ì´ë²ˆ 주, ì•„ë‚´ê°€ ë°”ëžŒì„ í•니다
Первые 200 строк.
Saat kubilang, aku tidak bisa mengerti permainan yang satu ini...
...aku sudah dikalahkan oleh mesin.
Hanya karena aku tidak bisa mengerti cara mainnya...,
...bukan berarti aku takkan pernah bisa mengerti.
Agar bisa mencapai target, sekali, dua kali, atau tiga kali...
Aku harus pakai caraku sendiri.
Setelah aku mengangkat boneka yang kecil-kecil untuk membuat tumpukan yang tinggi di dekat lubang hadiah...
...maka yang harus kulakukan adalah memilihmu.
Menara usaha yang kubuat tidak pernah mengkhianatiku.
Aku harus buang air kecil. Aku harusnya tadi ke kamar kecil.
Tunggu di situ kau, ya.
Aku sudah ceroboh.
Padahal aku sudah buat tumpukannya tadi./ Apa?
Tidak kenapa-kenapa.
Oke!
Kecerobohan.
Adalah musuh yang paling dekat dengan kita.
Kami akan mulai merekam. MC, silahkan duduk.
Selamat bekerja hari ini.
Kamera empat, standby.
Musik, start!
Kamera empat, cut!
MC, mulai!
Halo, aku Heo Ji Woong dari "Semua Tentang Film".
Hari ini aku ingin membahas tentang sutradara Alfred Hitchcock.
Alfred Hitchcock, apa...
Kamera satu! Perbesar.
Kamera tiga!
Kamera satu! VCR, standby.
VCR, mulai!
Apa?
Apa?
Kau tak bisa percaya padaku?
Bukan begitu.
Kalau begitu, ya tak usah datang.
Hei, aku PDnim yang bertanggung jawab.
Kalau begitu, datanglah kemari kalau kau punya tanggung jawab disini.
Sekarang, kita mau selesai.
Cut.
Kau sudah mulai dewasa rupanya.
Beginilah rekan junior menghormatiku.
Aku Do Hyun Woo, seorang PD selama 10 tahun, berusia 37 tahun.
Dia Ahn Joon Young, PD utama program kami.
Kamera dua, cut!
Sampai kapan aku harus mendorongmu seperti ini?
Bagus. Sebentar lagi. Bagus, bagus.
Jangan digoyang! Hei!
Bagus, bagus.
Aku tak mau melakukan ini!/ Hei!
Apa-apaan... Hei, Ahn Joon Young! Mau kemana kau?
Impian kami adalah menjadi sutradara film.
Kami bertemu sebagai senior dan junior di perguruan tinggi dan telah berteman selama ini.
Ini film thriller, film kejahatan.
Dia Kwon Bo Young, penulis utama dari program kami.
Dia seorang penulis baru ketika aku berhenti memproduksi film dan mulai memproduksi acara TV.
Dia cekatan dan cukup cerdas.
Dia hebat dalam menulis.
*Maknae, bawakan aku kopi.
Kenapa kopi? Haruskah kita minum bersama?
Kau cukup seksi juga.
Pokoknya, dia itu jempolan di perusahaan ini.
Heo Ji Woong dari "Semua Tentang Film." Sampai jumpa minggu depan.
Terima kasih, semuanya!
Terima kasih! Terima kasih!
Bagus!
Hyung! Kapan kau sampai disini!/ Hei!
Pastikan ambil naskahnya. Jangan sampai tim lain melihatnya.
Jawab aku! Kau ini...
Lee PDnim!
Kau harusnya menyuruh juniormu saja membawakan itu! Kau mau kubantu?
Kau mau bantu?/ Iya.
Kau itu harus cari pria yang tepat.
Mi Ha, bantu aku. Cepat.
Alasan aku bersinar sekarang bukan karena semua perhatian tertuju padaku.
Seorang pria yang menyelesaikan tanggung jawabnya memang selalu bersinar.
Ji Woong Sunbae barusan posting foto.
Apa hebatnya dia ini. Kenapa kita harus melihat postingannya tiap hari seperti ini?
Dia masih belum menerima permintaan teman dariku!
Astaga!
Mendadak begini?
Bukan mendadak. Memang darurat.
Lagipula, program kami tidak begitu buruk.
Mereka akan mengubah jadwal pemrograman.
Kenapa, tiba-tiba?
Mereka ingin mencari keuntungan yang lebih besar.
Bukannya kau berteman dengan kepala pemrograman?
Memang.
Bukannya temanmu itu terlalu kelewatan?
Persahabatan kami terbayar ketika dia membiarkan kita melakukan program ini selama satu tahun.
Apa kita harus mengubahnya kalau perusahaan siaran menyuruh kita mengubahnya?
Kita sebagai bawahan bisa apa? Kalau kita disuruh begitu, ya kita harus melakukannya.
Ini sama saja seperti industri film Korea. Kita semua bakal mati.
Kau berlebihan sekali.
Kalau begitu, nanti kumasukkan Song Joong Ki. Nanti kusuruh dia jadi MC di programku.
Benarkah? Kau bisa memasukkannya dalam programmu?
Tentu saja tidak! Mana kenal aku dengan Song Joong Ki?
Berapa lama waktunya?/ Tiga minggu.
Tiga minggu? Tiga minggu?
Memang kita ini apa? Klub siaran di kampus?
Mana mungkin kita buat program dalam tiga minggu?
Tidak masuk akal!
Heart, heart, heart
Jjang, jjang, heart
[Selamat malam, sayang./ Aku tiba-tiba memikirkanmu.]
[Apa kita harus bertemu hari ini?/ Aku lagi di kafe sekarang.]
Kwon! Lama tak jumpa.
Mana temanmu?
Kau juga tak bisa merokok di kantor?
Secara hukum ini juga rokok.
Aku ini pengacara. Aku harus mentaati hukum.
Apa kerjaanmu lancar?
Aku dapat uang banyak dari kasus perceraian suami istri.
Apa banyak sekali pasangan bercerai sekarang ini?
Mereka memang banyak sekali, aku juga termasuk.
Benar juga. Kenapa kau bercerai, Penulis Kwon?
Sepertinya barusan ada tamu tadi datang mau menemuimu.
Aku tahu. Aku mau pergi sekarang.
Bersenang-senanglah.
Dia mau wawancara untuk posisi sekretaris.
Halo, aku pengacara di sini.
Kami punya standar yang sangat tinggi. Silakan, lewat sini.
Ya, itulah kudengar tentangmu.
Kau dengar? Siapa yang memberitahunya...
Ah Ra Unni yang berkata begitu.
Ah Ra Unni?
Istriku?/ Iya!
Dia merekomendasikanku di sini!
Kami tidak mempekerjakan orang berdasarkan koneksi pribadi.
Ya, aku mengerti.
Tapi nanti, pamanku akan kecewa.
Pamanmu?
Ayahnya Ah Ra Unni.
Ayahnya Ah Ra Unni?/ Iya.
Ayah mertuaku?/ Iya!
Adik ipar!
Aku dengar dari orang lain kau itu sangat pekerja keras, 'kan?
Sebenarnya, aku bukan tipe pekerja keras.
Lalu, kau orang tipe macam apa?
Aku ini tipe orang yang imut, dan seksi.
Kurasa kau tipe orang yang membuat orang lain di sekelilingmu bekerja keras.
Kau boleh mulai bekerja hari ini. Di sana./ Ya.
Siapkan meja dia./ Ya, terima kasih!
Kau boleh duduk di sini.
Kau harus datang ke kantor jam sembilan pagi.
Baiklah.
Istriku mengutus dia untuk memata-mataiku?
Aku harus waspada kalau begini.
Buang itu semuanya.
Kamis pagi untuk program film.
Mulai besok menonton film.
Saluran belanja rumahan selalu saja disiarkan padahal tak ada orang yang beli apapun.
Padahal kita sudah mengkonfirmasi dengan Sutradara Park Han Wook...
...untuk acara spesial kita yang rencananya disiarkan minggu depan.
Betul juga. Bisakah kita tunda itu sebentar?
Kita saja sudah habis-habisan membujuk sutradara Park Han Wook.
Kita tidak punya pilihan. Kita harus minta maaf padanya.
Membuatku frustasi saja.
Tapi mau bagaimana lagi.
Kita harus bisa buat program baru dalam tiga minggu.
Bo Young, aku tidak punya ide apapun. Apa yang harus kulakukan?
Kita harus bilang apa ke Ji Woong Sunbae?
Ji Woong?
Ya, Bu Guru.
Halo, Bu. Aku menelepon dari TKnya si Joon Soo.
Kami sudah menunggu, tapi daritadi belum ada yang menjemputnya.
Joon Soo menunggu sendirian daritadi.
Apa?
Ayahnya belum datang?
Aku yang traktir malam ini. Pesan saja terserah kalian!
Serius kau akan mentraktir kami semua?/ Semuanya!
Kau memang yang terbaik!
Kita harusnya tidak pantas senang-senang hari ini./ Maaf.
Ayo bersulang.
Oke.
Bersulang!
Terima kasih!
Kalian aneh hari ini. Kenapa, programnya dicabut?
Tidak sama sekali!
Kenapa kau terus seperti itu, sih?
Aku seperti itu lagi, ya?
Bagaimana ini? Ini pasti sudah jadi penyakit.
Aneh. Hyung, apa kau tadi memarahi mereka?
Mereka semua ini... agak aneh.
Apa yang bisa dimarahi?
Mereka cuma lelah saja./ Betul.
Astaga...
Angkat teleponmu.
Kalian kelelahan? Kalau begitu, aku akan jadi minuman energi kalian!
Aku bisa meningkatkan energi kalian.
Mari kita bernyanyi!
Sepertinya inilah saat terakhir
Aku akan kembali sekarang
Dengan upaya yang dipaksakan...
Kau bilang kau yang akan memberitahunya./ Aku?
Ya, Do PDnim.
Tunggu sebentar.
[Panggilan Tak Terjawab - Istriku yang cantik]
Oh iya! Aku harus jemput Joon Soo sekarang.
Jangan cari-cari alasan.
Serius aku!
No comments yet. Be the first to leave one.