As primeiras 200 linhas.
PENJARA PUSAT NICOSIA
Bisa kubantu?
Ayahku keluar hari ini.
Nama?
Alavanos.
Alavanos.
Kau anak si tukang cukur?
Apa lihat-lihat? Dia sudah pergi. Dia keluar.
Beberapa bulan lalu.
Yakin? Bisa dicek lagi?
Ayo, Michalis. Ada yang ingin kukatakan padamu.
Bisa ceritakan kenapa kau diam?
Tahu sudah berapa lama aku menunggumu, kawan?
Bicaralah! Kenap?
Apa yang terjadi, D?
Dia sudah pergi.
Pergi?
Pergi? Pergi ke mana?
Dia ada di luar, sialan. Kau mengerti, kawan?
Dia bebas. Sudah berbulan-bulan.
Persetan dia! Coklat sialan!
Kenapa dibuang? Itu enak.
Aku ingin bicara denganmu.
Tolong jangan sekarang.
Ya, aku menyimak.
Kau tahu ayahku sudah keluar?
Aku akan meneleponmu kembali. Terima kasih.
Bagaimana kau tahu?
Kau berbohong padaku?
Aku dari sana. Aku ke penjara.
Dimitri, kenapa ke sana sendirian? Kau ingin memberiku masalah?
Nick, tolong ke kamarmu. Ini percakapan pribadi.
Kenapa kau tidak bilang? / Itu bukan terserah aku.
Lantas siapa? Kau direkturnya. Kau yang memutuskan di sini.
Yang terjadi padamu urusan Dinas Sosial, Dimitri. Bukan aku.
Minggu depan sidang ayahmu. Sampai saat itu, kita tunggu.
Baik, aku ingin berada di sana. / Itu sidang tertutup.
Aku ingin berada di sana. Aku ingin melihat Ayahku.
Bisa membuatnya meraung?
Penakut.
Bukannya lebih baik begini, D.?
Kau dan aku.
Bersama selamanya.
Seperti pasangan tua.
Lihat aku.
Siapa yang berulang tahun minggu depan?
Kau mau pelacur? / Tentu.
Jangan bilang kehabisan bensin.
Aku tidak tahu.
Cek.
Tidak ada bensinnya.
Apa yang kau lakukan, bodoh? Kau ingin meledakkan kita?
D., kau baik-baik saja?
Denganmu, temanku, akan kupertaruhkan segalanya.
Baiklah, kau punya 5 euro untuk bensin?
Sialan.
Aku punya 10 euro.
Ayolah. Ini milikku yang terakhir.
Dorong! / Tunggu!
Tunggu.
Ayo.
Ayo terjun. Ini dingin, ayo!
Jangan ganggu dia, kawan!
Mereka sedang mengawasi kita?
Siapa? Burung-burung itu?
Tentu mereka mengawasi kita, D.
Mereka mengawasi agar bisa berak di atas kita.
Ayo! / Ayo, ini seperti berenang!
D.! Kau bisa begini?
Bisa jaga pakaianku?
Ya, tentu.
Terima kasih.
Lihat siapa yang datang. Para anak yatim piatu.
Kami siap sekarang.
Hei, pecundang, datang untuk bermain atau cuma mengeluh?
Jika tidak punya uang, pergilah.
Kau punya?
Berapa? / 50 euro.
Ya?
Hei, darimana 20 euro itu ? / Diam!
Aturan.
Jika bola keluar dari gedung, kau kalah. Permainan tamat.
Gampang.
Yang pertama mencetak lima angka. / Santai.
Masuk, brengsek.
Kau tahu, brengsek?
Aku bukan anak yatim piatu.
Ya, kau benar. Kau anak haram Yunani.
Kau yatim piatu, kawan! Begitu juga imigranmu lainnya.
Bangsat kau.
Apa yang terjadi?
Jangan menangis, Nak.
Hei, jalang.
Jadi...
Apa isi kalengnya?
Bir.
Mau?
Ada beberapa hal yang tidak kulakukan.
Yatim piatu!
Siapa di ruang tamu, kawan?
Orang baru.
Hei! Kemari makan.
Dia datang, kawan!
Jangan ganggu aku!
Hidungku!
Bajingan!
Larilah, keparat! / Kabur sana!
Kenapa kemari? / Ya, larilah!
KEBERAGAMAN DAN PENGECUALIAN SOSIAL
Itu dia!
Aku tidak yakin. / Itu dia.
Kenapa kau biarkan anak-anak datang? / Sebentar. Aku akan mengurusnya.
Kenapa kau di sini?
Sudah kubilang jangan datang.
Dimitri, kau tidak perlu meninggalkan wisma.
Kau masih punya waktu satu tahun lagi.
Kau mengerti? / Ya.
Kau mengerti? / Ya.
Di mana kau letakkan pakaianku?
Terbiasalah, Dimitri. Mereka pendapatan kita.
Kusewakan dan kujual.
Ayo.
Buka pintunya.
Pegang dia.
Pegang dia, kau tuannya. Masukkan dia ke dalam.
Masuk ke dalam.
Buka!
Dimitri, jangan diam saja. Lakukan sesuatu.
Buka. / Lakukan sesuatu.
Jangan takut.
Buka.
Jongkok.
Ayo. Lihat? Begitu caranya.
Lihat?
Ya, Sayang.
Selamat datang.
Saus tomat?
Tidak.
Apa?
Seperti itu.
Seperti itu...
...dan seperti itu.
Siapa mau makan?
Astaga.
Sudah berapa lama kau bekerja di sini?
Sekitar enam bulan.
Enam bulan?
Kau punya kuncinya?
Ya.
Mereka sangat baik padaku, Tn. Kyriakos dan istrinya, Ny. Ioulia.
Mereka mempercayaiku. Mereka mengenalku cukup lama.
Bagus. Dengar...
Aku memutuskan untuk mengadakan pesta ulang tahun untukmu malam ini.
Baik, keren. / Luar biasa?
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa. / Sampai jumpa.
Selamat ulang tahun, Dimitri. / Terima kasih banyak, Tn. Kyriakos.
Ioulia punya hadiah untukmu.
Selain makan malam yang dia buatkan untukmu, tentu.
Aku tidak bisa datang malam ini, Tn. Kyriakos.
Tidak bisa? Kenapa tidak?
Aku sibuk.
Maaf. Tolong katakan padanya aku minta maaf. Aku tidak bisa datang.
Tidak. Kau sendiri yang harus memberitahunya.
DIMITRI, SEMOGA SEMUA MIMPIMU TERWUJUD.
SALAM CINTA, KYRIAKOS DAN IOULIA.
Selamat ulang tahun, Nak.
Untuk kesehatanmu, Dimitri. / Terima kasih.
Kata Kyriakos kau bagus di garasi.
Kau tahu kami bangga padamu?
Biarkan dia pergi. Dia ingin bertemu teman-temannya.
Dan bagaimana dengan yang ada di kamarnya?
Keren!
Selamat ulang tahun, Dimitri! / Terima kasih banyak.
Dan terima kasih ponselnya.
Kedua nomor ponsel kami ada di dalamnya.
Enak? / Ya, sangat enak.
Sudah memikirkannya? / Ioulia, jangan sekarang.
Jika kau ingin lebih sering tinggal di sini, maksudku.
Itu akan membuat kami sangat bahagia, Dimitri.
Kita bisa membicarakannya dengan Skevi...
Tidak! Maksudku, karena aku masih memikirkannya...
Tapi hari ini menyenangkan. Terima kasih banyak.
Sama-sama, Nak.
Selamat menikmati malam yang indah.
Tunggu! Ayo!
Dimitri!
Apa yang kau lakukan?
Mereka lapar. / Lapar?
Daging anjingku?
Tapi dia kelaparan. / Lantas?
Itu bukan anjingku. / Tidak bisa kita pelihara?
Pelihara? Aku punya sendiri,
Kau bisa menyewakannya, bukan?
Serius? Menyewakan itu?
Tolong minggir. / Tunggu!
Kau ingin melakukannya? Ini.
Berhenti menatapku. Selesaikanlah. Lihat saja.
Selamatkan dari kesengsaraan. Lagipula dia akan mati.
Aku tidak ingin melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.