The Mess You Leave Behind

The Mess You Leave Behind (El desorden que dejas)

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

The Mess You Leave Behind S01 NF WEB-DL Complete
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2020-12-11
Загрузки: 30
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SALIN

TEMPEL

MENYALIN

Viruca.

- Kenapa kau di sini? - Buka, kita perlu bicara.

Kenapa kau di sini?

- Viruca… - Kenapa memakai kunciku?

Ini rumahku, paham?

Aku khawatir.

Kau tak jawab panggilanku, tak balas pesanku.

Mauro, kumohon. Jangan kau, ya?

- Jangan sentuh aku! - Viruca…

- Jangan menekanku. - Apa yang terjadi?

Aku sudah hampir putus asa. Pergi.

- Buka pintu. - Lepaskan. Pergi.

Viruca, kumohon.

Tinggalkan aku! Tak ada yang perlu dibahas!

Viruca!

Pergi!

Pergi atau kupanggil Garda Sipil! Pergi!

Viruca.

Viruca.

THE MESS YOU LEAVE BEHIND

Germán!

Aku pulang.

Aku bawa lilin kayu manis kesukaannya.

Lihat tanaman cantik ini.

Ada apa?

Sudah berakhir.

Ibumu meninggal beberapa saat lalu.

Apa?

Camar sialan.

Sial.

Mimpi buruk?

Seperti biasa.

Sedang apa?

Memilah yang akan kita bawa ke Novariz.

Kau ingin membawa edisi Variable Cloud yang mana?

Ada tiga edisi.

Kau bisa pura-pura tak kebelet pergi.

Belum pukul 09.00.

Selamat pagi.

Nanook!

Sayang, mau ceritakan tentang mimpi burukmu?

Kau yakin?

Kapan aku akan berhenti memimpikannya?

Raquel, perubahan suasana akan membantu kita.

Ini peluang luar biasa.

Ya.

Ini. Bisa bawakan ini ke rumah ibuku?

Tentu.

- Aku akan kangen. - Sayang…

Jangan dramatis begitu. Hanya dua jam perjalanan.

Dua jam. Ingat itu, ya?

Mereka akan menyukaimu.

Kau akan melupakanku.

- Tidak akan. - Sungguh?

- Ayo berangkat. - Baik, ayo.

Kunjungi kami.

Pasti.

Hati-hati.

Tidak.

- Sial. - Ada apa?

- Kartu hafalanku tertinggal di Coruña. - Kartu apa?

Yang kupakai berlatih untuk kelas. Cek kotak itu.

- Quela… - Kita harus kembali.

Ini bukan kali pertama. Kau selalu begini lalu berhasil.

- Tidak akan. - Akan kucek.

Tidak, Germán. Aku lama tak mengajar.

Ini cuti terlamaku, dan aku harus mengajar dengan benar.

Kau tahu kelakuan remaja.

Mereka melihat kelemahanmu, dan habislah kau.

- Dramatis sekali. - Tidak, mereka…

mencium rasa takut.

Seperti anjing pelacak narkoba di bandara.

Sudah dapat?

- Biru? - Ya. Jangan.

Jangan dibaca, kau akan menertawakanku.

Tak apa-apa.

Kau manis sekali!

Kali ini aku akan merasa seperti guru sungguhan.

Apa aku akan dapat teman guru?

Pekerjaanku sebelum ini cuma beberapa pekan.

Tak cukup lama untuk berteman.

Pasti.

Menurutmu aku bisa?

Mungkin aku belum siap kembali bekerja.

Sayang…

SMA NOVARIZ

Hei!

Halo.

Apa ini, Guru?

- Sebuah tes. - Tes apa? Ini kosong.

Tunggu. Iago.

- Kemarilah. - Aku?

Ya, kau.

Tulis.

"Mati adalah seni…

seperti yang lain, kulakukan amat baik."

- Hei, kenapa dia? - Entah, dia makin lama makin aneh.

"Kulakukan agar serasa di neraka.

Kulakukan agar serasa nyata."

Tak bisa dibaca, Iago!

Tolong.

Ini tidak lucu.

Jika tak suka puisinya,

tulis itu di tesmu.

Teruskan.

"Kurasa bisa dikatakan aku punya panggilan."

"Kurasa" apa?

Aku saja. Minggir.

Pacarmu terlihat kesal.

- Dia tak cerita? - Apa?

Kami tak bersama.

Apa? Serius?

Duduklah, terima kasih.

Kalian punya waktu satu jam untuk menjawab dengan bebas.

Tolong pikirkan sebelum menulis.

Apa maksud Sylvia Plath dalam syair ini?

Apa ini seruan meminta bantuan?

- Kita harus meminta bantuan. - Ada masalah, Roi?

Tidak.

- Tak ada. - Dia mengumumkan kematian?

- Boleh aku bertanya? - Tidak.

Kumohon.

Viruca.

Ada apa?

Kenapa kau kejam sekali?

Aku?

Ini tentang pesan yang kutinggalkan. Aku tidak serius.

Aku tak tahu maksudmu.

Kerjakan. Kau akan kehabisan waktu.

- Hai! - Halo.

- Butuh bantuan? - Tidak perlu.

Bagaimana perjalanannya?

Hai, Nak.

Baik, tetapi badanku kaku.

Kau jelas tak perlu melakukannya dua kali sebulan.

Kau biarkan dia menyetir? Syukurlah ayahmu tak bisa melihatnya.

Dia tak mengizinkanku buat SIM.

Untungnya zaman sudah berubah, ya?

Aku tidak yakin.

Dia sering bilang aku sibuk bekerja di restoran seharian.

Apa?

Sial.

Concha, lihat siapa pelaku itu ke mobilku?

Keempat bannya disayat.

Ada adjektiva bagus juga di sisinya.

Lihat sesuatu, Mijaíl?

Aku tak mau lihat ke sana. Membangkitkan kenangan buruk.

Dia sangat menyebalkan sebagai murid.

Dia juga tak membuatku senang.

Sajikan sesuatu yang kuat. Aku tak akan berkemudi.

Keik cokelat atau licor café?

Gin.

- Murni. - Ganas.

Kau yang ganas.

Yang itu.

Concha… Terima kasih.

Menghadapi anak-anak itu tak bisa dibayar dengan uang.

Mereka akan membunuhku, Concha.

Tak mungkin, Sayang. Kau kuat.

Benar, tetapi…

Mereka keterlaluan. Kelak aku akan pergi selamanya.

Tahu apa yang lebih baik daripada miras?

Seorang pendengar.

Bukan wanita tua sepertiku. Seorang kolega atau teman.

Kau tak punya?

Sayang sekali.

Membagikan masalah akan meringankannya.

Kau akan dapat teman bicara, lihat saja nanti.

- Waktunya pencuci mulut. - Serius?

Tidak, Demetrio, aku kekenyangan.

Jangan menyinggungku.

Baiklah, sedikit saja.

Begitu lebih baik.

Silakan.

- Kenapa? - Terima kasih.

Ada masalah prostat? Dia sudah ke toilet tiga kali.

Jika dia kurang jago di ranjang, aku punya pil mujarab.

Hentikan omong kosong itu.

- Terima kasih. - Silakan.

Jadi? Kau senang?

Kau beruntung diterima di SMA ini.

Benar.

Itu yang terindah di Galicia.

Itu berlebihan, Bu.

Benar, 'kan?

Ada yang lebih indah?

Sebenarnya, sulit dipercaya bahwa itu sekolah negeri.

Jadi, perlu kita rayakan kebersamaan ini dengan sampanye?

Kebersamaan kita tak lengkap.

Tak ada yang perlu dirayakan.

Ayolah, Bu. Kita harus melanjutkan hidup.

Ayahmu dimakamkan tiga bulan lalu.

Tak perlu terburu-buru.

Atau bergembira.

Benar, Raquel?

Butuh berapa lama dengan ibumu?

More Indonesian subtitles for The Mess You Leave Behind

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left