As primeiras 200 linhas.
Kalian mungkin mengira hidup itu mudah...
...untuk tupai mungil berbulu ekor lebat...
...tapi tidak.
Tentu, kalau anak-anak melihat kami di taman...
...mereka akan gemas.
Jika mujur, mereka memberi kita kacang.
Jika apes, mereka lasak.
Menjadi makhluk kecil artinya...
...segalanya bisa mencelakakanmu.
Sepeda.
Mobil.
Permen karet.
Tapi keadaan jadi jauh lebih baik...
...pada musim panas lalu...
...ketika toko kacang bangkrut dan meninggalkan...
...pasokan makanan yang banyak di lantai dasar.
Tiba-tiba, makhluk kecil di dasar rantai makanan...
...naik ke puncak.
NUTTY BY NATURE
Peluru meriam!
Kau hebat, Surly!
Terima kasih.
Kunamakan pelontar kacang.
Patennya ditunda.
Bagus, sangat rapi.
Dan kesulitan tingkat tinggi.
Aku lebih suka kedatangan lebih rapi.
Terlalu norak.
Bagus. Sepuluh!
Sebentar, aku mau kembali beraksi.
Keren, Surly.
Ingat, Bruce, jangan memaksakan diri.
Kenapa aku harus begitu?
Bermain-main dengan makananmu? Bagus.
Awas! Pelan, nanti ada yang terluka!
Itu rencananya.
Precious! Menjijikkan. Kita sudah membicarakannya.
- Jangan menjilat. - Maaf, bos.
Sulit menghormati privasimu ketika kau berasa selai kacang.
Ada mesin selai kacang di situ.
Ya, ampun! Selai kacang!
Ayo, Ayah membutuhkan sepasang sepatu baru!
Untuk apa sepatu? Kau binatang liar!
Ayo, mata ular!
Satu jus kacang, siap.
Terus alirkan, Morty!
Bersihkan jalur!
Kacang campur mau lewat.
Jejali terus sampai mukamu berwarna merah muda.
Satu, dua, tiga, empat...
Bawa berondong jagungmu ke sini. Panas dan baru.
Kebahagiaan tak pernah berhenti dengan jagung yang meletus!
Berondong jagung di sini!
Tak adil. Punyaku tak meletus.
Mengagumkan!
Beginilah hidup, Sobat?
Santai. Artinya tak melakukan apa-apa.
Ingat ketika kita harus bekerja untuk mendapatkan ini?
TAMAN LIBERTY
Ayo cepat, Ayah.
Hati-hati, Sayang, jangan terlalu cepat.
Itulah.
Dengan sedikit kerja keras dan ketekukan,
biji ek itu jadi milik kita.
Andie, kenapa kita tak ambil kacang gratis...
...dari toko kacang seperti yang lain?
Yang lain menganggap itu ide yang bagus?
Ya! Aku! Ya!
Tidak, itu ide yang buruk!
Ayo, teman-teman, kita semua hewan liar.
Hidup dari toko kacang itu tak alami.
Tapi produk mereka 100% organik!
Sekarang...
...siapa setuju kita harus ambil biji itu?
Teman-teman...
...seharusnya kalian angkat tangan.
- Benar. Oke! Ya! - Itu lebih baik.
Perhatikan karena ini akan diujikan.
Ingat, kacang adalah teman kalian.
Mereka menunggu selama hidup untuk momen ini.
Taruh kedua tanganmu...
...dan tarik pelan-pelan...
Pelan-pelan tarik!
Astaga!
Andie?
Itu akan diujikan?
Tahan semua pertanyaan sampai akhir peragaan!
Toko kacang tampak semakin baik.
Nah, murid-murid, kerja keras berbuah hasil.
Kalian lihat, kan? Tak terlalu buruk.
Sekarang kita bisa kumpulkan kacang untuk musim dingin.
Siapa yang mau ke toko kacang?
Johnny memimpin tapi Jimmy tertinggal.
Peraturan lomba makan resmi diberlakukan.
Kalau terjadi pelanggaran akan didiskualifikasi!
Ini biji-bijinya.
Hebat, Johnny!
Tunjukkan pada biji-biji itu siapa bosnya!
Kau bercanda? Lomba makan?
Bagus untuk pendongkrak moral.
Surly!
Tahan tanggapanmu.
Aku punya sesuatu untukmu.
Kacang Brazil?
Ya, eksotis. Aku...
Kurasa kau mungkin suka...
Itu manis sekali.
Aku tak percaya kau menyimpannya untukku.
Tapi...
Kau tahu aku tak terima makanan dari toko kacang.
Itu seharusnya dilakukan dengan cara berbeda.
Mengambil makanan dari toko awalnya tak apa-apa...
...tapi lihat yang terjadi kemudian.
Jimmy berusaha memimpin dengan teknik kepala palu yang sudah dipatenkan!
- Atlet yang luar biasa! - Ayo!
Klasik.
Bukan begitu yang lazim dilakukan binatang.
Kita bekerja keras, menyimpan, menjaga.
Lihat kalian semua: malas, manja dan gemuk!
Siapa kau sebut gemuk?
Kembalilah ke taman, Surly.
Itu tempat kita.
Itu yang aku suka sebagai Walikota.
Kau tandatangani izinmu sendiri.
Dengar, dengar!
Setiap inci persegi kota ini menghasilkan keuntungan.
Bagaimana lagi agar kita bisa melejit ke puncak...
...agar bisa membangun lapangan golf buat kita?
Benar, kan, saudara-saudara?
Pukul!
Tapi sepucuk duri menggangguku.
Salah satu bagian kota ini tak mengisi apa-apa ke kantongku.
Taman Liberty.
Tak ada apa-apa kecuali rumput dan pepohonan.
Posisinya di lokasi premium hasilnya nol.
Tentu aku tak bisa menarik bayaran dari anak-anak yang memanjat pohon, kan?
Akan kuusahakan, Pak. Sedolar sekali panjat?
Tak perlu.
Aku punya rencana yang lebih besar dengan pepohonan.
Andie, kembali.
Ada apa denganmu? Kenapa kau begitu marah?
Para binatang kehilangan naluri mereka.
Mereka tak lagi menyetok makanan untuk musim dingin.
Dan mereka tak bekerja sama.
Tenang.
Hanya itu yang dilakukan siapa pun di sini.
Tenang!
Apa salahnya dengan gampang?
Gampang tak membentuk karakter.
Gampang tak abadi.
Itu menggelikan.
Lihat mereka! Bekerja sama, membangun karakter.
Moral mereka selalu tinggi.
Kau harus ikut perkembangan zaman, Andie.
Seperti rumah kartu, Surly.
Akan tiba waktunya roboh.
Tenang.
Toko kacang takkan meledak.
Oh, tidak!
Mesin selai kacang ada di sana.
Aku masih bisa merasakannya di bibirku.
- Tidak. - Ya, ampun.
Mole, kau punya satu tugas!
Coba ulangi.
Matikan pemanas supaya tidak meledak!
Itu bukan salahku.
Aku sudah suruh Jimmy.
Aku sudah suruh Johnny.
Aku sudah suruh Jamie.
Dan aku sudah suruh Mole!
Baiklah. Ini salahku.
Apa yang akan mereka lakukan, Surly?
Ya, apa yang akan mereka lakukan?
Di mana kita mendapatkan makanan?
Tak apa-apa.
Kita akan baik-baik saja.
Kita akan kembali mengais dan mengumpulkan makanan sebagaimana kehendak alam.
Itu bagus.
Apa?!
Pikirmu toko kacang meledak itu bagus?
Aku punya kabar buatmu.
Takkan ada lagi yang mengumpulkan. Tak ada yang mengais.
Takkan ada yang bekerja keras...
...mengumpulkan biji pohon ek yang sudah layu.
Duduk, santai.
Dan Surly akan urus semuanya.
Semuanya sudah selesai, Surly.
Keadaan tak bisa dikembalikan seperti semula.
Aku akan cari tempat baru. Bahkan lebih baik dari toko kacang.
Misalnya pasar kacang.
Atau pusat perdagangan kacang.
Lagi pula, kenapa hanya kacang?
Kota ini punya semuanya.
Berondong jagung, donat,
hotdog tusuk.
Hotdog tusuk? Ya!
Aku suka hotdog.
Aku suka tusukannya.
Bagaimana, Buddy, kau ikut?
Kau bisa, Surly!
No comments yet. Be the first to leave one.