As primeiras 200 linhas.
Hei.
[ Kau harus menemui So-bin dan Jun. Tampaknya ada perkelahian. ]
Apa?
Ayo pergi saja.
Kenapa? Kau menyarankan kita menikmati festivalnya.
Tempat ini memanen romansa di antara anak muda.
Ini bukan tempat kita.
Lama sekali kau menyadarinya.
Bar tenda di dekat rumahku sama enaknya.
Mau udon dan soju?
Soju? Akan kupertimbangkan jika wine.
Jangan konyol, Profesor Song.
Sejak kapan kau minum wine?
Katamu bisa sakit kepala karena itu.
Makan belut dan minum soju saja, ya?
Baiklah. Kalau begitu, belut berbumbu.
- Garam dan lada saja. - Tapi aku...
Sial. Kami tidak pernah sepakat akan apa pun.
Bukankah kau harus ke dokter?
Kau harus masuk. Ini sudah cukup jauh.
Aku akan mengantarmu pulang. Kau terluka.
Dan membiarkanmu pulang sendirian?
Ayolah.
Bagaimana denganmu?
Aku tidak mau melihatmu pulang sendirian dalam kondisi seperti ini.
Sial.
- Di mana Jun? - Bagaimana kami tahu?
Lepaskan aku!
Psikopat kecil itu mungkin pingsan di suatu tempat. Kenapa?
Sial.
Bersihkan lukamu, oleskan salep,
dan pakai plester saat mulai kering.
Aku tidak punya.
- Apa? - Plester.
Apotek masih buka tidak, ya?
Tidak perlu.
- Apa? - Plester, salep, lalu disinfektan.
Salah. Bersihkan, pakai salep, dan...
Aku pulang, ya.
Aku tahu cara melakukan semuanya,
tapi bisakah kau lakukan itu untukku?
Aku akan memakai plester sendiri.
Kurasa jariku juga terluka.
Tidak terlalu sakit, tapi...
Lantas, kau bisa sendiri.
Tutup matamu.
- Perih? - Ya.
Perih sekali.
Jangan sakit
dan jangan sampai terluka.
Kenapa? Kau tak suka melihatku menderita?
Benar. Aku membencinya.
Mau kubalaskan dendammu?
Akan kucabuti semua rambut Chun-guk.
Kenapa kau menyentuh rambutnya?
Astaga, kau mengejutkanku.
Sentuh rambutku saja.
Kau senang?
Ini diriku yang sebenarnya.
Soo-hyun, apa ada masalah?
Kau meneleponku karena khawatir? Terlebih lagi, tiga kali?
Syukurlah kau baik-baik saja.
Apa-apaan itu?
Dia sungguh mencemaskanku.
Kau rupanya.
Kenapa? Aku tidak boleh pulang?
Kau menunggu Young-ran?
Dia belum kembali.
Mungkinkah dia tidur di luar malam ini?
Aku khawatir dia akan menerima poin hukuman karena itu.
Aku akan meneleponnya.
Hei, Young-ran. Di mana kau?
Begitu rupanya.
Soo-hyun?
- Soo-hyun? - Sampai jumpa besok.
Dia akan bersama Soo-hyun semalaman?
Dia akan menginap di bar alih-alih bosnya malam ini.
Begitu rupanya.
Kau beruntung.
Andai aku juga punya pacar untuk dikirimi pesan.
Astaga.
Aku hanya lima menit di sana.
- Kemarin... - Kemarin kenapa?
Kau bersama siapa? Kenapa tidak pulang?
Siapa kau? Ibuku?
Mungkinkah kau bersama
temanmu yang tinggi dan tampan
dengan rambut berponi itu?
Temanku yang tampan? Tapi semua temanku tampan.
Nam Soo-hyun yang paling tampan.
Mi-ju, tidurlah.
- Tapi ini masih pagi. - Tidur saja!
Dia tampak sangat kesakitan dan bahkan demam.
- Ada luka gores di sini... - Luka gores?
Itu sudah diobati semalam.
Saat ini, dia sedang flu.
Apa gejalanya?
Sepertinya dia flu, akan kubeli apa pun yang ampuh.
Minum ini tiga kali sehari, 30 menit setelah makan.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
Mau makan apa?
Aku pasti memesan sesuatu jika tahu kau akan datang.
Kau berlari membawa obat setelah mendengar aku sakit?
Tapi kau tampak baik-baik saja.
Melihatmu menyembuhkanku.
Tadi rasa sakitnya tidak tertahankan.
Aku tidak perlu formal denganmu lagi,
aku harus memanggilmu apa?
Terserah kau saja. So-bin boleh.
Aku mengubah nama kontakmu. Lihat.
Ini dia.
Kau menamaiku apa di kontakmu?
Aku sangat ingin tahu.
Tunggu. Kau menyembunyikan ponselmu?
Apa?
Benarkah?
Kenapa kau tampak khawatir?
- Kenapa? Coba kulihat! - Hentikan. Ini bukan apa-apa.
Coba kulihat!
Aku akan menelepon ponselmu.
- Tidak, jangan. - Aku akan menelepon.
Satu, dua, tiga.
"Yeo Jun Admin Bisnis 2021"?
Apa aku mengambil ponsel Bu Seol?
Begini, banyak orang bernama Jun.
Ingat Choi Jun mahasiswa baru di kelasmu?
Choi Jun?
Aku sangat kecewa.
Aku begadang semalaman memikirkan nama panggilan untukmu.
Aku juga akan memikirkannya. Maafkan aku.
Sudahlah, minum obatmu dahulu.
Ya, karena Kim So-bin Admin Bisnis 2019 yang memintaku.
Baik.
Nomor tidak dikenal. Tunggu sebentar.
Halo?
Ya, Profesor.
Begitulah yang kudengar.
Pekan depan? Tentu.
Jadi, telepon tadi...
Dia kakakku.
Profesor Yeo Jun-wan.
Begitu rupanya, aku mengerti.
Dia orang yang paling kubenci.
Itu sebabnya aku tidak suka mendengar kau akan bekerja dengannya.
Aku tahu aku egois.
Boleh aku bertanya
kenapa kau sangat membencinya?
Lupakan saja. Mungkin lain kali...
Saat aku kecil, dia sering memukuliku.
Aku hampir pingsan.
Profesor Yeo memukulmu?
Aku masih trauma dengan kejadian itu.
Mundur. Nanti kau tertular fluku.
Sistem kekebalan tubuhku kuat.
Tidak, mundur.
- Aku tidak mau. - Jangan. Aku sudah memperingatkanmu.
Hei, Mahasiswa Baru Admin Bisnis 2021,
dengarkan seniormu.
Aku bukan orang yang sabar, jadi, jangan memancingku.
Jadi...
Apa obatnya ampuh?
Kudengar obatnya cepat bekerja.
Tapi sekarang aku yang kepanasan. Mungkin aku tertular darimu.
Mana bisa begitu padahal aku tidak melakukan apa pun?
- Kemarilah. - Apa?
- Duduklah. - Tunggu, tidak...
Kurasa aku benar-benar demam.
Tapi aku tidak melakukan apa pun.
- Tunggu sebentar. - Soo-hyun, ambilkan nasi untuk meja itu.
- Terima kasih. - Selamat menikmati.
Lauk tambahan? Tentu.
Silakan. Selamat menikmati.
Apa artinya ini?
Takdir yang tidak bisa dihindari.
Takdir yang tidak bisa dihindari?
Bagaimana denganmu?
- Aku... - Jangan memilih jika tidak mau.
- Baiklah. - Tanyakan yang ingin kau ketahui.
Apa yang akan terjadi antara pria itu dan aku?
Pilih satu kartu.
Semua akan berjalan lancar.
Benarkah? Bukan itu jawaban yang kuharapkan!
- Tapi itu tidak akan mudah. - Hanya hasil akhir yang penting.
Benar, bukan?
Tentu saja. Kau tahu semua akan baik-baik saja.
Akhir yang bahagia.
Sekali pembacaan kartu tarifnya 1.000 won.
Aku hanya melihat kegelapan.
Aku belum mengembalikan ini kepadanya.
Apa? Kau menjawab pada deringan pertama.
Kukira aku juga harus meninggalkan tiga panggilan tidak terjawab.
Kututup teleponnya.
Kau terdengar sangat sehat.
Jika tak ada yang ingin dikatakan...
Kau tak pernah sabar, ya?
Ada apa ini?
Kau ada waktu luang besok? Aku punya sesuatu untukmu.
Aku sibuk.
Aku ingin menutupnya lebih dahulu.
No comments yet. Be the first to leave one.