Первые 197 строк.
Oh, imut sekali.
- Lucu sekali. -
Putih sekali!
Seperti gula kapas.
Ya, benar.
Untung yang ini seperti mamanya.
Ya.
Eh, Mas. Maaf.
Tidak bermaksud.
Tidak apa-apa. Sudah biasa.
- Tak usah dengar teman ibumu, ya? -
Senyum.
Bibi gigit, ya, pipinya?
- - Bantuan datang!
Es krim.
Tidak mau, Pa.
Kata Mama, gulanya membuat gemuk.
- Sudah, tidak apa-apa. Sekali-kali. -
Ini. Kakak tebak ya?
Ada berapa kelereng di tangan Papa?
Ada empat!
- Hei! -
Benar, ada empat!
Kak.
Tidak kebanyakan?
Ma!
Ini untuk kebaikan dia juga, Mas.
Dia masih masa pertumbuhan.
Sudahlah.
Kak.
Mau, tidak?
Dik, kamu makan cokelat?
Tidak, ini punya Kakak, Ma.
Ini sudah mau makan malam. Jangan mencamil dahulu.
Kamu ini bagaimana? Malah kasih pengaruh buruk ke adiknya.
Kak? Sedang apa kamu?
Eh.
Kamu tidak harus seperti ini.
Tidak harus seperti Mama.
Hmm. Anak Papa.
Selalu cemberut.
Dengarkan Papa.
Papa tahu...
hati kamu baik.
Itu yang paling penting buat Papa.
Hm?
Begitu, dong.
Tos.
Iya.
- Uh, Papa! - Kena!
Halo?
Kenapa bisa?
Hah?
- Turut berduka. - Terima kasih.
Papa!
Kak.
Kurangi nasinya.
Kak!
Terima kasih.
Duh.
Pusing Mama lihat kamu sudah seperti paus terdampar.
Bangun, mandi, lalu dandan.
Sudah ramai di bawah.
Rara!
- Kamu sepertinya gemukan? -
Tidak apa-apa. Segar.
Kamu punya pacar?
Ada, Tante.
Ada.
Ada, Sis!
- Ya? - Ra?
Tante Magda.
Hai, Ra.
Halo, Tante.
Kamu masih kerja di... Mana?
Em... Makeup lokal?
- Ya. - Betul.
Bagian riset, tapi masih staf.
Belum manajer, Sis.
- Mm. -
Ma, Lulu sudah pesan es batunya.
- Oh, baik. Terima kasih. - Sama-sama.
- Halo, Tante! - Hai!
Kalian itu berbeda sekali.
Lulu. Ya, ampun!
Kamu itu selalu cantik sekali.
Maaf, permisi.
Oh, Kak Dika.
Aku kira ojek. Maaf.
Hai, Lu.
Ini.
Kamu terlambat.
Lima menit saja.
Lima menit itu siksaan, tahu?
Mau ke mana, Kak?
Mengajar.
Tante.
Pakai tabir surya?
Ya.
Ayo cepat!
Pakai tabir surya?
- Hei. Halo. - Hai.
Hai.
Hai, Georgie!
- Hai. - Selamat.
Dua juta pengikut.
Wow!
Terima kasih, Tante.
Semua berkat...
kerja keras, tetap rendah hati.
Oh, ya.
- Boleh juga. -
Kamu pakai baju ini?
Em... Memang kenapa?
Sayang.
Kamu pernah pakai baju ini. Ingat, tidak?
Bulan lalu di Instagram aku. Ingat?
Oh.
Ya, sudah. Kalau begitu, aku ganti dahulu.
Aku juga pikir begitu. Sayang, omong-omong,
nanti latar kafenya warna putih.
Jadi, kalau bisa pakai baju jangan warna putih atau
cenderung putih. Nanti warnanya mati.
- Oke? - Oke.
Dia pintar sekali.
- Ya? - Ya.
Tidak, Tante.
Masuk. Ayo.
Hari ini, kita belajar tentang pulau-pulau di Indonesia.
Ini ada pulau Sumatra.
Ini pulau Jawa.
Sekarang, kita ada di sini.
Tepatnya di kota...
Jakarta!
Pintar.
- Orang yang mau menyumbang itu banyak. - Mm.
Tapi yang mau menyumbang waktu dan tenaga
itu yang langka.
- Terima kasih, Dika. - Kenapa saya? Rara, Bu.
Saya hanya ikut-ikut saja. Foto-foto.
Ya. Terima kasih, Ra.
Ya, sama-sama, Bu.
Ada lagi kira-kira yang bisa kami bantu, Bu?
- Ada. -
Apa itu?
Carikan saya suami.
Pasti Ibu yang terlalu pilih-pilih.
Percaya zodiak-zodiak?
Saya tidak percaya zodiak.
Oh.
Shio.
Shio.
Saya ini Monyet Air.
Jadi, cocoknya sama Tikus Tanah.
Tanah dan air menyerap.
- Mm. -
Dari kemarin, ketemunya...
Tikus Api, Tikus Logam.
Jadi, tidak menyerap.
- Mental. - Mm.
Ada?
Ya, nanti kalau saya ketemu Tikus Tanah, saya kabari.
- - Oke, Bu?
Arial.
Mantap.
- Sebentar, ya? - Ya.
- Mencari tikus tanah? - Tidak!
Vina?
Hei.
Kamu kenapa?
Kakak Rara, Gugun and Edo tidak mau gantian mainnya.
Oh.
Ayo, sini.
Hei!
Kalian itu kalau sudah main itu, tidak bisa berhenti.
- Kami sedang “mabar”, Kak Rara. - Apa itu "mabar"?
- "Mabar" itu "main bareng". -
Kalau “nobar" itu "nonton bareng".
Kalau “bubar”, ya, sepi.
Ya, sudah dahulu mainnya?
- Ya! - Rasakan!
Eh, ini lihat.
Kak Rara punya kelereng.
Nanti kalian tebak
ada berapa kelereng di tangan Kak Rara.
- - Um.
Aku tahu!
Satu!
Yang nongol saja sudah dua.
Susah kalau jarang makan sayur.
- Bodoh! -
Ayo, berapa?
- Mungkin lima. - Tujuh!
Yakin?
Tadaa!
Sok tahu! Makan itu sayuran!
- Sudah. - Kak Rara, lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.