Первые 200 строк.
KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL
Tolong bantu aku menyambut putriku,
Fortune Feimster ke Charlotte.
Ya! Terima kasih!
Astaga, terima kasih banyak, Semuanya.
Ini sungguh istimewa bagiku untuk syuting komedi tunggal spesial
di Charlotte, Carolina Utara.
Ya!
Aku sebenarnya dibesarkan 30 menit dari sini di Belmont.
Dibesarkan di wilayah Selatan, kami cinta dua hal, gereja dan Chili's.
Semua warga Selatan pergi ke gereja.
Ada satu gereja di tiap sudut jalan.
Mereka bahkan coba membodohimu dengan gereja, seperti saat ini.
Kalian kira kalian di dalam teater.
Tapi hadiah untuk pergi ke gereja adalah setelahnya bisa pergi ke Chili's.
Chili's di kota asalku adalah restoran termewah.
Begitu mewahnya hingga kusebut "Chilés".
Aku dibesarkan sebagai orang Metodis, yang dianggap Kristen versi ringan.
Ya, sedikit saja sudah cukup.
Sedikit kenal Yesus, hanya itu yang dibutuhkan.
Yang kami pedulikan hanyalah si pendeta selesai berkhotbah sebelum tengah hari
agar kami bisa mengalahkan orang Baptis ke Chili's.
Benar?
Pukul 11.55, tapi Pendeta masih mengoceh,
kalian bisa mendengar paduan suara perlahan mulai menyanyi,
Iga pendek babi
Betapa manisnya
Sausnya
Kami akan berkata, "Pendeta, sudahi saja!"
Aku selalu menggemari makanan seumur hidupku.
Beberapa orang jika gemuk di masa kecil,
mereka akan mengingatnya dan sangat getir karenanya.
Aku tidak. Aku suka menjadi anak gemuk. Tahu kenapa?
Tak ada yang pernah mencoba menculikku.
Itu era 1980-an saat penculikan kerap terjadi.
Aku juga calon yang sempurna.
Aku sangat suka permen.
Sangat suka. Aku mau melakukan apa pun demi sebatang Snickers.
Aku suka naik mobil van putih.
Siapa yang butuh jendela?
Ternyata...
Penculik punya tipe.
Aku tak tahu ini.
Mereka punya tipe,
bukan gadis kecil yang mirip anak gendut dari film The Sandlot.
Itu...
Wajah anak itu dicetak pada kaus antik, dan orang mengenakannya lagi.
Aku bertemu mereka, dan mereka panik.
Mereka menjerit, "Ah!"
Lalu, aku harus berkata, "Kau menyiksaku, Smalls."
Karena aku tak mau mengecewakan orang.
Saat masih SD, aku bergabung dalam Pramuka Wanita Amerika.
Ada mantan Pramuka Wanita?
Itu dia.
Jujur, aku bergabung untuk mengikuti penjualan kukis yang mereka adakan.
Itu operasi yang sangat canggih.
Aku juga ingin dekat para gadis kecil yang suka api unggun dan pijat bahu.
Aku terus meminta mereka membuat lencana untuk keahlian pijat bahu.
Kata mereka, "Tidak, Anak Aneh!"
Saudara-saudaraku ikut Pramuka Pria yang sangat intens.
Mereka diturunkan di puncak gunung hanya bawa satu telur dan satu korek api.
Ketua regunya berkata, "Sampai jumpa tiga hari lagi. Bawa pulang rusa elk."
Mereka pulang kelelahan dan kotor.
Aku berbaring di sofa mendengus, "Uh!
Aku juga."
Aku mengerti. Pramuka Wanita juga sulit.
Tahukah kau betapa sulitnya menjual sesuatu yang diinginkan semua orang?
Orang-orang terus mengetuk pintuku.
Entah apa kalian mengikuti berita beberapa saat lalu.
Pramuka Pria mendapat masalah,
karena beberapa orang ingin agar cewek boleh ikut Pramuka Pria.
Beberapa bahkan ingin menggabungkan keduanya.
Kalian pasti berasumsi bahwa wanita progresif seperti aku
akan suka hal itu, tapi aku tak suka.
Aku menentangnya. Akan kujelaskan kenapa.
Itu satu-satunya saat di masa kecilku
ketika aku punya sekamar penuh gadis untukku sendiri.
Kalian tahu?
Kalian kira aku ingin Timmy masuk dan berkata,
"Hei, Kalian, aku bisa membuat api!"
"Kami paham, Timmy!
Aku juga bisa!
Angela, aku juga bisa buat api!
Keluar dari sini, Timmy!
Berhenti bicara dengan Angela atau akan kubakar tempat ini!"
Aku sangat gelisah.
Aku dianggap tomboi saat itu,
yaitu istilah yang lebih tepat untuk calon lesbian.
Seperti kata ibuku,
"Itu hanyalah suatu fase. Itu... Itu hanya fase.
Dia akan bosan mengenakan Umbros.
Pokoknya aku tahu.
Itu hanya suatu fase."
Ginger.
Ibuku adalah gadis yang khas cewek dan ingin aku berdandan feminin.
Jadi, dia mulai belanja untukku.
Entah kenapa, dia mulai mendandaniku dengan busana cewek tangguh.
Ya. Seperti celana panjang yang hanya gaya homoseksual versi lama.
Aku tampak seperti pengacara wanita berusia 50 tahun yang pergi ke pengadilan
dalam setelah itu.
"Siapa yang siap mengajukan perkara, Ibu-Ibu?"
Bahkan guruku akan bertanya, "Kau memenangkan kasusmu?"
Itu pun suatu masa dalam sejarah mode saat bantalan bahu sangat populer.
Bantalan bahu raksasa.
Yaitu sesuatu yang masih belum kupahami hingga hari ini.
Orang-orang berkata, "Bahumu belum tampak.
Mari kita pasang bantalan padamu."
Inikah ketinggian bahu ideal?
Bagus!
Kini, kau seorang wanita.
Dengan setelan tangguh.
Jika aku tak memakai setelan tangguh, ibuku berbelanja di Lane Bryant.
Dia mendandaniku dengan gaun-gaun panjang dengan kerah renda dan motif bunga-bunga.
Aku tampak seperti istri muda.
Aku tampak seperti istri muda berusia 13 tahun
yang pergi ke Chili's untuk menemukan suamiku, Jebediah.
Itulah aku,
pengacara perusahaan di siang hari,
pengantin di bawah umur di malam hari.
Sekarang, kalian kira aku akan mengawasi kebiasaan makanku
agar bisa memakai baju yang lebih keren.
Itu tak terjadi. Aku suka makanan.
Aku pun tak pernah berolahraga.
Aku hanya mengendarai sepedaku dari rumahku ke rumah tetanggaku.
Hanya sejauh ini.
Di atas kuda baja, aku menunggang.
Lalu suatu hari, tubuhku yang berusia 12 tahun
membengkokkan kursi sepeda baja itu menjadi dua.
Menurutku, itu hebat. Kupikir, "Aku menentang hukum fisika!"
Orang tuaku berkata, "Kau akan menderita diabetes."
Kau harus mengontrol makanmu.
Saudaraku adalah perenang hebat.
Orang tuaku pun berharap itu adalah warisan keluarga.
Mereka ingin aku bergabung dalam tim renang kota asalku.
Jadi kukatakan, "Entahlah."
Kata mereka, "Datang saja lalu pikirkan."
Jadi, aku menghadirinya dan melihat mereka makan Fun Dip sebelum balapan.
Kalian ingat Fun Dip?
Ini hanya sebungkus gula
dan sebatang kapur.
Jadi, mereka makan Fun Dip sebelum balapan
karena mereka pikir gula akan membantu menambah energi agar berenang lebih cepat.
Kupikir aku tak mau mempertanyakan sains,
tapi aku mau bergabung dalam tim renang.
Jadi, aku masuk tim itu demi Fun Dip.
Pada pertemuan renang pertama, mereka memberiku seragam tim.
Kukeluarkan. Itu baju renang sambung warna hijau cerah.
Kukatakan, "Aku tak... Aku tak memakai... Aku tak biasa pakai Speedo atau...
Yang sambung atau dua potong. Tak usah."
Mereka jawab, "Kau harus pakai. Biasanya kau pakai apa?
Kujawab, "Biasanya, kaus ukuran XXXL
dengan lengan kausnya dipotong,
dan celana olahraga."
Aku masih berenang mengenakan itu sampai sekarang.
Aku menyebutnya "baju renang lesbian".
Kata mereka, "Jika ingin masuk tim, pakai Speedo ini."
Kataku, "Baik." Jadi, kukenakan Speedo itu pada tubuh 12 tahun
yang belum pernah terpapar matahari, dan akhirnya kukenakan.
Kami kebetulan membuat foto tim pada pertemuan renang pertamaku ini.
Jadi, aku berbaris bersama anggota lain, siap difoto.
Saat berusia 12 tahun, hidup belum mengecewakan.
Jadi, kita bisa berdiri tegak.
Jadi...
Aku berdiri, tersenyum untuk foto timku, dan itu hanya Speedo...
Semak.
Speedo.
Semak.
Pada suatu saat, aku bahkan mengacungkan jempol.
Semak.
Tak ada yang bisa memberi tahu bahwa itu masalah.
Baru 12 tahun, itu menyeramkan.
Jadi, aku berkeliling di pertemuan itu dengan bersemangat.
Ayo lakukan!
Aku menemukan kios kudapan.
Aku mendekatinya. Semak kemaluanku tampak.
Aku bergaya seperti Norm di Cheers, "Beri aku bir".
Lalu, mereka terus memberiku Fun Dip dan nacho selama pertemuan.
Mereka terus saja mondar-mandir. Aku terus saja memakannya bergantian.
Manis dan asin...
Aku sangat terpikat pada Fun Dip dan nacho
sampai akhirnya melewatkan setiap balapan renang.
Tak ada yang menyadarinya sampai balapan terakhir,
yang merupakan gaya tersulit, yaitu gaya kupu-kupu.
Lalu...
Seorang ibu sukarelawan datang berlari sambil panik.
Katanya, "Fortune, kau belum berenang."
Kujawab dengan melenguh, "Uh!"
Karena aku mengalami koma diabetes.
Katanya, "Fortune, kau harus berenang. Jika tidak, satu tim didiskualifikasi.
Jika kita didiskualifikasi, kita tak dapat pesta piza gratis di akhir musim panas."
Kujawab, "Pesta piza?
Kenapa tak kau awali dengan itu?"
Jadi, aku berlari ke balok start.
Aku sangat gugup dan bersemangat karena pesta piza menjadi tanggunganku.
Aku menaiki balok start
dan melihat semua anak pemanasan dan menggoyangkan lengan.
Jadi, aku menggoyangkan lenganku, antusias penuh kokaina anak-anak.
Jadi, aku menggoyangkan lenganku, gelisah.
Goyang.
Aku menggoyangkan kakiku.
No comments yet. Be the first to leave one.