Первые 200 строк.
Jaga diri baik-baik, ya.
Kamu jangan lupa telepon Mama.
Insyaallah, Aisyah bisa jaga diri, Ma.
Sama kalau ada yang ajak pergi ke tempat aneh-aneh, jangan mau.
Salat sama mengaji jangan pernah ditinggal.
Pokoknya kamu harus fokus kuliah aja, ya?
Iya.
Insyaallah, Aisyah bisa jaga diri di sana. Mama enggak perlu khawatir.
Lagian juga Singapura-Jakarta enggak jauh kok, Ma.
Tapi 'kan kamu enggak bisa pulang tiap hari.
Kabarin Mama setiap hari ya, sayang, ya?
Jagain Mama.
Siap, Kanjeng Ratu.
- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam, sayang.
Duluan, ya.
Dah.
Hati-hati ya, Nak.
Dah!
Aduh, kok dada Mama sakit, Sayang?
Aduh, Sarah.
Mama!
Ma? Mama!
SEBUAH FILM KARYA INDRA GUNAWAN
Aisyah!
Nes!
Nessa!
Akhirnya sampai juga!
Senang loh bisa sekampus lagi sama lo.
Alhamdulillah.
Tunggu lama enggak tadi?
Enggak, biasa aja.
Mumpung kita lagi di bandara, pengin banget ke Jewel, sih.
Oke, ayo!
Ya, lumayan, tapi gede banget kan, kayak…
- Seru banget. - Iya, makanya. Yuk.
Lewat sini.
Lo isi apa aja memangnya?
Singapura itu seperti Jakarta.
Ya, paling nanti lo aman lah adaptasi di sini.
Di sini, semua transportasi publik terintegrasi.
Jadi lo bisa naik bus,
LRT, MRT, atau bahkan kereta gantung.
- Terima kasih banyak. - Semoga hari kalian indah.
Selamat datang di rumah baru!
Aisyah Maksuma.
Bagaimana?
Bagus, 'kan?
Udah, anggap aja kayak rumah sendiri.
Nes, ini serius?
Bujet aku enggak kurang?
Aman.
Gua memang sengaja pilihin yang biar bareng gua.
Kamar gua di situ.
Kalau salat, kiblatnya ke sana.
Ini kunci.
Gua udah sediain ini buat lo.
Karena lo bakal lama di sini.
Ini berapa, Nes? Nanti aku ganti.
Udah. Kayak ngomong sama siapa sih lo.
Sekarang, lo kabarin orang rumah, biar mereka enggak khawatir.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Mbak udah sampai?
Kamu di rumah sakit?
Itu Mama?
Tenang dulu, Mbak.
Alhamdulillah, Mama udah enggak apa-apa.
Tadi di bandara, Mama mendadak pingsan.
Penyakit jantung Mama kumat, Mbak.
Astagfirullahaladzim.
Ini, kalau Mbak mau ngobrol sama Mama.
Aisyah.
Mama.
Kamu enggak usah khawatir soal Mama, ya?
Fokus aja sama kuliah kamu di sana.
Insyaallah, Mama sama Sarah kuat di sini, ya.
Aku minta maaf enggak bisa temenin Mama.
Udah, kamu punya amanah yang jauh lebih besar ya, Nak.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam, Ridwan.
Aisyah, ini ada Ridwan nih.
Kasih HP-nya ke Mas Ridwan.
Ini, Kak.
Ya.
Sebentar ya, Ma.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam, Mas Ridwan.
Makasih banyak ya, udah bantuin Mama.
Selama aku bisa, aku pasti melakukan yang terbaik untuk Mama.
Makasih banyak, ya.
Sama-sama.
Aisyah…
Kalau nanti kita ketemu, boleh enggak aku…
Mas Ridwan, kayaknya aku dipanggil sama temanku.
Takutnya ada urusan.
Ya udah, kalau begitu.
Baik bener loh Ridwan itu, Syah.
Ini aja dia sekarang mau bantuin Mama urusin rumah sakit.
Dan bukan cuma urusan itu aja.
Dia mau bantu urusan toko Mama, urusan pajak.
Iya, Ma.
Mas Ridwan baik.
Baik, tapi cuma jadi korban friendzone K ak Aisyah.
Kalau kamu memang enggak mau membalas perasaan Ridwan,
jangan kasih harapan sama dia.
Mama 'kan tahu, aku enggak ada perasaan sama Mas Ridwan.
Menurut Mama dia baik sekali.
Enggak ada kurangnya, Syah.
Namanya laki-laki kalau lagi masa pendekatan itu selalu baik.
Yang jadi masalah 'kan kalau udah dapat.
Memangnya kamu masih enggak mau menikah, Syah?
S2-nya juga belum mulai, Ma, masa udah ngomongin nikah lagi?
Jadi, kalau udah lulus mau nikah?
Terus jadi gimana, Ma? Mama udah boleh pulang berapa hari lagi?
Kata dokter kalau keadaan Mama udah lebih baik, udah boleh pulang.
Kondisi Mama kayaknya udah enak.
Tapi kamu jangan alihin pembicaraan, Syah.
Nanti bakal dikabari lagi kok, Ma.
Syah, jangan jadikan pernikahan Mama dan Papa yang akhirnya seperti ini
jadi bikin kamu ragu atau enggak mau mencoba untuk menikah.
Ya? Enggak semua pernikahan itu seperti pernikahan Mama papa.
Iya, Cantik.
Aku sayang Mama.
Mama lebih sayang kamu.
Aku sedang buru-buru…
Maaf. Sebentar.
Sepertinya kamu tidak sadar itu daging babi.
Daging babi?
Ya.
Astagfirullahalazim!
Biar aku tunjukkan ke kamu. Ayo.
Ini, lihat, semuanya halal di sini.
Oh, ya.
Ya.
Sekarang kamu bisa ambil apa yang kamu butuhkan.
Ini dia.
Terima kasih banyak.
Aku sangat menyesal, aku pikir kamu seorang…
Tidak apa-apa.
Tidak perlu meminta maaf.
Aku tahu wajahku seperti pembunuh berantai.
Menyeramkan…
Tapi tetap tampan.
Aku Liam.
Aisyah.
Aisyah?
Sekali lagi aku berterima kasih banyak
untuk…
Ya.
Hari pertama lo udah kenalan sama cowok?
Ya.
Kalau misalnya orang yang lo temuin kemarin itu
ternyata pedagang manusia , gimana?
'Kan enggak lucu.
Lo baru sehari di Singapura, kuliah juga belum mulai,
lo udah diculik duluan.
Tapi, Nes, kelihatannya kayak orang baik kok.
Ya kalau misalnya semua orang jahat kayak orang jahat,
ya polisi juga enak dong kerjanya.
Ya, sih.
Udah deh daripada marah-marah, nasi goreng kampung ala Chef Aisyah.
Lo itu jago banget ya pengalihan isu.
Enggak, kok.
- Makan! - Selamat makan.
Sekarang, di beberapa minggu pertamamu,
kamu akan ditemani oleh relawan kampus.
Kamu bisa menanyakan apa pun tentang kampus kepadanya.
Contohnya, di mana kamu mau makan…
Permisi, Ibu Samantha.
Panjang umur, masuklah.
Aisyah, ini Liam, pemandu kampusmu.
Dia akan membantumu.
Liam, ini Aisyah dari Indonesia, dia jurusan Ilmu Biologi Kelautan.
Oh ya, sekali lagi, aku Liam.
Senang bertemu denganmu.
Aisyah.
Jadi, ada delapan perpustakaan di Kampus Satu,
yang paling besar perpustakaan pusat.
Tinggal gunakan kartu mahasiswa, kamu bisa masuk ke mana saja.
Dan ini dia.
Ini adalah kelasmu.
Oke?
Satu hal lagi, musalanya?
Ruang ibadah.
Surau?
Ya.
Nanti kutunjukkan saat jam makan siang.
Kita bareng ke kantin.
Maaf?
Nomor teleponmu.
Bagaimana aku menghubungimu kalau tak punya nomormu?
Astagfirullahalazim.
Maaf.
Kamu mau ke kantin dulu atau ke ruang ibadah?
Maaf, pukul berapa sekarang?
Ini belum masuk waktu salat.
Mungkin kita bisa ke kantin dulu.
Ayo.
Ada banyak sekali pilihan di sini, dan resto ini juga halal.
Halo, mau pesan apa hari ini?
Sepertinya aku mau pesan ayam penyet satu, dan kamu?
No comments yet. Be the first to leave one.