As primeiras 200 linhas.
- Dia hidup. - Cairan itu berhasil masuk?
Aku tidak yakin cairan itu stabil.
Itu dia.
Kau bangun.
Halo.
- Siapa kau? - Aku dr. Herter. Ahli sarafmu.
Anak-anakmu memanggilmu apa?
Apa?
Orang tuamu memanggilmu apa?
Aku tidak tahu.
Kita akan coba mengingatnya.
Siapa namamu?
Aku tidak tahu.
Mungkin ini membantu.
- Siapa aku? - Namamu Nora Berger.
Kau sudah lama tertidur.
Ada pengunjung.
Nora. Syukurlah kau sadar.
- Kami sangat khawatir, Sayang. - Siapa kalian?
Apa kau serius?
Kau tidak mengenali kami?
Ini aku.
Ibu.
- Itu artinya aku adalah.. - Ayahku?
Apa yang terjadi?
Hilang ingatan hal biasa setelah koma.
Dia akan pulih.
Menurutku kita harus menjaganya di bawah pengawasan...
...sampai kita yakin dia baik-baik saja.
Jangan. Tetap di sini.
Kode 23, lantai tiga. Semua staf tolong menjawab.
Tenang. Kau akan baik-baik saja.
Maaf soal ini.
Sepertinya kau tersesat. Siapa namamu?
Aku Karla, tapi teman-teman memanggilku Pixie.
Siapa namamu?
Kurasa Pixie harus lebih bersenang-senang.
Kurasa juga begitu.
Kukira kau mau pinjam rokok?
Siapa orang yang membagikan gelang itu?
Itu Cleo. Dia ratu pesta.
- Dia pengedar narkoba? - Apa kau polisi?
Aku tidak keberatan memborgolnya. Apa itu termasuk polisi?
Cleo suka menyebarkan kegembiraan.
- Semua orang ingin jadi temannya. - Aku bisa melihatnya.
Tetesan apa yang dia pakai?
Jika itu yang kau cari, aku orang yang tepat.
Selamat datang di Blis.
Barang baru yang bagus.
Blis?
Disebut begitu karena ada alasannya. Ingin coba?
Jangan menggila kepadaku.
Selena.
Selena.
Kau menjauhinya.
- Barang ini kuat. - Itu barang istimewa.
Namaku Marty.
Nikmatilah. Ini tak akan bertahan lama.
Tunggu.
Aku ingin lagi. Kau bisa sediakan?
Mari kita merokok.
Teman-temanku, aku punya Blis untuk di perjalanan.
- Yang satu ini untukmu. - Dia tidak bernapas.
Kau punya masalah.
Cepat. Masukkan dia ke van. Kita akan urus ini nanti.
Ayo bantu aku.
Sudah cukup.
Bersenang-senanglah. Sampai nanti. Ayo.
Cepat.
Ayo berangkat.
Kau bermimpi buruk,
jadi aku memutar lagu yang dulu kau suka.
Kau ingat aku?
- Aku adikmu, Finn. - Apa hubungan kita baik?
Kurang lebih. Saat kau tidak menyebalkan.
Pasti kau nakal. Jadi kita impas.
Apa yang terjadi padaku?
Kau pergi ke kelab dan menghilang selama tiga hari.
- Aku di sini selama tiga hari? - Kau koma selama dua pekan.
Kau ditemukan tidak sadar di luar kelab Rapture itu.
Apa kau serius?
Bagaimana itu mungkin?
Narkoba baru. Kurasa itu mengacaukanmu.
Aku sungguh bodoh.
Tapi setidaknya kau tidak mati bodoh.
Ini.
Ayo cari Ibu dan Ayah dan beli sesuatu untuk kau makan.
Ini pasti sangat sulit bagi mereka.
Pasti ada saja anak yang bermasalah.
Kurasa aku mengacau.
- Maaf. - Nora.
- Kami mencintaimu. - Kau hidup. Itu yang terpenting.
Ini untukmu.
Kehidupanku dalam tujuh foto?
Dokter Herter bilang kita tidak boleh membuatmu kewalahan.
Lihat. Itu Finn saat bayi.
Itu kau saat kelas empat.
Kita bersenang-senang malam itu.
- Aku pelari? - Ya. Pelari yang hebat.
Yang terbaik.
Natal.
Kau selalu suka Natal.
Nora.
Nora, apa kau baik-baik saja?
Nora, ada apa?
- Maaf. - Aku akan panggil dr. Herter.
Tunggu. Itu hanya akar manis.
Apa?
- Apa kau sengaja memberinya? - Finn.
- Akar manis? - Apa?
Itu satu-satunya hal yang tidak bisa kau makan.
- Aku tahu kau nakal. - Tidak lucu.
Sebenarnya lucu.
Jangan melakukannya lagi.
Ada kabar bagus.
Kita menemukan perkembangan sel keranjang di darah Nora Berger.
Ini sedang terjadi.
Siapkan semuanya.
Bukankah perkembangannya masih harus dimonitor?
Jika dia sudah siap, kita tak bisa menunggu.
Kau mau berapa banyak?
Berapa yang bisa kudapat dengan uang ini?
Wow. Kau sungguh hebat.
Kau bisa dapat sekitar dua liter.
Bagus.
Aku akan butuh lebih dari dua liter.
Antar saja aku ke sumbermu. Aku punya uangnya.
Tunggu di sini, akan kulihat apa yang bisa kulakukan.
Tunggu di situ.
- Kau tuli atau bodoh? - Tenang.
Hanya kesepakatan kecil dengan Marty.
Jika mendekat, akan kuledakkan kau.
Kau ingin ditembak?
Mungkin. Lagi pula tidak penting, karena kau takkan tarik pelatuknya.
Omong kosong. Marty!
Berbalik, menghadap mobil.
Oona Parker.
Berdiri.
Kubilang berdiri.
Kau dalam masalah, tapi dia tak harus kena getahnya.
Bawa aku ke sumbermu dan kuanggap dia tak ada.
Ayo.
- Di sana. - Berbalik.
Bukan aku.
Sumpah.
Tempat apa ini?
Sempurna, terima kasih.
Ada foto kita di samping kasurku.
Aku tahu, aku yang taruh.
Apa kita..
Dulu kita bersama. Kita selalu bersenang-senang.
Apa? Sangat sulit dipercaya?
Tidak, kau tampak baik.
Kebetulan sekali, pria yang dulu bersamaku...
...kerja di rumah sakit tempat aku koma.
Berbaringlah.
Sebenarnya bukan kebetulan.
Ini Institut Torsen.
Salah satu ahli saraf terbaik di Jerman kerja di sini...
...dan kau pantas dapat yang terbaik.
Terima kasih untuk semua tindakanmu.
Dia tampak membaik. Tapi kurasa lebih baik dia di rumah.
Aku mengerti.
- Jadi dia boleh pulang? - Kurasa kau mengambil risiko.
Kami masih belum tahu semua faktanya.
Ya, tapi selain ingatannya, dia baik-baik saja, kan?
Maksudku, untuk apa lagi di sini?
Bukannya tidak sopan, tapi kau bukan ahli saraf.
Aku ahli saraf dan kurasa lebih baik jika dia di sini selama..
Maaf.
Halo.
Ya. Kau sangat yakin?
Baiklah.
Mungkin kalian benar, mungkin sebaiknya kalian bawa dia.
Kalian bisa kemari untuk pemeriksaan dan sampel darah.
Terima kasih atas pengertiannya.
Kami sangat menghargai apa yang kau lakukan untuk keluarga kami.
Jangan percaya siapa-siapa di sini.
Itukah kompetisinya, karena itu menembak mereka?
Sudah kubilang bukan aku.
Dengar, tiba-tiba saja aku terlibat dengan ini.
Baiklah, semoga berhasil dengan itu.
Tunggu.
Kenapa kau tidak mulai sejak awal? Bagaimana kau temukan keretanya?
Aku dengar sesuatu dan kami memeriksanya.
Untuk merampok mereka.
Untuk menggali peluang bisnis potensial.
Menggali? Dengan senapan?
Ya, aku butuh perlindungan, kau kira apa?
Kau pasti Detektif Leonhart. Aku Teves, Divisi Pembunuhan.
Tevesh.
Dan ini pasti tersangka kita.
Maaf, tapi sepertinya kita belum pernah bertemu.
Benar. Aku baru dipindahkan dari Wiesbaden.
Jadi kau boleh pergi. Kami yang ambil alih.
Maaf, tapi ini kasusku.
Dulunya kasusmu. Sekarang kasusku.
Siapa yang perintahkan?
Dan, namaku Teves, bukan Tevesh. Bawa dia.
Tidak, tunggu, apa yang kau lakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.