The Resistance Banker

The Resistance Banker (Bankier van het Verzet)

Скачать Indonesian субтитры

Информация о релизе

Bankier van het Verzet AKA The Resistance Banker 2018 BluRay 1080p x265 10bit DDP5 1 MNHD-FRDS track14 [ind]
Комментарий от ted423
set 00:00:11:957 earlier

Теги

BluRay
1080
x265
HD
Опубликовано: 2023-01-12
Загрузки: 49
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

BERDASARKAN KISAH NYATA

- Sudah ada tuntutan untukku? - Belum.

- Tapi kita tahu alasan kita di sini. - Kau ingin jelaskan sesuatu.

Mengenai uang itu, Tuan Van Hall.

Kami ingin tahu jumlah persisnya.

Lalu bagaimana caramu mendapatkannya.

Serta keberadaannya.

Sebab kalian tidak tahu.

Ceritakan saja dari awal.

Semua berawal dari adikku.

Dimulai dari Wally.

Ayah, seperti ini?

FEBRUARI 1942, ZAANDAM

Kau pandai memanjat. Bagus sekali. Pijakkan kakimu di situ.

Tidak apa-apa.

Naik ke cabang itu. Bagus.

Bukan, yang itu sudah lapuk.

Bagus, naik lagi.

Hebat. Lihat dirimu, Raja Pohon.

Rupanya kalian di sini.

Lihat setinggi apa kami memanjat.

- Attie sudah di puncak. - Hebat sekali.

Tapi mereka tamumu, Sayang.

Ya, aku tahu.

Kami turun.

Ya, satu kaki di sini. Bagus, jangan takut.

Ayo, Attie. Ya, turunkan kakimu. Pijakkan di sini.

Maaf, aku butuh udara segar.

- Hei, Anak-anak. - Hai, Paman Jaap.

- Senang bertemu. - Ayah di sini.

- Van Hall. - Henri.

- Selamat. - Terima kasih. Ya, 25 tahun usia bagus.

- Yang benar saja. Itu uban? - Bukan, pantulan cahaya.

Wally, apa pendapatmu tentang Rost van Tonningen?

Kita harus lakukan sesuatu.

Tak ada yang bisa dilakukan.

Nazi tak akan membiayai perlawanan kita.

- Bagaimana jika dia mencetak uang lagi? - Inflasi?

Para anggota departemen juga cemas.

Karena itulah, aku lega...

AMSTERDAM, BANK NEGARA BELANDA

...sebab mulai hari ini, aku mengepalai Bank Negara Belanda.

Kita berada di salah satu revolusi terbesar dalam sejarah Eropa.

Demokrasi kapitalis sudah mati.

Ini bukan hanya pandangan Nazi, tapi fakta.

Tapi di dalam Bank Negara Belanda, tak ada ruang bagi opini politik.

Kita hadir untuk rakyat.

Kita membutuhkan dukungan kolaborasi dari negara sesama ras.

- Aku muak mendengarnya. - Diam.

Aku mau para staf Bank Negara Belanda

menjadi contoh bagi rakyat kita.

Setiap patriot Belanda ingin melihat rakyat bahagia.

Baiklah, saatnya makan malam.

Ransum terbaik yang bisa kudapatkan.

Bagaimana jika kau naik perahu hari ini?

Maka aku butuh dua pelaut kuat.

Pegang kemudi, Attie.

Lihat ke bawah tiang depan jika ada yang datang.

Jika ada sesuatu, peringatkan kami.

Lihat penggilingan di sana? Awasi.

Bagus. Sekarang, tarik.

Belokkan sedikit.

Lain kali buka layar topang.

Dan jangan ganti arah terlalu cepat.

Perompak Kecil.

Ayah, bukankah kakekmu perompak?

Bukan kakekku, tapi saudara kakek buyutmu, Adriaan.

- Sungguh? - Ya.

Saudaranya, Maurits, adalah tentara yang berperang melawan Raja Prusia.

- Prusia? - Jerman.

- Dia berada di resimen Van Tuyl. - Van Tuyl? Siapa itu?

Seseorang yang benci orang Jerman.

- Tapi Ayah lebih suka jadi perompak. - Lalu kenapa Ayah bekerja di bank?

Kau sudah periksa yang ini?

Nyonya Van Veen?

- Aku harus temui Meijer pukul 13.30. - Dia tidak bisa dihubungi.

Tidak biasanya.

Halo?

Meijer?

Ini Wally.

Isaak? Halo?

Tuan Van Hall?

Aku ingin bicara denganmu.

- Permisi, tapi kau siapa? - Jangan cemas.

Jika berniat jahat, aku tak akan sesopan ini.

Maaf, saat ini, aku tak bisa...

Tidak lama lagi ini akan terjadi di mana-mana.

Tuan Van Hall, sudah saatnya kita melawan, bukan begitu?

- Berapa lama kau berlayar di Flandria? - Beberapa tahun.

Kebanyakan ke Amerika Selatan, Brasil.

- Boleh kutanya kenapa berhenti? - Boleh kutanya siapa dirimu?

Van den Berg. Perwira Angkatan Laut Kerajaan.

Saat ini, aku ikut perlawanan.

Van den Berg bukan nama asliku.

- Mataku. - Maaf?

Itu alasanku berhenti. Aku punya penyakit rabun dekat.

Kau mau apa dariku?

Kau tahu apa tentang Dana Pelaut?

Dana bantuan, bukan?

Bagi keluarga para pelaut saat perang dimulai.

Ada 18.000 pelaut,

tapi nyaris tak ada yang kembali.

Kini melaut untuk pemerintah kita di London.

Awalnya, armada niaga yang menggaji mereka.

Hingga Jerman melarangnya.

Kau datang untuk minta sumbangan.

Lebih daripada itu, Tuan Van Hall.

Pertanyaanku, siapkah kau melakukan hal yang sama

untuk wilayah Amsterdam?

Kenapa aku?

Namamu,

reputasimu.

Aku berharap kau merasakan komitmen pribadi.

Tentu ada risikonya.

Aku akan mengerti jika kau menolak. Bagaimanapun, kau punya keluarga.

Aku tak mau.

Tentu aku tak akan mau.

Tapi kau harus melakukannya.

Bank bawah tanah? Kau sudah gila?

- Kau tahu tentang Keluarga Meijer? - Ya.

Tilly menelepon Emmy. Mengerikan.

Kutemukan ini di rumah mereka.

Semua keluarga Yahudi di Zaandam menerima ini.

"Perintah meninggalkan Zaandam.

Kunci rumahmu dan serahkan kuncinya kepada polisi.

Bawa yang bisa dibawa saja."

Ada lagi. "Putuskan kontrak sewa. 10. Matikan gas, air, dan listrik."

- Kau pikir mereka akan kembali? - Danamu tak akan membantu mereka.

Kita harus lakukan sesuatu melalui koneksi kita.

Kita bisa mengorganisasi sebaik Jerman.

Kita akan pinjam uang dari para bankir yang bersimpati.

Lalu pemerintah yang mengganti setelah perang?

Tepat.

Kau perlu pembukuan. Siapa yang bersedia mengurusnya?

Nama mereka tercatat, jadi akan ketahuan Jerman.

Apa ini?

- Saham tak ada harganya. - Dari era kekaisaran. Ideal.

Kita akan mencari uang.

Tiap orang yang meminjamkan uang ke Dana Pelaut akan dapat saham.

Tidak ada harganya.

Tiap lembar saham bernilai 1.000 gulden.

Catat nomor serinya, lalu tulis "x 50" di belakangnya, sebagai contoh.

Maka setelah perang, pemegang saham bisa tunjukkan dia menyumbang 50.000.

Jerman akan mengira ini saham tak berharga.

Atau serangkaian nomor tak berarti.

- Rencana pintar. - Tanpa risiko.

- Apa keberatanmu? - Emmy dan anak-anak akan terancam.

- Aku pun punya keluarga. - Pikirkan mereka.

Selalu.

Maaf, aku tak bisa.

Kita bankir, Wally. Bukan pejuang.

Wally.

Aku tak melihatnya selama dua bulan.

Sangat tak biasa bagi kami.

Aku tahu dia akan teruskan rencananya tanpa aku.

Aku berusaha tidak khawatir.

Tapi aku rindu dia.

- Tuan Van Hall, bekerja keras? - Ini jam makan siangku.

Ya, tentu. Aku hanya ingin peringatkan.

Pekan depan, kutarik semua uang kertas 500 dan 1.000 gulden dari peredaran.

- Kenapa? - Untuk melawan transaksi pasar gelap.

Selalu ada orang yang cari untung pada masa sulit.

Pecahan besar bisa ditukarkan di departemen pajak selama dua pekan.

- Jika bisa jelaskan asalnya. - Tentu saja.

Ini akan diumumkan hari Senin, tapi sesama bankir harus saling membantu.

Aku menghargai pemberitahuan ini.

Mungkin sebagai gantinya, kau bisa membantuku.

Jika dengar ada orang yang ingin

menyingkirkan uang kertas 1.000 gulden dalam jumlah besar...

Akan langsung kukabari.

Bagus.

Tuan Van Hall, adikmu sedang sibuk.

Tuan Van Hall.

Tidak apa-apa, Nyonya Van Veen.

Jaap.

Jadi, Wally melibatkanmu?

Apa maksudmu? Ini jas baruku.

Jadi, rencanamu berjalan.

Dalam tiga bulan terakhir, aku mendapatkan 500.000 gulden.

- Sebanyak 500.000? - Jaap membantuku mendistribusikannya.

Terlalu banyak bagiku sendiri.

Kau bisa lupakan.

Rost van Tonningen menarik uang kertas 500 dan 1.000 gulden.

- Tidak mungkin. - Kenapa?

- Untuk melawan pasar gelap. - Dan perlawanan.

Berapa sisa uangmu?

- Ada 200.000. - Waktumu dua pekan untuk menukarnya.

Aku hanya bisa sarankan kau minta bantuan teman dan kenalanmu.

Aku tak sanggup sendiri.

- Tidak. Aku hanya memperingatkan, Wally. - Bagian sulit sudah dikerjakan.

Uangnya sudah ada. Jaringanmu lebih besar juga.

Jika tidak, uang ini sia-sia.

De Vroedt pasti bersedia. Mau taruhan?

Beers. Van Manen.

Elckenbout.

Aku meragukan Beers. Aku tak akan memintanya.

- Henri ter Meulen? - Henri, ide bagus.

Tidak bisa ditunda?

- Berapa yang bisa kau tukar? - Mungkin 12.000.

- Ada 40.000 gulden. - Paling banyak, 8.000.

More Indonesian subtitles for The Resistance Banker

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left