Первые 200 строк.
Itu sesuatu yang belum kukatakan pada Carmen.
Aku belum sempat
temukan cara dan waktu untuk memberitahunya.
Sayangnya,
aku tidak bisa membekukan spermaku.
Apa maksudmu?
Punya anak keempat bahkan bukan pilihan?
Maaf, Carmen. Sudah kucoba.
Aku tak bermaksud menyimpan informasi ini darinya.
Sayangnya,
aku tak bisa membekukan spermaku, seperti yang direncanakan,
karena masalah jadwal.
Jadi, beginilah kami.
- Ada yang salah… - Sebentar.
Kau bilang padaku tempo hari, saat kita melakukan percakapan ini
bahwa kau sudah bekukan spermamu.
Jadi, maksudmu kau membohongiku
dan kita tak bisa punya anak lagi?
Itu maksudmu?
Aku mencoba. Ada masalah…
Aku tidak bisa.
Tidak bisa.
Ini tidak adil.
- Ini tak adil. - Carmen.
Aku tak sanggup melakukan ini.
Tidak bisa kuterima.
Aku tak ingin punya anak sekarang, dan sudah kutegaskan padamu.
Kau tahu hubungan kita tak bisa hadapi tekanan lagi.
Makanya kita menjalani terapi.
Jadi, aku merasa kau tidak realistis, Carmen.
Normalnya, wanita mengendalikan segalanya menyangkut punya anak,
dan sekarang, aku merasa posisiku saat ini
adalah ini tubuhku,
dan punya anak lagi
harus menjadi keputusanku dan juga keputusannya.
Jadi, aku melakukan ini untuk ambil kendali atas masa depanku.
- Kau baik? - Lepaskan aku. Hentikan.
- Maaf. - Hentikan. Lepaskan aku.
Bagaimana posisi kalian kini?
Aku berharap ini bisa membuat kami bisa fokus pada aku dan dia.
Aku tak tahu apakah kita bisa melangkah maju.
Mungkin kalian perlu penyesuaian ulang
dengan kenyataan baru.
Jadi, kau mau ambil kendali, Junior,
tapi akhirnya…
apa kau kehilangan kendali jika Carmen sangat hancur seperti itu?
Aku pribadi tidak bisa membayangkan
bagaimana bisa melewati sesuatu yang sebesar ini.
Jika dia tak bisa memberitahuku tentang keputusan seperti ini,
bagaimana aku bisa memercayainya soal hal lain?
Aku bahkan tak tahu apakah aku ingin kembali
ke terapi ini.
Entah apakah aku siap untuk semua ini
setelah ucapannya baru saja.
Dinamika kekuatan adalah area sulit bagi banyak pasangan yang aku tangani,
baik salah satu pasangan mengambil kendali atas keputusan penting…
saat kendali digunakan untuk menghindari kerentanan…
atau bagaimana dendam bisa tumbuh dari perasaan tak didengar atau diabaikan.
Ada kolam.
Itu bagus, ya.
Satu hal yang jelas.
Keseimbangan kekuasaan yang sehat sangat penting agar hubungan bertahan.
"PRIA JAGOAN TIDAK MENANGIS"
Selamat datang.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Sebelum kita mulai, aku akan sedikit merangkum
bagaimana sesi sebelumnya berjalan.
Ketidakpercayaan…
- Ya. - …yang kalian berdua rasakan.
Ya.
Lalu, tentu saja, kita selesai dengan latihan,
yang, kalian bicara ke satu sama lain dengan sangat jujur
tentang ciuman dan kemungkinan kencan itu.
- Ya. - Ya.
Kalian menunjukkan banyak keterbukaan.
Ya.
Kencan yang aku bohongi?
Aku bilang…
SESI TERAPI SEBELUMNYA
…tak terjadi apa-apa, tapi…
kami berciuman.
Baiklah, kami sudah mengatur tanggalnya,
tapi aku tak tega untuk benar-benar menindaklanjutinya.
Namun, kau melakukannya.
Bukan hanya itu,
kau langsung mencium dia.
Bagaimana perasaan setelahnya?
Rasanya lega bisa meluapkannya,
tapi sejujurnya, akan luar biasa jika dia menangis juga.
Aku merasa tidak adil bahwa hanya aku yang menangis.
Kurasa kita perlu membuatmu menangis.
Pria jagoan tidak menangis.
- Pria jagoan tidak menangis. - Pria jagoan tidak menangis.
Semoga kita bisa buat dia menangis.
Kenapa? Apa menurutmu menunjukkan kerentanan itu
terlalu berbahaya bagimu, atau…
Kenapa kau ingin menyamakannya?
Entahlah. Aku orang yang pendendam.
- Dia suka membalas. - Pendam?
- Pendendam. - Penden…
Ya.
- Dia suka membalas. - Ya.
Kau tidak memercayai orang.
Aku tidak percaya siapa pun.
Bagaimana denganmu dan kerentananmu?
Kita mengajak Daisy untuk bisa tunjukkan kerentanannya.
Ada apa dengan "pria jagoan tidak menangis"?
- Ya. - Ayolah.
Apa maksudnya itu?
Menjadi rentan sebagai pria bukanlah hal yang baik.
Itu lebih seperti stigma yang,
"Berusahalah untuk tidak emosional jika kau bisa."
- Jika paham. - Biarkan.
- Pria ini selalu menangis. - Tidak.
- Akulah tempat dia menangis. - Bukan… Apa?
Itu membuatmu merasa nyaman?
Bahwa dia cukup memercayaimu untuk menangis padamu?
Ya, aku merasa…
Ya, aku senang soal itu.
Bagaimana dengan pola asuh?
Kau sulit percaya
dan memiliki sistem pertahanan diri.
- Ya. - Bagaimana saat di dekat Alora?
Apakah itu berpengaruh?
Aku tak suka menunjukkan emosi di depannya.
Aku merasa…
aku berusaha kelihatan tegar,
karena aku merasa seperti itulah ibuku.
Bagaimana dengan anak? Kalian mau punya anak lagi?
Ya.
Kami tidak akan punya anak lagi.
- Akan. - Aku bahagia dengan putriku.
Akan.
- Namun… - Bukan cuma…
Sejujurnya, ini perlu dibahas.
- Ya, memang. - Bagiku, aku tidak mau.
Aku merasa mendapatkan kembali kehidupanku
dan sedikit lebih egois,
dan dia merasa menjadi pria penyayang keluarga.
Namun, pada akhirnya, aku berharap itu bisa ditoleransi
dan kami berdua bisa berkompromi sampai taraf tertentu.
Bagaimana jika Daisy tetap begini?
Kami sudah bahas ini sebelum Alora lahir,
dan kami bilang mau punya anak tiga, mungkin empat.
- Namun, itu bodoh. - Tidak bodoh.
Seperti aku mengatakan…
Seperti aku memberitahumu,
"Aku mau menikah dua tahun lagi."
Lalu saat dua tahun tiba,
kubilang aku memutuskan itu karena aku bodoh.
Itu seperti harapan palsu.
Kami selalu bilang ingin punya anak tiga, mungkin empat.
- Itu sebelum… - Tidak ada…
…aku mengerti apa artinya menjadi orang tua.
- Dan menjadi orang tua denganmu. - Ya, tapi…
Baiklah, jelaskan padaku. Seperti apa mengasuh dengan Jay?
Rasanya seperti punya asisten,
bukan pasangan setara.
Aku tidak tahu bahwa pengasuhan seperti itu.
Paling… Sebentar.
Itu artinya kau berdelusi tentang seperti apa pengasuhan itu.
Aku tak mau anak lagi.
Apa menurutmu…
Aku ingin menjalani hidup seperti manusia normal lagi.
Dia mau mempertahankan "pinggang ramping" dan tak mau…
- Dengar, bukan soal tubuhku, tapi… - Ya.
Itu tugas berat,
dan dia yang begitu optimistis tentang punya anak lagi
menunjukkan bahwa itu tidak berat baginya.
- Itu berat. - Itu karena…
- Kau dengar itu sulit? - …kau asisten.
Berat juga bagiku karena aku kerjakan separuh dari tugasnya.
Akan kuberikan kalian PR.
Itu mungkin membantu kalian selesaikan beberapa hal ini.
- Bagus. - Baiklah.
Lakukan secara pribadi dulu,
lalu bawa ke sesi terapi dan kita akan membahasnya.
Baiklah.
"Apa yang berhasil dalam hubungan ini yang masih sangat kuhargai?"
"Jika tak ada yang berubah,
bisakah kujalani hubungan ini jangka panjang?"
Mengerti?
- Bagus. - Itu pertanyaan mendalam.
- Itu maksudku. - Pertanyaan bagus. Jujur saja.
Pertanyaan bagus.
Baiklah, kita akhiri sesi ini sekarang.
- Baiklah. - Baik.
- Terima kasih. - Terima kasih, Karen.
- Kuhargai itu. - Sampai jumpa.
- Ya. - Dadah.
- Dadah. - Sampai jumpa.
Sesi hari ini berjalan progresif.
Progresif, tapi sudah jadi rencana
kami akan punya tiga atau empat anak,
dan sekarang dia sudah melewatinya, dia mencoba mengubahnya.
Aku butuh beberapa Jay lagi di rumah.
Entah apa yang dia bicarakan, tapi kami tidak berhenti di satu anak.
Aku suka yang ini.
Bagaimana menurutmu?
Yang ini manis sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.