Первые 200 строк.
Hei, Gabriel, ada apa denganmu?
Aku akan terlambat.
Jangan masuk kerja.
Tak bisa. Kami ada presentasi nanti.
Biarkan mereka saja yang lakukan.
Apa kau gila? Aku harus berada di sana.
- Baik, aku tahu. - Apa?
Aku ikut.
Tak mungkin. Ada apa denganmu?
Aku bosan sekali di sini.
Aku rindu kerja.
Aku merindukan Dennis.
Kau berutang banyak kepadaku.
Akan kutebus.
Baik. Aku tahu caranya.
Pakai ini.
Kenapa?
Kumohon?
Aku hanya mau melihatmu memakainya lagi.
Gabriel, aku akan telat dan kau bersikap aneh.
Aku mencintaimu.
Aku lebih mencintaimu.
Aku selamanya ada di sini.
Aku tahu.
Ayolah. Aku sudah terlambat.
Bantu aku keluar dari baju ini. Cepat!
Terima kasih.
Aku memikirkan beberapa hal untuk skrip yang kita kerjakan.
Bisa kita bicarakan setelah aku pulang kerja?
Bagaimana jika Willy mengkhianati Mae?
Jadi, di tengah cerita, Mae akan meninggalkan Willy.
Gabriel, aku rasa kita bisa bicarakan itu nanti.
Hidup Willy terhenti.
Gabriel, setiap film soal tokoh utama tak bisa melanjutkan hidup.
Benar, bukan? Mari kerjakan nanti.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Ya, Gabriel benar.
Siapa mudah lanjutkan hidup?
Penyewa lain yang tinggal di sini hendak mengusir Donita.
Karena suatu ketika dia bakar barang mantannya.
Dia nyaris membakar seluruh gedung.
Hai!
Anjingmu lucu sekali!
Terima kasih!
Dah!
Jaga dirimu!
Orang Filipina tak tahu cara melanjutkan hidup.
Kami tak mau ditinggalkan,
dan kami tak mau jadi orang yang pergi juga.
Bukankah perlu waktu lama buat berpamitan?
Kita terus katakan akan pergi, tetapi tak pernah melakukannya.
Seperti rekaman rusak tersangkut pada kata yang sama.
Setiap Hari Valentine, dia ada di sana.
Tempat dia bertemu istrinya,
yang mengkhianati dan meninggalkannya demi orang.
Siapa yang terus lanjutkan hidup, sungguh?
Setengah populasi negeri ini tak melanjutkan hidup.
Kita seharusnya punya kontes untuk orang patah hati.
Orang yang pertama lanjutkan hidup menang.
Ibuku, juga. Saat Ayah meninggal, aku beri tahu dia...
"Ibu harus melanjutkan hidup."
Lalu dia berusaha.
Berusaha membunuh diri.
Syukurlah aku datang tepat waktu.
Bahkan nenekku Cindy
tak punya kata "melanjutkan hidup" dalam kamusmya.
Dia berkabung atas Kakek Ciso selama lima tahun.
Kau akan menemukan dia berbaju hitam di pemakaman setiap hari.
Suatu hari, Nenek Cindy tak pernah kembali pulang.
Kami habiskan seharian mencarinya.
Dia telah meninggal saat kami menemukan dia di pemakaman.
Dia terbaring di atas pusara Kakek Ciso.
Dia sungguh mencintainya sampai mati.
Dennis, sahabat baikku, bukan penggemar keadaan seperti itu.
Dia percaya hubungan yang alurnya selesai, selesai.
Abadi selamanya itu bohong.
Persahabatan kita?
Kami bersahabat sejak kami anak SD ingusan,
saling menyontek soal ujian.
Itu beda. Antara kita tak sama.
Kau jahat.
Kenapa? Kau tak suka?
Dennis adalah tempatku berpaling saat aku sedih atau bosan,
atau bingung,
dan saat aku penuh kebahagiaan.
Sobat!
Gabs! Masuklah.
Coba tebak?
Tak bisakah kau berbagi kebahagiaanku?
Tunggu sebentar. Apa yang terjadi?
Aku bertemu cinta abadiku.
Aku bertemu orangnya! Aku bertemu dia!
Kau sebut "abadi", meski baru jumpa.
Itu sebabnya aku benci film Tagalog.
- Amat norak. - Ya.
Apa pun yang terjadi, pasangan selalu berakhir bersama.
Tak realistis sekali.
Dipikir mudah bodohi orang.
Permisi, Tn. Kritik Setengah Matang.
Ada masalah apa dengan akhir bahagia?
Maaf, tak semua film Filipina seperti kau sebutkan.
Aku pribadi lebih suka akhir bahagia. Itu lebih asyik.
Kenapa?
Dalam hidup, apa semua pasangan bahagia selamanya?
Itu sebabnya ini film, bukan? Hanya khayalan.
Baik. Jadi, maksudmu...
Karena ini khayalan, tak harus benar?
Itulah arti dari "khayalan".
Kau bilang begitu karena tak pernah patah hati.
Ya, kau benar.
Namun, kau sepertinya sudah sering kali patah hati.
Gabby, ayo pergi.
Tunggu. Namamu Gabby?
Kenapa, Tn. Kritik Setengah Matang?
Mau komentar soal namaku, juga?
Kau mengomentari komentarku.
Gabby, ayo. Kita terlambat.
Berapa peluang dalam sejuta tahun kau bertemu orang
bernama sama denganmu? Seperti...
Alex, Alex. Billy, Billy. Badong, Badang.
Maksudku... Benar, bukan?
Nn. Akhir Bahagia, kau tak tahu menatap tak sopan?
Ada apa? Kau pikir aku menarik?
Ya. Apa salah seorang gadis merasa pria menarik?
Hei! Berbahagialah untukku!
Sobat!
- Aku senang! - Ini dia!
Sudah kuduga.
Aku tahu hari ini akan datang.
Pada kencan pertama, kami memutuskan semua orang perlu memanggil dia Gabriel.
Aku tak suka itu. Tokoh utama berengsek.
Kau tak perlu menyukai tokoh utama.
Bagaimana aku berempati dengannya?
Itu tak perlu.
Tokoh tak simpatik lebih disukai sekarang.
Jika aku menulis film, itulah yang kulakukan.
Tokoh utama mati di akhir cerita.
Tak akan ada yang menontonnya.
Kau pun tidak?
Tidak.
Aku tak bayar tiket agar bisa menangis.
Aku tak akan pernah membuatmu menangis.
Sebaiknya pastikan itu.
Jadi, kau sudah menontonnya?
Ya.
Bukankah kita bilang tak menonton film sendiri?
Dengan siapa harus kutonton?
Sahabatku sibuk.
Kau marah kepadaku.
Dia marah.
- Tidak. - Sahabatku marah kepadaku.
Sahabatku marah.
- Sobat marah! - Tidak!
- Jangan marah lagi. - Sudah kubilang aku tak marah.
Ini lagu tema kami.
Jangan ucapkan selamat tinggal.
Artinya kami tak akan pernah saling mengucapkan selamat tinggal.
Apa pun yang terjadi,
tak ada yang akan memisahkan kami.
Jangan pernah ucapkan selamat tinggal.
Aku sudah mencobanya!
Gabs?
Aku menyerahkannya.
- Aku menyerahkan semua! - Apa?
Tunggu. Apa maksudmu?
Ya...
Gabriel dan aku, kami...
Kalian apa?
Kami bercinta.
Kami bercinta.
Kami bercinta.
Sobat! Kau sahabat terbaikku di antara semua sahabatku.
Terbaik!
Aku punya berita lain lagi.
Apa itu?
Ya...
Aku akan tinggal bersamanya.
Tunggu, Gabs. Apa tak terlalu cepat?
Tak ada fase "tunggu, pelan saja"? Tak seperti itu?
Jadi, begini...
Orang mengatakan pacarmu sebaiknya sahabatmu juga.
Agar hubungan bisa berhasil.
Dalam kasusku, sahabat dan pacarku adalah dua orang berbeda.
Aku menyayangi keduanya dengan cara berbeda.
Gabriel mengajukan aku dan Dennis kepada Bu Louise.
Karena dia favorit wanita itu.
- Bagus sekali, Gabriel. Kau hebat! - Baginya, Gabriel tak mungkin salah.
Impian kami bertiga sama.
Untuk meninggalkan periklanan suatu hari dan menjadi pembuat film.
Kami akan membuat film yang membuat takjub dunia.
Biar kuberi tahu.
Dalam dua sampai tiga tahun, aku pastikan akan berhenti.
Agar aku bisa membuat film sesuai janjiku kepada Nenek Cindy.
Kenapa dua-tiga tahun?
Mari wujudkan tahun ini.
Apa kau terburu-buru, Tuan?
Biar kutangani ini. Tahun ini, kita akan buat film...
dan banyak bayi.
Bodoh, "bayi-bayi" katamu?
No comments yet. Be the first to leave one.