Первые 200 строк.
Terima kasih untuk semuanya.
Aku sangat mencintaimu, Natsuki.
Halo? Kau dengar tidak?
Ada apa?
Maafkan aku. Bateraiku hampir habis.
Kamiya.
Terima kasih. Nanti aku akan menghubungimu lagi.
Kamiya, kau tidak apa-apa?
Kenapa?
Karena kudengar kau menangis.
Biarkan saja seperti ini...
sebentar lagi.
Ah, maaf.
Maaf, alarm-ku.
Aku memasangnya untuk melakukan latihan program dietku.
Mengejutkan aku saja.
Aku juga kaget.
Tapi, bagaimana kau bisa kesini.
Setelah mendengar suaramu, aku merasa kau agak sedikit tertekan.
Iya, tapi ini kan di Gotenba, kau sadar tidak.
Kalau ini tahun terakhirku, berarti kau harus ke Australia juga.
Kalau begitu, syukurlah ini masih dekat.
Dekat ya?
Hei.
Apakah telah terjadi sesuatu saat di kem latihan?
Iya. Ah.
Aku mencoba menjaga harga diriku.
Hah?
Tidak usah dipikirkan. Tidak apa-apa.
Aku mengerti.
Maaf karena sudah datang seperti ini.
Aku yang seharusnya minta maaf kalau telponku justru membuatmu khawatir.
Tidak perlu.
Baiklah.
Kalau begitu aku pulang dulu.
-Kau sudah ingin pulang? - Iya.
Aku masih harus bekerja.
Dan kau juga harus latihan, kan?!
Kau tidak ingin bertemu Kawasaki?
Tidak.
Aku tidak memakai riasanku.
Lagipula, aku tidak membawakannya apa-apa.
- Benar juga. - Iya.
Aku hanya tidak bisa tenang saja...
...itulah sebabnya.
Dengar, aku ini...
teman.
Dan juga penggemarmu.
Aku juga senang menjadi temanmu.
Terima kasih.
Baiklah, sampai jumpa.
- Hei! - Hah?
Aku akan mengantarkanmu ke Halte.
Setelah pelatihan ini selesai, kau langsung berangkat ke Boston?
Iya. Mulai senin dan 2 minggu kedepan.
Pasti kau sibuk sekali, ya?
Biasa-biasa saja.
Yang terpenting sekarang, adalah
fisik dan mental para pemain.
Aku baik-baik saja. Bahkan dikehidupan pribadiku juga.
Ah, iya.
Tapi terkadang wanita bisa membuat masalah.
Jangan berkata seperti itu.
Kupikir setiap orang
harus memiliki seseorang yang ingin dilindunginya
dengan begitu orang itu pasti akan berusaha lebih keras lagi.
Seperti dugaanmu, perkataan seorang pria yang sedang jatuh cinta memang beda ya.
Baiklah, jangan khawatir.
Tidak mungkin kau tidak dicintai.
Itulah sebabnya aku bilang aku baik-baik saja.
Baiklah!
- 1 putaran lagi sana! - Baik! Aku pergi ya!
Shirakawa.
Hah?
Permainanmu...
bagus sekali.
Aku memang tidak begitu mengerti musik,
tapi saat aku mendengar permainanmu di telpon, aku jadi tersentuh.
Kalau begitu...
lakukanlah yang terbaik.
Iya.
Sampai jumpa, sampai ketemu lagi.
Aku sedang di bis sekarang.
Aku langsung menuju tempat kerja!
Apa yang dia lakukan?
Aku tidak mengerti pikirannya. Kenapa dia melakukan hal itu.
Ya ampun. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kenapa begini...
Setiap kali aku merasa kesepian,
Aku mulai berbicara sendiri.
Senyum!
Terima kasih.
Kalian sudah mau pulang ya?
Iya. Kami pulang duluan.
Besok, kami sudah harus kembali ke kantor.
Kami sedang berusaha, tapi kalian juga harus berusaha ya,?
Jadi kita semua bisa dianggap berguna bagi perusahaan,
kalian semua, berusahalah.
- Kami pasti berusaha. - Ayo kita berusaha!
Utsu. Ayo photo bersama kami!
Ah! Yoyogi!
Ini DVD pertandingan tahun kemarin yang kau minta.
Terima kasih.
Saat kau kembali ke Tokyo, hubungi aku.
Baiklah semuanya. Selanjutnya kuserahkan pada kalian.
Natsuki.
Apa-apaan ini?
Apa yang kau khawatirkan? Mengenai Naoki?
Tidak. Tapi...
Orang yang dicampakkan...
itu adalah aku.
Apa?
Hei kau! Nomor 8!
Apa yang kau lakukan?!
Kau ingin menjadi kuat!
Kami pernah bertemu di Pasar Swalayan.
Kelihatannya dia tinggal di dekat rumahku.
Tidak ada apa-apa.
Jangan-jangan itu Naoki? Dia kan tinggal di dekat sini.
Kamiya?!
Naoki ya...
Kawasaki. Apa daftarnya setelah ini?
- Menarik sekali ya? - Hah?
Baiklah! Semuanya berkumpul!
Setelah istirahat 10 menit, kita akan berlatih tanding.
Iya!
Tim merah.
- Saga. - Iya.
- Larry. - Iya, pelatih.
- Nakamura. - Iya.
Ren.
- Naoki. - Iya.
Naoki dan Yoyogi di satu tim.
Ini pasti menarik sekali!
Dengan anggota seperti itu, Naoki tampaknya akan menjadi Point Guard ya?
Tim putih.
- Utsu. - Iya.
- Moriguchi. - Iya.
- Sato. - Iya.
- Tanaka. - Iya.
Lalu...
Lalu?
Lalu...
Lalu, aku!
Apa?
Kawasaki?
Kawasaki, kau ikut main juga?
Seperti yang kuduga, aku merasa badanku semakin lemah.
Apakah lututmu tidak apa-apa?
Tidak apa-apa. Lagipula hanya sebentar saja.
- Ini pasti menyenangkan! - Iya!
Benarkah?
Ini pasti menarik.
Ini pertama kalinya Kawasaki dan aku bermain bersama.
Baiklah! Ayo semangat!
Buzzer Beat ~Ujung sang pahlawan~
Episode 06
Aku pulang.
Selamat datang.
Sekarang, kau harus menjelaskannya padaku
apa yang kau lakukan sebelum bekerja itu. Ayo jelaskan.
Aku...
mendorong jatuh Kamiya.
Apa?!
Hah?
Aku mendorongnya jatuh...
jadi aku hampir saja menciumnya.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku takut.
Tunggu sebentar.
Apa maksudmu?
Sebenarnya itu tidak sengaja.
Sungguh.
Saat itu terjadi begitu saja.
Jadi aku melakukannya secara spontan.
Kemudian jantungnya jadi berdegup kencang dan aku ingin mendengarnya lagi.
Saat kami berdekatan,
tiba-tiba kami terjatuh.
- Kemudian... - Tunggu.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Kemudian ada bunyi 'bi-bi-bi'. Ternyata itu bunyi alarmku.
Lalu aku pulang.
Kemudian aku jadi berfikir
apa yang akan aku lakukan jika Kawasaki atau pacarnya Kamiya melihat kami.
Aku menyesal. Sungguh sangat menyesal.
Aku tidak mengerti, tapi...
Ya.
Aku sudah menangkap intinya.
Sana cepat mandi.
Kita akan pergi 10 menit lagi.
Iya.
Terima kasih, Mai.
Tampaknya masalah ini semakin serius.
- Kenapa permainannya jadi ada hukuman?! - Sial!
Semua ini salah operanmu.
Ini karena kau bermainnya terlalu serakah. Kalau saja kau lebih banyak mengoper...
Diam, diam, diam!
Memang Kawasakinya yang bermain bagus, bukan?
Kelihatannya dia masih bisa menjadi pemain.
Kita masih harus lari 20 putaran lagi!
No comments yet. Be the first to leave one.