As primeiras 200 linhas.
Hewan buas terganas yang memburu dan memangsa hewan lainnya pun
tak akan tega berbuat sekeji itu terhadap sesamanya.
Lantas, kenapa manusia tega berbuat itu?
Sebagai seorang polisi,
meskipun hewan itu berhasil kutangkap dan kuseret ke pengadilan,
dampak kebiadaban itu akan selalu ada.
KANTOR POLISI PADAMBATHUR
Bagaimana bisa dihapus?
Bagaimana bisa dilupakan?
Apakah menjadi polisi adalah kebanggaan?
Atau...
itu adalah kutukan untukku?
RUMOR
MUSIM DUA MISTERI MANI
BERITA SELA
Menteri Sethupathi memberi pernyataan tentang insiden mengejutkan yang terjadi
saat peletakan batu pertama jalan tol delapan lajur Chennai-Madurai.
Jalan tol delapan lajur adalah inisiatif Pemerintah Pusat.
Pernyataan itu menyulut demonstrasi di mana-mana.
Namun, Pemerintah Negara Bagian membantah pernyataan itu.
Pemerintah Pusat menyalahkan Negara Bagian
atas kekacauan yang terjadi saat peresmian itu,
menyebutnya akal-akalan Negara Bagian
untuk menuntut pengembalian tanah yang disita untuk proyek ini.
Insiden di jalan tol delapan lajur
dianggap akal-akalan memalukan dari Pemerintah Negara Bagian.
Halo, Semua!
Hari ini kita akan membahas insiden yang terjadi pekan lalu
saat upacara peresmian proyek jalan tol delapan lajur.
Pemerintah Pusat menuduh Negara Bagian bersekongkol,
sedangkan Negara Bagian membantah terlibat.
Perselisihan di antara keduanya berlanjut.
Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kejadiannya?
Tuduhan yang disangkakan Pemerintah Pusat
dan tuduhan yang disangkakan Pemerintah Negara Bagian
adalah topik yang akan kita bahas di sini.
Tayangan ini tak akan terburu-buru
menentukan siapa yang salah dan benar.
UPACARA PELETAKAN BATU PERTAMA DIRESMIKAN OLEH MENTERI PERSATUAN
Menteri Pusat Maan Singh berkunjung ke Madurai
untuk meresmikan jalan tol delapan lajur.
Bersama masyarakat, Menteri Jalan Raya Negara Bagian juga hadir.
PERESMIAN JALAN RAYA DELAPAN LAJUR CHENNAI-MADURAI
DIRESMIKAN OLEH MENTERI PUSAT MAAN SINGH
Rencananya adalah menggali dengan buldoser
sebelum Menteri Maan Singh meletakkan batu pertama.
Tiba-tiba,
kerangka manusia menyembul saat buldoser menggali tanahnya.
Artinya, proyek ini membawa petaka.
Pemerintah Pusat menuduh ini akal-akalan Pemerintah Negara Bagian
untuk meyakinkan masyarakat dan media
-bahwa proyek ini terkutuk. -Kawan!
Tayangan ini akan membahas...
-Mohan! -...fakta-fakta menarik kasus ini
-Aku bicara padamu! -...di Siniar Thangam Rajender.
Ya! Ada apa?
Di mana Sub-Inspektur?
Ini hari Jumat, 'kan?
Dia pasti di masjid.
-Ada perlu apa dengannya? -Kertasku habis.
Sudah dua hari kuminta, tetapi tak ada jawaban.
Dengar, jatah kertas untuk Polsek hanya dua rim setiap tiga bulan.
Jika kurang, kita harus membelinya sendiri.
Hei, Porchelvi.
Ini hari Kamis, bukan Jumat.
Hari ini dia menghadiri sidang.
SI Polsek Moosa Raaza!
SI Polsek Moosa Raaza!
Cepat panggil dia. Bu Hakim mau makan siang.
Apa? Dia tidak datang?
Dia datang, Bu. Tadi ada di sini.
Mana dia? Apa kulanjutkan saja?
Suruh dia ke sini.
SI sedang salat, Bu.
KANTOR POLISI PADAMBATHUR
Kenapa kau menentang Jalan Raya Chennai-Madurai? Jawab.
4.000 hektare ladang kami hilang!
-Apakah pertanian tidak penting? -Kau menolak jalan raya?
DEBAT POLITIK
Kau tak mau jalan untuk transportasi?
Mana yang lebih penting, pangan atau jalan?
Masih banyak tempat untuk pertanian!
Pangan atau jalan? Jawab!
Orang yang memuji jalanan di Singapura
malah menentang saat kami mulai membangun jalan di Tamil Nadu.
Kau menyabotase peresmian dengan menaruh kerangka itu!
Itu fitnah.
Pemerintah Negara Bagian sudah memerintahkan penyelidikan.
Itu fakta, 'kan?
Sudah dengar kasus ini, Pak?
Mereka meminta polisi menyelidiki itu kerangka siapa.
Sial bagi Penyidik.
Apa kau menyelidikinya?
Lantas, apa masalahmu?
Hei, matikan dulu TV-nya.
Kau tak becus menangani kasus karena sibuk menonton TV.
Dia melaporkan 1,2 juta rupee uangnya dicuri.
Kau tak memeriksanya?
Pegadaian mengaku uangnya dicuri.
Maari minta izin mengambil alih kasusnya.
Aku tak teliti melihat jumlahnya.
-Batas kita 500 ribu rupee. -Baik, Pak.
Di atas itu, harus ditangani Wakil SP.
Hubungi dan suruh mereka menemui Wakil SP.
Baik, Pak.
Ini.
-Belilah dua rim kertas. -Baik, Pak.
Pergi sana!
Kau tanya kenapa pakai uang sendiri.
Aku tak bisa mengelola kantor dengan transaksi diam-diam.
Penugasanku adalah hukuman.
Namun, apa itu berarti kantor harus dikelola seenaknya?
-Porchelvi? -Ya, Pak.
Buang air cucian berasnya.
-Cuci sayuran ini. -Baik.
Masakan buatan Bapak paling lezat.
Wangi!
Siapa pun pasti senang punya atasan Bapak.
Istri Bapak sangat beruntung.
Itu menurutmu.
Namun, dia khawatir.
Syukurlah, setelah delapan tahun menikah, kami akan punya anak.
Istriku hamil tiga bulan.
Dia ingin tinggal bersamaku.
Kucoba mencari tempat tinggal di sini, tetapi sulit.
Warga sini tak mau rumahnya disewa polisi.
Apalagi namaku Moosa!
Makin sulit saja mencari rumah sewa!
Tenang, Pak. Kebaikan ada balasannya.
Kita akan temukan rumah.
Bagaimana dengan kasus kemarin?
Aku sedang salat waktu itu.
Biasalah, kasusnya ditunda.
Mudah-mudahan semua akan baik-baik saja.
Tadi pagi kau cerita soal kasus lain, 'kan?
Ya, Pak. Soal kerangka di lahan kosong.
Kasus itu sangat pelik, bisa membuat seseorang mati berdiri.
Lebih baik dihukum demosi!
Benar sekali, Pak!
Ada banyak sekali kasus mayat tak dikenal.
Ini kerangka, bukan mayat yang punya wajah.
Itu pun di jalan raya.
Banyak truk melintas dari Goa ke Kanyakumari.
Tak ada yang tahu pelakunya. Identitas korban tak ditemukan.
Jika melibatkan politik, selesai sudah.
Akan sia-sia mencari pelakunya.
Lima menit lagi matang.
Siapkan piringnya. Kita akan makan.
Pak.
Angkat kaki Bapak. Banyak ular di sini.
Apa itu, Maari? Ular?
Ya, Pak!
Ini bukan TPU atau makam keluarga.
Penemuan kerangka memunculkan kecurigaan akan tindak kejahatan oleh lawan politik.
Kami harus selidiki kerangka ini secara netral
untuk mencari tahu kejadian sebenarnya.
Itulah yang akan kami lakukan.
SP sudah datang, Pak!
Bu SP? Beri tahu Pak SI.
Matikan TV-nya, Nak.
-Hei, kemarilah! -Ya.
Sebentar.
Cepat pergi!
-Bu. -Raaza.
Pindah ke sini dari jabatan yang sibuk. Drastis sekali, ya?
Itu mungkin benar, tetapi aku tak setuju sepenuhnya, Bu.
Di sini juga ada beberapa tantangan.
Raaza, aku tak seperti SP sebelumnya.
Jujur saja kepadaku.
Karena Ibu meminta saya untuk jujur...
Penugasan saya di sini adalah bentuk hukuman.
Saya ingin bekerja dengan jujur.
Tugas kecil saya lakukan dengan biaya sendiri.
Aku mengerti.
Aku juga tahu itu.
Apa yang bisa kubantu?
Akan sangat membantu jika penggantian uangnya bisa dipercepat.
Nanti kusampaikan.
Aku ingin kau memimpin penyelidikan.
Penyelidikan kasus apa, Bu?
Upacara peresmian yang dihadiri Menteri Maan Singh...
Kau tahu masalah itu.
Menyelidiki kerangka yang ditemukan...
Kenapa kau tersenyum?
Maaf, Bu.
Aku sudah bilang, kau bebas berbicara.
Karena kita saling terbuka...
Posisi saya sekarang adalah bentuk hukuman.
Jika penyelidikan ini tak sesuai harapan,
akan ada yang dijadikan kambing hitam, 'kan?
Bukan begitu, Raaza.
Sudah lama aku memperhatikanmu.
Kau kutugaskan karena prestasi kerjamu.
Jika kasus ini tak terungkap, aku yang akan bertanggung jawab.
Aku tak akan menyalahkanmu.
Maaf, Bu.
Bersedia atau tidak?
Bersedia, Bu.
Dengan satu syarat.
Apa syaratnya?
No comments yet. Be the first to leave one.