Первые 200 строк.
- Kostumnya taruh di belakang, ya? - Baik.
- Marsha. - Ya?
Talinya cepat dibereskan, ya? Satu jam lagi, kita mulai.
Ya, siap.
Ini mau ditaruh sebelah mana, Din?
Ann! Ini ditaruh di mana?
Di situ saja tak apa-apa.
- Di sini saja? - Ya.
Baik.
- Eh! Aduh, hati-hati. - Aduh.
- Kalau tumpah, kalian tak ada yang makan! - Maaf, Gizka.
Hai, sudah ditetapkan, ya.
Kita buka dengan "Indonesia Raya" dahulu, setelah itu kita mulai dengan sambutan.
- Ya? Terima kasih. - Ya.
- Bu? - Ya?
Maaf, Bu, saya belum menerima transkrip data Kepsek.
- Ya sudah. Nanti saya kirim, ya? - Ya, terima kasih, Bu.
Ann! Sini, Ann!
- Kenapa? - Ann! Yang benar saja, Ann!
Kata Ayla, aku akan menjadi penampil pembuka?
Sudahlah, aku masih panik sekali Ann!
- Natha Sayang. - Tak bisa!
Justru aku membutuhkanmu untuk menjadi pencair suasana!
Kau bisa! Kau percaya diri! Bisa!
- Natha bisa! - Bisa!
Bisa mulas, Ann! Aduh, mau ke toilet!
Kak, waktu pengecekan suaranya tinggal 30 menit lagi, ya.
Baik.
Aduh, Thalia.
Lihat yang pakai kacamata. Aduh, kakaknya manis sekali.
April tidak kuat. Thalia mau yang mana?
- Yang gondrong saja. - Yang mana?
Lucu, mirip rambutnya. Gemas!
Astaga, Tha, sudah mencari yang baru saja.
- Kau baru saja putus tadi pagi. - Itu dia, Ann.
Aku sudah jomlo setengah hari. Bahaya.
Ann tidak akan mengerti hal begitu.
Tak ada waktu untuk laki-laki, Kawan.
Tak ada waktu untuk laki-laki?
Biar saja. Nanti kalau menyukai seseorang, akan paling terbawa perasaan.
Amin!
Satu, dua, tiga, empat!
ASBAT, kita buat malam ini menjadi malam yang paling tak dilupakan pengunjung, ya?
- Dan untuk kita! - Ya!
Asta Batari!
Ambil posisi!
Hai, Kawan-Kawan!
Hai!
Itu dia penampilan dari kontes band. Minta tepuk tangannya!
Semuanya masih semangat, 'kan?
- Ya! - Oh, ya. Aku mau memberi tahu.
Di sekolah kita ini, ada satu komika yang sangat lucu.
Ann, takut.
Sebentar, ya.
April, Thalia, Gizka, Hana,
semua Asta Batari, kumpul di belakang panggung.
Natha tak berani naik kalau belum melihat kita semua.
Tak usah lama-lama seperti menunggu jodoh, langsung kita panggil.
Ini dia Natha!
- Selamat sore, Semuanya. - Sore.
Baiklah.
Perkenalkan, namaku Natha.
Hari ini, aku akan bercerita kepada kalian tentang persahabatan.
Sahabatku ada di belakang semuanya.
Kita sapa, namanya Asta Batari!
Seperti topikku pada hari ini, aku akan membicarakan tentang persahabatan.
Geng yang ada di sekolah pada masa SMA.
Aku benar-benar kenal anak-anak,
aku tahu sekali muka anak-anak geng seperti apa.
Kau, yang pakai jaket. Jelas sekali. Anak geng motor. Ya, tidak?
Benar, 'kan? Kedinginan saat berjalan.
Kalau kau, yang berbaju hijau? Nah.
Mukamu spesifik sekali.
Anak geng. Tahu geng apa?
Geng-bel.
Sekarang, aku mau menceritakan tentang persahabatan.
Kalau persahabatan, kita berbagi sukacita, dukacita bersama-sama.
Tapi temanku…
Mati listrik!
- Ann. - Eh, Ann!
Biar teknisinya saja yang urus!
- Ya, Ann! - Aduh, bahaya!
Teknisinya tidak ada. Pertunjukan harus tetap lanjut.
Memang Ann belajar listrik di mana?
Butuh bantuan?
Yang tidak berkepentingan, dilarang ada di area.
- Eh, Ann! - Aduh, hati-hati.
Kalau mau sok jadi tukang listrik,
pastikan kau benar kalau tak mau terlihat konyol.
Pertama, aku bukan sok.
Kedua, aku panitia.
Siapa kau dan ada urusan apa di belakang panggung?
Kawan-Kawan, tuasnya turun.
- Hati-hati, Ann. - Pelan-pelan, Ann.
- Bahaya. - Apa?
Ann!
- Sudah. Urus panggung. - Baiklah.
- Turunkan aku. - Bukankah kau sudah terbiasa?
Kita lanjut lagi, ya? Baiklah.
Nath! Natha!
Tiga!
Dah! Terima kasih, Semuanya! Terima kasih!
- Kau kru band mana? - Aku bersama band Indie Brothers.
Nah, Teman-teman.
- Itu dia penampilan dari komika kita. - Dina, Semuanya, kembali ke posisi.
Mana tepuk tangannya?
Ini dia yang kita tunggu-tunggu.
Kita sambut ke panggung, Indie Brothers!
Dengan sang vokalis, Geez!
Aku pergi dahulu.
- Selamat malam, Semuanya! - Malam!
Terima kasih sudah mengundang kami.
Ayo kita buat malam ini menjadi malam paling berisik!
Ini suara kami
Suara hati kami
Jika kau tak mengerti
Kami tak peduli
Memang kami berbeda
Dan kami tak mengapa
Jika kami bersama
Kau tahu kau mau
Kita harus mencobanya
Karena kita akan menang Tak peduli apa yang terjadi
Tak ada cara lain Kita tak akan pernah menyerah
Karena kita pasti akan menang
Karena kita takkan menyerah
Penampil selanjutnya harap bersiap.
Terima kasih, Semuanya.
Man, ini tolong dibereskan. Nanti langsung berikan ke vendor saja.
- Ya, Ann. - Terima kasih.
Maaf soal yang tadi.
Aku tak tahu kalau kau ternyata anak Indie Brothers.
Tak apa-apa.
Aku suka komentar yang jujur.
Gazza Cahyadi.
Nama panggilannya Geez.
Nama yang unik.
Artinya "dewa", ya?
Kok tahu?
Karena aku suka membaca.
Keana Amanda.
- Ann. - Kok tahu?
Karena aku bisa membaca?
Jujur, penampilan band-ku
bagaimana?
Ya, begitu saja.
Tadi saat aku mendengar bagian refrain, suaranya tak begitu terdengar.
Tapi tak apa-apa. Sungguh tak apa-apa.
Menurutku, zaman sekarang banyak band yang tak bisa menjaga harmoni di panggung.
Jadi, cuma berisik, berteriak-teriak. Saat selesai, sudah tak bersatu lagi.
Sekali lagi, terima kasih sudah jujur.
Itu baru basa-basinya.
Tunggu.
Lagu baruku. Aku buat di studio.
Seharusnya harmoninya lebih terjaga dibanding lagu yang aku buat di panggung.
Aku tunggu pendapatmu.
Tunggu!
Bagaimana caraku memberi tahu?
Nanti pasti kita akan bertemu lagi.
Astaga, itu apa?
Kalian kenapa?
Tak apa-apa.
Gemas saja melihat Ann bisa mengobrol dengan malaikat pelindungnya.
Kalian menguping, ya?
Bukan menguping. Kalau Ann tersenyum saat mengobrol dengan laki-laki ganteng,
pasti kami pasang telinga.
Bukan sekadar laki-laki ganteng.
Kau mengobrol dengan Geez, Ann!
Kau tahu, 'kan? Alumni paling top satu sekolah, Ann!
Hana, bukannya habis ini Ann mau berkencan dengan dia?
- Berkencan? - Cie!
Astaga, pikiran kalian sudah terlalu jauh.
Diberi lagu!
Beri tahu yang lain! Thalia!
Kamulah alasan, buat harapan Aku akan jadi orang itu
Kamulah alasan Pemicu detakan jantungku
Kamulah alasan Majunya langkah kakiku
Cukup dengan katakan Kamu menginginkanku
Karena sudah kunyatakan Kamu memang untukku
Kamulah alasan setiap…
- Baru pulang, Mas? - Eh!
- Mbok Ijah. Mama belum pulang, 'kan? - Belum.
- Nanti kubelikan piza. - Mantap.
- Tapi seperti biasa. - Ya.
Terima kasih.
Kamu dari mana? Kenapa baru pulang?
Biasa, Ma.
Les bahasa Jerman dan ke sasana olahraga.
Ma, berapa kali aku bilang? Jangan masuk ke kamarku tanpa izin.
Kenapa memangnya?
Kamu menyembunyikan narkoba, ya?
Mama bercanda.
Mama tahu kamu tak akan menyia-nyiakan masa depan kamu.
Ya.
Aku investasi Mama.
- Kamu akan senang di Berlin. - Sejak kapan Mama peduli kesenanganku?
Kamar kamu berantakan sekali.
Di Berlin nanti, tak ada Mbok Ijah.
- Kamu bisa membereskan baju sendiri? - Tentu bisa, Ma.
Apa lagi ini?
No comments yet. Be the first to leave one.