Первые 200 строк.
THE APARTMENT JOB
Jika begitu, apa kau bersedia melimpahkanku
tugas bendahara?
Kau paling cocok jadi bendaharaku.
PAK SON, POLDA METRO SEOUL
Halo.
Halo, Pak Park. Apa kau tahu bosmu
mengidap penyakit terminal?
Apa katamu?
Kanker pankreas katanya.
Umurnya tinggal tiga bulan.
Bila enggan menyemayamkannya di rutan,
lekas bawa sepuluh miliar.
Kubawa sepuluh miliar sekarang juga. Lepaskan bosku.
Segera!
Paman Hae-kang, ini hadiah untukmu.
KELUARGA HENRY.
Gambarmu bagus juga.
Kau bisa jadi pelukis.
Tak apa ini untuk Paman?
Tak apa. Kau kepala keluarga kita.
Kurasa dia sudah dieksekusi.
Keluarganya pun lenyap.
Lalu apa yang terlihat setelah kau gagal?
Keluargaku.
Kami sungguh keluarga harmonis.
Gyeong-buk!
Wah!
Orang di sekitarku.
Orang yang melindungiku
dan harus kulindungi.
Keparat, kau bercanda?
Katamu bawa uang.
Mana sepuluh miliarnya?
Buat apa aku repot-repot
membawanya ke rumah sakit tengah malam begini?
Kau kira aku bercanda?
Baiklah. Lihat baik-baik, Park Hae-kang.
Kau
yang membunuh Park Yong-man.
Paham? Bajingan tengik.
Bajingan. Kau berulah lagi.
Dia sakit. Bebaskan dulu.
Kita sudah bahas itu.
Kita barter dulu!
Situasinya berubah!
Kau tahu sendiri penderita penyakit terminal tak punya waktu.
Itu dia.
Bawa dulu uangnya.
Bawa sepuluh miliar, Berengsek!
Bedebah, lepaskan tanganmu.
Lekas bebaskan dia.
Sepuluh miliarmu itu pun
kini ada batas waktu.
Mengerti?
PASIEN PARK YONG-MAN.
Bos.
Bertahanlah sedikit.
Sedikit lagi.
Sedikit.
MANAJER DUA TAESAN GUNAM
Katanya uang sudah diterima.
Dia butuh sepuluh miliar untuk bosnya,
tapi tak menyentuh sepuluh miliarku.
Bukankah itu cukup untuk jadi bendaharaku, Pak Kim?
Aku sudah lama penasaran.
Kenapa Park Hae-kang?
Anjing bodoh hanya bisa makan,
sedangkan anjing pintar
bisa loyal kepada majikan bila dilatih.
Dia mampu menghentikan proyek kota baru dengan mengubur artefak
dan menaikkan DPJP dua kali lipat.
Dia
punya visi jangka panjang.
Kudengar kau antar uang itu dengan selamat.
Terima kasih banyak.
Namun, ada perlu apa malam-malam begini?
Setelah kupikir,
kita belum membahas masalah terpenting.
Masalah apa?
Kau dapat orang yang lebih baik dari Pak Seo.
Maka,
kau harus membayarku sepadan.
Ya Tuhan.
Rupanya kita belum membahas uang.
Aku tak sepicik itu.
Kita hampir salah paham.
Pak Park,
kau mau berapa?
Aku minta
sepuluh miliar.
DPJP sudah naik dua kali lipat.
Artinya, akan bertambah 600 juta tiap bulan.
Menurutku,
aku layak mendapat sepuluh miliar.
Sepakat. Sepuluh miliar.
THE APARTMENT JOB
Gyeong-nam, Je-gil, Gemuk.
Hei.
Ada apa ini?
Anak-anak!
- Kejutan! - Kejutan!
SELAMAT ULANG TAHUN.
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
- Hae-kang Tersayang. - Hae-kang Tersayang.
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
Kenapa diam? Cepat berdoa dan tiup lilin.
Lilinnya banyak sekali.
- Satu, dua, tiga. - Dia sudah tua.
Berhasil.
- Kaget, ya? - Dia kaget.
Kau menangis?
Tidak.
Sama sekali.
Mereka orang-orang yang ingin kau lindungi, kan?
Gosipnya sauna di apartemen ini
enak sekali.
Kau baru pertama kemari?
Tentu. Aku tak tinggal di sini.
Bagaimana masuknya?
Temanku tinggal di sini.
Tinggal pindai kartu ini.
Bahkan tak diperiksa.
Ayo ikut aku.
Yang benar saja.
Yang bayar siapa, yang pakai fasilitasnya siapa.
Sudah lihat tagihan?
Iuran DPJP naik dua kali lipat.
Omong-omong, setelah berniat diganti,
anehnya, lift tidak rusak.
Sepertinya begitu.
Namun, lebih baik diganti sebelum ada kecelakaan.
Sulit dipercaya.
Punya siapa ini? Minta, ya.
Aku tak habis pikir.
Kalian tahu ada orang luar pakai sauna
di pusat komunitas cuma-cuma?
Masuknya pakai kartu akses, kan?
Benar,
tapi satu kali pindai,
orang di belakang bisa merapat dan ikut masuk.
Kulihat mereka juga suka meminjamkan akses.
Katanya sudah tersebar gosip bahwa sauna di sini enak.
Lantas mereka bersauna gratis?
Mana mungkin? Sauna tidak mahal.
Aku lihat sendiri mereka masuk.
Kasus seperti ini perlu disebarluaskan.
PENYALAHGUNAAN FASILITAS
Sila disantap.
Kalian pasti sudah makan malam,
jadi, kuhidangkan yang ringan.
Kita harus bersulang,
tapi tamu utamaku belum datang.
Tunggu sebentar, ya?
Ada tamu lain?
Itu dia.
Perkenalkan.
Tamu utama hari ini, Pak Park Hae-kang.
Berkat dia,
kalian bisa ada di sini.
Silakan saling menyapa.
Silakan duduk.
Duduklah.
Silakan duduk.
Sudah kuduga mereka berdua
anak buah Lee Chung-won.
Aku tak pernah mengadakan
acara seperti ini saat Pak Seo masih ada.
Sampai mana jangkauan kuasanya?
Kita satu tim.
Mari akrabkan diri dan korupsi semua bersama.
Aku bercanda.
Senyumlah.
Ini kubagikan sebab hatiku sedang senang.
Tolong bagikan.
Kubagi rata agar adil.
Lihat.
Suasana jadi menyenangkan karena dapat hadiah, kan?
Bagaimana kalau kita bersulang?
Angkat gelas kalian.
Bersulang.
Bersulang.
Pak…
Kau sejak kapan? Kenapa tidak bilang?
Belum lama.
Kalau kalian?
Kami sejak menjabat di sini terus…
Pak.
Kalau begitu, mohon kerja samamu.
Kau membuat keluarga palsu demi ini?
Apa?
Ha-jeong, ayo.
Ya, sebentar.
Lekas berhenti.
Sejak kapan Pak Lee menggaet Park Hae-kang, ya?
Masa bodoh.
Orang seperti kita tak mudah dapat uang banyak.
Kau tahu sendiri
No comments yet. Be the first to leave one.