Первые 200 строк.
13 Reasons Why adalah serial fiktif yang mengulas masalah nyata yang sulit.
Musim terakhir acara ini meliputi potret masalah kesehatan mental
dan penyalahgunaan narkoba, serta topik berat lainnya.
Jika kau mengalami salah satu masalah ini,
serial ini mungkin tak tepat untukmu
atau kau mungkin ingin menontonnya bersama orang dewasa yang tepercaya.
Jika butuh bantuan, hubungi orang tua, teman, konselor sekolah,
atau orang dewasa yang kau percaya, hubungi nomor bantuan lokal,
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Semua mengarah ke satu pertanyaan.
Apa kau akan selamat melewati SMA?
Akankah aku selamat?
Karena aku tahu banyak yang tak selamat.
Kita sudah sering mengucapkan perpisahan,
berduka terlalu lama.
SMA Liberty telah menderita cukup banyak trauma dan tragedi,
dan kehilangan kembali teman sekelas tahun terakhir...
melebihi beban yang tak sepatutnya dipikul murid, tapi bukan Liberty saja.
Banyak sekali SMA saat ini yang dipaksa menghadapi tragedi.
Banyak sekali anak muda yang tak lulus
dan upaya kita sangat minim untuk membuat perubahan.
Kita harus bertanya bukan hanya bagaimana membuat perubahan,
tapi apa yang telah kita lakukan hingga membentuk dunia mereka seperti ini.
Bagaimana kita bertanggung jawab?
Beban apa yang kita berikan kepada anak-anak muda?
Sarana apa yang kita jauhkan dari mereka?
Bagaimana kita bisa mengalami ini...
lagi?
ENAM BULAN SEBELUMNYA
Apa-apaan...
Justin?
Pakai bajumu.
Kita harus pergi.
Kita mau ke mana?
Monty masih hidup.
Apa?
Apa yang kalian inginkan?
Monty, maafkan kami.
Kami tak mengira ini akan terjadi. Kami kira...
Kami kira kau sudah mati.
- Kami tak mengira... - Kau ingin membersihkan namamu?
Lalu menjebakku atas pembunuhan?
Kami mencoba melindungi orang lain.
Kami pikir kau sudah mati.
Aku dibawa seolah-olah sudah mati,
tapi ada 200 jahitan,
beberapa operasi, dan dipenjara.
- Kami bisa mengatasi ini. - Kau tak bisa!
Hukumanku seumur hidup.
Ada solusi apa lagi?
Akan ada persidangan dan kami bisa bersaksi...
Pria sepertiku tak menjalani persidangan.
Bagaimana Bryce?
Kenapa dia?
- Bagaimana dia dapat keadilan? - Bryce menyakiti banyak orang.
Ya, kau juga sama seperti dia.
Kau meniduri siapa pun kau mau, merusak hidup orang.
Bryce seorang pemerkosa,
begitu pula kau.
Aku mengalami mimpi buruk
setiap malam.
Mimpinya cukup kacau, tapi aku pandai berahasia, jadi...
kurasa orang tuaku tak menyadarinya.
Clay sayang, kau yakin tak mau ikut kami ke fasilitas hari ini?
Mungkin menyenangkan.
Kapan ada fasilitas yang menyenangkan?
Justin mungkin ingin menemuimu.
Bertemu di rumah saja...
di pesta.
Clay, nilai semester pertamamu masuk kemarin.
Bagaimana Ibu bisa dapat?
Surel sekolah.
Seperti biasa.
Benar.
Aku kurang...
Aku kurang maksimal di ujian akhir.
Bisa dimaklumi.
Kami akan bicara dengan pihak sekolah.
- Jangan! - Kami akan membahas
tentang kelonggaran atas kesulitan yang kau lewati,
tapi, Clay...
kau harus memikirkan kuliah.
Aplikasimu sudah selesai diisi?
Karena kami hanya ingin kau merasa bisa terbuka dengan kami,
tapi jika kau tak bisa,
kurasa kita harus mulai merencanakan sesi lagi dengan dr. Ellman.
Sial!
Maaf.
Jadi, Clay, bagaimana menurutmu?
Tentang apa?
Tentang menemui dr. Ellman.
Entahlah.
Begini, pada dasarnya aku baik-baik saja.
Maksudku, sebaik setelah bebas dari sebulan penjara karena pembunuhan.
Hei, Tyler.
Apa?
Mereka beri tahu alasannya?
Baiklah, dengar.
Tenanglah, tarik napas, tetap di situ, dan beri aku waktu sebentar.
Lalu seorang teman membutuhkanku dan aku seperti hidup kembali.
Pacarku, tidak.
Dia tak membutuhkanku.
Kurasa dia mencintaiku atau setidaknya menyukaiku. Kurasa.
Hei!
Hei, kau datang awal.
Senang bertemu kau juga.
- Ada apa? - Aku...
Aku harap kita bisa bicara tentang...
kita dan segalanya.
Aku harus pergi.
Tyler dipanggil menghadap sheriff.
Apa-apaan?
Dia sendiri, orang tuanya tak tahu, aku mau antar.
- Dia pikir soal Bryce? - Dia tak tahu.
- Aku ikut. - Tidak.
Kau harus tinggal dan bantu Jess menyiapkan pesta,
atau dia akan panik.
Oke, apa kau panik?
Tidak, aku tenang.
- Aku sangat tenang. - Clay, lihat aku.
Lihat aku. Clay.
- Ini akan baik saja. - Ya, aku tahu. Bisa kuatasi.
Kenapa aku mengurus teman-temanku?
Karena mereka membutuhkanku.
Baik, tenanglah agar kau bisa berpikir jernih.
Jika makin berat, hentikan mereka, minta pengacara, dan telepon aku.
Baiklah. Ya, aku paham.
Bisa kau tunggu?
Tentu saja.
Baiklah.
Astaga, kukira ini sudah berakhir.
Aku juga.
Clay, kenapa ini terjadi sekarang?
Aku tak tahu...
tapi semua akan baik saja, oke?
Kau percaya padaku, 'kan?
Selalu.
Baiklah.
Tak ada yang spesial. Hanya masalah anak SMA biasa.
Jangan sampai lengah karena ini tak pernah berakhir.
Dan teman harus saling mengandalkan atau hal buruk bisa terjadi.
Di sini bau sepatu busuk.
Seperti bau sepatu dalam bangkai hewan.
Apa Clay baik saja?
Ya, dia baik saja.
Luar biasa.
Kau mencintainya atau hanya menjaganya?
Bukankah kita menjaga orang yang kita cintai?
Dia menghadapi masa sulit.
Kau belum memberitahunya soal Oakland.
Belum.
Aku berniat memberitahunya hari ini,
tapi kami baru pindah setelah Natal, jadi...
Kalian baru kenal seminggu,
dan kau tahu begitu kau beri tahu dia, dia akan menggila.
Gila.
- Tidak, aku suka menggila. - Oke, tidak.
Dengar. Jujur, aku mau memberitahunya tadi, tapi...
dia harus mengurus sesuatu.
Tentang Justin?
Bukan.
Soal itu beres. Dia tetap pulang pukul empat, jadi bernapaslah.
Orang-orang mengandalkanku, jadi aku harus kuat dan semacamnya.
Mimpi, kegelisahan, dan lainnya membuatku tak kuat.
Apa-apaan?
Hei!
Hei.
Hei.
Hei, kau baik saja?
Ya. Baik.
Apa yang terjadi?
Mereka menemukan pistolnya ...
di sungai.
Sial.
Awalnya mereka tak bisa melacak pemiliknya.
Tak ada nomor seri, sidik jari, tapi sarungnya...
Mereka lacak ke toko tempatku membelinya.
Tapi kubilang aku membelinya,
tapi seseorang mencurinya.
Mereka memercayaimu?
Ayah Alex ada di sana.
Dia membantuku.
Kurasa kita aman.
Mari kita rahasiakan ini.
Ya.
- Ya? - Ya, tentu.
Aku tak bisa memberi tahu kesusahanku pada temanku
karena mereka mengharapkanku kuat.
Mobil datang. Justin di sini.
Ayo, Semuanya, ke bawah spanduk. Ayo.
Astaga, apa sulitnya itu? Ke bawah spanduk. Ayo.
Hei, senyumlah, oke?
- Hai. - Sial.
Di mana kuenya?
Aku masih harus membelinya.
Baiklah, bubar.
Situasi aneh belakangan ini.
Kami sibuk ujian, lalu libur musim dingin.
Kami belum sempat bergaul.
Dia sampai! Semuanya ke bawah spanduk. Ayo.
No comments yet. Be the first to leave one.