Первые 200 строк.
Baik, lagu hari ini adalah "The Clapping Song" oleh Shirley Ellis.
Saat kalian bernyanyi, ucapkan setiap kata dengan jelas dan singkat.
- Yumi? - Bisa kau nyanyikan lebih dulu, Amber?
Kami bernyanyi lebih baik setelah melihat caramu.
Tolonglah!
Baiklah. Tetapi hanya bait pertama.
- Terima kasih. Baik. Semua siap? - Ya!
Baik, berdirilah.
Apa yang harus kita ingat, Para Diva?
Yakinkan penonton!
Lalu?
Tepukan irama!
Benar! Mainkan, Bapa Chee.
Terima kasih banyak.
Beri aku tepukan irama!
Tepukan terkencang yang bisa kalian beri. Bagus sekali!
Bapa Chee. Aku butuh tepukan irama. Ayolah.
Kalian siap untuk bait ini?
Aku harus mendengar setiap kata sejelas mungkin!
Aku juga butuh tepukan irama.
Siap!
BAYAR SEMAMPUMU KELAS BAHASA INGGRIS
- Terima kasih, Lloyd. - Tentu. Lihat ini.
TRANSKRIP GED RESMI
Aku lulus.
Bung! Aku sangat bangga.
Semua berkat dirimu.
Terima kasih.
BERDASARKAN BUKU SORTA LIKE A ROCK STAR OLEH MATTHEW QUICK
TEATER MUSIKAL KLASIK
Kau masih lapar, Bobby Besar?
Bagus!
SEWA
UNIVERSITAS CARNEGIE MELLON SEKOLAH DRAMA
TERASA SEPERTI DI RUMAH
Ibu.
- Hai, Sayang. - Sudah malam. Dari mana?
Ibu tahu, tetapi Ibu membawakanmu sesuatu.
Lihat.
Makan malam.
- Ini makanan penutup. - Siapa bilang tak bisa untuk makan malam?
Ahli nutrisi?
Apa ahli nutrisi tak suka kue keju?
Ini dari Copper Kettle.
Ibu ke bar?
- Ibu hanya minum segelas anggur. - Ibu tak seharusnya minum.
Tetapi itu hanya segelas.
Ibu bersama Oliver lagi?
Tidak! Ini hanya cara untuk dapat makan malam.
Ini bukan makan malam, Ibu.
Ibu seharusnya mencari apartemen, bukan kue keju dari Oliver.
Hanya itu yang bisa dia beri, maka Ibu ambil.
Maaf jika itu tak cukup baik untukmu.
Bukan begitu...
Rasanya enak sekali.
Ini sungguh enak, Ibu.
Ini.
- Tidak mau. - Makanlah.
- Jangan marah. Cobalah. - Ibu tak marah.
Ibu menolak kue keju terbaik yang pernah kumakan?
- Benar? - Ya!
- Sangat enak. - Enak sekali.
Ibu sudah bilang!
Terima kasih.
Sama-sama.
"Harapan itu seperti burung."
"Bertengger di dalam jiwa."
"Menyanyikan lagu tanpa kata-kata."
"Tak pernah berhenti."
"Terdengar merdu di tengah angin kencang."
"Badai yang pasti menyulitkan."
"Hingga membuat burung itu malu."
"Burung kecil penuh kehangatan."
"Terdengar di negeri paling dingin."
"Juga di laut paling asing."
"Namun, sesulit apa pun keadaan, burung itu tak pernah meminta-minta."
"Badai yang pasti menyulitkan."
Keadaan kita menyulitkan, ya?
Ya.
Maaf.
Ini bukan salah Ibu.
Kita akan baik-baik saja.
Baik?
Target Ibu sangat rendah.
Kita akan hebat.
Kita akan menjadi spektakuler.
Itu baru putri Ibu.
Bangunlah, Nak.
- Dah, Ibu. - Dah, Sayang.
- Semoga harimu baik! - Ya!
Christian, John, selamat pagi.
- Kalian mau donat? - Terima kasih.
Terima kasih.
Selamat pagi.
- Donat? - Terima kasih.
Hei, Pak Linder. Ini aku, Amber.
Amber Appleton.
Ingat aku?
Apa kita keluarga?
Tidak, aku bekerja di sini akhir pekan,
tetapi aku punya donat, maka aku mampir. Kau mau?
Hati-hati, suasana hatinya buruk hari ini.
Bisa lebih buruk.
- Siapa itu? - Ini aku!
Sudah kuduga. Pergilah!
Selamat pagi, Joan.
Apa ada yang pernah bilang suaramu keras?
Selamat pagi, Joan.
- "Selamat" hanyalah opini. - Yang ini fakta.
Donat meses warna-warni? Donat terbaik untukmu.
Tidak.
Baik. Akan kumakan.
Hiburan menenangkan untuk memulai pagimu?
Ya.
Benar. Boleh aku mandi di tempatmu? Pemanas air kami masih rusak.
Saat aku seusiamu, tak ada pemanas air untuk mandi.
Tidak boleh?
Silakan saja.
- Mau dengar lelucon? - Tidak.
Kau akan tertawa kali ini.
Ikan apa yang tak punya mata?
Tuna-netra!
Hati-hati, Joan. Aku akan membuatmu tertawa.
Tidak jika aku membuatmu menangis.
Kau tak bisa membuatku menangis.
Ricky!
Selamat pagi! Sarapan!
Ricky!
Ayo, kita ada sekolah!
Jam BB-8-ku menunjukkan pukul 07.12.
Kemarin, pukul 07.13.
Selasa, pukul 07.14.
Apa intinya?
Kau membangunkanku semenit lebih cepat setiap hari.
Kau sadar. Rencanaku adalah membangunkanmu pukul 04.00.
- Lalu tengah malam? - Lalu kemarin.
Bahkan sebelum aku tidur!
Itu menyebalkan, tapi mungkin keren,
karena kita bisa sarapan bersama dan begadang.
- Ibumu pulang. - Dia juga lebih cepat.
- Konspirasi. - Tidak!
Pagi, Donna.
- Hei. - Hei, Ibu.
- Bagaimana pekerjaanmu? - Sif malam?
Aku hanya bisa menerimanya.
Amber! Ty sudah datang!
Jangan berdiri.
Amber!
Kau melupakan ini.
Benar. Terima kasih.
- Dah, Ibu. - Dah, Sayang.
- Semoga harimu menyenangkan. - Ya.
Hendrix? Fox dan Fox.
- Hei, Amber. - Hei.
Hei.
Hai.
Jordan, itu buku mewarnai?
- Karena ada Marquez di sampulnya. - Mengesankan.
Terima kasih.
Kita sudah 31 hari sekolah, berarti 31 kali tumpangan.
Itu 31 roti lapis juga, benar?
- Roti lapis yang banyak. - Ty pantas dapat roti lapis
karena harus berangkat lebih awal dari kita.
- Hanya aku yang punya mobil. - Benar.
- Mobil? Ini bukan mobil. - Kurasa ini bukan punyamu.
Hanya dia yang bisa bawa mobil.
- Ya, terima kasih. - Sebut saja kendaraan.
Aku masih tak paham alasan dia dapat roti lapis.
- Terima kasih. - Aku hanya bilang.
Kurasa Amber menyukai Ty. Karena itu dia memberinya roti lapis.
Kalian sadar drumben itu bermain tanpa tuba?
Dicuri saat musim panas.
Ya, lihat Ryan Gold. Gadis itu tampak aneh.
Dia tampak menyedihkan.
Tanpa tuba di musim sepak bola. Di kejuaraan mendatang,
jika tak ada tuba, mereka akan didiskualifikasi.
Siapa yang mau mencuri tuba?
Seseorang yang amat terangsang.
Itu adalah sousaphone.
Itu bisa dijual mahal di situs web gelap.
Kenapa mereka tak beli lagi? Pinjam atau sewa.
Tentu, Ty. Pinjamkan tubamu pada Ryan.
- Sousaphone. - Tak ada yang bertindak.
Harganya tiga atau empat ribu dolar untuk drumben.
Dia membuka situs web gelap?
Mari jadikan tuba ini tema untuk acara ragam.
- Itu keputusan sekolah. - Amber yang mengelolanya.
Dia pencetusnya.
Bagaimana membuat orang tertarik dengan tuba?
Astaga, sousaphone.
Entahlah, tapi harus kita lakukan. Lihat Ryan.
- Hei, Amber. - Hei, Leah.
Leah luar biasa. Dia ikut audisi Oklahoma! tahun ini.
Benarkah?
- Kau tahu maksudku. - Aku tahu.
Ayo! Kami dan Tuan Franks pikir kau akan tampil hebat.
- Kami butuh kau. - Entahlah.
Naik ke panggung di depan semua orang, itu menakutkan.
Kau bermain sepak bola di depan semua orang.
Ya, tapi aku tak perlu tampil bicara.
No comments yet. Be the first to leave one.