Mottainai Kitchen

Mottainai Kitchen

Скачать Indonesian субтитры

Информация о релизе

Mottainai Kitchen 2020 JAPANESE WEB-DL JFF
Комментарий от tedi
Retail JFF | 35m

Теги

webdl
Опубликовано: 2025-08-13
Загрузки: 33
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

Aku David.

Pembuat film, aktivis makanan, dan penyelam tempat sampah dari Austria.

Makanan sudah siap.

Enak sekali.

Selama delapan tahun aku keliling dunia, melawan sampah makanan dengan teman-teman.

Itu karena sepertiga makanan yang diproduksi di seluruh dunia dibuang.

Perjalananku sekarang membawaku ke Jepang.

Di sini aku menemukan kata yang menarik, mottainai.

- Mottainai. - Mottainai.

Mottainai.

Mottainai.

Mottainai.

Frasa itu berarti, "Sayang sekali." Tapi itu juga bisa menyarankan solusi kreatif.

Terlepas dari cinta mereka untuk itu,

Jepang adalah salah satu pembuang makanan terbesar di dunia.

Bagaimana mungkin?

Mari kita mulai petualangan Mottainai Kitchen!

Di Jepang, rasa hormat terhadap makanan sangat tinggi.

Namun, banyak makanan terbuang di sini.

Berapa banyak makanan yang terbuang di Jepang per tahun?

Jepang membuang sekitar 6,43 juta ton makanan setiap tahun.

Itu artinya setiap orang membuang 139 gram makanan per hari.

Itu setara dengan satu nasi kepal.

Kami menuju fasilitas daur ulang makanan untuk mencari tahu.

Tumpukan sampah makanan berakhir di sini.

Fasilitas ini menerima 32 ton sampah makanan setiap hari.

Sebagian besar adalah sisa dari pabrik, supermarket, dan toserba.

Makanan yang diproduksi berlebihan dan sampah pabrik

juga dibawa ke sini.

Kami mensterilkan dan memfermentasi makanan ini

dan mengubahnya menjadi pakan babi cair.

Ini dari pabrik yang membuat nasi kepal dan pasta untuk toserba.

Sisa dan makanan yang diproduksi berlebihan dialihkan ke sini.

Kantor pusat waralaba toserba akan memesan tiga porsi setiap hari dengan pabrik.

Jika waktu pengiriman atau kuota produksi tidak terpenuhi,

pabrik-pabrik berisiko terkena penalti besar.

Itu sebabnya mereka menyiapkan makanan

bahkan sebelum pesanan datang.

Jika pesanannya 20.000 porsi pasta, 20.000 harus dibuat apa pun yang terjadi.

Walau produksinya kelebihan 2.000, biayanya lebih sedikit daripada penalti.

Jadi, mendaur ulang sampah itu bagus, tapi mengurangi lebih baik.

Dari mana asal semua sampah makanan ini?

Salah satu sumber utama adalah toserba 24 jam

yang dikenal sebagai "konbini" di Jepang.

Rantai konbini besar membuang sekitar 181.437 ton makanan setiap tahunnya.

Kami diberi izin untuk syuting di satu konbini yang mengurangi sampah.

Memiliki dapur di toko adalah salah satu cara menghindari kelebihan produksi.

Apa ada sisa makanan di dapur? Apa ada sampah makanan?

Sampah makanan tidak bisa dihindari karena aliran pelanggan tidak terprediksi.

Kesegaran dipuja di Jepang. Namun, kekurangannya adalah sampah.

Tanggal kedaluwarsa itu sakral, meski dipertanyakan oleh para ahli.

Meragukan tanggal kedaluwarsa bisa dibilang tindakan tercela.

Rasio pembuangan makanan yang besar di toserba Lawson terdiri dari

makanan yang belum terjual

yang telah melewati waktu untuk konsumsi aman.

Menurutmu kita bisa memercayai tanggal kedaluwarsanya?

Karena dari sudut pandangku, ada banyak makanan

yang sudah kedaluwarsa, tapi masih sangat enak.

Mungkin ada makanan yang masih bisa dimakan.

Tapi kami tidak bisa membuat penilaian itu, jadi, kami tidak bisa menjualnya.

Bicara soal makanan membuatku selalu agak lapar.

Kau punya makanan yang biasanya kau buang,

yang bisa kami pakai untuk memasak?

Manajer bersikeras hanya memberi kami makanan yang belum kedaluwarsa

dan disisihkan untuk dibuang di penghujung hari.

Mari lihat apa yang kita dapatkan!

Ini tampak bisa dimakan. Kenapa dibuang?

Kami mengambil data tepat waktu untuk pertumbuhan bakteri pada setiap produk.

Jika ini dikonsumsi pukul 05.00 hari ini,

kami bisa menjamin keselamatan total.

Tapi aku tahu, tanpa tanggal kedaluwarsa dan bungkusan, bahwa itu masih enak.

Aku akan segera memakannya.

Kami tetap menyarankan untuk tidak...

Apa yang kau lakukan?

Kau tidak bisa melakukan itu.

Aromanya lezat.

Apa yang kau takutkan?

Aku takut kau akan sakit perut. Itu mungkin saja.

Kurasa, sebagai individu, aku bisa memutuskan sendiri.

Kenapa tidak mencicipi sedikit?

Silakan.

- Lezat. - Meskipun lezat...

Lezat saja tidak cukup.

Jika boleh, kami ingin mengambil ini dan memasak makanan enak dari itu.

Terserah David untuk memutuskan sendiri apakah ini aman untuk dimakan.

Jika kau merasa aman, kau bisa mengambil makanannya.

Jadi, apa yang harus dilakukan dengan bahan-bahan yang diselamatkan ini?

Nikki punya ide bagus untuk resep sampah makanan.

Ada kubis parut, tahu,

dua jenis jamur, terung, dan jahe.

Jadi, mungkin kita bisa mencoba mencampur dan menggulung

dan membuat patty vegan?

Kedengarannya enak.

Bagaimana menurutmu?

Itu ide bagus.

MENU MOTTAINAI HARI INI, PATTY TAHU

Ada banyak kreativitas dalam memasak makanan sisa, ya?

Ya.

Itu sesuatu yang memuaskan.

Kau merasa seperti menyelamatkan sesuatu yang akan dibunuh.

- Ya. - Dan

kau menyelamatkannya dari malapetaka.

Lakukanlah. Terima kasih.

Ya, bentuknya makin baik. Warnanya bagus.

Terima kasih atas makanannya.

Aku lapar sekali. Aku kelaparan.

Bagaimana rasanya?

Rasanya lezat.

Hidangan Dapur Mottainai pertama yang enak.

Sampah makanan adalah masalah besar di Jepang saat ini.

Tapi ada juga banyak solusi kreatif.

Satu adalah shojin ryori, yang berakar dalam tradisi kuno.

Yang kami coba lakukan dengan Dapur Mottainai hari ini

dipraktikkan ratusan tahun lalu di dapur kuil Buddha.

Shojin ryori adalah ibu dari dapur tanpa sampah.

Apa filosofi dasar Shojin Ryori?

Keyakinan bahwa terlepas dari penampilan atau nilainya,

kita harus memperlakukan semua makanan dengan hormat,

sebagai nyawa yang berharga.

Kita punya kehidupan karena mengonsumsi nyawa makhluk lain.

Salah jika menyia-nyiakan atau membuang kehidupan itu.

Itu sebabnya kita harus memperlakukan

dan menerima makanan dengan hati-hati.

Silakan lewat sini.

Biksu dan koki shojin punya kejutan untuk kami.

"Makan malam dalam gelap".

Jalan perlahan.

Ya, terus lurus.

Aku agak khawatir.

Benarkah?

Ya, tolong jaga aku.

Senang melihatmu di sini.

Senang bertemu denganmu meskipun aku tidak melihatmu.

Tepat di belakang sumpit, kalian akan dapat gelas.

Ya, kalian menemukannya.

Sangat sulit menggunakan sumpit dalam kegelapan.

Efeknya menakjubkan.

Saat kehilangan indra penglihatan, indra lainnya meningkat.

Rasanya luar biasa, dan entah kenapa lebih intens di kegelapan!

Mungkin untuk kali pertama, aku sadar bahwa aku benar-benar makan.

Pelajaran yang bagus!

Terang sekali.

Satu lagi, yang pedas, adalah batang terung.

- Batangnya? - Ya. Batang terung.

- Kau bisa makan itu? - Ya.

- Kau tidak pernah makan batangnya? - Tidak.

- Kenapa tidak? - Aku membuangnya.

Astaga, kenapa?

Tidak ada yang bilang itu bisa dimakan.

Apa yang kau percayai tentang dunia mungkin tidak benar.

Cobalah berhenti dan mempertanyakan apa yang bisa dimakan atau tidak.

Jika kau meluangkan waktu untuk ini, itu bisa membuka dunia baru.

Kehidupan modern itu sibuk.

Kita hampir tidak bisa meluangkan waktu untuk memfokuskan indra pada makanan kita,

untuk menikmati waktu berdua dengan makanan di depan kita.

Tapi tubuh kita dibangun oleh makanan yang kita makan.

Apa yang kita makan hari ini

akhirnya akan menjadi darah, daging, dan tulang kita.

Dengan mempertanyakan dan mencium apa yang kita makan,

kita membenamkan diri dalam kondisi penuh perhatian dengan makanan kita.

Aku ingin semua orang merasakan ini.

Makin lama bepergian,

makin banyak waktu yang kumiliki untuk memikirkan penyebab sampah lebih dalam.

Belakangan ini, banyak orang kehilangan koneksi ke sumber makanan mereka.

Koneksi ke alam yang natural bagi nenekku.

Baginya, menyia-nyiakan adalah dosa.

Di Jepang, para nenek mengajari cucu mereka menghormati makanan.

Itu bahkan tercermin dalam buku anak-anak bernama Mottainai Grandma.

MOTTAINAI GRANDMA OLEH MARIKO SHINJU

"Nenek Mottainai."

"Sisa makanan di piring, dan nasi di mangkuk."

"Sayang sekali."

"Nenek akan memakannya jika kau tidak mau."

"Telan-telan, seruput-seruput, jilat-jilat."

"Aku mulai menangis."

"Merintih-merintih."

"Astaga, kau juga membuang air matamu."

Setelah membaca buku itu, aku ingin bertemu nenek mottainai sungguhan.

Seorang obaachan, seperti kata mereka di Jepang.

Dia tinggal di prefektur Kyoto.

Baginya, seluruh lanskap bisa dimakan.

Saat aku hanya melihat ladang dan hutan, dia melihat makanan.

Lahan yang luas.

Ini daun tanaman rambat kudzu.

Ujung tanaman rambatnya juga bisa dimakan.

Kau bisa membuat tempura lezat dari ini.

- Ini enak saat digoreng. - Ya.

Yang ini juga enak.

- Kelihatannya lezat. - Ini bunga sekam Jepang.

Ini herba obat.

Apa Nenek melihat hubungan

antara makan tanaman liar dan menghindari sampah makanan?

Generasi yang lebih tua mengajari anak-anak mereka sejak kecil

agar tidak membuang sebutir nasi pun.

Tapi para ibu zaman sekarang

membuang makanan hanya karena jatuh ke lantai.

Aku yakin itu yang harus kita mulai

jika ingin mengubah dunia ini.

Kita akan membawa tanaman ini ke dapur dan memulai revolusi dari sana.

- Revolusi? - Ya!

Mottainai Kitchen subtitles in other languages

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left