Первые 200 строк.
Penafian: Film ini memfiksikan hidup Letnan (Pnb) Gunjan Saxena.
Adegan di dalamnya tak mencerminkan
dan tak mewakili kejadian sesungguhnya
atau bermaksud menjelekkan pihak mana pun
Penafian: Angkatan Udara mendukung kesetaraan.
Saat ini, 1.625 prajurit wanita mengabdi di IAF.
Kami menghormati Angkatan Udara India.
Hidup India!
UNTUK MENGENANG NY. KIRTI SAXENA
KAMI MERINDUKANMU...
FILM ORIGINAL NETFLIX
TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA
BUKIT KARGIL
Kita sudah lama berpatroli.
Pistol ini hanya untuk pamer atau akan kita gunakan?
Istri Pak Dayal juga bilang itu.
Pistol itu hanya untuk pamer atau akan kaugunakan?
Apa, Biswa?
Kami bercanda, Pak...
Jangan usil denganku.
Maaf, Pak.
Pasukan, berlindung!
- Tembak! Pukul dua! - Mereka menembak dari depan!
- Ambil posisi! - Berlindung!
Biswa! Ambil posisi!
Berlindung!
Pak, kami tolong!
Ambil kotak P3K.
Satu ke 15, masuk!
Satu ke 15, masuk!
Lima belas ke satu. Pesan dioper.
Musuh menembaki pos dua dan tiga! Ganti!
Dikonfirmasi. Ganti.
Kami ditembaki! Musuh di bukit di depan!
Mau kami tangani, tetapi Subedar Dayal luka parah.
Tak bisa jalan.
Evakuasi darurat. Ganti.
Dimengerti.
Komandan Sayap Singh, evakuasi darurat.
Waktu kita 30 menit.
Siapkan helikopter. Ganti.
Koordinat jemput?
Bukit Kilo. Selatan Tololing.
Helipad terdekat di GR12344323. Ganti.
Diterima.
Helikopter CASEVAC terbang tujuh menit lagi.
CASEVAC darurat. Siapkan dua helikopter.
Semua pilot bertugas. Siapa yang akan pergi?
15 TAHUN LALU
Tahun 1984
Gunju!
Kak, aku ingin lihat.
Biarkan aku tidur.
Kumohon aku mau lihat!
Gunju, tolong, aku mau tidur!
Jus?
Ayo!
Ayo!
Mau terbangkan pesawat?
Baiklah. Pegang ini.
Kubilang kiri, putar ke kiri.
Perlahan. Paham?
Siap? Satu, dua, tiga...
Kiri.
Boleh aku duduk di sana?
Untuk duduk di sini, kau harus menjadi pilot.
Pilot!
Gunju! Kau tampak buta dengan kacamata itu!
- Kak, aku ingin jadi pilot. - Aku ingin jadi Kapil Dev.
Serius, aku ingin jadi pilot.
Wanita tak jadi pilot. Tahu wanita jadi apa?
Ini. Pegang ini dan tanya,
"Pak, sayuran atau bukan?"
Ayo.
"Pesawat ini punya empat pintu darurat. Dua di depan, dua di belakang."
Lalu dari pintu mana kau ingin diusir?
- Ayah, dia ingin jadi pilot. - Lalu?
- Seolah-olah wanita bisa jadi pilot. - Sungguh?
Orang bodoh mana mengajarimu itu?
Abaikan dia, Sayang.
Entah itu pria atau wanita yang menerbangkan pesawat,
keduanya disebut pilot.
Jika pesawat tak peduli siapa yang menerbangkannya,
kenapa kau peduli?
Kau bisa jadi apa pun yang kau suka.
- Namun, pertama, tamatkan... - ...pendidikanku!
Ya.
Kau, jongkok 20 kali.
Kenapa?
Dari saat aku melihatmu
aku tak bisa melupakanmu!
Aku kehilangan akal, dan kini
aku terus mengikutimu!
Gunju!
Bagaimana bisa jadi pilot jika takut ketinggian?
Ayo! Terbang!
Lompat!
Di mana pun kau berada Aku di sana...
Bagus sekali!
Aku tak bisa menahannya
Sekarang dan selamanya
Aku terikat denganmu
Aku terikat denganmu
Kacamata hitam di malam hari?
Pilot harus menjaga mata mereka.
Kacau!
Tarik dan ulur
Potong dan sobek
Ikatan yang kita miliki
Tak bisa putus
Dari hari-hari cerah
Hingga malam berkabut
Ikatan yang kita miliki
Itu selamanya
Di mana pun kau berada, aku di sana
Semua jalan, membawaku kepadamu
Aku tak bisa menahannya
PANGGILAN MENDAFTAR
Sekarang dan selamanya
SEKOLAH PENERBANGAN DELHI 5 LAKH
Aku terikat denganmu
Aku terikat denganmu
Aku terikat denganmu
Aku terikat denganmu
Gunjan, aku lulus!
Dengan 42 persen. Bisakah kau percaya?
Ada apa?
Apa kau gagal?
Sembilan puluh empat.
Jadi, kenapa kau sedih?
- Apa ini? - Lihatlah.
SYARAT MINIMUM
Bilang apa kepada keluargaku setelah dapat 94 persen?
Bahwa aku tak mau belajar, dan mau jadi pilot?
Baik, lakukan satu hal.
Jangan takut, temui ayahmu.
Katakan saja, "Ayah, gadis seusiaku hanya mengejar pria,
tetapi aku ingin mengejar mimpiku.
Bukankah aku putri terbaik di dunia?"
Lalu Ayah akan setuju?
Tidak! Dia akan marah!
Ini bukan waktunya bercanda, Mannu!
Dengar, Gunju.
Jika kau bicara, kau akan diserang.
Namun, jika tidak, kau akan selalu menyesal.
Ayo. Kau harus mentraktir aku.
SELAMAT GUNJAN TERBAIK
- Selamat! - Selamat, Sayang!
Selamat.
- Bagus sekali, Sayang! - Kerja bagus!
Gunjan, selamat!
Bagus sekali!
Ibu!
Manisku, Sayangku, putri terbaikku di sini!
Apa ini?
Ayahmu memutuskan merayakan hasilnya.
- Kenapa? - Ganti bajumu.
- Cepat! - Di mana Ayah?
Bersulang!
- Gunjan adalah kebanggaan Lucknow. - Gunju kita brilian.
Dia suka belajar.
Dia tak pernah tanpa buku.
Dia membuat kami bangga.
Bersulang!
Selamat!
Ibu!
- Bu! - Kirti!
- Kirti, dengar! - Tunggu.
Bisa bawa Dabboo ke kamar mandi? Dia akan mengompol!
- Aku perlu bicara. - Ayo, Sayang.
Tahan dahulu!
Selamat!
Gunju! Lihat, ini Gunju Terbaik!
Ada apa?
Ada hal yang penting.
Gunju, ini lagu kita. Kita bicara nanti.
Ayo.
Tepuk tangan untuk Gunju Terbaik!
Gunju!
Dia akan menari di lagu favorit kita.
Ini lagu favoritnya.
Gunju!
Kau mau ke mana?
Kakak, aku...
Kakak, aku tak ingin kuliah .
Kakak, aku tak ingin kuliah.
Pilot…
Pilot...
Kak, aku ingin tinggalkan sekolah lalu ke Delhi untuk jadi pilot!
Kau sudah gila?
Dewasalah, Gunju.
Fokus kuliah. Pikirkan itu nanti.
Namun, tak perlu kuliah untuk jadi pilot.
Begitu? Kau tahu sulitnya hidup kita?
Tahu! Kau dahulu sangat miskin.
- Kudengar ratusan kali. - Kau tak belajar dari itu.
Keluargaku terlalu miskin untuk membiayaiku kuliah.
Lalu yang ini menolak kesempatan! Luar biasa!
Bu, tenang.
- Dia tak ke mana-mana. - Kenapa tidak?
No comments yet. Be the first to leave one.