Первые 200 строк.
FILM NETFLIX
Hatsumi! Kau membelikannya untukku?
Astaga, Akane...
Ini.
Sebaiknya kupastikan Ibu tak menemukannya.
Dia satu-satunya...
Apa yang kau tatap?
Oh, Azusa?
Azusa telah menjadi idola semua orang sekarang.
Sulit dipercaya dia dulu teman masa kecil kita.
Ya, sulit dipercaya.
Maksudku, kita bahkan tak tahu di mana dia tinggal sekarang.
Kau benar.
Kita dulu tinggal di kompleks apartemen yang sama.
Seperti kita membicarakan seseorang dari dunia yang berbeda.
Seseorang yang tak ada hubungannya dengan gadis biasa seperti kita.
Ayo cepat, Hatsumi!
Kita masih punya misi penting!
- Tunggu! - Cepatlah!
Akane, bisa kau cek di dalam kantong itu?
Aku tak tahu apa aku beli yang benar.
Aku tak butuh ini, Hatsumi.
Aku hanya mengikuti perasaanku hari itu.
Kau tak boleh begitu.
Kau tak mengerti bagaimana rasanya.
Sedang apa kalian diam-diam?
Shinogu...
Kau mau berangkat kerja?
Sampai jumpa!
- Shinogu... - Kamu bersikap aneh, Hatsumi.
Apa maksudmu? Ini aku yang biasa.
Kau yang terlalu banyak bekerja.
Aku tak apa.
Aku pergi sekarang.
Baiklah.
Gadis baik sepertimu takkan pernah bisa mengerti!
Aku tak mengerti sama sekali!
Hei, Hatsumi.
Maaf, kurasa aku baru mulai mens.
Apa? Ya ampun...
Aku senang mendengarnya.
Maksudku, saat aku memeriksanya di kamar mandi,
tadinya aku akan memintamu membuat Ibu sibuk, tapi kau kehilangan barang itu.
Aku benar-benar panik.
Akhirnya kau tak perlu menggunakannya, jadi itu berhasil.
Kau masih di sekolah menengah.
Itu tak penting.
Kau terlalu tak berpengalaman, Hatsumi.
Dan bukankah lucu sekali bahwa kau yang terlambat?
Kau yang terlalu cepat dewasa, Akane.
Kau sangat manis, seperti kau yang adikku.
Kau tidak asyik, Hatsumi.
Kau di sana, wanita hamil, tunggu sebentar.
Jadi... kau hamil, ya?
Apa?
Dasar pelacur.
UJI KEHAMILAN
Ryoki, selamat pagi.
Hei, kau kenal, Subaru?
- Dia itu pelac... - Hentikan!
- Jangan. - Apa yang kau lakukan?
Ada apa?
Kau duluan saja, Subaru.
Sudah lama, banyak yang harus kubicarakan dengan Tachibana.
Tentu.
Lepaskan aku.
- Maafkan aku. - Jangan sentuh aku begitu akrab.
Kurasa pergaulanmu bebas, jadi kau terbiasa.
Aku... tak bergaul bebas.
Jangan bilang ini sebenarnya untuk adikmu.
Tidak, tentu saja itu bukan milik Akane!
Tolong, jangan beri tahu siapa pun.
Akan kulakukan apa pun.
Apa pun?
Ya.
Maka jadilah budakku.
Apa?
Itu kesepakatannya.
Aku selalu ingin punya budak.
Tentu saja, aku tak bisa lakukan itu...
Maka aku mungkin akan memberi tahu orang...
Pada semua orang di komplek ini.
Kenapa kau diam saja? Ini tentang kau, bukan?
Apa yang akan kau lakukan? Mungkin kecil, tapi kau punya otak, 'kan?
Kenapa kau selalu jahat padaku?
Ow, pasti sulit menjadi bodoh.
Kenapa kau bahkan lahir?
Jadi, kau masih mengganggu di usiamu, ya?
Ryoki...
Mungkin karena terlalu banyak belajar membuatmu tak tumbuh.
- Benar, Hatsumi? - Benar?
Wajahmu masih menyebalkan seperti biasa...
- Azuza. - Azusa?
Berhentilah bersikap kasar pada Hatsumi, kau kacamata berengsek.
Apa?
Aku kembali ke sini untuk tinggal dengan ayahku lagi.
Apa ini benar kau, Azusa?
Aku kembali, Hatsumi.
Shinogu, ini Azusa!
Wah, Azusa.
Shinogu, lama tak jumpa. Wow, membangkitkan kenangan.
Kau pergi tanpa berkata apa-apa, Azusa.
Itu sudah bertahun-tahun lalu.
Lagi pula, kita akan terlambat, Hatsumi. Ayo pergi.
Tachibana, kau tinggal di menara di sana sekarang? Sudah lama.
Ya, sudah lama.
Kau di Universitas Hitotsubashi? Kalian bersaudara tak punya kesamaan.
Sungguh sebuah tragedi.
Hatsumi, bukankah hebat Azusa ada di kelas kita?
Ya, tapi mereka mengelilinginya dan kau tak bisa mendekat.
Aku tidak butuh drama. Aku mundur.
Ya, kau benar.
Oh, Hatsumi.
Ikut denganku untuk mencari barang rumah hari ini.
Kau mau ikut juga, Subaru?
- Subaru? - Siapa itu?
Itu Yagi. Kurasa Otaku itu...
Tak apa. Aku tak perlu pergi.
Kami bertiga tinggal di apartemen yang sama...
Kami tetangga dan teman masa kecil.
Kami hanya begitu saja dengan Odagiri.
Baik, silakan duduk.
Dia sudah mendapatkan Azusa.
Cepat sekali.
Jangan sombong, hanya karena ada yang bilang kau manis.
Hanya yang payah.
Hanya Yagi, kuharap.
Tapi gadis-gadis payah itu yang paling menakutkan.
Tapi, Azusa hanya teman masa kecil...
- Kau lihat Instagram milik Junna? - Tidak.
Kurasa mereka berdua berkencan.
Ayo tanya dia nanti.
Gadis yang tak disukai gadis lain adalah yang terburuk.
Jalang tersembunyi. Kita harus waspada pada mereka.
Terlalu seram.
UJI KEHAMILAN
Apa artinya ini, Anak-anak?
Ini tadi ada di kotak pos.
Entahlah.
Itu pasti lelucon. Yang jahat.
Apa kau diganggu?
Tapi ini cukup kejam.
Itu membuatku sedih karena cemas.
Yah, ini tak aneh mempertimbangkan usiaku.
Di mataku, ini aneh saat kau pertimbangkan usiamu.
Ibu tak pernah memberitahu kalian...
tapi sebelum kalian lahir, Ibu dirawat karena infertilitas.
Saat melihat hal seperti ini, Ibu teringat akan masa yang menyakitkan.
Membuatku merasa gila.
Aku tak tahu itu, aku minta maaf.
Infertilitas? Tapi Ibu punya Shinogu...
Itu benar. Keberadaan Shinogu adalah dukungan bagiku.
Sampai akhirnya... Ibu melahirkan Hatsumi dan kau.
Artinya Ibu sangat menyayangiku, 'kan?
Ya. Bahkan putri bodoh sepertimu.
Ibu pikir ibu perlu bicara denganmu, Akane.
Hatsumi, kau bisa pergi.
Baiklah.
Kau mendengarkan?
- Hei. - Azusa?
Ada waktu?
Hei, memanggilku dengan nama belakangku pagi ini, ada apa itu?
Itu cukup mengejutkan.
Kau mendengarku, Azusa?
Dan aku datang sebab aku juga mencemaskanmu.
Jadi, kau mendengar hal lainnya juga.
Kau juga penting bagiku.
Maksudku, kita teman masa kecil, bukan?
Benar.
Ini sangat membuat terkenang.
Aku dulu sering bermain di tempatmu.
Apa kabar ayahmu?
Apa dia belum pulang?
Dia sering pergi berbisnis.
Begitu.
Hei, Hatsumi, mau jalan-jalan di area ini?
Kota ini sudah banyak berubah, bukan?
Ya.
Berubah sebelum aku menyadarinya.
Aku akan jadi pemandumu.
- Aku ada di tanganmu. - Baiklah.
Sudah lama sejak aku berjalan-jalan.
Itu salahmu, kau tahu, Azusa?
Kau model dan pembicaraan di sekolah.
Kukira jika orang sepertiku bicara padamu, akan merusak citramu.
Konyol.
Aku bukan idola atau apa pun. Yang benar saja, astaga.
Itu tidak konyol.
- Yang lebih penting... - Lebih penting?
Kau pernah berkencan sebelumnya, Hatsumi?
- Apa? - Maksudku...
Kau belum pernah berkencan dengan pria, bukan?
- Azusa, hentikan. - Bagaimana dengan sekarang?
Apa ada yang menurutmu menarik?
Kenapa kau bertanya, Azusa?
Kenapa kau bertanya?
Karena aku tertarik.
Astaga, tak ada komentar, ya?
Oh, Ryoki.
Ini berat. Ambil dan ikut aku ke sekolah persiapan.
No comments yet. Be the first to leave one.