As primeiras 200 linhas.
Kemari!
Kau memakai ini di lenganmu?
Tidak!
Kau tak bisa memakai ini di toilet!
Maaf, Pak.
Ayo kita nonton film malam ini.
Ibumu juga? Tentu.
Apa bisa Ayahnya ikut juga?
Tentu saja.
Halo, Bos. Bagaimana matamu?
Masih sedikit sakit.
Banyak pencuri aktif di United Dockyard.
Kurasa mereka dibantu orang dalam.
Coba periksa mereka.
Segera kulakukan.
Tolong berdiri di timbangan.
Maaf.
Silakan.
110 kilogram!
Kau membuatku terkejut!
Kau minum banyak bir semalam?
Benar, Pak.
Kita lihat seberapa banyak yang bisa diterima perutmu.
Bawa dia sekarang juga ke kantor polisi!
Jangan lari!
Ayo, cepat!
- Apa yang terjadi? - Kukunci pintunya.
Kapten, ada kerumunan di sana!
Akan kutangani mereka.
Tolong ampuni aku. Ini bukan masalah pribadi.
Jangan pukuli aku!
Tiga belas.
Dua belas.
Dasar buta warna. Kau tak bisa bedakan merah dengan kuning.
Petugas.
Kau bercanda? Buta warna?
Warna apa ini?
Merah.
Ini?
Warna apa ini?
Kuning.
Kita perlu orang pintar sepertimu.
Tapi kau 4 inci terlalu pendek.
Kau berani mencuri di depan kamera kami?
Aku hanya main-main.
Main-main?
Ini dompetku! Berani sekali kau!
Datang ke kantor dan ayo main denganku!
Dia pantas dipenjara.
Ayo, aku akan main denganmu.
Beri dia kesempatan.
Penjaga di sini sangat efisien.
Benar!
Gantilah baju dulu.
Lepaskan.
Kau tak bisa menangkap semua pencuri.
Tapi kalau kita berakting seperti ini sekali atau dua kali sehari,
mereka tak akan berani mencuri di tempat ini.
Benar, kan?
Kubilang jangan memukulku di perut.
Aku ingin membuatnya terlihat sungguhan.
Kau mau minyak gosok?
Kau letnannya.
Siapa lagi yang akan memperagakan?
Kenapa kau tidak jadi pencurinya?
Lihat pangkatku! Lihat bekas luka perangku!
Kapten punya masa lalu yang berat.
Pukul 4.30 sore di Baju Anak-Anak. Kau jadi pencurinya.
Tidak, biar dia jadi pencurinya.
Kau jangan ganti baju.
Biar kubantu kau.
Tidak, aku bisa sendiri.
Bagaimana?
Apa aku terlihat pintar dengan seragam ini?
Lumayan juga.
Seragammu ini menguras uangku.
Aku senang kau kembali untuk membantu Ayahmu.
Kapan Ayah pergi ke Swiss?
Dokter bilang mataku perlu perawatan lagi.
Jadi, aku mungkin pergi minggu depan.
Dokter bilang matanya perlu perawatan segera.
Kau benar.
Ayo kita ke kantor sekarang.
Tunggu.
Aku tak mau membuka identitasku dulu.
Aku mau mengawasi mereka dulu
selama satu atau dua minggu.
Janga bilang pada mereka siapa aku.
Kau sudah banyak belajar selama empat tahun ini.
Apa yang terjadi? Ini sudah lama sekali.
Tenang saja. Mereka tak pernah tepat waktu.
- Selamat pagi! - Selamat pagi!
Kau cantik sekali.
Jangan lupa kencan kita malam ini.
Ukurlah tinggi badanmu.
Terlalu pendek. Kau perlu latihan lagi.
Baik. Kembalilah besok pukul 9 pagi.
Terima kasih!
Berikutnya.
Kemari.
Baik, ukur tinggi badanmu.
Berikutnya.
Bruce Tang! Apa kau Bruce Tang?
Benar, kan? Kemari segera.
Kau harusnya jadi penjahat,
bukan penjaga keamanan.
Tapi ini pekerjaan
untuk pria sejati.
Apa maksudmu?
Lihat dirimu, sebagai contoh.
Aku bisa katakan,
dari luka-lukamu, kalau kau pemberani.
Dan dari tiga garis di lenganmu,
kau terlihat mirip Bronson.
Bronson tidak punya perut sepertiku, bukan?
Tapi kau berjalan sepertinya.
Benarkah?
Kembalilah besok pukul 9 pagi.
Terima kasih!
Kau tahu bagaimana
cara berjalan Bronson?
Seperti kepiting.
Di mana mikrofonnya?
Apa?
Mikrofonnya. Di mana pengeras suaranya?
Apa? Kami tidak punya itu.
Lalu kenapa kau
duduk jauh sekali?
Kuliah hari ini tentang sistem keamanan.
Ini adalah karpet elektrik dengan sensor.
Ayo kita letakkan di depan pintu.
Sekarang kita nyalakan karpetnya.
Lalu kita sambungkan kabelnya
dengan alarm yang disiapkan di jauh.
Ini adalah kabel positif dan ini kabel negatif.
Tidak akan terjadi apapun jika ini tidak diinjak orang.
Tapi jika seseorang menginjakkan kakinya di karpet...
Siapa yang menyuruhmu menginjak karpet?
Ke mana lagi aku harus melangkah?
Duduklah!
Ayo kita bahas pencegahan kebakaran.
Asap kebakaran juga bisa mematikan.
Jadi kita harus memakai helm dan pakaian khusus ini.
Kita juga harus membawa tabung gas,
kapak, dan tali.
Saat lari dari kebakaran,
gunakan tangga.
Naiklah ke atap, jika tangga terhalang.
Kau bisa menghirup udara segar di atap.
Bagaimana kita bisa keluar dari atap?
Dengan parasut.
Seorang fisikawan Perancis berhasil
pada tahun 1783
sebagai orang pertama yang menggunakan parasut.
Orang pertama
yang menggunakan parasut dalam pemadam kebakaran
adalah seorang China, bekas anggota pasukan udara.
Namanya Chou Sai-cheong. Ini aku.
Menjadi pintar kadang terasa sepi.
Kata-kata orang pintar
sering ditertawakan orang-orang bodoh.
Letnan! Peragakan!
Pastikan...
tidak ada rintangan.
Lalu cek arah angin dengan sapu tangan.
Ambil beberapa langkah ke samping dan cek lagi.
Cek lagi, lalu satu... dua...
Bagaimana kalau ada angin topan?
Kau pernah baca buku "Around the World in 80 Days"?
Siap. Satu, dua, lompat, tiga, lalu tarik.
Kau sudah aman.
Apa ini ide yang bagus
atau buruk?
Ini bagus!
Kalau begitu aku ingin kau mencobanya.
Baik.
Besok.
Tenang saja.
Mereka memasang jaring di bawah.
Mereka akan menangkapmu.
Kau yakin ini berhasil?
Ya. Secara teori.
Kau pernah melakukan ini?
Tidak, tapi Kapten bilang dia pernah.
Periksa arah angin dengan sapu tanganmu.
Aku lupa membawanya.
Gunakan rambutmu.
Jadi, bagaimana sekarang?
Bertiup kencang.
Ke arah mana?
Kiriku!
Jadi, angin dari arah kananmu.
Berjalanlah ke kananmu!
Sudah tidak ada ruang lagi!
Kita akan bergerak ke kiri untuk menangkapmu.
Lemparkan dia sekarang.
Baik.
Kami tidak jauh dari titik. Siap. Satu, dua... lompat!
Tiga, tarik! Lompat!
Jangan menunggu!
No comments yet. Be the first to leave one.