Первые 200 строк.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
DIPRODUKSI OLEH FILMIZION
Sekolah selalu tempat favoritku.
Aku suka pergi ke sekolah… setiap hari.
Aku punya teman, banyak teman.
Hidup itu indah.
Kau lakukan apa?
Ayo pergi sebelum ada yang lihat!
Namun, tidak lagi.
Sekarang…
sekolah adalah mimpi burukku.
KARYA TIMA SHOMALI DAN SHIRIN KAMAL
DISUTRADARAI OLEH TIMA SHOMALI
Kutemukan dia pingsan dan kuminta pertolongan.
Tak ada orang di sekeliling.
Setidaknya, tak ada ketika aku sampai.
Mungkin ada saksi kejadiannya?
Yang dialami Mariam itu tak adil
dan itu membuatku sedih.
Namun, aku tak perhatikan kegiatannya.
Kami tak pernah berteman.
Dia pikir dirinya lebih baik.
Di sini hawanya terasa serius.
Seperti acara detektif. CSI: Rawabi.
Kenapa aku di sini?
Mariam adalah sahabatku.
Temanku satu-satunya.
Kenapa ada yang tega kepadanya? Aku tak mengerti.
Jika semua orang berkata yang sejujurnya
DUA PEKAN SEBELUMNYA
Kebakaran akan terjadi di dunia
Katakan kebenarannya
SEKOLAH PUTRI ALRAWABI - 1973
Padamkan apinya Tutup semua pintunya
Beberapa orang hidup di masa lalu
Hidup di masa lalu Tiada yang punya waktu luang
Bahkan di saat senggang
Mereka bertingkah seperti hakim
Karena bahkan hakim pun Ingin kenyataan diperlihatkan
Pergilah hidup menyendiri di gurun
Yang tak diketahui siapa pun
Tempat tak ada rumah untukmu atau untukku
Tempat tak bisa temukan Sebungkus permen karet
Selamat pagi, Bu Lamia.
- Selamat pagi! - Hei, Tomboi.
Hei, aku bicara denganmu.
Apa masalahmu, Layan?
Dirimu.
Katakan, kau bangun setiap pagi berusaha tampil seperti anak lelaki
atau memang begini?
Entahlah. Apa kau bangun setiap pagi
mencoba jadi berengsek
atau memang begini?
Sudah, Anak-anak.
Duduklah.
Tadi itu keren.
Maaf kulewatkan film semalam.
Aku mengerjakan PR dan lupa waktu.
Seperti biasa.
Bagaimana? Ada yang kulewatkan?
Ya! Perutnya Zac Efron.
Itu keren sekali.
Jangan khawatir,
kublokir nomor sekolah di ponsel ibuku.
Jadi, jika sekolah mau meneleponnya dan mengeluhkanku, tak bisa.
Astaga, Layan. Kau bisa jadi agen CIA.
Apa? Ada yang salah?
Jadi, apa yang akan kau kenakan?
Hari ini tampilan seksi? Aku suka.
- Bagus sekali. - Diamlah.
Kau siap?
Hampir saatnya.
Selalu siap, Sayang. Tenang.
- Halte berikut? - Ya.
Apa yang kau makan? Memangnya kau ini apa, mesin penggiling?
Cukup.
Maaf.
Kau mau?
Pak Abu Hamdi, bisa kita ganti musiknya?
Duduklah kembali.
Kalian berdua, berdiri dan berjalan-jalanlah.
Cepat.
Aku tak akan bergerak.
Dia menyuruhmu bangun, jadi, bangun.
Diamlah, ya?
Anak-anak, duduk.
Jangan perhatikan mereka.
Layan, kau ini kenapa?
Lain kali, dengarkan.
Aku jadi basah, seragamku rusak!
Lihat, Pak Abu Hamdi, bahkan Bu Lamia ingin lagu lain.
Astaga, Bu Lamia!
Tolong. Dina ketumpahan teh panas.
- Kacau sekali… - Bukan aku!
Anak-anak, tolong! Duduk!
SEKOLAH PUTRI ALRAWABI
Kami, putri-putri AlRawabi
Melesat hingga puncak tertinggi
Putri-putri AlRawabi
Bersinar di cakrawala
Kami pelopor dan inovator
Percaya kepada sains
Berpotensi dan menginspirasi
Serta memiliki etika tertinggi
Kami, putri-putri AlRawabi
Melesat hingga puncak tertinggi
Putri-putri AlRawabi
Bersinar di cakrawala
Kami, putri-putri AlRawabi
Melesat hingga puncak tertinggi
Bersinar di cakrawala
Kami membangun masa depan
Bersungguh-sungguh dan bekerja keras
Rasa hormat dan komitmen
Selalu menjadi nilai-nilai kami
WANITA
"Aku berharap akan terbangun
dan sadar bahwa bahasaku mengizinkanku bebas bicara tentang ingin dicintai…"
Maaf. Permisi.
Hai.
Jadi, itu tak berhasil?
Serius? Masih terlihat?
Sedikit.
Kalau punya mata.
Andai mereka tak ikut rute kita.
Memangnya mereka siapa? Memerintah kita seperti mafia.
Anak-anak, diam!
Guru-guru, silakan periksa para murid.
Sempurna.
Bagus.
- Apa itu di kantong? - Tak ada.
Kau tahu peraturannya,
sama seperti yang lain.
Tidak ada ponsel saat jam pelajaran.
- Keluarkan. - Aku lupa.
Kemarikan.
Ada masalah, Bu?
Jalang.
Mariam, coba lihat… Bagus.
Sempurna seperti biasa.
Dina.
Kenapa kau?
Bu Abeer, ini tak sengaja. Kami di bus dan tehku…
Ke bagian kesiswaan dan ambil kemeja lain.
- Cepat. - Semua tadi sia-sia.
Masukkan kemejamu.
Ya, Bu.
Di mana Layan?
Dia tak ada. Sakit.
Kasihan Layan, dia kena flu. Suaranya…
Cukup. Aku mengerti.
Dia sakit.
Ingatkan untuk bawa surat orang tua.
Tentu, Bu.
Biar kulihat. Bagus.
Kenapa kau memilih tempat ini?
Sayang, hanya ini yang buka sepagi ini.
Kau juga khawatir ada yang melihat kita. Benar?
Ditambah pula, kita bisa lebih nyaman di sini.
Jangan cemas.
Aku tahu tempat ini terasa seram, tetapi aku di sini.
Tak penting kita ada di mana.
Yang penting kita bertemu setelah sebulan berkirim SMS.
Kau pantas untuk ditunggu.
Hei, kau tak mau datang ke rumahku.
Kuharap rumahmu tak begini.
Kurasa kau harus datang melihatnya sendiri.
PELOPOR DAN INOVATOR
Selamat pagi, Anak-anak.
Selamat pagi, Bu Abeer.
Semuanya, ini Noaf.
Dia baru pindah sekolah ke sini
dan akan bergabung dengan kelas kita.
Di tengah tahun? Kenapa?
Kau kena masalah?
Beri tahu kami.
Apa kisahmu?
Ruqayya, jaga sikapmu.
Jadi, Anak-anak, mari sambut Noaf,
dan bantu dia menyesuaikan diri sebisa kalian.
Mariam, mungkin kau bisa bantu Noaf
mengejar tugas sekolah.
Dasar kutu buku.
Noaf, silakan cari kursi kosong.
Mulai besok, aku ingin melihatmu memakai seragam.
Juga, aku tak mau melihat yang seperti ini di dirimu lagi.
Mengerti?
Duduklah.
Itu kursinya Layan.
Jalan terus.
Noaf, kau bisa duduk di sini.
Hai.
Aku Dina.
Senang bertemu.
Kita akan segera ke laboratorium
untuk tugas kelompok.
- Tebak ibuku masak apa? - Apa?
Masakan Korea, namanya shabu-shabu.
- Terdengar lezat. - Ya, datang dan cobalah.
- Halo, Pak Abu Hamdi. - Halo, Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.