As primeiras 200 linhas.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Tidak.
Aku sudah minta maaf.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku sudah minta maaf.
Aku menyesal.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku...
Kau jalang menjijikan.
Tidak.
Halo?
Ya! Nicole!
Ya! Kau berhasil!
Kristen, aku melihatmu.
Ayo. Giliranmu, anak baru.
Tunjukkan kemampuanmu.
Aku tak bawa baju renang.
Jangan payah. Hanya pakaian dalam.
Waktu kita tidak banyak, Pecundang!
Ayo tunjukkan pada kami.
Ayolah.
Aku akan melakukannya kalau kau hentikan itu.
Ayo.
Dia akan melakukannya.
- Ya! - Kristen!
Kristen!
Kristen!
Kristen!
Kristen!
Kristen!
- Kristen! - Ayo!
Kristen!
Kristen!
Kristen!
Kristen!
Ya!
Kau pasti bisa!
Kristen!
Ayo!
Lompat! Kau pasti bisa!
Lompat!
- Ayo, Pecundang! - Ayo lompat!
Ya!
Maaf. Terlalu ke belakang.
Tidak masalah. Lanjutkan.
Ya.
- Aku hanya... - Ayo.
Ayolah.
Kau tidak bisa, Nicole. Terimalah kenyataan.
Itu kenyataannya, Bajingan.
Ya.
Foto kami berdua.
Jangan. Baiklah.
Bersiaplah untuk dihukum.
Hukum aku, Sayang. Aku tak keberatan.
Hati-hati dengan harapanmu.
Kalian punya pembuka botol?
Itu harus diputar.
Ini pesta pertamamu?
Hai, Kawan. Ini malam terbaik, kan?
Ya.
Kita harus mengabadikannya.
Sempurna. Akan kuunggah.
Kau menemukan Jake.
Jake.
Apa?
Bermainlah denganku dan si anak baru.
Dia naksir padamu.
Terima kasih, tapi aku harus pulang.
Dia takkan membuang waktumu.
Maaf. Dia bodoh.
Aku tahu.
Lain kali. Pasti.
Lupakan Jake. Kita bisa bersenang-senang sendiri.
Ayo pergi.
Minum sekali lagi.
Sial.
Bersulang.
Kau tahu temanku Amber, kan?
Dia pergi ke Sacred Heart.
Tidak. Kenapa?
Aku sudah sering telepon dan kirim pesan padanya
tapi 10 hari tidak dijawab.
Itu aneh.
Aku tahu.
Aku mulai sedikit khawatir.
Aku akan lihat laman Facebook-nya.
Entahlah.
"Temukan teman lama yang masih online dan kirim pesan."
"Kutantang kau lakukan hal serupa."
Apa ini?
Astaga. Tidak mungkin.
Profilnya masih aktif.
Tidak mungkin.
Siapa itu?
Morgan Rose.
Dia satu SMP denganku
dan benar-benar jalang sejati.
Kami kembali.
Ayo lihat ejekan Amber terhadapnya.
- - Astaga.
Komentarnya jahat sekali.
Astaga.
Kita juga harus melakukannya.
- - Rasakan itu, Jalang.
Giliranmu.
Ejek dia.
Aku tak bisa menulis yang lebih bagus dari itu.
Dengar.
Sekolah akan segera dimulai dan kita harus menunjukkan
pada jalang rendahan ini siapa yang berkuasa.
Anggap saja ini latihan.
Percayalah padaku. Dia pantas mendapatkannya.
Tapi...
Ayo.
Kau jago dalam hal ini.
Astaga.
Aku tak bisa mengunggahnya. Itu...
Kau sudah melakukannya. Aku bangga padamu.
Ayo minum sekali lagi.
Oh, tidak.
Kurasa kita tak perlu berpura-pura lagi.
Ibu tahu kau menggoda laki-laki lewat komputer
dan begadang sampai jam 4 pagi.
Maaf kalau aku membuat Ibu terbangun semalam.
Maaf?
Ini tahun terakhirmu.
Ibu mau kau bersenang-senang.
Ibu yakin aku tak bisa ikut?
Rumah lama kita sudah terjual, Sayang.
Kami hanya akan menandatangani berkas.
Ini rumah kita sekarang.
Hai, Nona-nona.
Hai.
Jane, taksinya sudah datang.
Baik, Sayang. Kami akan telepon begitu tiba di rumah nenek.
- Baiklah. - Ayah tinggalkan uang untukmu...
Di atas meja dapur. Ya.
Dan ada makanan di lemari es.
Juga semua nomor telepon
walau sudah ada di ponsel
- Ibu tahu. - dan surelku.
Ibu tahu kami orang purba. Sampai jumpa.
Dilarang berpesta.
Mungkin satu pesta saja.
Pesta kecil.
Seseorang harus menghidupkan rumah ini.
Baiklah.
Selamat datang kembali
dan mari berikan pelukan hangat ala SMA Jefferson
pada semua siswa baru.
Pagi.
Ini hebat, kan?
Kau sangat terkenal.
Aku dapat banyak pesan tentangmu.
Tidak. Aku...
Apa kau serius? Karena...
Astaga. Ayolah.
Yang benci akan selalu ada. Bukan masalah besar.
- Baiklah. - Kau dalam timku sekarang.
Penampilanmu bagus.
Terima kasih.
Kita akan urus penampilanmu.
Ini rok pemberian Ibuku.
Aku hanya bercanda.
Ini muncul begitu saja.
Ya?
Kenapa Amber ingin sekali kita mengejek gadis itu?
Iseng saja.
Aku coba hapus komentarnya
karena merasa sangat...
Kristen, kau paranoid sekali.
Ya, tapi itu bagian yang aneh.
Aku tak mampu melakukannya dan...
Dengar. Lupakan.
Siswi senior seksi.
Bagaimana rasanya ada di puncak?
Entahlah. Cukup hebat, kan?
- Ya. - Maksudku, hampir sehebat
akhir pestaku semalam, Pecundang.
Aku pecundangnya?
No comments yet. Be the first to leave one.