The Innocent

The Innocent (El inocente)

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

The Innocent S01 NF WEB-DL Complete
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2021-04-30
Загрузки: 59
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

SERIAL TERBATAS NETFLIX ORIGINAL

Isma! Aku pergi.

- Apa? - Aku pergi.

- Pesta baru dimulai. - Ada lomba di hari Minggu. Aku pergi.

- Tidak, Mat. Jangan pergi! - Sampai jumpa di rumah.

Istirahatlah.

Baiklah.

- Terima kasih. - Tak masalah.

Permisi.

Punya korek api?

Aku tak merokok.

Ada apa?

Ikut aku sebentar.

Marcos.

Hei, Isma, adikmu mengganggu teman wanitaku.

Sepertinya teman wanitamu amat menikmatinya.

Bawa adikmu pergi atau kami usir kalian.

- Paham? - Hugo, cukup.

- Ayolah. - Enyahlah, Dani! Apa kau tuli?

Kita selesaikan di luar. Ayo.

Bukankah itu kakakmu?

- Apa kabar, Gonzalo? - Isma. Mau pergi?

Tidak, mereka yang pergi. Mereka mengganggu adikku.

Akan kuhancurkan kepalamu, Keparat! Kemari!

Mau apa kau? Enyahlah!

Jangan ganggu adikku, Bodoh.

- Hei! - Hei!

Dasar keparat! Kemari kau jika berani!

Mereka selalu begitu.

- Kita masuk saja? - Ya.

Aduh! Sial. Maaf, Bung.

Ada apa denganmu?

- Mau apa kau? Itu tak disengaja. - Enyahlah.

- Kau dalam masalah. - Hentikan!

Minggir!

Hentikan! Sialan!

Hentikan!

- Mat! Abaikan dia! Tak ada gunanya! - Masuklah!

Masuk!

Tangkap aku!

Lepaskan aku.

Hentikan!

Hentikan! Astaga!

Namaku Mateo Vidal, tetapi semua orang memanggilku Mat.

Aku masih kuliah.

Aku tak mau membunuhnya.

Perseroan terbatas…

Pagi itu, aku cuma mahasiswa hukum biasa.

Kakakku membujukku untuk kuliah bersama.

Ayo berpesta malam ini! Berpakaian yang bagus.

Ini pertama kalinya dalam hidupku.

Tidak! Mat!

POLISI

Aku mau memeluk orang tuanya

dan bilang aku tak mau mencelakainya. Aku merasakan kepedihan mereka.

Dani!

Namanya Dani.

Kau harus tabah.

Aku masih sulit menyebut namanya.

Aku memegang segelas bir, lalu dia datang dan mendorongku.

Sidang tak berjalan sesuai harapan.

Lalu temannya mengeroyokku.

Mereka melihatku ikut berkelahi sampai seorang pemuda tewas.

Mateo Vidal Rivera, kau dihukum empat tahun penjara

atas pembunuhan tak disengaja.

Empat tahun penjara.

Hukuman maksimal.

Bukan cuma itu hukumanku.

Untuk pertama kali, aku tahu apa itu rasa takut.

Di penjara, aku harus melupakan semua pelajaranku.

Juara kelas tak berarti di sini.

Minggir kau, Nak.

Andaikan aku mengabaikan ajakan gadis itu dan langsung pergi dari pesta.

Dani!

Aku belajar untuk tabah,

dan bersiap untuk kehidupan baru.

Kami ingin mengabarimu sesuatu. Kau akan menjadi seorang paman!

Kami amat senang…

Kakakku bilang hidup ini terus berlanjut.

Aku membohongi diri dengan menganggap hidupku juga begitu.

Namun, cuti pertama penjara adalah hari menyedihkan lainnya.

Orang tuaku meninggal dalam kecelakaan mobil.

Mereka dimakamkan di kota asal,

kota yang mereka tinggalkan demi masa depanku.

Untuk ayah dan ibu.

Dan kota tempat aku mencari masa depan.

Kau kenal dia?

Namanya Olivia Costa. Aku menemaninya sepanjang malam.

Aku berencana menemuinya keesokan hari.

Aku tak bilang sedang cuti dari penjara dan harus kembali.

Kubayangkan dia menunggu.

Aku terus membayangkannya,

dan yakin cuma itu yang bisa dibayangkan darinya.

Namun, aku salah.

Tiga bulan setelah aku keluar penjara,

Isma menyewaku sebagai asisten di firma hukumnya.

Aku diminta memilih calon dari kantor konsultan untuk sebuah kasus.

Dan dia orangnya.

Dua tahun kemudian.

Aku belum melupakannya.

Begitu juga dengannya.

Dia memberi tahu keadaannya beberapa tahun terakhir.

Aku berbohong soal kenapa aku tak datang berkencan.

Aku mau hidup dalam ketidakpastian itu selamanya.

Dia mengisi masa depanku dengan harapan.

Kukira semua berakhir bahagia.

ASOSIASI VIDAL BERSAUDARA

Namun, kebahagiaan cepat berakhir.

Pada suatu pagi,

saat Isma berangkat ke kantor, otaknya mengalami pendarahan.

Aku merasa hidup ini tak adil bagiku.

Aku harus terus maju sebagai diri sendiri.

Kubilang aku dipenjara karena tak sengaja membunuh pemuda.

Kubilang aku akan paham jika dia mau berpisah.

Namun, dia tak mau.

Empat tahun kemudian…

Hamil?

Ya. Sudah empat minggu.

Sekarang bagaimana?

Kami akan melakukan ultrasonografi jika Olivia tak keberatan.

Ya! Aku tak sering menemui ginekolog. Jadi…

- Baiklah. - Tentu saja.

Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk rekam medismu.

- Maaf, ini… - Jawab saja.

- Yakin? - Jangan cemas.

Halo, Bu Abellán.

Ya. Jika kau bicara secepat itu, aku tak paham.

Ya.

Beberapa bulan lagi sebelum mereka melakukan penyitaan.

Kita bicarakan di kantor besok, ya?

Baiklah. Jangan cemas.

Sampai jumpa.

Pukul 16.30. Di ruang operasi. Aku akan ada di kantor.

Permisi.

DUA BULAN KEMUDIAN

Kalian pasti menyukai kawasan ini. Suasananya tenang.

- Ya, kami tahu. - Baguslah.

Rumah ini punya AC sentral, perangkat keras aluminium,

dan kaca ganda dengan penahan panas.

Lihat-lihat lebih dahulu. Tak perlu terburu-buru.

- Terima kasih. - Kau amat baik.

- Aku tunggu di dapur. - Sempurna.

Apa anak kita menyukainya?

Tahu apa yang kusukai?

Diriku.

Ya.

Ayo lihat kamar tidurnya.

Ini luar biasa. Tempatnya terang.

Sayang, kita bisa menaruh bilik lemari di sini.

Kemari dan lihat.

Rumah Mara ada di sana.

Anak kita punya sepupu.

Ini tempat terbaik untuk melihat keluargaku tumbuh.

Sebaiknya kita segera pindah sebelum perutku menjadi terlalu besar.

Entah siapa ini.

- Halo? - Apa kau Olivia Costa?

Ya.

Maaf, Sayang, ada tugas.

Ya, silakan.

Apa?

Ya, aku akan ke sana.

- Kapan kau kembali? - Hari Jumat.

Inés belum mengirim jadwal. Entah di mana aku menginap.

Setidaknya itu di Berlin. Bisa saja lebih buruk.

- Yakin harus pergi? - Ini penerbangan singkat. Tak apa-apa.

Kantor konsultan Jerman ingin aku di sana.

Hei, Sayang.

- Aku harus pergi, Sayang. - Aku tahu.

Maaf, bukan soal itu.

Aku melihat Hugo, pria yang memulai perkelahian dengan kakakku.

Dia bersama Eva.

Gadis itu penyebabnya.

Akhirnya mereka bersama.

Aku melihat mereka tinggal di seberang rumah yang kita sukai.

Kebetulan sekali, 'kan?

- Aku tak memedulikannya, tetapi pria itu… - Sayang.

Tak apa jika kau tak membeli rumah itu. Kita bisa cari lagi.

Tak usah cari lagi.

Aku suka rumah itu.

Baiklah. Mau pesan sushi selagi aku mandi?

Tidak, tak boleh kumakan! Itu ikan mentah. Aku selalu lupa.

HALO, MAT.

KITA BERTEMU BESOK?

DI TEMPAT BIASA? AKU MAU MENEMUIMU.

YA, SAMPAI JUMPA BESOK. SALAM.

- Semoga pertemuanmu lancar, ya? - Ya, terima kasih.

- Kuhubungi saat aku tiba. - Kalahkan mereka.

- Aku mencintaimu. - Aku juga.

Halo?

Aku terlambat, maaf.

Cepatlah, aku harus kembali ke bank.

Maaf, aku harus mengantar Olivia ke bandara.

Bagaimana keadaannya?

Dia pergi ke Berlin untuk bekerja.

Aku menanyakan keadaannya,

bukan ke mana dia pergi.

Aku pernah ke Berlin bersama Isma.

Cuma itu momenku di Berlin.

Jaime dan aku ke sana bersama Dani.

Aku tak mau kembali ke sana.

More Indonesian subtitles for The Innocent

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left