Pretend It's a City

Pretend It's a City

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

Pretend Its a City S01 NF WEB-DL Complete
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
TS
Опубликовано: 2021-01-08
Загрузки: 11
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Ya?

Tentang orang-orang di jalan, apa kau kesal…

Ya.

Saat orang berhenti di tengah jalan,

dan melihat peta atau…

Sayangnya, aku tak punya waktu untuk menjawab pertanyaan ini.

Apa orang di jalanan membuatku kesal? Tentu saja. Ini alasannya.

Aku merasa harus menulis manifesto. Aku dulu penulis.

Judulnya akan menjadi,

dan ini semacam nasihat untuk orang yang kau maksud,

Anggaplah Ini Kota.

Paham? Anggaplah Ini Kota.

Aku tak bisa berhenti sedetik pun atau berdiri di depan tempat, merokok,

tanpa sepuluh orang langsung menanyakan arah.

Aku terkejut, karena aku selalu berpikir, "Sungguh? Apa aku tampak ramah?"

Ada banyak hal di permukaan tanah New York.

Ada banyak penyeberangan. Tak ada yang mematuhinya kecuali aku.

Aku selalu membentak mobil. "Kau di penyeberangan!"

Seolah-olah mereka peduli.

Ada grafiti di tanah.

Ada iklan di tanah.

Tetapi ada banyak tempat di New York

di mana ada plakat dipasang di tanah.

Ini sesuatu yang aku suka,

karena artinya mereka berharap seseorang akan melihat ini.

Kurasa mereka tak berpikir, "Cuma Fran yang lihat.

Semua orang akan melihat ponsel.

Hanya Fran, tapi dia sepadan. Ayo pasang semua plakat ini untuknya."

PROPERTI HESS YANG BELUM PERNAH DIALOKASIKAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

Di dekat perpustakaan, ada plakat lain untuk penulis.

DAN PERPUSTAKAAN UMUM NEW YORK.

Lalu ada kutipan dari para penulis.

Kurasa cukup optimis membayangkan orang akan membaca kutipannya.

PUBLIC SPEAKING, FRAN LEBOWITZ SENDIRI!

Ya? Di belakang.

Hei, Fran. Aku belum pernah dengar tentangmu.

Itu cara bagus untuk mencairkan suasana.

- Ya? - Bagaimana kau gambarkan gaya hidupmu?

Bagaimana aku menggambarkannya?

Aku tak akan memakai kata "gaya hidup".

Hebat.

Begitulah aku menggambarkannya.

Apa yang membuatmu tetap di New York?

Orang sering bertanya, "Kenapa kau masih di sini?"

Kau menyarankan ke mana?

Baiklah, ini masalahnya.

Jika ada tempat lain yang terpikir olehku, aku akan pergi ke sana.

- Baik. Bagaimana menurutmu? Ini dia. - Tak apa.

Baiklah. Ayo lakukan.

- Itu dia. - Astaga. Maaf.

Kau ingat? Aku bilang tak ada yang syuting di mobil atau apartemenmu.

Kau mengatakannya setelah mobilku dirusak. Saat aku mengeluh soal mobil.

Apa mengeluh mengubah sesuatu?

- Maksudmu, apa itu membantu? - Ya.

Jika aku mengeluh tentang hal yang kukeluhkan, apa itu akan berubah?

Ya.

Tidak sejauh ini. Tentu saja, aku wanita muda.

Aku pernah bertemu psikiater di pesta,

dan aku bilang kepadanya,

"Menurutku pekerjaan paling membosankan adalah psikiater."

Dan dia berkata, "Kau tak tahu

bagaimana rasanya pergi ke sekolah selama 14 tahun

dan duduk seharian, mendengarkan orang mengeluh tentang suara berisik."

Jadi, seperti itulah keadaan psikiater di New York.

Di tempat lain di negara ini, orang membicarakan ibu, suami mereka.

Di New York, berisik.

Mereka masuk. Tarifnya 500 dolar. Mereka duduk dan mengeluh tentang berisik.

New York tak pernah membosankan.

Dengan kata lain, jika aku duduk di suatu tempat menunggu sesuatu,

misalnya kereta bawah tanah,

atau jika aku duduk di kereta bawah tanah menunggu kereta jalan,

mayoritas orang sibuk dengan ponsel. Beberapa orang membaca,

tapi aku tidak.

Aku duduk di sana, dan melihat orang di sekitarku.

Dan ini, sering kali, sangat menarik.

Terlalu menarik.

Ini yang kita lihat di New York. Orang berjalan dan berkirim pesan

atau berdiri di tengah trotoar saat aku mencoba lewat.

Ada juga orang yang melakukan hal yang tak akan pernah terpikirkan olehku.

Aku tak punya ponsel, jadi, aku tak pernah berkirim pesan,

tapi aku yakin jika aku punya ponsel dan berkirim pesan,

aku tak pernah terpikir melakukannya sambil berjalan.

Beberapa bulan lalu… Aku jarang melihat ini,

tapi kombinasi istimewa ini kuingat dengan jelas.

Aku melihat seorang anak mengendarai sepeda di Seventh Avenue.

Dia, dengan satu tangan, mengirim pesan,

dengan tangan satunya, makan piza,

dan dia mengendarai sepeda dengan sikunya.

Sikunya di atas setang.

Tentu saja dia hampir menabrakku. Dia tak menyadarinya.

Karena itu aku melihatnya.

Dan kupikir, "Aku orang yang percaya, setiap hari,

aku berpeluang besar terbunuh di jalan.

Dia orang yang percaya dia akan baik-baik saja."

Tanpa berkirim pesan dan piza itu, aku masih…

Dan siku untuk mengemudikan sepeda.

Jika kau memberiku sepeda, tanganku hanya akan memegang setang,

aku tak akan bersepeda di Seventh Avenue. Aku tahu cara bersepeda.

Jadi, aku tak melakukan itu.

Semua ini

dan aku sungguh takjub

bahwa setiap hari puluhan ribu orang tak tewas di jalanan New York.

Aku tak tahu kenapa ini terjadi.

Ini luar biasa, karena ada jutaan orang

dan hanya aku yang memerhatikan arah jalan.

Aku satu-satunya orang di kota ini yang melihat ke mana aku pergi.

Salah satu hal terburuk…

Ada banyak hal mengerikan,

tapi salah satu hal terburuk adalah warga New York lupa cara berjalan.

Jadi, salah satu hal hebat tentang New York adalah

ada satu miliar orang ceroboh di jalan,

tapi setiap orang di jalanan

tahu saat kita berjalan ke arah orang lain,

kita bergeser sedikit, mereka bergeser sedikit.

Paham? Itu sebabnya semua orang masih hidup.

Kini orang tak melakukannya.

Yang kulakukan sekarang…

Mereka tak melakukannya, karena mereka memakai ponsel

atau karena sibuk sendiri.

Dan terkadang… Aku menabrak seseorang karena mereka tak memperhatikan,

dan kupikir, "Aku akan membiarkannya menabrakku."

Mereka tampak kesal,

dan aku bilang, "Orang lain di lobi hotel. Bukankah itu menakjubkan?"

Seperti, kau tahu…

Itu sebabnya aku berpikir anggaplah itu kota

di mana ada orang lain.

Anggaplah itu kota di mana ada orang yang tak hanya jalan-jalan.

Kau tahu? Orang yang harus pergi ke suatu tempat.

Untuk janji temu mereka, agar mereka bisa membayar pajak untuk objek wisatamu.

Times Square adalah lingkungan terburuk di dunia.

Tapi kita jarang harus pergi ke Times Square.

Jika harus pergi ke Times Square, biasanya karena kita harus menonton drama.

Kita berpikir, "Aku harus menonton drama, dan itu di Times Square,

dan aku akan coba tiba di teater

tanpa terlibat 75 perkelahian karena…"

Terkadang aku akan mencari tahu,

jika aku harus pergi ke teater di Times Square, bagaimana aku ke sana

dengan melewati Times Square?

Aku akan melakukan ini meski harus mengitarinya.

Aku berpikir, "Bagaimana jika aku berjalan ke 125th Street lalu ke bawah?

Maka aku bisa melewatkan ini. Itu jauh, tapi akan sepadan."

Pembukaan Phantom of the Opera adalah penggalangan dana AIDS.

Aku tergabung di komite ini, tapi aku tak ingat apa itu.

Jadi, aku punya tiket untuk pembukaannya, dan aku mengundang ibuku untuk datang.

Jadi, kami mendapatan kursi yang fantastis.

Menurut orang lain.

Di orkestra, di tengah.

Tapi kursi fantastis bagiku ada di belakang, di lorong,

agar kita bisa keluar.

Jadi, begitu aku masuk ke teater, aku berencana keluar.

Dan aku pasti satu-satunya orang di New York

yang tak membaca ini, karena itu peristiwa penting.

Jadi, saat lampu gantung jatuh dari langit-langit,

kupikir akan menjatuhi kami, dan aku berteriak.

Aku menciptakan…

Jika sudah ada internet, kau masih bisa melihat ini.

- Fran, kau tak menonton filmnya? - Tidak.

Aku pikir… Itu langsung jatuh.

Tapi ibuku tahu karena dia…

Ibuku bilang, "Anak ini selalu menjadi masalah. Dia masih bermasalah."

Dan aku histeris. Karena jatuh seperti ini.

Aku pikir itu jatuh.

Jadi, itu yang paling kuingat tentang Phantom of the Opera,

kecuali menurutku itu sangat buruk.

Kau tahu, "Ini sangat buruk."

Ini hal yang aku benci. Ini seperti Evita.

Robert Stigwood mengadakan ini.

Dia produser Evita.

Dia mengundang beberapa orang, sekitar 25 orang

ke Hotel Plaza, yang saat itu masih Hotel Plaza,

tidak seperti sekarang, ada teater kecil.

Jadi, aku pergi ke sana, menontonnya,

dan setelah itu, Stigwood bertanya pendapatku, dan aku berkata,

"Apa kau gila? Musikal tentang Eva Perón?

Kau akan ditertawakan di New York!

"Jangan lakukan itu!" kataku.

Jadi, ini sebabnya aku tak akan menghasilkan banyak uang di teater.

Tapi dari sudut pandang musikal tentang Eva Perón,

aku sangat benar.

Lalu aku pergi menontonnya suatu malam dengan dua pria Argentina,

dan mereka tertawa keras sampai kami hampir diusir dari teater.

Kurasa Evita tak dipentaskan lagi. Tapi itu dipentaskan cukup lama.

Aku yakin setiap kali melihat Stigwood setelah itu, aku bilang,

"Aku masih berpikir aku benar."

Pentasnya menghasilkan satu juta dolar per menit.

Apa kau cenderung meremehkan orang?

Meremehkan? Maksudmu, apa aku sombong?

Ada beberapa jenis keangkuhan yang menurutku buruk.

Tentu saja, itu bukan keangkuhan yang kumiliki. Paham?

Keangkuhanku tak ada hubungannya dengan,

"Siapa ayahmu? Di mana sekolahmu? Di mana kau tumbuh?"

Ini berkaitan dengan, "Apa kau setuju denganku tentang ini?"

Itulah masalahnya. Atau, "Kau pikir begitu? Tidak."

Walau aku tahu orang-orang sering sangat…

Bukan kesal. Itu kata yang terlalu ringan. Marah olehku.

Itu mengejutkanku, karena apa?

Misalnya, siapa aku? Apa aku membuat keputusan untukmu?

Aku tak bertanggung jawab atas apa pun.

Aku mengerti bila orang marah

Pretend It's a City subtitles in other languages

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left