Первые 200 строк.
Kencan buta biasanya berlangsung
pada sore akhir pekan dan rata-rata berlangsung sekitar 2,5 jam.
Jarak yang tepat antara kedua orang di kencan pertama adalah 45cm.
Rasanya berlebihan jika lebih dekat
tapi tidak terasa mendebarkan jika lebih jauh.
Lalu tidak butuh satu atau lima menit
untuk jatuh cinta.
Hanya butuh lima detik.
Seorang ahli mengatakan semuanya
diputuskan dalam lima detik.
Aku memenuhi semuanya di kencan ini
dan semua berjalan lancar.
Sampai dia menanyakan ini.
Ui-yeong
bagaimana perasaanmu tentang berkencan denganku
dengan niat untuk menikah?
Kau bilang "menikah"?
Ya, aku ingin berkencan untuk menikah.
Kita tidak muda lagi.
Aku ingin menjalin hubungan serius...
- Astaga! - Astaga.
- Bagaimana ini? Astaga! - Kau baik-baik saja?
- Ini. - Terima kasih.
Astaga.
Kau baik-baik saja?
Maafkan aku.
Sial.
Siapa bilang memakai warna cerah saat kencan buta itu ide bagus?
"Menikah"?
Aku baru mengenalnya selama 30 menit.
Bagaimana aku bisa memikirkan pernikahan?
Aku menggosoknya sekeras mungkin, tapi nodanya tidak kunjung hilang.
Kau akan merusak kainnya jika menggosoknya terlalu keras.
Itu bisa menyebabkan noda permanen.
Benarkah?
Padahal ini salah satu gaun favoritku.
Astaga.
Sebaiknya kau pulang
dan memasukkannya ke mesin cuci setelah direndam garam dan gula.
Kecap asin larut dalam air, jadi, seharusnya bisa hilang.
Begitu rupanya.
Mungkin sebaiknya kita sudahi malam ini.
Kurasa begitu.
Maaf soal hari ini.
Kau hampir tidak makan, bukan?
Kita bisa makan lain kali.
"Lain kali"?
Aku memarkir mobilku di dekat sini. Aku bisa mengantarmu pulang.
Kita bisa berbincang lebih banyak...
Tidak, aku bisa pulang sendiri.
Aku tidak mau merepotkanmu lagi.
Baiklah. Hati-hati di jalan.
Bagaimana kencan butanya?
Kau mau pergi minum sekarang, bukan?
Kenapa dia harus tahu semuanya? Aku mau pulang.
Jangan hanya membaca pesanku!
Fokuslah pada kencanmu, dan jika suka pria itu
kirim emotikon Matahari.
Apa? Itu Tae-seop.
EPISODE 2
Teman kencanmu membawa mobil impor di kencan pertamanya?
- Bagaimana dengan yang ini? - Apa?
Kurasa bukan yang itu.
Bagaimana aku menjelaskannya, ya?
Itu seperti lumba-lumba putih?
- Lumba-lumba? - Ya.
Tidak mungkin.
Bagaimana dengan ini?
Yang barunya seharga 100 juta won.
Seratus juta?
Ya, kelihatannya seperti itu.
Tapi mungkin bukan.
Apa itu?
Kau yakin bukan SUV?
Ya.
Bukankah SUV besar?
Dengan empat roda?
Kau bodoh?
Semua mobil punya empat roda.
Begitu?
Potret saja mobilnya lain kali kau bertemu dengannya.
Kenapa aku tidak melakukannya kali ini?
Sekalian saja suruh dia membawa catatan pajak penghasilannya.
Ibu penasaran apa teman kencanmu juga menghakimimu
dari tas yang kau pakai hari itu di mobil mewahnya.
Kau ibuku. Ibu tidak boleh mengkritikku seperti itu.
Aku tidak menghakiminya. Aku hanya penasaran.
Ibu hanya bilang kau harus siap untuk dihakimi
jika kau mengikuti kencan buta sekarang.
Tapi bukankah kau lebih suka dia mengencani
pria bermobil mewah?
Mobil mewah tidak mungkin buruk.
Lalu pria bermobil mewah tidak mungkin buruk.
Benar sekali!
Seluruh keluarganya mungkin kaya
atau dia mungkin pria muda kaya yang mandiri.
Atau dia bisa saja miskin mobil.
Miskin mobil?
Tidak, dia bukan tipe orang yang memamerkan mobilnya.
Ibu sangat menghakimiku karena tidak mengencani siapa pun.
Kenapa Ibu sangat ingin menghentikanku sekarang?
Apa Ibu menghakimimu? Tidak, kau menghakimi dirimu sendiri.
Selain itu, dia bertanya soal menikah di kencan pertama.
Dia terdengar sangat bodoh.
Perkenalkan satu sama lain ke keluarga kalian
dan kirim undangan pernikahan sekarang.
Itu pasti akan membuat setahun berlalu dengan cepat.
Kencanmu akan sangat menyenangkan.
Ayolah! Kencannya menyenangkan.
- Hentikan. - Hentikan!
Terserah.
Jadi, kapan kau akan menemuinya lagi?
Entahlah. Dia belum menelepon.
Dia belum mengajakmu kencan kedua?
Ya.
Begitu rupanya.
Dia belum menelepon atau mengirimimu pesan.
Jangan menelepon atau mengirim pesan lebih dahulu.
Itu akan menunjukkan betapa putus asanya kau.
Kenapa kau masih di sini? Ini sudah larut.
Berhentilah mencamil itu.
Astaga.
Kenapa kita mencari mobilnya?
Tidak ada batasan waktu untuk ajak seseorang berkencan lagi.
RATA-RATA WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK DIAJAK KENCAN KEDUA
Kencan kedua...
AKU KENCAN BUTA DAN DIA BELUM MENELEPONKU
BERAPA LAMA WAKTU YANG PRIA BUTUH UNTUK MENGAJAKMU KENCAN KEDUA?
DALAM DUA HARI?
JIKA SUNGGUH MENYUKAIMU, DIA AKAN MENGAJAKMU BERKENCAN DI AKHIR KENCAN
BUKANKAH BIASANYA KAU DIAJAK BERKENCAN SEBELUM KENCAN BERAKHIR?
KEESOKAN HARINYA, PALING LAMBAT
SEBELUM PULANG SETELAH KENCAN PERTAMA!
AKU JUGA AKAN BILANG PADA HARI ITU
Permisi.
Aku penasaran siapa orangnya.
Kau membeli mobil baru?
Tidak, ini mobil perusahaan.
Aku selalu mengendarainya.
Kapan kau tiba di sini?
Jangan bilang kau di sini semalaman pada hari Sabtu.
Tidak, aku datang setelah matahari terbit.
Kudengar kayunya sudah datang.
Ya, kami dapat kirimannya.
Tapi belum dipajang.
Kau datang lebih awal hanya untuk membuatku bekerja?
Aku akan membantumu.
Garisnya indah.
Boleh kupakai ini?
Tentu saja. Itu upahmu. Tandai apa pun yang kau mau.
- Baik! - Mau ikut makan siang?
Tidak, aku harus pergi ke suatu tempat.
Boleh aku mandi di sini?
KAMAR MANDI, PANCURAN
RUANG ISTIRAHAT
Hei.
- Astaga. - Apa lagi sekarang?
Sua memulai debutnya sebagai gadis pembawa bunga hari ini.
Dia sangat membenci pakaian pilihanku
yang kuhabiskan berjam-jam meneliti pakaian pernikahan gadis kecil...
Makin pakaianku diusahakan tak terlihat seperti pilihan Ayah
makin norak kelihatannya, mengerti?
Ayah bertanggung jawab atas pakaianmu
bahkan saat ibumu ada!
Seleranya tidak pernah lebih baik dari selera Ayah!
Hei.
Sua, jangan terlalu kejam kepada ayahmu.
Kau tampak cantik memakai gaun itu.
Aku hanya model yang baik. Aku cocok memakai apa pun.
Tapi apa hanya itu kemampuanmu?
- Apa? - Kancingkan semuanya
dan rapikan rambutmu.
Mendekatlah.
- Hei! - Sudah selesai.
Ayo.
Kau tampak menakjubkan.
- Hei! - Hei.
Tolong lihat kemari.
Satu, dua, tiga!
- Selamat! - Sampai nanti.
- Kemarilah. Cepat! - Tidak.
- Kenapa tidak? - Kau sibuk.
Kami akan menunggu di luar.
- Selamat! - Terima kasih!
Aku tidak percaya mereka akan menikah
- setelah 14 tahun berpacaran. - Benar.
Kau tahu, mereka mungkin putus belasan kali.
Hei, foto kelulusan kita!
Hyun-ju juga ada di dalamnya.
Matanya terlihat sangat naif dan murni di sini.
Siapa sangka dia akan meninggalkanmu dengan kejam
enam tahun kemudian?
Kau melihatnya?
Kau tak mau melihat fotonya?
- Tangkap buketnya untukku. - Sampai jumpa.
Kau memang melihatnya.
Kau bercanda? Kenapa dia tidak bilang Hyun-ju akan datang?
Sekalian saja kita duduk semeja dengannya.
Halo, aku teman mempelai pria
- dan pembawa acara hari ini. - Pengaturan tempat duduk yang bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.