Ted Lasso

Ted Lasso

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 2

Информация о релизе

Ted Lasso S02E08 1080p WEB H264-CAKES
Комментарий от Putra14
Apple TV Retail.

Теги

web
1080
Опубликовано: 2021-09-10
Загрузки: 77
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

- Halo. - Hai, Brigitte. Maaf aku telat.

Kau tahu kalau pasien yang telat itu lebih buruk

daripada yang tak datang sama sekali.

Jadi sudah sampai mana pembicaraan kita?

Mari kita lihat. Ada di catatanku… Ya!

"Ted Lasso membuatku gila."

Benar. Ia menolak untuk membuka diri.

Dan tiap kali ia nyaris merasa rentan,

ia melontarkan lelucon dengan referensi terhadap suatu hal yang sangat spesifik

bagi pria kulit putih berusia 40-an dari Amerika.

Jadi ia menolak untuk merasa rentan, ya?

Terdengar seperti seseorang yang kukenal.

Hentikan itu. Aku dan Pelatih Lasso tak mirip sama sekali.

Sharon, kau melakukan hal yang sama.

Ia menggunakan humor untuk mengelak, kau menggunakan kecerdasanmu.

Yang benar saja.

Aku tak memanfaatkan kecerdasanku untuk mengasingkan diriku sendiri.

Oke, aku paham.

Aku ragu kau bisa membuat kemajuan dengan Pelatih Lasso

sampai kau bisa bersikap santai dan berkompromi dengan dia.

Kau benar.

Tentu aku benar! Lalu, apa yang akan kau lakukan?

- Perhatikan anjingmu! - Apa?

- Ia benci sweter itu. - Sialan kau!

Sial!

Telepon 999. Siapa pun tolong telepon 999.

Apakah dia bernapas?

Hai, teman-teman.

Jadi, ada kesempatan pencitraan baru yang seru untuk seorang pelatih.

Hanya perlu tampil sekali di muka publik. Bayarannya lumayan.

Akan sangat bermanfaat bagi tim ini.

Apakah salah satu dari kalian ingin membantuku

dengan menjadi juru bicara untuk…

Baiklah. Persetan dengan kalian.

Kuhormati fakta bahwa kita tak perlu bicara sama sekali.

Dia paham maksud kita.

Aku akan menjadi juru bicara.

Di mana Ted?

- Dia ada urusan darurat. - Ada apa?

- Aku tak bertanya. - Kenapa tidak?

Karena itu urusan darurat dia.

Jika dia ingin Beard tahu, ia akan bilang.

Kita ada pertandingan semifinal Piala FA di Stadion Wembley hari Minggu.

- Siapa yang akan memimpin latihan? - Aku.

- Kau? - Ted yang minta. Aku tak peduli.

- Sial, aku harus pergi. - Mau ke mana kau?

Bukan urusanmu.

Yah… Tinggal kita berdua. Maksudku…

- Kau bisa pimpin latihan. - Terima kasih.

Bagus sekali… Kurasa… Ya, terima kasih. Sebentar.

"AYAH"

Baiklah, Bung. Ayo.

Lanjutkan, Sobat. Ya, ayo, ayo.

Bagus. Teruskan, Sobat.

Seperti itu, kau bisa, kau bisa.

Halo, Ayah.

Sam… Kau tahu kenapa ayah menelepon?

Tidak, Pak.

Ayah menelepon karena Cerithium Oil

baru saja diperintahkan untuk berhenti beroperasi di Nigeria.

Tunggu, apa? Itu luar biasa!

Dan kau punya peran penting dalam mewujudkannya.

Ayah sangat bangga padamu, Anakku.

Terima kasih, Ayah.

Dengarlah, aku bisa melakukannya karena Ayah memberiku inspirasi.

Kuhargai perkataanmu, karena itu memang benar.

Ayah menyayangimu.

Aku juga menyayangimu. Oke, dah.

Apa yang kau lakukan?

Sial.

- Kenapa kau tak bilang apa-apa? - Besinya ada di leherku.

Ya. Maaf.

Pergilah. Biar aku saja.

BANTR BOS GADIS

Aku belum menemukan istilah yang kusuka

untuk memberi tahu orang lain kalau aku ingin buang air.

Istilah apa yang kau gunakan?

Aku harus memakai ulang pensil bibirku.

Pria tak paham itu

dan wanita paham kalau butuh waktu dan fokus untuk itu.

BANTR LDN152 MAKAN MALAM DI LE TUCCI. JAM 20.00.

AKU AKAN KE SANA. KUHARAP KAU JUGA.

Bilang saja kau mau!

Teman-teman! Tiga titik! Tiga titik, tiga titik.

SAMPAI BERTEMU DI SANA.

Ya!

Ya!

- Wah. Astaga. - Ya!

Kapten.

Ya, Sobat?

Aku ingin meminta bantuanmu untuk mencukur rambutku.

Apa?

Kau yakin, Sobat?

Ya, kurasa aku yakin.

Baiklah. Setelah latihan.

- Isaac, Isaac. - Sial!

RUMAH SAKIT

Sebentar, Nona.

Kau bilang aku bisa menghancurkan seluruh tulang di tubuhku,

seseorang bisa mengantarkanku ke rumah sakit mana pun,

atau membuangku ke tong sampah,

dan kalian akan merawatku dan aku tak perlu bayar sama sekali?

Benar sekali.

Aku suka negara ini, aku suka kota ini.

Tahukah kau Winnie the Pooh itu didasarkan dari beruang di Kebun Binatang London?

Astaga.

Tidak…

Ini lebih buruk dari bayanganku.

Dia bisa berjalan lagi!

Suatu keajaiban!

Terima kasih Tuhan untuk sains!

Hei, Dok! Apakah dokter ini akan baik-baik saja, Dok?

Ya, hasil pemindaiannya baik-baik saja.

Baguslah. Tak ada perdarahan intrakranial?

- Tak ada. - Perdarahan subdural?

Tak ada. Tampaknya kau tahu banyak soal cedera otak.

Ya, aku sering menonton Grey's Anatomy saat aku baru berusia 30-an.

Dan aku pernah melatih sepak bola.

Versi Amerika. Kau tahu?

Yang penuh dengan gegar otak dan para pemain protes sambil berlutut.

Yah, dia terkena gegar otak.

Dan ada beberapa jahitan di kepalanya.

Jadi kau harus istirahat dulu beberapa hari, oke?

Selain itu, suamimu sudah bisa membawamu pulang.

Dia bukan suamiku.

Ya, ya, ya. Tak ada cincin di jari-jari ini.

- Tidak, kami hanya teman. - Kolega.

- Kolega yang bersahabat. - Aku tak punya suami.

Ya, tapi itu tak menyedihkan.

Dia hanyalah wanita yang independen.

Dan aku bisa pulang sendiri.

- Kau paham maksudku? - Maafkan aku, Dr. Fieldstone.

Menurut aturan rumah sakit, pasien trauma kepala

tak boleh pergi tanpa pengawasan.

Dan tak ada aturan seperti aturan rumah sakit,

karena aturan rumah sakit tak bisa dihentikan.

Biar kubantu.

- Silakan. - Terima kasih.

Terima kasih sudah datang, Pelatih Kent.

Ibu Phoebe sedang di rumah sakit. Ia bekerja di UGD.

Ia tak bisa kemari karena selalu ada pasien yang datang

dengan pisau tersangkut di mata mereka atau obor tersangkut…

Ya, oke, aku paham. Dia sibuk.

Phoebe, bisakah kau mewarnai selagi aku bicara dengan pamanmu?

Ya, Nn. Bowen.

Bisa aku mulai dengan pertanyaan personal?

- Ayah Phoebe… - Ayahnya berengsek.

- Dia masih hidup? - Ya. Orang berengsek yang masih hidup.

Baiklah.

Pelatih Kent, ada sedikit masalah dengan perilaku Phoebe.

- Beri tahu aku. - Phoebe sering mengumpat.

Seberapa parah?

Hari ini ia menyebut teman sekelasnya sebagai "orang bodoh apatis."

- Apakah temannya memang begitu? - Ya.

Tapi bukan itu poinnya.

Apa kau tahu dari mana Phoebe belajar mengumpat?

Aku?

Sial.

Ini sudah kelima kalinya. Ia sudah diperingatkan, lalu diisolasi.

Kini kurasa ia harus dipulangkan.

Kau tahu pengaruh dirimu terhadap Phoebe.

Gunakan itu.

Ayo kita pergi.

Maafkan perkataanku, Nn. Bowen.

Terima kasih, Phoebe.

Paman Roy, bolehkah kita makan es krim?

Tentu tidak!

Maaf.

Tak boleh!

Ayo, pergilah.

Serbuk berkilau sialan.

Itu bukan keisengan terkejam yang pernah dilakukan,

tapi tak seorang pun bisa memaksa orang lain memakan roti lapis Vaseline.

Itulah Ronnie Fouch.

Seorang inovator.

Bagaimana kau tahu aku di rumah sakit?

Kau mengirimiku pesan suara. 32 pesan suara tepatnya.

- Kukira pesannya terhapus sendiri. - Ya, aku menyimpannya.

Kau harus dengar beberapa pesannya. Lucu sekali.

- Tidak, terima kasih. - Tak masalah. Dengarkan ini.

Ted, ini Sharon. Aku tak bisa telepon sekarang.

Tapi jika kau ingin bicara omong kosong panjang lebar

karena kau terlalu takut menunjukkan emosimu, tinggalkan pesan.

Bip!

- Aku tak bermaksud begitu. - Ayolah. Kau sedikit bermaksud.

Gegar otak membuatmu jujur. Bukankah begitu?

Yang satu ini melibatkan Tn. Stephen Sondheim

karena kau menyanyikan "Tonight" dari West Side Story,

tapi kau menyanyikan bagian Tony dan Maria sekaligus,

dan itu mendebarkan. Dengarkan ini.

Malam ini, malam ini

Rasakan itu.

Kau menyanyikan seluruh babak pertamanya. Luar biasa.

Kenapa heboh sekali?

Jangan sekarang.

Sobatku, Isaac adalah seniman dengan alat pencukur itu.

Tapi ia hanya mau mencukur rambutmu sekali di tiap musim,

jadi simpanlah jatahmu untuk saat-saat istimewa.

Aku akan memakai jatahku saat aku menikah.

Atau saat aku disunat.

More Indonesian subtitles for Ted Lasso

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left