Первые 200 строк.
KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL
JERRY SEINFELD DALAM
Tn. Seinfeld, kau ada acara malam ini, bukan?
Ya, benar.
Mereka bilang lalu lintas terlalu padat untuk mendarat.
- Kau mau aku bagaimana? - Tak apa.
Kau bisa turunkan aku di sekitar sini.
Terima kasih!
Terima kasih banyak!
Astaga.
Momen yang hebat.
Perasaan yang luar biasa. Suatu pencapaian luar biasa
bagi kalian.
Apa yang kalian alami
keluar, menghadapi
rintangan alami kehidupan.
Orang sulit, mengatur, merencanakan.
Teman menjengkelkan, banyak yang kini duduk dengan kalian,
yang, entah kenapa,
perlu pembahasan rumit,
berkomunikasi soal "Siapa yang pergi?"
"Kapan kita pergi?" dan "Bagaimana kita ke sana?"
"Kenapa kau tak menjemputku?" "Kenapa kau tak kujemput?"
"Itu searah". "Arahnya berlawanan".
"Mobilku". "Mobilmu".
"Satu mobil". "Dua mobil".
"Kapan kita makan? Kau sudah makan? Aku belum makan".
"Kau mau makan? Aku lapar". "Aku kenyang".
"Aku makan Jolly Ranchers seharian. Aku perlu makanan berat".
"Bagaimana tiketnya? Siapa yang punya tiketnya?
Kau punya tiketnya?"
Berapa kali kau dengar kata "tiket" hari ini?
"Jangan lupa tiketnya".
"Kau bawa tiketnya?" "Ya, aku bawa tiketnya!"
"Kau beli tiket mereka?" "Aku tak beli tiket untuk mereka.
Mereka harus beli tiket sendiri.
Mereka tak membayarku saat terakhir kubelikan tiket".
Kenapa temanmu menyebalkan?
Orang yang kau pilih untuk bersama dalam hidup.
Tak masuk akal.
Kau akan singkirkan mereka dalam sekejap,
jika tak lebih menyebalkan
untuk mencari orang baru, belajar soal masalah menjengkelkan mereka
yang tak pernah ditindak lanjuti,
mengubah nama dan nomor di ponselmu,
hapus kontak lama.
"Ah, sial. Aku akan menahannya dengan para idiot ini.
Ini makanan, liburan, dan film yang sama.
Apa bedanya aku dengan siapa?"
"Hanya ingin keluar". Ini sudah diluar.
Orang-orang membicarakan soal keluar.
"Kita harus keluar. Ayo keluar. Kita tak pernah keluar".
Yah...
ini dia.
Hal baik dari keluar adalah kau tak perlu keluar terlalu lama.
Cukup untuk mendapat perasaan berikutnya, yang akan kalian dapat.
Dan perasaan itu adalah, "Aku harus kembali".
Setelah semua usaha
yang kau lakukan untuk mendapatkan tempatmu saat ini,
hanya setengah jalan dalam mimpi buruk saat ini.
Di mana pun kau berada, di mana pun dalam hidup, suatu saat,
kau harus pergi dari sana.
Kau sedang bekerja; kau ingin pulang.
Kau di rumah. "Aku kerja seminggu. Aku harus keluar".
Kau keluar, dan sudah larut. "Aku harus kembali".
"Aku harus bangun". "Aku harus ke bandara".
"Kapan kita naik pesawat?" Pesawat lepas landas.
"Kapan pesawat mendarat?" Pesawat mendarat.
"Kenapa mereka tak buka pintu agar kita bisa keluar?"
Tak ada yang mau ada di mana pun.
Tak ada yang suka apa pun.
Kita kesal, mudah marah,
dan kita menghadapinya dengan terus berubah lokasi.
Jadi,
kita adakan hal seperti ini, yang kita lakukan sekarang.
Ini acara spesial yang dibuat-buat, palsu, heboh, yang tak perlu.
Itulah ini.
Yang banyak orang bekerja keras untuk mengadakannya
agar kita bisa menghabiskan waktu.
Karena itu aku di sini. Aku juga tak ada kegiatan.
Bisa kukatakan itu. Kau mengenalku. Kau dan aku...
Ayolah, kau dan aku saling kenal pada tingkat tertentu...
elektronik, meski mungkin...
selama bertahun-tahun, saat ini.
Kita menjalani hidup bersama. Hal yang indah.
Kalian tahu perbuatanku.
Kalian tahu yang kubuat. Caraku hidup.
Kalian tahu faktanya
aku bisa berada di mana pun saat ini.
Jujurlah. Jika kau jadi aku,
apa kau akan di sini, melakukan hal ini lagi?
Mungkin... atau mungkin tidak.
Namun, aku senang berada di sini.
Aku suka di sini.
Ini mungkin tempat favoritku di seluruh dunia,
di sini, sekarang. Mungkin.
Kami mencintaimu!
Terima kasih, Sayang. Aku juga mencintaimu.
Ini, sebenarnya, jenis hubungan intim favoritku.
Aku mencintaimu, kau mencintaiku, dan kita takkan pernah bertemu.
Itu yang kita lakukan untuk yakinkan diri kita hidup kita tak payah.
Satu hal lagi soal ini. Kau akan bilang besok,
"Hidupku tak payah. Aku nonton komedian yang punya acara televisi tahun 90-an
di Beacon Teater di Broadway, di Kota New York".
Meski hidupmu payah.
Aku tahu itu karena aku tahu hidup semua orang payah.
Hidup kalian payah. Hidupku juga payah.
Mungkin tak sepayah kalian.
Tapi tetap saja, dalam kepayahan yang luas,
dari hidup manusia, hidup semua orang payah. Tak apa.
Jangan pernah merasa buruk karena hidupmu payah.
Pelajaran terbesar dalam hidup:
"Payah" dan "hebat" cukup dekat.
Mereka tak terlalu berbeda.
Presiden kelima.
Di sini, aku muak mendengar restoran bagus.
"Jerry, kami pergi ke restoran besar semalam.
Hebat. Kau pasti akan suka".
Dia akan suka. Bukankah dia akan suka? Kau akan suka".
"Kau". Kau tahu bagaimana temanmu memilihmu?
"Kau . Bukan begitu?
Dia akan suka tempat itu".
"Kau suka?" "Aku tak peduli, tapi kau... "
Aku tak suka restoran bagus. Aku tak suka apa pun yang bagus.
Aku mencari yang lumayan. "Bagaimana makanannya?" "Lumayan".
"Kedengaran bagus. Ayo ke sana dan selesaikan ini".
"Mau dengar menu spesial?" "Tidak. Jika spesial,
taruh di menu.
Aku tak tertarik dengan makanan yang ikut audisi untuk masuk tim".
Aku tak tahu yang kau bicarakan.
"Kami akan membakarnya. Kami akan lapisi dengan herba.
Kami akan menyiramnya dengan suatu susutan dari hal lain".
Berhenti menyiram. Kita tak bisa menahan siraman lagi!
Terlalu banyak siraman!
Mungkin jika tak terlalu kau susutkan, kau tak perlu menyiramnya!
Makanannya butuh dua setengah jam.
Bokongmu sakit saat selesai. Itu tak seenak
semangkuk sereal dan Pepsi.
Tagihan selalu ada di buku itu, kisah kecil soal tagihannya.
Ya, begini ceritanya.
Sekali waktu, kau makan iga. Itu ceritanya.
Kau di jalan setelahnya dengan temanmu
"Kupikir itu tak... apa itu lezat?" Semua bilang "lezat".
"Ya, kukira tak selezat itu. Apa pendapatmu?"
"Payah, 'kan? Tempat itu payah".
Banyak tempat bagus itu payah!
Lalu kau ke pertandingan bisbol, beli hot dog.
Hot dognya dingin.
Rotinya tidak dipanggang.
Penjualnya adalah mantan narapidana dalam program kerja pelepasan.
Kau selalu suka hot dog itu.
Apa itu payah? Ya.
Apa itu enak? Ya.
Sedekat itulah mereka!
"Payah" dan "hebat" adalah dua peringkat yang
diberikan orang untuk apa pun.
"Hei, ayo tonton film baru itu. Kudengar bagus".
"Sungguh? Kudengar itu payah".
"Bagaimana bisa? Itu seharusnya bagus".
"Kudengar awalnya bagus, lalu setelah itu, payah".
"Oh, itu payah". "Aku tahu. Itu bisa saja hebat".
Menurutku "payah" dan "hebat" sama saja.
Kau punya es krim. Berjalan di jalanan,
es krim jatuh dari puncak kerucut,
menghantam trotoar. Menyebalkan.
Apa yang kau katakan? "Hebat".
Makanan adalah topik yang bagus. Mari kita bahas lagi soal ini.
Karena kita di Vegas beberapa bulan lalu.
Dan semua berkata, "Jerry, kau harus pergi ke prasmanan.
Mereka punya prasmanan.
Ayolah. Kau bisa dapat apa pun yang kau mau di prasmanan".
Apa maksud dari prasmanan?
"Yah, keadaannya buruk.
Bagaimana kita bisa memperburuknya?
Kenapa kita tak tempatkan orang
yang sudah berjuang dengan kendali porsi,
menjadi semacam pesta makanan Caligula
dari konsumsi manusia tak terbatas?
Ayo buat pintu masuknya tempat luncur sirup cokelat".
Prasmanannya seperti membawa anjingmu ke Petco
dan membiarkan anjingmu berbelanja.
Kau beri dia dompetmu di tempat parkir dan berkata,
"Kenapa kau tak masuk, beli apa pun yang menurutmu
makanan anjing dengan jumlah tepat untukmu?
Gunakan penilaian anjingmu.
Aku akan tunggu di mobil.
Biarkan jendela terbuka agar aku bisa bernapas".
Orang tak berlaku baik di lingkungan makan tanpa pengawasan.
Tak ada yang ke restoran dan bilang, "Aku pesan yoghurt parfait,
iga babi, pai daging, kaki kepiting, empat kue, dan dadar putih telur".
Orang-orang membuat daftar keinginan makanan terakhir
di piring ini.
Ini seperti model kerja sempurna dari semua masalah emosional
dan kesulitan pribadi mereka.
Mereka berjalan-jalan. Mereka menunjukkanya.
"Inilah yang kuhadapi.
Itu salad dengan satu sendok es krim.
Aku punya masalah tak terselesaikan
yang sedang kuselesaikan di prasmanan ini".
Mulai menyapa orang asing.
No comments yet. Be the first to leave one.