Первые 200 строк.
DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Banyak orang mengatakan gurita itu seperti alien.
Namun anehnya, saat kau semakin dekat dengan mereka,
kau menyadari bahwa kita begitu mirip dalam banyak hal.
Kau memasuki dunia yang sangat berbeda.
Rasanya luar biasa.
Lalu kau merasa berada di ambang sesuatu yang luar biasa.
Namun, kau menyadari ada batas yang tak bisa dilewati.
Sudah lama sekali saat semua itu dimulai.
WESTERN CAPE, AFRIKA SELATAN
Tempat di ujung Afrika ini dikenal sebagai Tanjung Badai.
Ingatan masa kecilku sungguh dipenuhi
oleh pantai berbatu, intertidal, dan hutan kelp.
Kami memiliki bungalo kayu kecil,
tepat di bawah permukaan air pasang.
Jadi, saat badai besar datang,
lautan menghancurkan pintu dan memenuhi bagian bawah rumah.
Jadi, sangat menarik sebagai anak kecil
untuk hidup dalam kekuatan Samudra Atlantik yang sangat luas itu.
Sebagian besar masa kecilku dihabiskan di kolam batu,
menyelam di hutan kelp yang dangkal.
Itulah yang paling kusukai.
Sebagai orang dewasa, aku terpisah dari itu.
Awalnya itu tak masalah.
Sampai aku pergi ke pusat Kalahari sekitar 20 tahun yang lalu.
Aku sedang membuat film berjudul The Great Dance dengan saudaraku.
Lalu aku bertemu orang-orang
yang mungkin adalah pelacak terbaik di dunia.
Melihat orang-orang ini...
melacak tanda-tanda alam yang luar biasa dan sulit dipahami,
hal-hal yang tak bisa dilihat mataku,
kemudian mengikuti mereka, terkadang berjam-jam,
dan menemukan hewan tersembunyi di bentang alam
itu sungguh luar biasa untuk disaksikan.
Maksudku, mereka berada di dalam dunia yang alami.
Dan bisa kurasakan aku berada di luar.
Aku ingin sekali berada di dalam dunia itu.
Aku mengalami dua tahun masa yang buruk.
Aku sudah lama bekerja keras
dan aku kelelahan.
Aku belum tidur nyenyak selama berbulan-bulan.
Keluargaku menderita.
Dan aku jatuh sakit karena semua tekanan.
Pikiranku tak bisa menghadapi semua itu.
Aku tak mau melihat kamera atau ruang suntingan lagi.
Aku bahkan tak bisa menghadapi itu.
Tujuan besarku dalam hidup sekarang...
hancur berkeping-keping.
Dan aku mempunyai anak kecil yang tumbuh dewasa.
Tom.
Aku tak bisa menjadi ayah yang baik untuk putraku dalam keadaan itu.
Aku harus membuat perubahan radikal.
Lalu aku mengambil inspirasi dari masa kecilku
dan para pelacak ulung yang bekerja denganku di Kalahari.
Dan satu-satunya cara melakukannya adalah berada...
di lautan ini.
Pada awalnya, sulit untuk masuk ke air.
Itu salah satu tempat paling liar dan menakutkan
untuk direnangi di planet ini.
Suhu airnya turun hingga delapan, sembilan derajat Celsius.
Rasa dinginnya membuatmu sulit bernapas.
Dan kau hanya perlu tenang.
Lalu kau akan mendapatkan waktu singkat yang indah
selama sepuluh, 15 menit.
Tiba-tiba…
semuanya terasa baik.
Rasa dinginnya meningkatkan otak
karena kau dibanjiri senyawa kimia
setiap kali kau terbenam dalam air dingin itu.
Seluruh tubuhmu menjadi aktif.
Kemudian, saat tubuhmu beradaptasi, itu menjadi semakin mudah.
Lalu akhirnya...
setelah sekitar setahun...
kau mulai mendambakan rasa dingin itu.
Yang luar biasa dari lingkungan ini
adalah kau berada di dalam hutan tiga dimensi
dan kau bisa melompat dari atas lalu pergi ke mana pun kau mau.
Intinya, kau terbang.
Kau mungkin juga berada di planet lain.
Kau secara alami menjadi lebih tenang di dalam air.
Kau bisa menahan napas lebih lama.
Memakai tangki skuba di hutan kelp yang rimbun
tidak optimal bagiku.
Aku ingin menjadi lebih seperti hewan amfibi.
Secara naluriah, aku tahu tak boleh memakai pakaian selam.
Jika kau ingin dekat dengan...
lingkungan seperti ini,
akan sangat membantu jika tak ada penghalang
pada lingkungan itu.
Aku mendadak menyadari aku punya energi untuk memotret dan merekam lagi,
lalu mengambil kameraku lagi
dan mulai melakukan hal yang kucintai dan apa yang kutahu.
Hewan-hewan itu sangat eksotis dan aneh.
Ini jauh lebih ekstrem daripada fiksi ilmiah tergila kita.
Aku ingat hari saat semua itu dimulai.
Aku menemukan area yang sangat istimewa
yang dilindungi dengan hutan kelp besar.
Sebab hutan itu sendiri sebenarnya meredam ombak.
Serta seluruh hutan di sekitar sana
sungguh suram dan kau tak bisa melihat apa pun
lalu di bidang kecil 200 meter ini, kau bisa menyelam
dan mengamati.
Itu tempat yang luar biasa.
Aku ingat ada bentuk aneh di sebelah kiriku
lalu aku turun...
dan melihat benda yang sangat aneh ini.
Bahkan ikan pun tampak bingung.
Lalu, tiba-tiba...
Pada saat itu, aku tak tahu
aku menyaksikan sesuatu yang luar biasa.
Aku akan memasuki akhir dari sebuah drama.
Kau berpikir, "Apa yang dilakukan hewan ini?"
Kurasa ia agak takut kepadaku,
jadi, ia mengangkat sepotong alga yang sangat licin
yang sulit dipegang dengan tangan
dan membungkusnya menjadi jubah luar biasa di sekujur tubuhnya
lalu menatapku dari celah kecil.
Kemudian, bum.
Ia hilang.
Itu hal yang sulit dijelaskan,
tetapi terkadang kau hanya merasakan
dan kau tahu ada sesuatu pada makhluk ini yang sangat tak biasa.
Ada yang harus dipelajari di sini.
Ada yang istimewa darinya.
Lalu aku punya ide yang gila.
Apa yang terjadi jika aku datang setiap hari?
Apa yang terjadi jika aku tak pernah melewatkan satu hari pun?
HARI PERTAMA
Pada awalnya, ia jelas terpengaruh oleh kehadiranku
jadi kupikir, "Akan kutaruh kamera di sana
dan itu akan merekam aktivitasnya."
Ia melihat benda baru yang berkilau ini di hutan.
Menghampirinya dengan perisai,
kalau-kalau itu menyerang, dan menaikkan perisainya.
Ini sesuatu yang berbeda sekarang. Ini menarik.
Menyentuh, merasakan, dan mencicipinya.
Terkadang, jika suasana hatinya bagus, kau tak bisa meninggalkannya terlalu lama.
Ia akan menarik kamera itu.
Butuh setiap hari untuk mengenal lingkungannya lebih baik.
Awalnya, semua tampak seperti sama.
Tapi kemudian, setelah beberapa saat, kau melihat berbagai jenis hutan.
Kau melihat hutan tua.
Kau melihat hutan dengan berbagai alga yang tumbuh di dasar.
Kau melihat hutan berkabut.
Saat aku mulai memetakan lingkungan di sekitar sarangnya,
mengejutkan melihat gua-gua kecil yang dekat dengannya,
dipenuhi oleh hiu piama.
Mereka benar-benar pemangsanya yang paling berbahaya.
Kulit mereka bergaris. Itu sebabnya mereka disebut hiu piama.
Mereka bukan predator visual.
Namun, mereka memiliki indra penciuman yang luar biasa.
Serta mereka sangat agresif.
Mereka bisa memasukkan hidung mereka ke dalam celah kecil.
Jadi, mereka adalah pemangsa gurita kecil yang mematikan.
Aku berpikir, "Berapa lama sebelum sesuatu terjadi
dengan hewan-hewan ini?"
Setelah lebih sering mengunjunginya,
ada momen tertentu di mana...
rasa takut itu mereda dengan luar biasa.
Ia akan melihat gerakan besar dan agak takut lalu melihat, "Itu dia."
Kemudian ia keluar dan sangat ingin tahu.
Sangat tertarik dan ingin tahu, tetapi tak mau mengambil risiko.
Meletakkan semua lengan lainnya menempel di sarang
dan menyiapkan pengisapnya.
Lalu itu terjadi begitu saja.
Aku mengulurkan tanganku sedikit.
Sesuatu terjadi saat hewan itu melakukan kontak.
Namun, suatu saat, kau harus bernapas.
Jadi, kau harus melepaskan pengisap itu dengan lembut
tanpa mengganggunya,
sehingga kau bisa naik dan menarik napas.
Yang paling penting sejauh ini
adalah saat ia keluar dari sarangnya
karena saat itulah kau tahu ada kepercayaan penuh.
Tidak menahan lengannya untuk berjaga-jaga jika harus mundur.
Ia seperti, "Aku sepenuhnya percaya manusia ini
dan aku keluar dari sarang,
dan akan kulakukan aktivitasku."
Aku mulai melihat hal-hal yang luar biasa.
Mereka bisa terlihat berduri, halus.
Menumbuhkan tanduk di kepala mereka.
Mereka bisa mencocokkan warna, tekstur, pola, dan kulit.
Itu indah.
Sebagian besar waktu, ia meluncur, merangkak, atau berenang.
Namun terkadang, dua kaki muncul.
Ia berjalan.
Lalu ia pergi, melangkah menjauh,
berjalan dengan dua kaki.
Ia membentuk tubuhnya ke dalam postur aneh yang tampak seperti batu.
Kemudian, dua lengan di bawahnya bergerak perlahan,
jadi, batu itu perlahan bergerak menjauh.
Lalu ia berubah
menjadi wanita tua dengan gaun luar biasa yang bergoyang dan melambai.
Mungkin ia mencoba meniru
kelp atau alga yang bergerak dalam gelombang.
Dan, pada saat yang sama, perlahan-lahan menjauh.
Inilah cara ia menyamar.
Ini kreativitas yang luar biasa untuk menipu.
Gurita pada dasarnya adalah siput yang kehilangan cangkangnya dalam evolusi.
Hewan yang sangat rapuh, cair, dan lembut
No comments yet. Be the first to leave one.