As primeiras 200 linhas.
'Kesadaran Anestesi'
'Kesadaran Anestesi' adalah fenomena pasien dalam kondisi...
...anestesi umum selama masa pembedahan.
Tapi dia tersadar, dan harus alami seluruh proses pembedahan.
Meski korban kesadaran anestesi mengalami rasa sakit pembedahan...
...kenyataan bahwa mereka telah diberi relaksan otot...
...berarti mereka tak akan merasakan sakit.
Pengalaman seperti itu menyebabkan masalah emosional serius...
...bagi mereka yang mengalaminya.
Setidaknya setengah dari jumlah korban mengalami gangguan stres pascatrauma.
RS SANGNOKSU, TAHUN 1982
Mulailah berhitung dan kau akan tertidur.
Satu, dua, tiga, empat..
Pisau bedah.
18, 19.
20, 21.
22, 23.
24, 25.
Jangan!
Hentikan! Hentikan!
Hentikan itu!
Jangan! Hentikan!
Jangan!
Hentikan itu!
Pembedahan kali ini membutuhkan waktu yang lama.
Ayah anak ini kepala dari perusahaan Dongyang Medical Instruments.
Maka aku ingin menjahitnya dengan benar. Kau tak masalah dengan itu?
Ayah dari Sang-u.
Kau mungkin tak suka dengan ide tentang ahli terapi, tapi tak apa.
Itu hanyalah pemeriksaan dasar.
Bagaimana keadaanmu hari ini?
Suasana hatimu buruk?
Kau ingin tunjukkan, di bagian mana mereka melakukan pembedahanmu?
Apakah terasa sangat sakit setelah pembedahan itu?
- Selama pembedahan. - Selama pembedahan?
Mereka memotongku di sini.
Itu terasa amat menyakitkan.
Sang-u, kau telah bertemu dengan dokter yang melakukan pembedahanmu?
Matamu pasti terbuka saat itu.
Mataku tertutup.
Itu menyakitkan. Amat menyakitkan!
Aku berteriak pada mereka untuk berhenti, tapi aku tak dapat bergerak!
Hei!
Sudah Ayah katakan, kau sedang bermimpi.
Kau dibius.
Jika tidak, bagaimana mereka dapat membedahmu?
Aku tak berbohong! Kenapa Ayah tak mempercayaiku?
Mereka memotongku dengan pisau, gergaji, lalu menandaiku!
Mereka memutarku, menikamku, dan menjahitku!
Seperti itu!
Di sini! Di sini!
Ibu, aku tak berbohong.
Para dokter itu tertawa dan berkata, mereka harus menjahitku dengan baik.
Aku dengar semuanya!
Kurasa dia tak mungkin sengaja berbohong.
Tapi di usianya ini, mudah salah arti antara imajinasi dan kenyataan.
- Dia telah jalankan operasi besar.. - Aku tak bohong! Pergi!
Pergi! Pergi!
Kim Myung-min
Kim Tae-woo
Jeong Yoo-seok
Kim Yoo-mi
Disutradarai oleh Lee Gyu-man
Setelah 25 tahun
Kau bermimpi itu lagi? Kemarilah. Kemari.
Halo?
Wow. Kau terdengar bahagia!
Cuaca hari ini bagus.
Bukankah begitu?
Itu amat disayangkan jika kau mati.
Dengar.
Bahkan kepolisian berkata aku tak bersalah.
Tolong hentikan ini.
Jadi, kau tak bertanggung jawab?
Kau kira diinterogasi kepolisian beberapa kali itu sudah cukup?
Hal yang sulit bagi para dokter untuk kehilangan seorang pasien.
Benarkah? Sulitkah itu? Amat sulit?
Kau ingin aku tunjukkan padamu situasi yang amat sulit?
Bayangkan jika kau kesulitan ketika kau kehilangan istrimu!
Hei, Lee Myeong-seok.
Jika kau berani mendekati istriku...
...aku akan memenjarakanmu, kau dengar!
Dasar brengsek.
Kau pikir aku akan biarkan diriku tertangkap saat istrimu masih hidup?
Bedebah kau!
Kalian para dokter, harus dibasmi!
Ini semua salahku!
Seharusnya aku tak mempekerjakanmu. Itu salahku kau kehilangan pekerjaan.
- Kau baru saja menyadarinya? - Mari kita membuka restoran.
Kau kira semua orang dapat lakukan itu? Aku hanya penulis.
Baiklah. Semoga hidupmu menyenangkan.
- Aku pergi sekarang. - Sampai jumpa.
- Jangan keluar. - Pergilah.
Hatinya hancur seperti potongan tahu yang jatuh.
Tidakkah seharusnya kita jahit saja dirinya?
Sebenarnya aku menunggu itu.
Bovie.
Butuh berapa lama untuk melakukannya?
Lima atau enam jam. Penarik.
Dr. Ryu, kau sungguh menguras tenagaku. Kau itu pengganggu.
Menyingkirlah.
Apa pendapatmu?
- Akankah dia hidup? - Kita harus menunggunya.
Kenapa aku harus habiskan tenaga untuk kasus tak ada harapan seperti itu?
Kau harus berhenti melakukan hal-hal seperti ini.
Kau telah banyak menghadapi masalah. Kau harus memberi dirimu banyak ruang.
Aku ada kencan hari ini.
Jangan ubah arah pembicaraan. Kau tahu aku hanya mencemaskan dirimu.
- Kau hanya cemburu. - Kau tak bisa berhenti mengejekku.
Kau berkencan tiap hari!
Dr. Jang.
Cemburu, 'kan?
Hei, itu menyakitkan!
Sampai jumpa!
Halo?
Ya.
Apakah itu cantik?
Ya.
- Warna apa itu? - Biru.
Benar. Sekarang burungnya telah terbang.
Kau akan merasa jauh lebih tenang.
Saat aku menghitung hingga hitungan ke-3, kau akan bangun.
Satu, dua, tiga.
- Hei, boleh kuambil salah satunya. - Ya.
Kau mengebut, ya! Yang benar saja!
Halo.
Siapa..?
Namaku Gang Uk-hwan.
Maaf?
Aku sahabat lama Jae-u.
Oh, benar.
Aku baru saja tiba dari Amerika untuk menemui Jae-u.
Sayangnya, Jae-u tak ada di sini.
Masuklah.
Apakah Jae-u terlambat?
Dia akan tiba sebentar lagi. Dia baru saja menghubungiku.
Kau menghubungi Jae-u?
Tentu saja tidak.
Dia tak tahu aku ada di sini.
Ini sebuah kejutan.
Ah, aku mengerti.
Baunya harum.
Wow, dia tak sabar menantikannya.
Kejutan!
Bunga? Kau tak perlu melakukannya!
Aku tak membawa apa pun.
Kau bukan... Gang Uk-hwan?
Gang Uk-hwan?
Apa-apa..!
Kau amat membuatku terkejut!
Kenapa kau tak menghubungiku?
Ingat aku?
Masuklah. Selamat datang!
Kau benar-benar mengerjaiku!
Kau melempar salju kepadaku, tapi dengan batu di dalamnya!
Benar.
Aku tahu ada batu di dalamnya.
- Kau mengetahuinya? - Tidak, aku bercanda.
Itu amat lucu!
Omong-omong, kau sungguh belum menghubungi siapa pun?
Tidak. Aku datang untuk menemuimu, dasar brengsek.
Sungguh?
Kau ingat?
Saat kecil, kita melukai tangan kita dan saling bertukar darah.
- Benarkah? - Darah apa?
Kau tak dapat mengingatnya? Lalu kau mengatakan ini.
"Kita bersaudara sekarang. " Kau tak ingat?
Benarkah?
Setidaknya salah satu dari kita mengingatnya.
Uk-hwan, kau ingin menginap di sini malam ini?
Tidak, aku harus pergi. Aku sudah memesan kamar hotel.
- Kenapa? Menginaplah semalam. - Tidak.
- Tidak. - Hei, Uk-hwan!
Terima kasih atas makan malamnya.
Aku tak apa. Sampai jumpa besok.
Hubungi aku besok.
- Datanglah lagi, Uk-hwan! - Baiklah. Aku senang di sini.
- Masuklah! - Aku akan lihat kepergianmu.
Tak ada yang tahu.
Tak ada orang yang tahui, dan tak melaporkannya pada profesi medis.
Setidaknya kau hidup dan menjalankan kehidupanmu sekarang.
Karena pembedahan itu.
Dan semua orang tak bisa bertanggung jawab akan hal itu.
Lihat ini.
Jangan lakukan ini. Kau tak dapat melakukannya.
Aku tak bersalah, kau tak dapat lakukan ini.
Hei, ada apa?
Halo. Aku berada di TKP pembunuhan brutal seroang gadis kecil.
Bangunan toilet sekolah di belakangku ini...
...adalah tempat terjadinya pembunuhan luar biasa ini.
Jejak-jejak kejahatan mengerikan itu masih terdapat di seluruh bangunan.
Menurut para petugas kepolisian, tersangkanya mungkin...
...seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
Mengejutkan! Ditemukan mayat gadis yang dimutilasi!
Tersangka dalam kasus mutilasi anak ini diketahui berusia 10 tahun.
Mengejutkan. Sang pembunuh baru berusia 10 tahun!
Diperintahkan untuk lakukan perawatan tersendiri di RS psikiatri.
Seorang wanita usia 30-an tewas dalam kebakaran.
Penyebab tak diketahui.
Mantan ahli anestesi RS Sangnoksu dan istri terbunuh dalam ledakan mobil.
No comments yet. Be the first to leave one.