Первые 198 строк.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
HUTAN TEUTOBURG, 9 MASEHI
TIGA LEGIUN ROMAWI MENYERBU GERMANIA
PASUKAN TERBESAR DI DUNIA
BERTEMU DENGAN BANYAK SUKU-SUKU YANG BERTIKAI
BANGSA ROMAWI MENYEBUT MEREKA ORANG BARBAR
PERTEMUAN MEREKA
MENGUBAH
PERJALANAN SEJARAH
Serigala datang!
Kutangkap kalian!
Ansgar!
Ansgar, jangan bergerak!
Hei, Adik Kecil.
Kau berburu?
Tunjukkan keganasan dirimu!
Apa yang ingin kau tangkap seperti itu?
Tikus? Katak?
Ayah.
Thusnelda, jangan ganggu adikmu dan ikutlah.
Dia akan segera datang.
Geraikan rambutmu.
Suku Cherusci menyambutmu, Kepala Suku Hadgan.
Perjalanan panjangmu tak sia-sia. Kau akan sangat senang.
Panggul sedikit kecil.
Gigi bagus.
Otot kuat.
Kepalan tangan kokoh.
Jangan jambak rambutnya, Hadgan. Dia belum menjadi milikmu.
- Kita harus bahas harganya. - Jangan mulai lagi.
Maharnya sudah ditentukan. Lima kuda.
Di masa seperti ini?
Untuk wanita kurus?
Pikirkanlah.
Aku akan antar kau ke gerbang.
Kau mau aku menusuknya?
Akan kulakukan sendiri.
Harganya mahal, tetapi aku akan mengambilnya.
Kau tak hanya dapat istri, tetapi juga sekutu, Hadgan.
Aku akan menjemputnya setengah bulan lagi.
Dia akan tunduk. Kau lihat saja nanti.
Augustus, kaisar kota suci Roma,
telah menunjuk gubernur baru untuk Germania,
Senator Publius Quinctilius Varus.
Kau paham ucapannya?
Tidak.
Sial, orang-orang barbar ini tak mengerti apa pun.
Mulai sekarang,
Roma tak akan bebaskan upeti kalian lagi.
Segestes, apa katanya?
Bangsa Romawi ingin upeti.
Varus meminta setiap suku membayar senilai
dua puluh ekor sapi,
atau 254 ton gandum.
Mereka ingin ternak dan gandum.
Apa kau buta?
Kau lihat sesuatu yang bisa diambil?
Apa?
Katakan lagi.
Dia bilang untuk mengatakannya lagi.
Waktu kalian tiga hari.
Mereka memberi kita tiga hari.
Kenapa bangsa Romawi melanggar perjanjian? Kita berdamai dengan Roma!
Kita tak membayar upeti.
Aku sudah muak!
Aku tak korbankan anak-anakku agar Roma memeras kita.
Kau bisa apa?
Bangsa Romawi mengalahkan kita. Aku tak perlu mengingatkan berapa banyak.
Tidak, Segestes.
- Istrimu... - Jangan bicarakan istri atau anak-anakku!
Kirim kurir.
Kepada semua suku.
Kita adakan folkmoot. Semua orang akan berpendapat.
Tak ada gunanya.
Suku-suku tak akan pernah setuju.
Aku akan membuat mereka bersumpah untuk bertarung.
Bangsa Romawi tak akan dapat apa pun.
Kau kepala sukunya.
Para kepala suku!
Kini bangsa Romawi menuntut upeti dari semua bangsa Jerman.
Malam ini kita harus membuat keputusan.
Akankah kita membiarkan diri kita ditundukkan bangsa Romawi,
atau kita akan melawan?
Bangsa Jerman?
Sejak kapan kita bangsa Jerman?
Itu sebutan bangsa Romawi untuk kita...
karena tak bisa membedakan kita.
Maka mereka buta!
Aku tak punya kesamaan dengan Cherusci.
- Atau dengan pencuri kambing Marsi. - Tarik kembali!
Lebih baik kuminum air seni.
- Buka mulutmu! - Hentikan!
Ada apa dengan kalian?
Jangan berkelahi di folkmoot.
Apa yang kita dapatkan jika bayar upeti?
- Ya? - Lebih banyak orang Romawi yang makan.
Menurutku sudah cukup.
Kita harus melawan!
Kau mau melawan pasukan terhebat di dunia?
Kenapa kau tak hancurkan kepalamu sendiri?
Ada 10.000 orang Romawi di sini.
5.000 orang sedang menyeberangi Lippe. Paham? Atau kau bodoh?
Kita butuh kedamaian.
Aku kencingi kedamaian busukmu.
Aku tak akan bayar upeti!
Tak akan pernah!
Bagaimana menurutmu, Kepala Suku?
Kita bersekutu dengan Roma.
Kau banyak berkorban untuk itu.
Aldarich dari suku Marsi.
Tak perang dengan bangsa Romawi.
Kami belum dengar dari Hadgan suku Chatti.
Tak perang dengan Roma.
Suku-suku tidak setuju.
Bagaimana menurutmu, Kepala Suku?
Akankah Cherusci melawan?
Tanpa dukungan semua orang?
Kita tetap berdamai.
Kau, di folkmoot?
Ya, lalu?
Kau tak akan bilang begitu usai dihukum.
Lebih buruk dari disentuh olehmu?
Ya.
Tak satu pun dari kalian yang punya keberanian.
Adikku lebih berani dari para orang tua itu.
Tetapi kau kakaknya.
Kau seorang wanita.
- Kepala suku kita bukan pria sejati. - Hati-hati, Thusnelda.
Aku bersumpah kepada Segimer.
Kau tahu itu.
Kita juga saling bersumpah.
Ini tak ada artinya?
Maka laporkan aku pada kepala suku.
Pasti.
- Lakukanlah. - Ya, pasti.
Silakan.
- Pasti. - Ayo.
- Pasti. - Ayo.
- Pasti. - Ayo.
- Pasti. - Ayo.
- Pasti. - Ayo.
- Pasti. - Ayo.
Hei.
- Aku harus pergi. - Ya.
Aku lelah menyembunyikan ini.
Folkwin...
Ya?
Ayahku punya pengantin pria untukku.
Siapa?
Seorang kepala suku.
Siapa?
Hadgan.
Orang Chatti jelek?
Kepala Suku Chatti.
Kau ahli pedang.
Ayahmu pembuat bir.
- Ayahku bangsawan. - Ayahmu pencinta Roma
yang ingin mengkhianati kepala suku kita, dan...
menjualmu seperti lembu.
Apa yang bisa kita lakukan?
Kabur?
Ya.
Aku akan menculikmu.
Saat ini.
Ayo.
Folkwin...
aku menginginkanmu.
Tetapi mereka akan mengusir kita.
Kau tak mau itu.
Mungkin bangsa Romawi akan menangkapnya.
Akhirnya kau datang, Putraku.
Selamat datang di Germania.
Senang melihatmu lagi setelah sekian lama.
Aku sangat membutuhkan strategi baikmu di tanah gila ini.
Kemari, dasar petarung kecil.
Kau tahu ini hari apa?
Ini adalah hari...
kami mempersembahkanmu kepada para dewa.
Pertama, aku akan melemparmu ke rawa,
dan Wodan akan datang.
Dia akan menggerogoti daging...
dari tulang-tulangmu.
Imbalannya, kami dapat sinar matahari.
Selama berhari-hari.
Tidak.
Hei.
Selama aku hidup,
tak ada yang akan terjadi padamu.
Paham, Adik Kecil?
Aku janji. Apa kata serigala?
Apa kata serigala?
Folkwin, kita harus mengumpulkan upeti.
- Perintah kepala suku. - Tidak.
Pergilah.
Tak cukup untuk diri kita sendiri, Ibu.
Jika kepala suku ingin damai, kau akan berikan kambing terakhirmu.
Bawa dombanya juga.
Di mana sisanya?
No comments yet. Be the first to leave one.