Yowis Ben: The Series

Yowis Ben: The Series

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

Yowis Ben The Series S01E02 Episode 2 WEB-DL
Комментарий от Putra14
WeTV Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2020-09-18
Загрузки: 23
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

Maukah kau menjadi pasangan kembang biakku selamanya?

Aku terlanjur jatuh cinta denganmu.

- Denganku? - Mungkin denganku?

Kejutan!

Teman-Teman, ada kejutan!

Ada apa?

Kejutannya sepeda motor, 'kan?

Namun, dicicil.

= Episode Sebelumnya =

Bay.

Maafkan aku, Bay.

Tidak apa-apa, Cak.

Aku malu bukan karena kejutannya.

Aku malu karena...

...diejek teman-teman sekolah.

Cak.

Biar Bayu tenangkan diri dahulu.

Bay.

Ayo masuk.

Bay.

Masuk dulu, Cak.

Padahal niatku baik.

Aku ingin membelikan Bayu motor.

Namun, cicil knalpotnya dahulu.

Kau tidak masuk akal, Cak.

Cicil motornya.

Ya, tapi...

Dengarkan aku.

Ibarat orang ingin makan bakso.

Kau hanya membeli "tuk-tuk"-nya dulu.

"Tuk-tuk"? Apa itu?

"Tuk-tuk" itu adalah bunyi mangkuknya.

Sini.

Hati-hati.

Sudahlah, biarkan Doni menjaga Bayu.

Pulanglah, nanti kita bicara di rumah.

Jangan sedih terus, cengeng.

Ini anak yang kita cari.

Sebentar.

- Roy, ada apa? - Santai.

Kau baru saja mendapatkan knalpot baru, 'kan?

Begini.

Aku punya spion di rumah.

Namun, hanya sebelah kiri.

Aku punya spion kanan.

Aku punya standarnya. Lengkap, 'kan?

Kalian tidak puas menghina Bayu?

Daripada memberikannya kepada Bayu,...

...lebih baik spionnya untuk kalian becermin!

Aku sudah tampan.

Ayo masuk.

Tampan dari mana?

Sudahlah, ayo masuk kelas.

Bayu? Doni?

- Pak? - Belum masuk kelas?

Ini baru mau masuk.

Bayu masih sedih.

Bay.

Sabar, ya.

Aku dahulu juga pernah sepertimu.

Kau pernah mendapatkan knalpot?

Dahulu aku pernah meminta motor kepada ayahku.

Dia malah membelikanku bensin.

Jadi, aku gunakan untuk membakar sesuatu.

Kau membakar apa?

Membakar semangatku.

Jadi, aku bisa membeli motor sendiri.

Aku pikir itu pisang goreng, Jon!

Ternyata knalpot.

Coba makan, ini enak.

Kau pikir aku robot?

Robot juga tidak suka, itu bekas dan berkarat.

Ada apa, Jon?

Ceritanya panjang.

Lebih panjang daripada kereta api?

Lebih panjang rel keretanya.

Tutup mulutmu, dia sedang bercerita.

- Tidak sopan. - Memangnya kenapa?

- Mulutmu itu. - Sama saja.

Ini knalpot siapa, Jon?

Bayu menginginkan motor.

Hari ini, dia ulang tahun.

- Jadi, aku belikan... - Motor?

- Knalpot. - Hei, kau gila?

Ulang tahun malah diberikan knalpot.

Aku ingin mencicilnya.

Jika kau ingin menyicil,...

...belilah mur, kecil dan murah.

Dengan bautnya.

- Untuk apa? - Agar tidak lepas.

Sudahlah, Jon. Jangan paksakan diri.

Kita tidak punya banyak uang.

Nando!

Antar kami pulang, ya?

Aku saja jalan kaki.

Tidak apa-apa. Ayo kita jalan bersama, Nando.

Ini, bersama Yayan saja.

Astaga, aku tidak berani.

Kenapa tidak berani?

Pokoknya tidak berani, aku pergi.

Aku ikut!

- Nando! - Nando, jangan...

Hei, Glenca, Aliya.

Apa?

Kalian harus sadar,...

...tidak semua laki-laki itu mau berkorban dan bertanggung jawab.

Lebih baik pulang bersamaku saja.

Tidak mau!

Bayu juga ikut, kita akan jalan berpasangan.

Tidak mau, aku akan pulang naik knalpot.

Ya, lebih baik kita pulang sendiri saja.

Jangan, banyak begal.

Ini masih siang!

Ayo pergi.

Masih siang?

Kalian pikir begal ada giliran kerja?

Sedikit lagi kita berhasil.

Cemberut saja, tersenyumlah!

Senyum bagaimana?

Bagaimana mau tersenyum? Aku hanya punya knalpot!

Berhenti memikirkannya.

Yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Ayo pulang.

Tidak, aku akan bertemu Cak Jon.

Jangan begitu. Menurutku Cak Jon...

...memiliki niat baik, 'kan?

Ayam.

Tahukah kau?

Karena knalpot ini...

...Bayu marah kepadaku.

Andai knalpot ini tidak ikut ke sekolah,...

...keadaan takkan seperti ini, Ayam.

Jika kau ada masalah,...

...katakanlah, Jon.

Aku adalah kakakmu, 'kan?

Ya.

- Namun, masalahnya... - Masalahnya takkan selesai...

...jika kau bercerita dengan ayam.

- Namun... - Sudahlah, Jon. Jangan pikirkan Bayu.

Lebih baik kau ajak Rini ke sini agar aku bisa mengenalnya.

- Namun... - Pikirkan masa depanmu sendiri, Jon.

Bagaimana menurutmu, Ayam?

Begitukah?

Baiklah kalau begitu.

Knalpot dan ayam itu, jangan dibawa.

Ya, baiklah kalau begitu.

Jon!

Jon!

Ayamnya buang air besar!

Kau ingin menunggu atau pulang?

Tentu saja aku akan menunggu.

Baiklah kalau begitu, sebentar.

Aku tunggu di sini.

Pak Ustaz, Assalamualaikum.

Waalaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kenapa gadis itu berdiri di sana?

Jadi, Pak Ustaz, itu temanku.

Dia sungkan.

Ini bukan sedang berdakwah.

Kami hanya sedang mengobrol.

- Jadi, tidak apa-apa? - Ya, tidak apa-apa.

- Ajaklah dia kemari. - Ya.

Stev!

Sembarangan sekali.

Gadis cantik dan sehat.

Kenapa kau memanggilnya "Kejang" (step)?

Bukan, Pak Ustaz. Namanya Stevia.

Anak zaman sekarang, suka menyingkat nama orang.

Stev, sini.

Baik.

Beri salam.

Itu lebih baik.

Ayo, duduk yang nyaman.

Jadi, begini.

Pokoknya tentang pembangunan menara masjid,...

...kalian semua harus ikut membantu.

Assalamualaikum.

Waalaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Maafkan aku memotong, Pak Ustaz.

Tidak apa-apa, kau tampak lebih tampan.

Bukan memotong rambut, Pak Ustaz.

Itu...

Don, kemarilah.

Ya, Pak.

Beri salam.

Ini lebih baik.

Biar kuulangi dan lanjutkan.

Mengenai urusan menara...

Mohon maaf, Pak Ustaz, aku memotong lagi.

Lama-lama rambutmu gundul.

Bukan, aku ingin bertanya.

Mengenai pertanyaanku kemarin...

Yang mana?

Bagaimana aku mengatakannya?

- Pertanyaan kemarin? - Benar, Pak Ustaz.

Sebentar, ada telepon.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulilah.

Baik, Pak Cheng.

Terima kasih banyak, Pak Cheng.

Baik, terima kasih.

Yowis Ben: The Series subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Yowis Ben: The Series

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left