Amend: The Fight for America - First Season

Amend: The Fight for America - First Season

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

Amend The Fight for America S01 NF WEB-DL Complete
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2021-02-18
Загрузки: 7
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

Apa yang kalian pikirkan saat memikirkan tentang Amerika?

Bolanya dipukul sangat keras.

Kata apa yang terlintas?

Keadilan?

Kebebasan? Kesetaraan?

Bagaimana dengan kewarganegaraan?

Kepada sesama orang Amerika, orang Amerika terbaru,

kalian telah melakukan perjalanan yang luar biasa.

Fondasi Amerika disatukan di atas ide-ide kuat ini.

Orang-orang telah berjuang dan mati karena definisi kata-kata ini,

tetapi apa sebenarnya artinya?

SERIAL DOKUMENTER NETFLIX

- Apa yang kita mau? - Keadilan!

- Kapan kita mau? - Sekarang!

Setiap hari sebagai orang Amerika, kami menghadapi warisan pertarungan ini.

Kami ditantang setiap saat

untuk memenuhi janji idealisme ini.

Amendemen Keempat Belas Konstitusi…

Kami ingin Amendemen Keempat Belas berlaku untuk wanita.

Amendemen Keempat Belas dikutip di lebih banyak litigasi

daripada Amendemen lainnya.

Dari pengesahannya hingga hari ini, relevansinya tak pernah goyah.

Namun, kami hampir tak tahu itu ada.

Yang mengejutkanku adalah orang Amerika biasa

tak malu membicarakan hak Amendemen Pertama mereka.

Ada orang Amerika merasa Amendemen Kedua,

yang tampaknya paling penting bagi mereka.

Namun, sebagian besar cara kami anggap diri kami sebagai orang Amerika,

yang paling kami banggakan,

dan sebagian besar cara kami percaya kami bebas

tercantum di Amendemen Keempat Belas.

Jadi, saat aku mengetahuinya, aku harus memberi tahu kalian.

Ini alasan kita di sini.

Bersiap.

Mulai!

Untuk menceritakan kisah kami, kisahnya.

Kisah Amendemen Keempat Belas.

PASAL XIV

PASAL XIV

Amendemen Keempat Belas.

Tak apa jika kalian tak hafal,

tetapi itu inti dari janji Amerika,

dan berbunyi seperti ini.

Jika kalian lahir di Amerika Serikat, kalian warga negara.

Sederhana, bukan?

Di depan hukum,

semua orang di Amerika mendapatkan perlindungan setara.

Artinya kita semua punya hak dan perlindungan hukum yang sama,

dan tak ada yang bisa merenggutnya tanpa proses hukum.

Itu saat di pengadilan.

Pada dasarnya, Amendemen Keempat Belas mengatakan kita setara di tim yang sama.

Sesederhana kedengarannya,

itu revolusioner.

Itulah Impian Amerika.

Jika bukan karena Amendemen Ke-14,

aku tak akan menjadi warga negara Amerika Serikat.

Tanpa Amendemen Keempat Belas, kesetaraan pernikahan

mungkin masih belum ada.

Aku menikahi pria kulit putih,

yang tak akan mungkin tanpa Amendemen Keempat Belas.

Janji dasar yang diberikan Amendemen Keempat Belas

kepada kami adalah janji masyarakat setara.

Tumbuh di Philly,

keluargaku tak asing dengan ketidaksetaraan di negara ini,

tetapi terlepas dari perjuangan mereka, orang tua dan kakek nenekku

percaya sepenuh hati pada janji Amerika,

dan aku sudah melihat langsung Amendemen Keempat Belas

memberikan jalan menuju Impian Amerika.

Inti Amendemen Keempat Belas

adalah definisi kewarganegaraan di Amerika.

Melalui definisi ini, semua hak yang kita hargai

diberikan dan dipertahankan.

WARGA NEGARA

Untuk menceritakan kisah ini,

kita harus kembali ke masa sebelum ada Amendemen Keempat Belas,

sebelum perbudakan dihapuskan di Amerika.

Kita mulai dengan satu orang,

Frederick Douglass.

Kalian mungkin pernah dengar namanya,

tetapi dia lebih dari sekadar pria kulit hitam mengagumkan.

Frederick Douglass lahir sebagai budak

di saat perbudakan telah menjadi bagian dari negeri ini

selama hampir 200 tahun.

Tak ada yang duga Douglass dapat kebebasannya,

apalagi memimpin revolusi.

Meski ada risiko dipukuli atau lebih buruk,

Douglass melanggar hukum dengan belajar membaca,

dan meski upaya pertamanya untuk kabur dari perbudakan gagal,

dia tak menyerah.

Saat usianya 20 tahun,

dia berhasil kabur ke Kota New York.

Di sana kita bertemu dia.

DOUGLASS KABUR TAHUN 1838

ABOLISIONIS TAHUN 1838

"Aku di kota besar New York, aman dan sehat.

Berjalan di kerumunan tergesa-gesa

dan menatap keajaiban Broadway yang memukau.

Mimpi masa kecilku kini terwujud.

Negara bebas di sekitarku, dan tanah bebas di bawah kakiku.

Momen luar biasa."

Saat Frederick Douglass tiba di jalanan Lower Manhattan

sebagai budak yang kabur,

awalnya dia merasakan euforia yang tak terlukiskan.

Menghirup udara bebas untuk pertama kali dalam hidupnya.

Dia mencoba kabur dari perbudakan

dan kini dia akhirnya mendapatkan kemerdekaannya.

Dia bertemu seorang pria

yang dia kenal dari Maryland yang juga diperbudak di sana,

yang dikenal Douglass sebagai Jake.

Pria itu berkata, "Itu bukan diriku lagi."

Dia bilang, "Aku William Dixon di New York."

Tuan Dixon memberitahunya, "Jangan percaya siapa pun.

Jangan percaya aku. Aku tak percaya kau.

Siapa pun di sini bisa mengkhianatimu."

Dixon beri tahu Douglass agar "waspada terhadap penangkap budak."

"Berhati-hati."

Juga, ada sejarah cincin penangkap budak kulit hitam dan putih.

PENANGKAP BUDAK

Itu sangat sederhana.

Douglass bernilai mahal.

Secara hukum, seseorang memiliki mereka,

dan orang itu punya klaim atas mereka,

bisa mengirim penangkap budak mengejar properti yang mereka miliki.

Harga tubuh mereka,

harga keberadaan mereka.

Dari saat kebebasannya,

dia sadar dia tak bebas.

Hanya karena masyarakat dan hukummu tak mengakuimu sebagai warga negara,

bukan berarti seseorang sepanjang waktu

tak menyatakan mereka memiliki hak-hak itu.

Douglass salah satu yang mengklaim hak sebagai warga negara,

terlepas dari fakta bahwa hukum negara ini menyangkal mereka.

Sebelum Amendemen Keempat Belas,

ada pertanyaan terbuka dan terkenal.

Apa yang menjadikan seseorang warga negara AS?

Bagi orang Afrika-Amerika, kewarganegaraan adalah pertanyaan yang diperdebatkan,

sangat kontroversial, dan membingungkan.

Kewarganegaraan adalah hak untuk memiliki hak.

Kau berhak berpartisipasi, untuk memilih,

kau berhak meminta bantuan pemerintah,

dan juga mendapat perlindungan terhadap pemerintah.

Semua hal yang kita terima secara alami,

manfaat dari semua hukum, perlindungan dari kekerasan,

orang dituntut jika mereka lakukan sesuatu pada kita.

Jika kau bukan warga negara, kau tak bisa memanfaatkan itu.

"Aku menghabiskan hari mengumpulkan bunga

dan menatanya menjadi hiasan,

sementara jasad ayahku tergeletak dalam jarak 1,6 km dariku.

Apa yang dipedulikan pemilikku?

Dia hanyalah sebuah properti.

Selain itu, mereka pikir dia telah memanjakan anak-anaknya

dengan mengajari mereka merasakan bahwa mereka manusia.

Ini doktrin penghinaan bagi seorang budak untuk diajarkan.

Kelancangan dalam dirinya,

dan berbahaya bagi majikannya.

Kalian tak pernah tahu apa artinya menjadi budak.

Sepenuhnya tak dilindungi oleh hukum atau adat.

Memiliki hukum yang menjadikan kalian barang bergerak.

Sepenuhnya tunduk pada kehendak orang lain."

Ada orang yang bilang, "Kewarganegaraan hanya milik orang kulit putih."

Amerika Serikat tak berniat

memasukkan orang kulit berwarna dalam definisi itu.

Hebatnya, para pendiri tak terlalu memikirkan kewarganegaraan.

Konstitusi asli tak menyatakan tentang masalah kewarganegaraan.

Tak ada pernyataan bagaimana seseorang menjadi warga negara,

atau siapa warga negara dan yang bukan.

Dalam ruang yang memiliki istilah tak jelas ini, warga negara,

rasialisme dibiarkan berkembang.

"Semua manusia diciptakan setara," adalah cita-cita pendiri

Konstitusi Amerika Serikat.

Hari ini kita paham bahwa itu cita-cita yang melekat di dalam Konstitusi,

tetapi sama sekali bukan kenyataan.

Konstitusi membual tentang kebebasan.

Kebebasan, persatuan yang lebih sempurna,

tetapi juga ada Kompromi Tiga-Perlima.

Dimulai dengan baik.

Kami mendasarkan perwakilan pada jumlah orang bebas.

Tak masalah.

Tidak termasuk "orang Indian". Tak keren.

Serta tiga per lima dari "orang lain".

"Orang lain" adalah cara Konstitusional mengatakan "urban".

Bayangkan itu. Tiga per lima orang?

Tak ada yang perlu dilihat, kami hanya pisahkan kemanusiaan.

Bagaimana ini terjadi?

Selatan ingin lebih banyak perwakilan,

jadi, mereka berargumen bahwa budak layak dapat perwakilan, tetapi bukan hak.

Kalian baru saja berperang revolusioner soal kekacauan ini.

Bagaimana kalian tak lihat ironi itu?

Mayoritas dari 16 presiden pertama adalah pemilik budak.

Pantas perbudakan tak hilang begitu saja.

Itu juga memberi pemilik budak argumen hukum

bahwa Konstitusi menyetujui perbudakan,

memperlakukan manusia seperti properti di hadapan hukum.

Kami mendirikan negara berdasarkan Deklarasi Kemerdekaan

dan institusi perbudakan.

Bagi para budak, mereka warga negara

dalam arti sebagai manusia yang bermoral dan bermartabat,

tetapi mereka bukan warga negara dalam hukum.

Beberapa abolisionis, seperti Frederick Douglass,

memiliki gagasan berbahaya

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left