Первые 200 строк.
Tiga tahun yang lalu... seharusnya aku menikah.
Namun... aku malah menyukai orang lain. Itu adalah dia.
Dia dulu muridku.
Hanya aku satu-satunya
yang tidak bisa melangkah maju.
Kuroiwa, aku akan membantumu melupakan.
Kamu melangkah maju.
Sensei Suenaga, kamu melangkah maju.
Perlahan tapi pasti, selangkah demi selangkah.
Kamu masih belum bisa melupakannya.
Karena itu kau datang padaku. Aku tidak mau diperlakukan
sebagai pilihan kedua.
Tidak apa-apa.
Semuanya akan baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Sensei Chizuru, mulutmu...
Mulutmu...
Jadi pada dasarnya, Sensei Nogami tahu segalanya tentangmu, tapi
dia memelukmu erat dan menghiburmu.
Aku tahu aku tidak bisa bersandar pada kenyamanannya,
tapi aku merasa lega.
Aku merasa seperti aku bisa terus tinggal di sini.
Aku juga lega.
Sudah tiga tahun sejak kau membicarakan tentang romansamu.
Itu bagus.
Bukan seperti itu.
Maksudku, Sensei Nogami bersikap normal sejak saat itu.
Yah, kami memang pergi ke stasiun sebelah untuk makan Tempura Don.* *(*tempura di atas nasi dengan saus khusus)*
Yah, aku akan membantu kalian berdua.
Tidak, tidak, terima kasih.
Apa kau benar-benar berharap aku mengatakan itu?
Dengarkan baik-baik. Orang yang akan kau kencani selanjutnya kemungkinan besar akan menjadi pasangan hidupmu
jadi berpikirlah positif dan lanjutkan.
Ajak dia kencan dengan proaktif.
Jangan lari-lari, hati-hati!
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Aduh!
Hei!
Tachibana-san?
Tachibana-san!
Tachibana-san, kamu tidak apa-apa?
Kamu tidak apa-apa?
Tachibana-san?
Pergi panggil suster.
Baik.
Tachibana-san, ayo turunkan tasmu.
Tipe kurang gizi yang baru?
Tampaknya, itu sebabnya dia pingsan.
Aku dengar sudah ada banyak kasus seperti ini.
Mereka mendapatkan cukup kalori tapi kurang gizi.
- Bagaimana dengan ibunya? - Katanya, dia bekerja sepanjang akhir pekan.
Itu bohong.
Pasti karena cowok lagi.
Dia tidak mengangkatnya jadi aku tinggalkan pesan di kotak suaranya.
Ada rumor kalau dia baru-baru ini putus dengan seorang pria dan sedang melewati masa sulit.
Ada orang yang seperti itu, orang yang butuh hubungan romantis yang memuaskan agar bisa stabil.
Itu masalah.
Ngomong-ngomong, aku akan menunggu ibunya untuk menjemputnya.
- Tolong berhati-hatilah. - Aku akan menemanimu menunggu.
Terima kasih.
Sama-sama.
Aku masuk ya.
Apa yang sedang kamu baca?
Coba kulihat juga.
Apa sudah berlalu tiga tahun?
Aku mati-matian memisahkan mereka
agar dia bisa normal kembali.
Akibatnya, Akira jadi membenciku, dan tak mau pulang lagi.
Ku mohon, jangan.
Aku pulang.
Bos,
kau tidak perlu terlalu memikirkannya.
Ayo tarik napas dalam-dalam.
Apa yang akan terjadi kalau Akira tahu soal ini?
Tarik napas. Buang napas.
Dia akhirnya sudah tenang, tapi
bagaimana kalau dia jadi gila lagi?
Aku tidak akan bisa memperbaikinya.
Akira-kun tidak akan tahu. Aku tidak akan memberitahunya.
Aku akan menemui Sensei Shioya.
Sensei Shioya dari SMP?
Aku akan bertanya apa pihak sekolah tahu tentang hal ini.
Maaf karena tiba-tiba menelepon.
Aku belum sempat meneleponmu. Aku sedang sibuk dengan pekerjaan paruh waktuku.
Apa kau bekerja sebanyak itu?
Aku ingin sebisa mungkin mandiri.
Pekerjaan apa yang kau miliki sekarang?
Aku bekerja di pabrik roti.
Aku menstempel kata "tumbuk" pada roti kacang merah yang baru dipanggang.
"Tumbuk"?
Kau terlalu banyak tertawa.
Aku... ingin memegang tanganmu.
Maaf soal yang waktu itu.
Kita akhirnya tidak melakukannya.
Aku belum benar-benar siap saat itu.
Aku terlalu impulsif.
Dan aku masih belum yakin dengan perasaanmu padaku, makanya...
Astaga... aku menyukainya.
Apa?
Bisakah kita bersama?
Bisakah kita bilang kalau kita pacaran sekarang?
Kalau Ayano tidak dijemput, aku akan menginapkannya di tempatku.
Terima kasih.
Aku senang memilikimu sebagai asistenku.
Aku juga senang.
Aku tidak akan bisa menanganinya sendirian.
Yah...
Aku senang kamu yang jadi wali kelasnya.
Terima kasih.
Anu...
Begini...
Kalau dipikir-pikir...
Aku belum...
Soal yang waktu itu...
Kalau...
Kalau kamu tidak keberatan...
Kurasa ini bukan waktu yang tepat-
Tapi kita jarang bisa mengobrol seperti ini
jadi...
Maaf karena aku terlambat.
Aku tidak bisa pulang kerja lebih awal.
Aku satu-satunya kasir.
Aku menelepon tempat kerjamu.
Manajer toko bilang padaku kalau kamu tidak masuk kerja hari ini.
Sejujurnya, aku tidak enak badan hari ini jadi aku beristirahat di rumah.
Aku sudah mendiskusikannya dengan Sensei Nogami.
Kalau hal seperti ini terjadi lagi,
kami akan menghubungi keluargamu.
- Keluargaku? - Aku khawatir sesuatu mungkin terjadi pada Ayano.
Tolong suruh kakek atau neneknya yang datang menjemput.
Aku sudah memutuskan hubunganku dengan mereka.
Aku menggunakan rumah mereka, tapi hanya itu. Aku tidak pernah mengunjungi mereka.
Kami sudah putus hubungan.
Apa kau sudah menghubungi mereka?
Belum,
- tapi kalau... - Kalau kau melakukan sesuatu tanpa izinku,
aku juga akan mengadukanmu.
Kita semua punya
rahasia yang ingin kita sembunyikan dari orang lain.
Apa maksudmu?
Aku sebenarnya tahu soal itu.
Ibu!
Ayano! Maaf, Ibu terlambat!
Ini jepit rambutmu.
Tachibana-san, aku mengkhawatirkanmu.
- Aku benar-benar minta maaf. - Tidak apa-apa.
Tapi... aku rasa putrimu kesepian.
Kami juga mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatannya.
- Ibunya Ayano, kenapa kau tidak minta bantuan keluargamu? - Tidak!
Aku tidak akan membuatmu khawatir lagi.
Tolong jangan libatkan mereka.
- Tapi... - Kalau kita melibatkan mereka, mereka akan mengambilnya dariku.
Aku memang ibu yang buruk, tapi Ayano sangat berharga bagiku.
Kau bisa mengerti itu, kan?
Sensei Suenaga?
Untuk hari ini...
Aku yakin Ayano lelah.
Kukira mereka sebaiknya pulang saja.
Mengerti.
Tapi kalau terjadi apa-apa lagi,
Aku pasti akan bicara dengan keluargamu.
Ayo pulang, Ayano.
Terima kasih, Akira-kun.
- Aku pamit dulu. - Semoga harimu menyenangkan.
- Komu... - Hei!
Sudah lama tak jumpa, Bocah Bisbol!
Aku cuma suka potongan rambut ini.
Ada apa?
Dengan Iwasaki?
Ya, aku sudah memutuskan untuk pacaran dengannya. Memangnya kenapa?
Apa kau datang jauh-jauh ke sini cuma untuk tanya itu?
Apa kau menyukainya?
- Aku menyukainya. - Kita bukan anak SMP lagi.
Ada banyak jenis rasa suka.
Rasa suka yang seperti apa?
Aku tidak perlu melihat diriku yang menakutkan.
Kenapa sekarang?
Ibu Kuroiwa menemukannya.
Kakak Uehara kebetulan mendengar guru-guru mengobrol.
- Apa kau sudah memberitahu Kuroiwa soal ini? - Belum,
Belum, tapi...
Jujur saja aku sedang mempertimbangkannya.
Aku pikir aku harus memberitahumu dulu.
Jangan datang pada kami!
Sudah terlambat!
Kita harus merahasiakannya sendiri.
Semuanya akan berakhir begitu dia bertemu dengannya.
Perasaan itu akan kembali padanya.
Apa kau pikir begitu?
Makanya kubilang jangan kejar dia.
Tapi... tidak adil baginya kalau kita tidak memberitahunya.
Dia mungkin tidak akan terlalu peduli
karena aku baru sembilan belas tahun dan kami bahkan sudah tidur bersama.
- Menurutmu apa aku akan kalah dengan guru yang hampir berumur tiga puluh tahun itu? - Hati-hati.
Laki-laki bisa melakukannya tanpa cinta.
Aku ingin bersaing dengan adil!
Lalu kenapa kau tidak memberitahunya?
Kau pacarnya. Kau harus melakukan apa yang kau mau.
Aku mau ke toilet.
Yu, ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.