hanya perlu cari tangga.
Ada loteng di lemari kamar utama.
Aku akan periksa apa ada yang merah yang bisa kupakai.
Di sini semuanya merah muda. Seolah Barbie BAB di mana-mana.
Sempurna. Tangga.
Harus cepat. Waktuku hampir habis.
Astaga, ada banyak ruang di sini.
Tunggu. Itu merah?
Sempurna. Ada tangga.
Tunggu. Semuanya merah muda di sini.
Tunggu.
Tadi ada tangga di sana.
Ke mana tanggaku?
Tolong aku!
Coba lihat apa bisa bangun di atap.
Tolong!
Apa? Atapnya merah!
Cari di tempat lain.
Alex!
Siapa pun, tolong aku!
Tanner harus menolong dirinya sendiri.
Kembali ke toko,
Salish dan ayahnya benar-benar bersiap untuk pencarian.
- Ayah, kau butuh itu. - Biar kutunjukkan. Siap?
Lihat itu. Untuk pria tua?
Bisa tambahkan otot ekstra di videonya? Terima kasih.
- Aku juga bisa. - Tidak dengan ini.
Lumayan. Tak sesempurna aku, tapi lumayan.
Namun, bisakah Salish dan ayahnya melawan otot Tanner?
SEPULUH MENIT KEMUDIAN
Aku harus cepat! Waktuku hampir habis!
Tanner mungkin punya otot besar untuk menopang badannya,
tapi dia membuang banyak waktu.
Aku harus cepat.
Semuanya biru.
Tunggu! Perapian!
Kalau potong perapian
dan gunakan ruang di belakang untuk bangun ruangan?
Tanner! Apa yang kau lakukan?
Bangun ruanganku di belakang perapian.
Ya, tapi api berwarna oranye dan kau merah.
Ya, cari tempat lain.
- Tanner pun mencari tempat lain. - Astaga! Ya!
Mobil ini sempurna!
Ayo bekerja.
Hei, Tanner, berhenti!
Berhenti!
- Mau kau apakan mobilku? - Apa?
Aku merah dan mobilnya merah,
jadi kubangun ruangan di sini.
Mobil ini harganya satu juta dolar!
Berikan itu.
- Cari tempat lain. - Baik.
Sial!
Tak seperti Tanner, Zac membuat kemajuan
dalam lokasi ruangan rahasia.
Tunggu! Aku bisa bangun ruangan di pohon!
Rumah pohon rahasia!
Aku hanya perlu membuat kotak yang cukup besar untukku,
menutupinya dengan daun palsu, lalu memasukkannya ke dalam pohon.
Ayo!
Sementara itu, aku hampir selesai bangun ruangan rahasia bawah airku.
Ini yang akan kupakai sebagai ruangan di bawah air.
Sekarang aku harus cocokkan ubin ini dengan ubin kolam.
Di dalam rumah, Tanner mulai frustrasi.
Ayolah, pasti ada sesuatu di sini.
Ya, cari di tempat lain.
Entah apa ada ruang kosong!
Kau tak bisa masuk ke situ, Tanner.
Waktuku hampir habis!
Tunggu!
Ada ruangan rahasia di sini?
Astaga, aku benar!
Lubangnya harus diperbesar.
Tunggu, suara apa itu?
Tanner? Apa yang kau lakukan?
Buat lubang di dindingmu.
Kau tak minta izin.
Boleh lubangi dindingmu?
Dengan sisa waktu,
hanya Alan yang belum temukan ruangan
karena harus bantu semua orang.
Aku baru saja menyelesaikan ubin ruangan rahasiaku.
Kini tinggal menjatuhkannya ke kolam!
Teman-Teman, bantu aku!
Teman-Teman!
- Astaga! - Astaga!
Bantu aku masukkan ini ke kolam.
Berat sekali!
- Astaga! - Keren, kan?
Ya, ini gila!
Buatlah ruangan kalian karena waktu hampir habis.
Namun, untuk mulai bangun ruangan, kami harus beli perlengkapan.
Ini kartu kreditku.
Pergi ke toko dan beli apa pun yang warnanya sama dengan kita.
Alex akan selesaikan ruangan rahasianya dan aku akan cari ruanganku.
Baiklah.
Tanner dan Zac bergegas ke Home Depot untuk mulai berbelanja.
No comments yet. Be the first to leave one.