Первые 200 строк.
SELAMAT TINGGAL
Hai, Sobat. Di mana Leyla?
THANK YOU, NEXT
#MEMBERSIHKAN KENANGAN
Maaf.
ESRA - PANGGILAN VIDEO TERIMA - ABAIKAN
- Esra. - Leyla, kau tak terlambat, 'kan?
- Tidak. Aku baru naik. - Bagus. Selamat jalan.
Terima kasih. Mungkin aku akan sampai sekitar pukul dua.
- Bagus. Apa kursi di sebelahmu kosong? - Ya, masih kosong.
Semoga yang duduk di situ tampan.
Aku lelah dan mengantuk, Esra.
Meski Tom Hardy yang duduk di sebelahku, aku enggan melihatnya.
Ada apa?
Apa yang terjadi? Ada siapa?
Halo.
- Permisi, boleh saya pindah? - Di sini saja.
Lepaskan, atau kau menyesal.
Sudah. Aku sangat menyesal.
Berilah aku kesempatan memperbaikinya.
Mempermainkanku lagi? Aku tak mau.
- Permisi! Halo? - Nona Leyla.
- Pertanggungjawabkan di pengadilan. - Tak akan terjadi apa-apa padaku.
- Lihat saja nanti. - Nona Leyla.
Boleh saya pindah ke kursi yang kosong?
- Leyla, kau membuat kesalahan. - Kaulah kesalahan terbesarku.
Nona Leyla. Bu. Nona Leyla.
Apa?
Nona Leyla.
Kita mulai mendarat.
Kencangkan sabuk pengaman Anda dan tegakkan kursi Anda.
Baiklah.
Di mana dia?
Di lumbung, Tn. Cem.
Defne.
Defne!
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Bangun dan bersiap-siaplah. Dua jam lagi kita berangkat.
Hasan!
Bantu Bu Defne.
Sarp! Sarpik! Turunlah.
Ini bagus untuk jamur kakimu.
Turunlah! Ayo, Sarpik!
Ya, Anda. Pria bercelana merah yang duduk sendirian.
Sarp Korkuter. Turunlah, airnya segar.
Laut Bodrum bisa menyembuhkan. Termasuk wasirmu.
Ayo, Kawan. Tak perlu malu dan takut. Berdamailah dengan dirimu.
Wanita yang mencintaimu harus mencintaimu utuh.
Dengan semua jamurmu.
Ya, Anda.
- Celaka! Tidak! - Tidak!
Di mana dia? Dia tenggelam.
Tolong!
Kaburlah, Sayang!
- Aku pergi, kalian berkelahilah. - Tolong! Dia menyerangku.
Baiklah.
Ini udang Mersin dalam saus Velouté
dengan kerang dan kismis.
Di sebelahnya, kepiting raja Alaska dengan kapulaga dan krim kelapa.
Berikutnya, gurita carpaccio dibumbui dengan wortel dan adas liar.
Silakan dicoba.
Boleh masuk?
Chef, bisa buatkan detoks untuk Edis?
- Kau tahu resepnya. - Baiklah.
- Akan kubuatkan setelah ini. - Baik.
- Sampai nanti. - Dah.
Berikutnya, risoto trafel dan udang dengan saus Bisque.
VITIKULTUR ORGANIK DAN BIODINAMIK
Halo?
Astaga. Kenapa kau belum tidur jam segini?
- Aku di Istanbul. - Kupikir kau pulang pekan depan.
Aku ingin nikmati waktu sendirian sebelum kembali bekerja.
Aku mau menjernihkan pikiranku sementara yang lain berlibur.
Ide bagus. Selamat datang kembali, Sayang.
Aku belum bisa menjemput Buddy beberapa hari lagi.
Bagaimana kabarmu, Sayang?
Paman, semua baik-baik saja?
Yang terakhir, kardus dan koper ini.
Paman?
Ya, baik.
Semua baik-baik saja, Sayang. Terima kasih. Aku baik.
Aku mau istirahat, menenangkan diri beberapa hari.
- Nanti aku mampir ke tempat kalian. - Baik, terserah kau.
Cium jauh untuk kalian.
Sama-sama. Sampai jumpa.
Besok aku ke kantor.
Dasar pembohong. Manipulator jahat.
Kau bodohi orang-orang itu dengan berlagak menjadi korban.
Aku diam saja karena malu, Pecundang.
Kata orang karakter itu takdir. Kau sudah temukan karaktermu.
Hiduplah apa adanya,
tapi jangan permainkan Maya dan Sinem.
Kau rupanya.
- Maaf. Kau sedang menelepon? - Tidak, silakan.
- Renovasinya sudah selesai? - Begitulah.
Tempat ini indah. Aku tak percaya.
- Kau belum pernah ke sini? - Belum.
Dulunya tempat ini berantakan.
Terlihat bagus sekarang.
Nyaman untuk tempat bersantai.
Sarp dan aku yang memulainya. Tapi butuh tekad yang kuat.
Pastinya.
Aku punya sesuatu untuk Maya.
Benarkah? Terima kasih banyak. Dia pasti senang.
- Terima kasih. Ini untukmu. - Jangan dibiasakan.
- Tapi kau tak boleh minum ini sendirian. - Aku akan segera ambilkan gelas.
KE DOKTER GIGI BERSAMA KAMI AKAN KE VAKSINATOR NANTI
Aku harus tanam rambut di sini.
Tidak usah. Aku suka begitu.
Ponsel Edis mati.
- Dia sedang cek audio, 'kan? - Ya.
- Lalu? - Baik, sampai nanti malam.
- Berhenti. Jangan pergi. - Tunggu!
Apa kau senang jika pacarmu datang ke kantormu setiap hari?
Ya, 'kan?
Kita semua bisa pergi malam ini.
Tapi dia ingin aku di sana.
Kau yakin? Maksudku…
Apa dia benar-benar suka kejutanmu?
Kenapa? Apa dia mengatakan sesuatu?
Tidak. Tapi kami membaca berita.
Semua memberitakan pacar Edis yang agresif.
Kenapa? Itu benar.
Hei!
Apa-apaan ini?
Jangan begitu, Sayang. Kecemburuan itu primitif.
Jangan…
Aku tak akan cemburu jika kau artis. Itu pekerjaannya.
Kalau begitu, aku tanam rambut.
- Biar saja. - Hai.
- Tidak. - Chef.
- Apa kabar? - Halo, Chef.
- Kalian senang? - Ya.
Bagus. Aku ingin kalian mencicipi menu koktail kami yang baru. Mau?
Aku mulai bosan diminta mencicipi semuanya.
- Sudah cukup. - Yakin? Coba lihat ini. Lihat.
- Lezat! - Lovebombing.
- Freckling. - Mau yang cabai.
- Biar kucoba. - Cobalah.
- Yang ini… Tidak… - Ghosting.
- Mau ini. - Silakan.
- Haunting. - Yang ini Haunting.
- Coba dan rasakan efeknya. - Lumayan enak.
Narcissus.
Aku minum bersama kalian.
Ayo. Bersulang.
- Bersulang. - Bersulang.
Selamat menikmati.
- Terima kasih. - Ini daftar tamunya.
Ada yang berkebutuhan khusus?
Hanya satu yang alergi gluten.
Satu tamu juga tak suka bawang.
NAMA - KAMAR
Teman-Teman, aku punya kabar baik.
Cem Murathan dan istri tercintanya, Defne Seyhun Murathan,
akan hadir di pembukaan kita.
- Tak mungkin! - Sial!
- Kenapa? - Konferensi anggur internasional…
Nama Beliz juga ada. Liburannya selesai.
- Dasar pengacau. - Ayo minum Narcissus lagi.
Biar dia istirahat sampai besok. Dia akan siap sebelum berangkat.
Dia harus mendampingiku sampai upacara.
- Jangan bawa dia malam ini. - Dia harus ikut, Bu.
Dia tahu betapa pentingnya setiap acara untukku sampai sidang.
Dia akan mendampingiku sampai namaku bersih.
Terima kasih banyak.
Bagaimana kabarmu?
Pikiranmu sudah jernih?
Sudah lebih baik.
Aku sudah merasa tenang.
Aku merenung.
Kudengarkan suara hatiku.
Kucoba meredakan dampaknya.
Kita tak mengerti saat sedang marah.
Mulai menyakitkan setelah sesaat.
Benar.
Biasanya kita tak mau mengingat hubungan yang telah berakhir.
Kita akan berpaling dan melupakannya.
Tapi aku masih belum bisa.
Aku masih mengingat kenangan indahnya.
Aku masih di TKP.
Tapi Cem Murathan sekarang hanya berkas kasus bagiku.
Aku meneliti semua tentang dia.
Hanya itu yang kupikirkan.
Itu tantangan yang cukup besar.
Aku tahu. Tapi aku akan meladeninya.
Aku yakin itu.
Astaga! Hujannya akan lebat.
- Ayo lari. Cepat. - Ayo.
Ayo.
Lari!
Bagaimana kabarmu?
Sangat baik.
Kau tahu, aku di New York.
Aku akan ke Adiyaman dan Hatay untuk dokumenter itu.
- Benarkah? - Ya.
Bagaimana progresnya? Sudah selesai?
Sedikit lagi. Ada satu bagian yang membuatku stres.
Ada orang berhati busuk membuatku kesal sampai aku naik ke atap.
- Yang pasti aku butuh kunci ke atap. - Siap.
No comments yet. Be the first to leave one.