Three Ladies 2

Three Ladies 2 (3 Dara 2)

Скачать Indonesian субтитры

Информация о релизе

3 Dara 2 2018 NF WEB-DL
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2020-08-05
Загрузки: 16
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 172 строк.

Ini hanya sekadar pemeriksaan rutin. Tak usah gugup.

- Tidak. - Tidak.

Oke.

Pertanyaan pertama. Apa pendapat kalian tentang wanita?

Kita harus menghormati wanita, 'kan?

Wanita itu adalah tonggak utama peradaban.

Tanpa wanita, tidak akan ada kehidupan.

Dan wanita merupakan mahkota, berlian...

Berlebihan.

Bagaimana maksudnya?

Maksud saya, jawaban yang bagus.

- - Brilian!

Pertanyaan kedua. Apa pendapat kalian tentang istri?

- Istri adalah pembantu suami. - Heh?

Tidak, maksud saya, istri bertugas untuk membantu suaminya.

- - Ya, ya!

Benar! Seperti menyediakan makan.

Membereskan rumah, merapikan tempat tidur.

Mengurus anak, dan lain sebagainya.

- Dan lain sebagainya? - Iya.

Contohnya?

- Contoh apa? - Dari lain sebagainya itu.

Yah, banyak, ya?

Jadi, istri harus bisa mengerjakan, "Banyaklah!" Begitu, ya?

Eh, jadi, kita bagaimana, Dok?

Ya, kalian bukan lagi misoginis seperti dahulu.

- -

Tapi kalian sudah berubah menjadi sauvinis pria yang menjijikkan!

Saya kutuk kalian...

- Ha? -

menjadi wanita lagi!

- Wah! -

- -

- Tidak! -

Tidak!

- -

Hei, Jay. Tumben bangun pagi.

Kenapa kamu ini, Jay?

- Kenapa kopinya tidak enak? - Hah?

Kamu tidak becus membuat kopi. Tahu, tidak?

- Hei! - Aduh!

Kopinya mana? Jangan mengubah pembicaraan!

Apa kamu ini, Jay?

- Sayang, ini anaknya minta menyusu. - Aduh! Anak siapa?

Wah! Anak siapa?

- Kopi! Cepat! - Aduh! Kenapa kalian berdua ini?

- -

- Kamu! Mana gula di kopi aku? - Ini anak aku?

- Ini anak kamu! - Buatkan!

- Buatkan kopiku! - Aduh!

- Buatkan kopiku! - Aduh, kasihan anaknya! Susunya mana?

Anaknya siapa? Apa kamu ini?

Cepat! Buat lagi!

- Ini anak kamu! Lihat! - Aduh!

- Mirip, 'kan? Ini! - Mana?

Tidak!

- -

- -

Masih bercerita

- tentang tiga pasien ajaib saya. -

Affandi akhir-akhir ini sering mendapat mimpi buruk.

- - Menurut Sigmund Freud,

mimpi adalah manifestasi dari semua keinginan atau ketakutan

yang ada di alam bawah sadar kita.

- -

Dan sebagai seorang ayah yang putrinya hendak menikah,

Affandi sedang penuh rasa takut.

- Sayang. - Ingat Jay?

Sahabat Affandi yang paling tidak suka dengan komitmen terhadap wanita.

Iya! Bangun, Sayang.

Kini, Jay sudah tidak takut

- dengan komitmen. - Ih! Kamu ini!

Dia menikahi Grace.

- Ayo. Sayang, yuk! - Ya?

Dan yang lucu ini namanya Daren.

- Dia adalah komitmen terhebat... - Ayo, sama Ayah.

- dari seseorang seperti Jay. - Daren! Wah!

Tunggu.

Dan akhirnya, Richard, si hidung belang kelas kakap.

Sahabat Affandi dan Jay.

Dia mengibarkan bendera putih dan bertekuk lutut pada satu wanita.

Ini sepertinya adalah akhir yang manis dari cerita mereka.

Yuk, semuanya sini! Yuk, kita foto di sini, ya!

Ayo, cepat! Keburu hujannya makin deras.

- Begitu. Cantik! - Terima kasih!

- Tapi dipegang. -

Iya, Ibu.

Aduh, Mas, Ibu kenapa masih belum datang juga?

Pokoknya aku sudah bagikan lokasi pakai WhatsApp.

Kalau misalnya Ibu merajuk, bagaimana?

Kamu seperti tidak kenal Ibu saja.

- Kita foto, yuk! Semua. - Tiga...

- Ini apa? - Ibu!

- Foto hujan-hujan! Ya Allah! -

Hei, kamu jepret, kujepret balik kamu. Awas kamu. Tidak tahu...

Tukang fotonya dibayarnya per jam, Bu.

- Uangnya siapa? - Aduh!

- Ibu! - Uangmu itu uangku! Dari aku!

- Ini cucuku semata wayang! - Sudah, Bu. Masuk angin.

- Kamu jangan main-main, ya, Affandi. - Sudah.

- Ini nanti kena hujan, Bu. Masuk angin. - Oh, iya.

- Nanti Ibu sakit, masuk angin. - Iya, masuk angin.

Bajuku sudah bagus-bagus aku beli!

- Aduh! Jadinya... - Tidak apa-apa, Bu. Ayo, tenang.

Kenapa menikah di hutan begini? Banyak gedung yang lain!

Ayo, Mas, foto. Aku sudah siap.

- Ayo. - Senyum, ya!

Satu, dua, tiga.

- - Aduh, Bu!

Tapi sebagai psikolog mereka,

saya ada sedikit keraguan apakah ini akhir yang manis,

atau awal sebuah kehancuran?

- Dimakan, ya. - Iya, Sayang.

- Aniek? - Ya, Bu?

- - Pembantumu mana, Enduk?

Bu, Bi Tarsih itu sudah lama pulang.

Sejak itu, cari pembantu susah sekali, Bu.

Kalau tahu begitu, kamu ikut saja dengan Ibu liburan ke Eropa, ya, bulan depan.

Daripada kamu di rumah ini seperti pembantu.

Aniek bukan pembantu, Bu.

Istri memang biasa buatkan sarapan untuk suaminya.

Kalau suaminya itu cacat, ya, tidak apa-apa!

- -

Ya sudah, sini aku bantu.

Sudah telat!

Seharusnya dari tadi! Seharusnya tidak perlu pakai disindir!

Semoga temanmu, si Richard itu, tidak menyusahkan cucuku

seperti kamu menyusahkan putriku!

Richard orangnya baik, Bu.

Semoga tidak seperti kamu.

Menantu mokondo!

Mokondo!

Modal ko...

Mau dikasih saja.

Modal mulut. Mulut! Mulut!

Sudah, tidak usah dielus-elus. Dia tidak akan hilang.

Urus diri kamu sendiri, ya?

Ada apa? Kenapa tiba-tiba Mas Affandi mengajak ketemu di tempatnya?

Tanya saja langsung. Di situ.

Ayah!

Mas.

Aku mengumpulkan kalian berdua ke sini

untuk membahas masalah yang selalu membuatku galau dan "koper".

"Koper?"

Maksudnya "baper" mungkin, Mas?

"Koper!" Korban perasaan!

Ini saatnya kita untuk mencari kesuksesan finansial yang lebih.

Untuk masa depan kita juga!

Iya, benar juga, ya?

Setelah kita menikah, uang istri sudah pasti untuk istri.

Uang suami? Untuk istri.

Apalagi waktu punya anak.

Suami dapat apa?

Aku juga ingin lepas dari belenggu mertuaku!

Harga diriku sebagai laki-laki ditekan terus!

Mentang-mentang aku kerja di perusahaan dia.

Lalu Mas ada ide apa?

Agrobisnis.

Ada orang yang menghubungiku dan menawarkan bisnis.

Yuk. Kita sama-sama datangi orangnya.

Investasi di bidang agrobisnis sangat menjanjikan.

Zaman sekarang, organik itu lagi naik daun.

Daun kenapa bisa naik daun?

- -

Eh, aduh!

- -

Oke, kita lanjut jalan!

Permintaan sayuran-sayuran organik meningkat tajam. Wus!

Seperti roket, Mas.

Hotel, toko swalayan, restoran,

kafe,

bahkan sampai ekspor.

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left