Первые 200 строк.
- Hei, Sayang. - Hai, Sayang.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Hei.
Hei.
- Dah. - Dah.
Kau tak pergi ke ruanganmu?
Tidak. Aku mau minum teh dulu di kafe.
Baiklah.
Boleh aku ikut?
Ya, tentu.
Baguslah.
NATE SI HEBAT MENYELAMATKAN RICHMOND
YA NATE, YA SOBAT! - SI ANAK AJAIB
NATE SANGAT TAMPAN!
ASISTEN PELATIH NATE ADALAH PEMAIN TERBAIK BAGIKU
Itu benar.
Buatlah peraturan tak berguna yang akan kau cabut seminggu lagi. Idiot.
Berbicara pada koran lagi, Sayang?
Kabari aku jika koran itu membalas.
Halo, halo. Hai, Bu.
- Hai, Sayang. - Kubawakan ini. Silakan.
Terima kasih. Dalam rangka apa?
Tak ada apa-apa. Hanya hari biasa.
Hei.
Lihatlah ini.
Ini bagus.
Hai, Ayah.
Nathan.
SI ANAK AJAIB MEMBERIKAN KEMENANGAN
Coba Ayah lihat itu.
Sekarang siapa pun bisa muncul di koran.
Mereka bilang rendah hati itu bukanlah merendahkan diri sendiri
tapi tak sering-sering memikirkan diri sendiri.
Putra ajaibku.
Ya, maaf, Bu, tapi sebutannya Anak Ajaib.
Sebenarnya kurasa aku ingin bilang pemuda ajaib.
Tapi aku hanya… tidak…
- Hei, Dok. - Hai, Ted. Masuklah.
Ya, oke. Aku ingin berterima kasih sekali lagi
karena kau sudah membantuku saat malam itu.
Sebenarnya aku sudah merasa lebih baik, jadi entah apakah ini masih perlu.
Buat dirimu nyaman.
Oke.
Terima kasih. Biarkan aku duduk. Aku bisa duduk di sini.
Ini berisik.
Ya. Hei, aku duduk di sofa saja.
Ini dia. Bagaimana?
Hei, siapakah aku?
Don Draper, 'kan?
Ya. Ini agak terlalu kaku, ya? Sepatuku tak boleh di sana.
Apa kau tahu? Aku berbaring saja, ya? Ini dia.
Kakiku di sini saja. Seperti ini.
Seperti anak-anak di kasur atas ranjang susun di perkemahan…
Entah lenganku harus apa. Rasanya…
Begini. Ini dia. Ini yang akan kita lakukan.
Kita pakai cara klasik saja, seperti di kartun New Yorker.
Benar, 'kan? Apa kau tahu?
Akan kupakai ini di bawah sini agar tulang punggungku seimbang.
Ya, rasanya nyaman. Oke.
Apa yang harus kulakukan? Apa aku hanya… Tidak, itu seperti…
Seperti menaiki perosotan air. Seperti kereta salju.
Seperti di peti mati, ya? Oke.
Bagaimana jika… Begini, seperti ini saja.
Baiklah, bagaimana? Sudah cukup?
Mungkin lebih baik sambil duduk saja.
Tentu. Itu bagus. Oke.
Baiklah.
Ya, ini dia. Di situ kau.
Agak intim, ya? Berdekatan.
Seolah kita sedang ada di salah satu episode The Sopranos,
tapi tanpa kekerasan yang mengada-ada, dan itu bagus.
Tapi tanpa spageti dan kerang juga, dan itu buruk.
Jadi…
Hei, siapa dia? Apa cerita dia?
Kau baik-baik saja, Sobat? Ya? Oke, baguslah.
Orang yang menyenangkan. Hanya melakukan pekerjaannya saja.
- Ada tisu di sana, ya? - Ya, tisu.
Ya. Buat apa?
Terkadang situasi di sini bisa jadi agak emosional.
- Tak selalu, kadang-kadang saja. - Ya, ya, ya.
Terkadang orang hanya bersin saja.
Ya. Ya, kau benar. Kami berdua sepakat denganmu.
Ya. Ya, alergiku cukup terkendali sejauh ini.
Jumlah serbuk sari di Inggris pasti rendah, jadi…
Oke. Baiklah. Kapan kita mulai?
Kita sudah mulai.
- Sudah mulai sejak kau masuk kemari. - Apa? Sial.
Maafkan aku. Rasanya aku sudah membuang banyak waktu
dengan urusan sofa dan perlengkapan kerjamu barusan.
- Ini… - Ted.
Ya?
Jangan khawatir.
Ya. Tentu. Aku tak khawatir sama sekali.
Ya.
Oke.
Apa… Maksudku, apa yang ingin kau bicarakan?
Bagaimana jika kau ceritakan apa yang terjadi pada malam itu?
Ya. Aku tak mau melakukan ini.
Baiklah, ayo! Kemari, kemari, kemari.
Baiklah, teman-teman.
Dengar, ada dua hal yang tak boleh diketahui lawan kita.
Yang pertama adalah alamat rumah kalian. Catat omonganku.
Kalian akan menerima kiriman makanan dan pasukan SWAT setiap saat,
dan itu gila, karena dulu,
yang perlu kami khawatirkan hanyalah telepon iseng.
Lalu telepon iseng hilang sejak munculnya fitur penanda penelepon,
dan itu sangat disayangkan, karena Jerky Boys adalah harta negara.
Kalian harus cari info soal mereka di Google.
Tapi aku melantur.
Hal kedua yang lawan kalian tak boleh tahu adalah kalau kalian lelah.
Oke, dengarlah, aku tahu kalian lelah. Aku paham.
Tapi aku tak mau kalian menunjukkannya.
Aku tak mau lihat kalian berjalan dengan muka lelah kalian…
Oke? Terengah-engah di lapangan. Tidak, terima kasih.
Satu-satunya yang ingin kulihat adalah muka apa, Pelatih?
- Muka siap bertanding! - Tepat sekali, Vladimir Putin. Ya.
- Kalian paham? - Ya, Pelatih!
Bagus. Oke, bagus. Sekarang berdirilah.
Oke. Para penyerang tetaplah di sini bersama Pelatih Nate dan Beard.
Pemain bertahan, kalian ikut denganku dan Roy. Cepat.
Cepatlah!
Oke. Baiklah.
Pelatih Nate, kuharap sekarang kau tak terlalu hebat untuk melatih kami.
Terima kasih, Dani.
Menu latihannya harus bagus. Reputasimu dipertaruhkan.
Ya, lucu sekali. Terima kasih, Jamie.
Beruntung sekali kita. Dilatih langsung oleh si Anak Ajaib.
Pria besar.
Lucu sekali, Colin. Kini kau menjadi pelawak tunggal?
Agak ironis, karena kau kuganti saat pertandingan kemarin.
Baiklah. Aku ingin para pencetak gol terbaik kita ke lapangan sekarang.
Colin, Colin. Kau tak perlu ikut sesi kali ini, oke?
Aku kuat dan berkemampuan.
Aku kuat dan berkemampuan.
Itulah sloganku.
Keren.
TERBAIK DI LONDON BARAT
BANTR - MUNGKIN KITA HARUS BERTEMU…
Sobat, ini sudah dua hari. Masih tak ada balasan?
- Tak ada. - Aduh, Bung.
Kadang ada tiga titik muncul, lalu menghilang lagi.
Tamat sudah. Aku mengacaukannya.
Jangan pesimis, Sobat. Mungkin ada alasan kenapa ia belum membalas.
Ya, mungkin dia tertabrak bus.
Atau kereta?
Tapi lebih mungkin kalau dia sudah tak tertarik.
Mungkin dia berpikir ulang karena melihat betapa payahnya obrolan kalian.
"Film favoritku Ratatouille."
Hei, dengarlah. Oke.
Itu tak penting. Aku tak peduli jika dia…
Tiga titik. Tiga titik.
Itu mengecewakan.
Lain waktu, Bung.
BAGAIMANA JIKA MALAM INI?
Astaga. Balas saja pesan dia. Ini sudah dua hari.
Aku tak tahu harus bilang apa.
Bilang saja apa adanya.
"Aku ingin bertemu,
tapi aku khawatir kau tak seperti yang kubayangkan.
Jadi aku akan membiarkan kekhawatiranku
mencegahku dari kemungkinan menemukan cinta sejatiku."
Film favorit dia adalah Ratatouille. Itu mengkhawatirkan, bukan?
Temui dia.
Siapa yang peduli apa film favorit dia?
Selain itu, Ratatouille adalah karya agung.
Ironisnya, film itu membahas keangkuhan dan seni bisa datang dari mana saja.
Hentikan kebingunganmu dan bercintalah dengan tikus kartunmu.
Baiklah. Bagaimana jika kami bertemu dan semuanya malah jadi kacau?
Maksudku, semuanya selalu menjadi kacau. Semua hubungan adalah mimpi buruk.
Hubunganku dengan istriku adalah oksigen yang menghidupkanku.
Selain dari pernikahan Leslie, yang merupakan contoh ideal.
Dan hubunganmu dengan Roy tampak sempurna dari segala sisi.
Terima kasih.
Entahlah.
Terasa lebih mudah saat kami tak kerja bersama.
Aku merasa kami selalu berdekatan sepanjang waktu.
Ke mana pun aku pergi, ada dia. Bayangan berbuluku yang menggemaskan.
Ada apa? Kenapa kau melantunkan irama jaz?
Kalian membicarakan aku?
- Ya, kami membicarakanmu. - Tidak.
- Terserahlah. Kau sudah siap? - Ya.
Jawab pesan dia.
- Dah. - Dah.
Dua, tiga, empat.
- Halo. - Halo.
- Kau sudah hampir beres? - Astaga, belum.
Daftar pekerjaanku sepanjang lenganku.
Apa? Lengan ini?
Mungkin.
Itu tak membantuku.
Baiklah. Akan kukembalikan lenganmu.
Terima kasih.
Akan kuambil lehermu.
Aku serius, banyak yang harus kukerjakan.
Jika kau mau di sini, kau harus duduk diam di sofa
dan bacalah bukumu, ya?
Terima kasih.
Itu juga tak membantuku.
Apa? Aku melakukan apa yang kau bilang. Duduk diam dan membaca buku.
No comments yet. Be the first to leave one.