Первые 200 строк.
Bagus, Tanque!
Beda sekali!
Hei!
Sekarang apa? Apa kita akan makan?
Entahlah. Di mana?
Ayo kita makan tortas de la barda.
- Bagus. - Terserah.
Tempatnya di Tampico?
Tidak, ada beberapa di dekat menara perbatasan.
Tahu tidak?
Bagaimana kalau makan kepiting isi dari El Sirenito?
Ya.
- Aku mau. - Akhirnya, ide bagus, Toro.
Karena aku yang mengemudi, kita akan makan la barda!
Baik, Kapten.
Santai saja, Pollo.
Kalian tak apa?
- Aku di kanan. - Aku di belakangmu!
Aku jaga di depan.
Baiklah, Bajingan!
Di depan! Punyaku, Pollo.
Sialan!
Lepaskan aku!
Sial.
Aku berjaga!
- Bahuku! - Sialan.
Ini dislokasi. Akan kukembalikan.
- Ya. - Tarik napas. Ini sakit. Satu…
- Sudah. - Sialan.
Lapor! Semuanya aman?
Toro siap!
Pollo siap!
- Tanque siap! - Combo siap!
COUNTERSTRIKE
72 JAM SEBELUMNYA
Dari semua kebiasaan bodohmu, merokoklah yang terburuk.
Mau bagaimana lagi? Aku gugup.
Takkan begini jika kau suruh dia memakai kondom.
Takkan ada masalah.
Tenanglah.
Aku bersamamu.
Ayo. Kita harus pergi.
Aku mau muntah.
Tunggu. Tahan sebentar. Aku akan menepi. Tunggu.
Apa yang terjadi? Ada apa?
Kau tak apa-apa?
Apa? Apa yang kau lihat?
Ah, sial!
Ini. Sudah.
- Itu uangnya. - Ayolah.
- Coba kulihat. - Kau kalah.
- Masa? - Empat sekop.
- Dan ratu. - Bohong. Coba kulihat.
Itu tidak benar. Coba kulihat.
- Aku pergi, Tuco. - Kau marah saat kalah. Kenapa pergi?
Aku tidak marah. Aku ada tugas.
- Berapa totalnya, Maik? - Apa saja? Dua bir?
- Jadi 60 peso. - Ini.
Yang satu gratis.
Tidak. Aku yang bayar.
Tidak. Aku yang bayar.
- Kenapa kau tak tahu terima kasih? - Aku tahu sifatmu, Tuco.
Kau mentraktirku dua botol, lalu berlagak memborong semuanya.
Yang benar saja!
Lihat, Maik?
Aku mencoba bersikap sopan. Baiklah.
Biar kubayar. Simpan kembaliannya untuk nanti.
Sial. Harga minumanmu 830.
- Apa? - Masih kurang 330, Tuco.
Sial. Ini seperti pom bensin. Kau menaikkan harga tiba-tiba.
- Catat utangku. - Aku yang rugi.
Lama kita tidak bertemu. Kau tak berubah.
Dia tak kelihatan selama tiga tahun.
- Sial. Selama itu? - Ya.
- Kau tak pernah berubah. - Tak akan.
- Senang bertemu. - Jaga dirimu.
- Dah. - Apa? Aku pergi juga.
- Ya, tapi kita berpisah. - Cukup minumnya, Barbosa.
Tidak, tunggu aku.
Pak, tolong aku. Kami baru saja…
Jangan. Masuklah. Jangan sampai mereka lihat kita.
Kau mau ke mana?
- Cepat, Berengsek. - Kau tahu siapa itu?
- Román. Saudara El Aguijón Urías. - Ibu!
- Lepaskan! - Apa-apaan?
- Lepaskan! - Lepaskan!
- Lepaskan! - Kenapa kau di sana?
- Lepaskan! - Aku bicara. Apa yang kau lihat?
- Masukkan dia! - Kau lihat itu?
Entah kenapa mereka sampai diculik.
Jangan! Ini bukan masalah kita. Kita tak bisa berbuat apa-apa!
- Ayo! - Masukkan dia ke mobil.
- Ke mobil! - Tidak, Pak, sungguh.
Tak lihat apa-apa?
Lihat.
- Lepaskan! - Kenapa kau di sana?
Apa yang terjadi, Tuco?
- Masuklah. - Diam.
- Kami tak melihat apa-apa. - Kau lihat apa?
Hentikan. Lepaskan mereka.
Siapa kau?
Tidak penting. Aku datang untuk mereka.
Apa-apaan? Pelón!
Lepaskan dia!
Merunduk!
Masuklah!
Keparat…
Jatuhkan senjatamu.
Jatuhkan!
Kau cari masalah, Bajingan.
Apa-apaan ini?
Tak ada apa-apa. Tenang.
Turunkan senjatamu dan lepaskan dia. Sekarang!
Aku anggota militer.
Militer apanya?
Dia menyelamatkan kami sebelum diculik.
Tetaplah diam, Bu.
Kau! Jatuhkan senjatamu!
Agen, dengarkan baik-baik.
Aku kapten pertama Angkatan Bersenjata Meksiko.
Ini lencanaku.
Kapten.
Siapa namamu, Agen?
Márquez.
Agen Márquez.
Agen Márquez, sekarang apa?
Ya, Agen Márquez.
Sekarang apa?
Turunkan senjata kalian.
Sekarang! Turunkan senjata!
Lakukanlah, Teman-Teman.
Petugas, lanjutkan!
Tentara sialan!
Sialan.
Kapten. Dengar.
Kami menemukan kuburan massal beberapa kilometer dari sini.
Dekat saluran irigasi.
Itu sebabnya mereka ingin menculik kami.
PASUKAN KHUSUS
TENTARA MEKSIKO
Menhan, akan saya tegaskan lagi soal ucapan saya tadi.
Bagaimanapun juga,
takkan saya biarkan prajurit saya yang gugur hanya menjadi statistik.
Kolonel,
saya ingin menyampaikan bahwa informasi para prajurit itu
bukan berasal dari Kemenhan.
Tapi saya tidak yakin.
Kami akan memburu Josefo Urías
dan semua yang bertanggung jawab.
Saya mengerti, Kolonel.
Saya sepenuhnya mendukung.
Masuklah.
Maaf, Kolonel. Saya tidak tahu Anda sibuk.
Masuklah.
- Selamat siang. - Selamat siang.
Ini Kapten Guerrero.
Senang berkenalan, Kapten. Asalmu bukan dari sini, ya?
Benar. Saya dari Sinaloa.
Kapten datang untuk melaksanakan operasi.
Aku sepenuhnya mendukungmu, Kapten.
Saat kau senggang,
aku ingin mentraktirmu makan simping terbaik di Meksiko.
Terimalah undangannya, Kapten.
Aku memberimu cuti tiga hari.
Bagus. Aku akan menjemputmu besok.
Terima kasih, tapi ada hari ulang tahun juniorku.
Kami sudah berjanji merayakannya.
Ya sudah.
Saya permisi, Kolonel.
- Mari kuantar ke luar. - Terima kasih.
Kapten.
JASAD DITEMUKAN DI KUBURAN MASSAL
Sepuluh jasad ditemukan di kuburan rahasia di Jalan Raya Valle Hermoso.
Mereka adalah tentara yang diduga telah disiksa sebelum dibunuh.
Kemenhan mengidentifikasi mereka
sebagai kelompok yang menghilang dalam operasi
untuk menangkap penyeludup narkoba, Josefo Urías,
pemimpin kartel El Enjambre.
Jangan coba-coba masuk ke sini, dasar monster-monster nakal.
- Kami bukan monster. - Dan kami tidak nakal.
Bagus sekali. Masuklah.
Sudah.
Sangat bagus.
Sudah.
Kau juga?
Sedikit atau banyak?
- Sedikit. - Sudah.
Baik sekali, Sayang. Terima kasih banyak.
Pakai baju!
Cepat!
Jangan pakai tangan.
Ingat kata Ayah?
- Pakai garpu. - Pakai garpu.
Kau membuat masalah dengan gadis-gadis itu.
Ini gara-gara El Marrano. Dia mengubur para prajurit di sana.
Dasar orang-orang bodoh.
Aku bicara dengan Menhan.
Tentara itu…
Dia bukan tentara biasa, Román.
Dia anggota Pasukan Khusus.
No comments yet. Be the first to leave one.