Первые 200 строк.
SMA EHIME SHIKOKU CHUO
KLUB KALIGRAFI
Lepaskan aku.
Tolong pikirkan lagi!
Aku sudah memikirkannya berkali-kali, dan ini keputusanku.
Jangan bilang begitu. Kita sudah banyak bersenang-senang.
Kau serius?
Bukankah kita bersenang-senang?
Biarkan dia pergi.
Dia bisa berhenti jika mau.
Apa maksudmu? Makin banyak makin meriah, bukan?
Abaikan saja aku.
Kau senang bersama mereka?
Bersabarlah. Kau akan bersenang-senang.
Tidak. Sampai jumpa.
Hei!
Teman-teman. Berapa banyak anggota baru yang tersisa?
Lima.
Jangan makan saat berlatih.
Tapi aku harus menjaga tenagaku.
Bukankah kalian tertarik dengan wanita?
Tidak juga. Benar, bukan?
Kami tidak bisa menangani lebih banyak gadis sepertimu.
Apa?
Bukan apa-apa.
Keadaan baik-baik saja seperti ini.
Kaligrafi harus dimulai dari introspeksi mendalam.
Yang penting adalah...
"Ko?"
Untuk kojin dan kodoku , individu dan kesendirian.
Orang harus pergi ke tempat lain untuk persahabatan.
Satoko! Satoko!
Kita berjanji akan mampir ke toko.
Benarkah?
Kau lupa? Astaga.
Dingin sekali.
SHODO GIRLS!!
Ini tahun terakhir kita.
Lalu?
Jadi, aku ingin memenangkan hadiah tim sekali saja.
Aku ingin dihadiahi sertifikat.
Kita bekerja keras selama tiga tahun.
Cobalah memenangkan hadiah individu.
Kau tahu aku tidak bisa menang sendirian.
Kau harus mencoba dahulu.
Aku tidak perlu mencoba. Aku tahu.
Aku tidak terampil sepertimu. Aku tahu batasanku.
Jadi, sebagai anggota klub kaligrafi kita,
aku ingin bukti bahwa aku berkontribusi dan berusaha keras.
Kau mengerti?
Ya, aku mengerti. Tapi...
Itu artinya kita masing-masing harus bekerja keras, bukan?
Ya.
Jadi, pertahankan saja kerja kerasmu.
Astaga. Aku harus pulang. Sampai jumpa.
Kau benar, tapi...
Hal-hal yang kusukai.
Langit biru. Lereng yang mengarah ke laut.
Suara pedal sepedaku.
Cerobong pabrik kertas yang terlihat dari mana pun di kota ini.
PELANGGAN YANG TERHORMAT. KAMI TUTUP
Suara pembuatan kertas yang kudengar selama perjalananku.
Itu penjaga kota kami yang mencatat momen yang berlalu.
PABRIK KERTAS TAKADA
Satoko?
Tomoya.
Kau baik-baik saja?
Aku sudah mengirim kertas ke rumahmu.
Terima kasih. Kami menghargainya.
Terima kasih atas usahamu.
Tapi kuharap orang-orang akan memakai lebih banyak.
Tidak banyak orang yang mau memakai kertas Kakek.
Ini juga kertas yang bagus.
Ayahku selalu memujinya.
Dia bilang ketebalan dan caranya menerima tinta ideal.
Dia benar, tapi orang biasa tidak mengerti itu.
Tomoya. Bantu aku jika kau kembali.
Baik.
Sampai jumpa.
Berdiri tegak saat kau mencelupkan bingkai ke tangki.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
- Kau sudah pulang. - Hai.
KELAS KALIGRAFI HAYAKAWA
Rekor terendah kita sejauh ini.
Kita hanya punya satu murid baru.
Ayah mungkin terlalu tegas.
Tapi itu bukan hal baru.
Penurunan angka kelahiran dan resesi.
Itu akhirnya memengaruhi kita.
Aku kelaparan.
Ayahmu ingin bicara denganmu.
Aku pulang.
Duduklah.
Ini untuk pameran?
Ya.
Tulis ulang.
Baik.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Kau datang pagi-pagi sekali. Berlatih?
- Aku sudah memikirkannya. - Apa?
Cara memenangkan hadiah tim.
Kita sudah membahasnya.
Suara apa itu?
UANG KLUB
Pencuri!
Bu Takahashi sedang cuti hamil,
jadi, Pak Hiroto Ikezawa akan menjadi guru sains pengganti.
Dia hanya sementara di sini, tapi...
Apa yang terjadi padanya?
Dia diserang.
- Oleh siapa? - Klub kaligrafi.
Ini salahmu, Satoko.
Kau bilang dia pencuri, Kana!
Dia memegang uang kita!
Kau selalu gegabah.
Memangnya kau tidak?
Berhenti bicara di sana!
Selain itu, Pak Ikezawa telah ditunjuk
sebagai penasihat klub kaligrafi.
Senang bertemu kalian semua.
Sungguh?
Astaga.
KLUB KALIGRAFI
Hanya delapan anggota, ya?
Tujuh sekarang.
Tapi...
Baiklah.
Omong-omong, apa itu karyamu?
Ya, benar.
Jadi, aku benar.
Tentang apa?
Membosankan sekali.
Dasar kurang ajar.
Dia masih marah soal tinta itu. Tahanlah.
Pak Ikezawa.
Ada pameran mendatang.
Maukah Bapak melatih kami?
Kenapa?
Kenapa? Bapak penasihat kami.
Aku tidak bisa.
Aku senang kau bertanya.
Tapi aku tidak cocok menjadi penasihat.
Aku pria yang dikira pencuri.
Dia masih marah.
Aku pria yang dilempari tinta.
Dia masih sangat marah.
Aku tidak mungkin mengajari siapa pun.
Ada noda lagi.
Boleh aku mencoba mencucinya?
Silakan.
Jaga sikap selagi aku pergi.
Akhirnya kita punya penasihat, tapi dia dendam kepada kita.
Dia hanya pengganti. Siapa peduli?
Aku peduli. Pamerannya sebentar lagi.
Mari minta maaf sampai dia memaafkan kita.
Tidak.
Satoko!
Lagi pula, dia tidak bisa mengajari kita apa pun.
Dia hanya pria tampan, tapi dangkal dan picik. Kita tidak membutuhkannya.
Apa?
Kau masih marah dia menyebut pekerjaanmu membosankan.
Tidak.
Ya, benar.
Hei, jangan berhenti tiba-tiba!
Apa?
Hei.
Itu Mio.
Dengar, Satoko.
Apa?
Tentang Mio...
Siapa peduli dengan orang yang mudah menyerah?
Maaf, tapi pamerannya sudah tutup,
dan aku tidak mau memikirkannya.
Terima kasih.
Mio.
Kau senggang hari Minggu?
Ya.
Bisakah kau datang bekerja? Aku butuh bantuan.
Tentu. Aku butuh uang.
Aku menghargainya.
Mari kita lihat klub kaligrafi!
"Bergabunglah dengan klub kaligrafi!"
Astaga.
Siapa pun boleh datang.
Sudah cukup.
Hei! Jangan gunakan peralatan kami tanpa izin!
Ayolah. Kepicikan merusak pesona.
Aku tidak peduli aku memesona atau tidak.
Bukan kau.
Maksudku kuas memesona ini. Kau mengabaikannya.
Alat yang diabaikan tidak menghasilkan karya yang bagus.
Jangan ganggu kami!
Kami semua menganggap serius kaligrafi.
Jangan menjadi penasihat kami jika Bapak bercanda.
Kau tidak perlu marah. Benar, bukan?
Ada apa dengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.