Первые 200 строк.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Hei! Bagaimana jika orang yang kita cintai punya tato yang kita benci?
Bawa mereka kemari agar bisa ditutupi.
Di balik tiap tato tragis, selalu ada kisah konyol.
Blake kalah taruhan.
Aku ditato saat usia 14 tahun.
Aku di rumah teman dan dia punya pistol tato.
Kukira aku jatuh cinta.
Untungnya, lima seniman tato paling berbakat
siap memberi mereka…
tato ulang.
Jujur saja, aku tak tahu tato di punggungmu tadi itu apa.
Tapi jelas, orang-orang ini tak bisa dipercaya pilih tato.
Jadi, orang yang bawa mereka, akan pilih tato penutupnya.
Astaga! Tidak!
Jangan kacaukan aku!
Selamat datang di hari terbaikmu!
Tolong jangan jahat.
Apa mereka akan suka? Apa akan benci?
Ajak nenek kalian dan ambil popcorn.
Kita akan cari tahu bersama.
- Ayo. - Kalian siap?
Aku siap!
Kami siap!
Siap!
Tiga orang akan datang hari ini.
Masing-masing bersama orang terkasih bertato sangat buruk.
Dan mereka akan pilih penutupnya.
Ada dua wanita berkelas, kurasa cocok untuk Matt.
Karena dia berkelas.
Kurasa aku bisa atasi.
Kau rapi dan berkelas hari ini.
- Ya. Kami akan urus. - Rose, karena kau luar biasa,
aku punya pasangan yang luar biasa.
- Aku mau. Aku setuju. - Lalu, Tommy.
Tunggu, jangan bilang. Orangku pecandu?
Ada tato yang perlu doa-doamu.
- Rantaiku kubawa. - Semuanya.
Aku bawa kalung mesin tato dan salib, jadi aku siap.
- Sempurna. - Nah.
- Aku siap. - Ayo.
- Aku tak sabar! - Ya.
Sangat siap! Kami siap!
Siapa yang siap lihat tato buruk? Matty B siap! Lihat si tampan itu!
Dia biasanya buat tato Jepang.
Itu sangat rumit. Sangat-sangat rumit.
Dan mewah.
Salah satu hal yang kusukai dari tato adalah bisa kabur.
Dan saat aku mengerjakan tato besar, seluruh dunia luar menghilang.
Pikiranku kabur menuju tato itu.
Kemarilah, karena aku punya tato yang cocok untukmu.
Kenapa kau datang hari ini, Shea?
Aku bawa sahabatku yang kusayang seperti saudari,
karena sekitar 20 tahun lalu,
dia dapat tato dari seniman yang menato Tupac.
Jadi, kau suka Tupac?
Ya, hidup preman!
Ya.
Kutato setelah Tupac tewas.
Kita masih belum pulih.
Aku tak pernah melihatnya ataupun ke konsernya.
Aku bisa rap-kan hampir semua lagunya.
Aku penggemar berat.
- Penggemar Tupac. - Ya.
- Bukan tukang tatonya. Tak masuk akal. - Tapi dia pernah sentuh Tupac.
Shanequa izinkan dia lakukan semaunya
karena dia pernah sentuh kulit Tupac.
Penato yang buat tato Tupac buat ini. Hanya itu yang penting.
Sayangnya, Shanequa tak tahu dia buat apa.
Aku juga tak tahu itu apa.
Aku harus lihat.
Mau lihat?
- Tunjukkan. - Yakin?
- Ayo lihat. - Aku ingin lihat.
- Ayo buka. - Boleh kulihat?
Baiklah.
Itu bisa jadi perisai.
Bisa juga jadi setengah sayap, setengahnya lagi tak ada.
Mungkin sayap. Ya.
Entah harus bilang apa lagi.
Jadi, dia bilang itu apa?
- Kau tak tanya. Baiklah. - Kubilang, "Ciptakan sesuatu."
- Itu saja. - Ya.
Mungkin harusnya aku tak bilang, "Ciptakan apa saja dan aku akan senang."
Saat melihatnya, seharusnya aku bilang, "Tidak, aku tak suka."
Beginilah rasanya jadi wanita. Kami tak bicara.
Dan aku belajar bahwa aku harus lebih baik dari itu.
Hari ini akan baik untukmu,
terutama karena kau tak boleh pilih tatomu.
Shea yang pilih.
Astaga!
- Astaga. - Astaga, ini akan menyenangkan.
Kau juga takkan bisa lihat sampai selesai.
Astaga.
Astaga.
- Selamat datang di hari terbaikmu! - Astaga.
Kau percaya aku?
Lihat mataku?
Di benakku, aku ingin bilang ya. Tapi aku tak yakin.
Yah, sudah terlambat.
Aku pegang kendali.
Aku tahu.
Wah, Shea. Kau agak sombong.
Tekanan memilih tato untuk sahabatmu sangat besar.
Jangan sampai kau kacaukan.
- Semua tergantung padamu. - Aku tahu. Dan itu permanen.
- Astaga. - Tak apa, aku andal.
- Ya. - Baiklah.
Aku tahu dia ingin tutupi dengan warna.
- Baik. - Seperti merah.
- Subjeknya? - Dia tak suka mawar.
Tak mau mawar? Karena saat kau bilang sesuatu yang merah,
- langsung kupikir mawar. - Ya.
Tato penutup untuk ini susah karena
ini gelap, hitam pekat.
Satu pilihan lain adalah ikan koi.
- Dari reaksimu, tidak. - Tidak.
Aku bisa dibunuh.
- Jika pilih itu? - Ya.
- Baiklah. Bagus. - Aku tahu.
Jadi kau kenal dia baik.
Kalau bunga? Apa hanya tak suka mawar?
Mungkin bunga bakung atau semacam itu.
- Bunga bakung? Atau…? - Ya.
Kurasa bunga bakung adalah bunga yang sangat indah.
Kurasa bunga bakung bisa.
Tantangan tersulit menutupi tato ini
adalah butuh sesuatu yang gelap dan padat.
Sering kali, setelah duduk dan mulai menggambar,
beberapa ide baru bisa muncul.
Bagaimana menurutnya kalau ini?
Kepala wanita lebih bagus dibanding bunga saja,
karena rambut menciptakan titik gelap
untuk menutupi ataupun tidak.
Bagaimana?
Jika dia lihat itu di punggungnya dia akan bunuh aku.
- Baiklah. - Itu perasaanku.
- Tak bisa. - Menurutmu dia takkan suka?
- Tidak. - Baiklah.
Kalau begitu, kita tetap pakai bunga.
Tiap kali dia bercermin, dia akan memikirkanku.
Jadi, jika dia tak suka tato ini, dia akan sangat marah.
Kau tahu bunga gladiol?
Di taruh di atas bunga bakungnya?
Agar terlihat penuh.
Oh, itu dan bunga bakung?
Ya.
Itu ide bagus.
- Apa dia akan suka - Ya.
- Akan sangat suka? Baik. - Aku suka. Kurasa dia juga.
- Ya. - Baiklah.
Wah. Shea akhirnya tampak senang, itu penting.
Tapi tak sepenting pendapat Shanequa.
Sayang dia tak bisa lihat sampai selesai.
Wanita cantik!
Ini agar kau tak bisa lihat tatonya
saat sedang dibuat, agar kau bisa terkejut.
"Hanya Tuhan yang bisa menghakimi. Tetap waspada. Preman selamanya."
Dengar yang kukatakan? Kalian terkejut, 'kan?
Aku memasang stensil, tapi harus pas.
Baiklah, ini bagian dari proses. Susah tekniknya.
Itu stensil. Entah itu apa. Lihat saja.
Yang kalian lihat adalah stensil.
Matty harus luruskan dengan sempurna di atas perisai Tupac milik Shanequa
agar saat menato, dia bisa pastikan itu tertutupi.
Bagus?
Terlihat lebih bagus di tubuhnya.
- Ya. - Ya. Tampak bagus.
- Itu yang ingin kau dengar. - Aku suka bagian itu.
Itu yang ingin kau dengar.
Tekanan semua ini besar sekali.
Aku tak mau tanggung jawab begini lagi.
Shea terdengar sangat yakin.
Matty, cepat mulailah sebelum dia berubah pikiran.
- Bisa rasakan? - Ya.
- Sakit? - Sedikit.
Ya, tato memang menyakitkan.
Tapi semoga akan sepadan, dan kau akan bersyukur.
Bersyukur sepertiku berkat pria ini.
Tommy Montoya.
Dia buat tato hitam dan abu-abu yang sangat halus,
seperti tampak dilukis.
Hal yang sulit tentang menutupi adalah tak tahu hasilnya.
Tak ada protokol yang mengatur caranya.
Kadang, orang salah pilih tato.
Bukan berarti itu jelek.
Itu hanya perspektif orang yang melihatnya.
Tommy, tato berikut ini jelek bagi semua orang.
Kenapa kau kemari, Mimi?
Dia punya tato bodoh.
Kami sudah pacaran setahun.
Mimi membantuku hidup lebih tenang.
Sering kali, kau lebih masuk akal.
Hampir tiap kali.
Aku di rumah teman dan dia punya pistol tato.
Mabuk, nongkrong bersama, "Ada yang mau tato?"
Sayangnya, setelah lima atau enam botol, kuputuskan aku mau buat tato.
- Boleh lihat? - Ya.
Oh, itu seperti puisi dari tahun 1800-an.
- Ya. - Ditulis oleh hantu.
No comments yet. Be the first to leave one.