Soupçons, les dessous de l'affaire Wesphael
Первые 200 строк.
GEDUNG PENGADILAN 6 OKTOBER 2016
HARI PUTUSAN PENGADILAN
Aku benar-benar hancur.
Perutku rasanya melilit.
Setelah menderita menghadapi kampanye media mengerikan ini,
Kukira aku akan dieksekusi.
AIR MATA SAPHIA
WANITA MUDA INI ADALAH PENDUKUNG TERBESARNYA
BERJUANG DEMI KELUARGA MEREKA
DUA TAHUN SETELAH KEMATIANNYA, MEREKA ANGKAT BICARA
Ada amarah, ada rasa murka.
Ada amukan.
TAK ADA BUKTI PEMBUNUHAN
BEKAS CEKIKAN DI LEHER
Aku sangat yakin itu pembunuhan.
Kuharap juri akan setuju.
Ini kedua kalinya seorang anggota Parlemen Belgia diadili
atas pembunuhan seorang istri.
Kurasa tak ada orang di ruangan ini
yang tahu hingga detik terakhir
hasil dari putusan hakim.
PERTENGKARAN TERLALU MEMUNCAK
PESAN PEDIH DARI PUTRINYA
"AKU MELIHAT MAYATNYA: VÉRONIQUE DIPUKULI!"
PUTRANYA TIDAK MELIHAT MAYAT IBUNYA
"KAMI TAK MAU ITU MEMBAYANG-BAYANGI DIRINYA"
Ingin kuguncang dia
dan bilang, "Masih ada waktu untuk berkata jujur."
Bukan aku.
Bukan aku.
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX
OOSTENDE
TIGA TAHUN SEBELUMNYA…
Saat kami melihat jasadnya di kamar mayat,
kami hanya boleh melihat wajahnya.
Aku membatin, "Pasti parah. Jasadnya memar-memar."
Wajahnya sangat memar.
Kami kemudian tahu ada 38 luka memar di tubuhnya.
Kupikir, "Apa yang terjadi? Itu mustahil."
Kami diberi tahu bahwa Wesphael bersamanya.
Hanya mereka berdua di ruangan itu.
Kami tahu mereka bertengkar.
Kurasa itu pertengkaran yang berakhir petaka.
Aku tak mengira…
dia membunuhnya.
Bahwa dia berniat membunuhnya.
Saat Nadine dan aku keluar, dia bilang,
"Dia dipukuli."
Itu bukan memar alami. Luka-lukanya tidak…
Aku memikirkan hal yang sama.
Kami bilang, "Jangan sampai Victor melihat ibunya begitu."
"DIA AKAN MENARIKNYA KEMBALI ATAU MEMBUNUHNYA!"
BIBI VÉRONIQUE YAKIN ITU PEMBUNUHAN
Dari apa yang kulihat, hubungan mereka tidak mulus.
Aku tak mengerti kenapa dia ingin mengejar hubungan itu.
Aku pertama kali bertemu dia di sini.
Kupikir, "Siapa pria memuakkan yang suka suaranya sendiri ini?"
"Dia memilihnya? Itu tak mungkin."
Mereka menikah tiga bulan setelah bertemu.
Ini luar biasa dan hebat, karena kami tak melihat apa adanya.
Dan dengan cepat,
dia menjual rumahnya, pindah bersama perabotnya.
Itu masuk akal. Mereka menikah.
Kami pun langsung sadar…
…yang terjadi adalah kebalikannya.
Dia menelepon dan bilang, "Bisakah kau membawa Victor?"
"Aku perlu evaluasi ulang."
"Aku harus ke Oostende sendirian."
Dia tanya Victor apakah dia mau datang. Dia bilang,
"Tidak, aku lebih suka bersama teman-temanku dan menemui ibu baptisku."
"ADA SEDIKIT UANG UNTUKMU JIKA INGIN IKUT DENGAN IBU DI OOSTENDE"
KATA-KATA TERAKHIR VÉRONIQUE KEPADA PUTRANYA
Victor, kau tahu hubunganku hancur dengan Bernard.
Dia sudah dapat apartemen kemarin.
Karena keputusannya, aku akan di pantai sampai besok.
Aku di hotel tempat kita selalu pergi bersama.
Tentu, jika Wesphael sudah ada di sana,
dia tak akan mengajak putranya untuk tidur diapit mereka berdua,
jadi kehadirannya jelas tak direncanakan.
Véronique adalah seseorang
dengan relasi yang sangat intense
karena ada dimensi emosional dan asmara,
tetapi juga ada dimensi intelektual yang sangat menyenangkan,
dan aku sangat bangga pada wanita ini.
Véronique memutuskan untuk berakhir pekan di Oostende
dan aku ingin menyelesaikan manifesto politikku.
Kupikir karena ada ketegangan di antara kami,
Aku akan menyewa apartemen,
dan aku dapat kesempatan
untuk menerima putraku dengan aman dan tanpa larangan.
Jadi, aku mengiriminya pesan
menyatakan niatku untuk ikut dengannya.
KAU INGIN AKU MENEMANIMU?
Aku mengirim dua atau tiga pesan teks,
dan dia bingung, bertanya, "Kenapa?"
1 PANGGILAN TAK TERJAWAB
OOSTENDE
30 OKTOBER 2013 SEHARI SEBELUM TRAGEDI…
Aku tahu baginya waktu sendiri penting. Dia suka sendirian.
Tetapi aku menjawab, "Aku ingin ikut denganmu."
KAMERA PENGAWAS - HOTEL MONDO
Dia mengunjungi sebuah apartemen pada pukul 15.00.
Dia bilang dia membelinya. Dia memintaku datang.
Kubilang, "Tidak, itu keputusanmu."
Lalu kami berbincang.
Kami bisa berpisah dengan damai. Begitu lebih baik.
Lalu dia mengamuk.
- Apa dia minum-minum? - Ya!
Sudah siang hari,
aku tahu dia habis minum-minum…
Dia merasa sangat dipermalukan.
- Itu yang terus dia katakan? - Ya.
Bahwa aku mempermalukannya melebihi orang lain,
tak ada yang menyelingkuhi Bernard Wesphael.
Semacam itu.
- Kutelepon lagi nanti, Sayang. - Baiklah, Manis.
- Aku sangat menyayangimu. - Aku juga.
- Sampai nanti, Manis. - Ya, dah!
Jadi, aku bersiap,
memakai kolonye,
dan naik mobil ke Oostende.
Dalam perjalanan,
aku sangat bahagia.
Aku berpakaian necis,
pria tampan, bangga pada diriku.
Aku tiba di pusat kota Oostende.
Kotanya tidak besar.
Aku sedikit tersesat.
Saat dia melihat aku tak di sana, dia menelepon dan bilang,
"Aku bisa bantu jika kau mau."
Akhirnya aku melihat Hotel Mondo.
Seorang wanita muda menungguku.
Dia di sana.
Dia wanita yang luar biasa.
Dia tersenyum.
Kami langsung saling menghampiri
tanpa berbincang atau ragu.
Tak lama, kami berciuman penuh gairah.
Dia tampak benar-benar jatuh cinta.
Kami masuk ke kamar yang cukup nyaman
untuk dua orang yang jatuh cinta.
Kami dalam fase yang sangat bergairah.
Kami bisa amat terbuai kenikmatan hanya dengan kulit kami saling sentuh,
baik dalam hal kelembutan
maupun tindakan itu sendiri.
Itu salah satu masa terindah dalam hubungan kami
sejak aku mengenal istriku.
Itu benar-benar…
Ya, jujur saja.
Reuni spontan di antara kami.
Rasanya begitu lembut,
bergairah sampai mabuk kepayang.
Kami di Oostende untuk liburan musim gugur.
Kami ingin pergi ke Pasar Malam Oostende,
pekan raya Halloween.
Kami menginap di kamar 502
Di kamar keluarga.
Kamar kami di bawah kamar mereka.
Kami di kamar 502. Mereka di kamar 602.
Setidaknya, kami pikir begitu.
Suara yang kami dengar berasal dari atas.
- Kapan itu? - Pada malam pertama.
TAMU DI KAMAR 502
Aku tak tahu persisnya.
Kami tak melihat jam saat itu.
Kami tak tahu pukul berapa saat itu.
Aku tak yakin.
Kira-kira tak lama setelah kami kembali ke kamar.
- Ya, anak-anak bangun. - Ya, masih bangun.
Saat itulah dimulai.
Kami bisa mendengar orang bercinta.
Awalnya lembut, kemudian makin intens.
Menurutku itu normal di malam pertama.
Menurutku terdengar cukup serius.
Ada yang bercinta di atas kamar kami,
agak berisik.
Seorang wanita orgasme, merasakan kenikmatan
- dari apa yang mereka lakukan. - Beberapa kali?
Beberapa kali. Kurasa tiga kali.
Kami bisa dengar mereka
terus beraksi.
Jelas aku senang.
Seperti kata orang, aku girang bisa bersama istriku lagi,
mengingat minggu-minggu sebelumnya tidaklah mudah bagi kami.
Secara objektif,
dia mulai membuat
rencana lagi bersamaku. Dia mengatakannya padaku.
Jadi, ini bukan wanita
yang ingin putus dengan pria
yang tak dicintainya lagi.
Malam itu, dia menunjukkan kebalikannya,
bahwa dia sangat mencintaiku. Begitulah yang kurasakan.
MALAM TANGGAL 30 MENUJU 31 OKTOBER 2013
Aku merasakan tangan
membelai kepalaku
dengan penuh kelembutan.
Aku mengingatnya bagai baru kemarin.
Kami memutuskan untuk sarapan, tentu saja.
Kami segera berpakaian.
SATU PESAN BARU OSWALD
No comments yet. Be the first to leave one.