Первые 200 строк.
Sebelumnya di The Mighty Ducks: Game Changers...
Ducks adalah tim unggul dengan rekor 10 kemenangan kejuaraan negara bagian.
Agak berbeda dari Ducks tahun 1990-an.
Aku harus mencopotmu.
Pada usia ini, jika tak bisa hebat dalam hoki,
-lebih baik, tak usah. -"Tak usah"?
Ayo kita buat tim sendiri. Satu kelompok Tak Usah.
Kami cuma butuh beberapa pemain lagi.
-Sofi. -Kau minta aku berhenti dari Ducks?
Ibu akan carikan pelatih dan arena.
Apa kau manajernya?
Aku Gordon Bombay. Selamat datang di Istana Es.
-Siapa yang akan melatih? -Aku.
Divisi kelompok usia 12-14 tahun penuh kontak fisik.
-Ini permainan sebenarnya. -Ya ampun.
Nick di sini, masih membuat siniar,
tetapi kini terlibat dengan tim Tak Usah yang baru.
Melaporkan langsung dari dalam.
Kesan pertama, harus suka olahraga yang dimulai dengan cokelat panas.
Baik, Teman-teman, ayo kita mulai. Saatnya bermain hoki.
-Ibu tak apa-apa? -Ya.
Ibu hanya bersemangat, tetapi gugup.
Ibu ingin ini hebat bagimu, dan Ibu belum pernah melatih.
Ibu menonton latihan hokiku sejak usiaku empat tahun.
Menonton adalah kata yang kuat.
Jujur saja, Ibu membalas surel,
bayar tagihan, dan jika memakai kacamata gelap, Ibu tidur lelap.
Baik, agak menyakitkan, tetapi mari kita lanjutkan.
-Mungkin butuh panggilan baru keren. -Misalnya?
-Pelatih A? -Pelatih A?
"Siapa bisa kalah dengan pelatih seperti Pelatih A?" Ibu suka itu.
Hai, selamat datang di latihan pertama Tak Usah.
Ya!
Aku Pelatih A.
Tak berhasil.
Panggil Alex saja.
Hari ini kita akan mulai dengan latihan oper yang seru.
Kalian dengar ucapan pelatih. Ayo bersiap.
Bukan yang begitu.
Hari ini kita tak akan menyentuh es, tetapi akan mencairkan es.
Namun, aku pakai baju dalam panjang.
Seperti permen.
Apa artinya?
Aku tak mau mengikuti aturan Ducks,
karena kita tim yang berbeda.
Kita baik, dan masa bodoh dengan mereka.
Aku mau coba pendekatan baru dengan rasa percaya dan ikatan.
Hari ini kita akan duduk melingkar dan mengoper bola
dan bermain Luar Dalam.
Semua mengatakan sesuatu yang mungkin tampak jelas dari luar,
lalu mengungkap sesuatu di dalam yang tak diketahui semua orang.
Jadi, tidak berseluncur? Sabtu nanti pertandingan pertama.
Nanti kita lakukan. Tenanglah. Baik, ayo buat lingkaran.
Pelatih Alex mengambil pendekatan yang lebih memakai perasaan.
Evan, putranya, yang mungkin segera jadi sahabat baruku, tampak skeptis.
Kita lihat bagaimana nantinya.
Ini...
bola kepercayaan.
Saat memegang bola kepercayaan,
kau punya hak bicara.
Sam?
Di luar, aku suka main papan luncur, dan bertingkah gila,
tetapi di dalam, aku tak punya limpa.
Pecah saat aku menabrak rambu berhenti.
Organ dalamku kacau.
Hai, aku Maya.
Bakatku mengetahui kelemahan orang dan menghancurkannya.
Aku bisa bilang rompi gembungmu sangat khas tahun 2017.
Lalu tiap melihatmu, aku akan ucapkan hal lain dari 2017
hanya untuk memengaruhimu.
Seperti Lego Batman Movie atau mainan fidget spinner.
Ini salah satu rompi favoritku. Banyak saku yang berguna.
Saku memang tren pada tahun 2017.
Tahu apa lagi yang tren saat itu?
-Hoki! Kini ayo, latihan. -Jangan dahulu.
Aku Lauren.
Di luar, aku pejuang wanita, dan orang bilang pakaianku aneh.
Di dalam, dahulu aku sangat takut mati,
lalu kusadari fakta bahwa semua orang, anak populer, anak aneh,
ada kehampaan luas yang menanti kita.
Anehnya, itu memberiku kedamaian.
Baik, Lauren membuat kita menyadari kefanaan. Terima kasih.
Koob?
Matanya terbuka, tetapi kurasa dia tak di sini. Koob?
Di luar, aku seorang gamer dan sangat sering ada di depan layar.
Di dalam, kurasa kita hanyalah rangkaian angka satu dan nol
dan hidup dalam simulasi digital.
Halo, namaku Evan. Di luar, aku suka hoki.
Di dalam, aku juga suka hoki.
Jadi, sangat menantikan bermain hoki sungguhan.
Aku suka semangatmu. Bagus.
Hai, aku Logan.
Tuhan memberkatiku dengan rambut yang bagus.
Aku suka anjing.
Di dalam, aku dan ayahku baru pindah ke rumah bibiku,
karena orang tuaku akan bercerai.
Ibuku berselingkuh.
Aku juga suka kucing.
Hai, aku Nick.
Aku punya dua ibu yang hebat dan berbeda dengan cara mengherankan.
Aku sangat suka hoki, tetapi belum banyak bermain.
Namun, aku antusias memulainya bersama kalian.
Di dalam?
Di dalam, aku mirip Logan.
Mungkin agak lebih tinggi.
Bagus sekali. Itu luar biasa. Kurasa kita akhirnya siap...
Ya. Akhirnya. Ayo main hoki.
Untuk jatuh dengan percaya.
"Jatuh dengan percaya"?
Aku suka jatuh.
-Aku akan segera kembali. -Ev?
-Jangan jatuhkan aku. -Kalian pernah lakukan itu?
MANAJER
Pelatih Bombay?
Pergilah. Pukul 13.00 sampai 15.00 waktu tidur siangku.
Namun, itu waktu latihan kami.
Kebetulan sekali.
Matikan lampunya saat keluar. Berhenti memanggilku pelatih.
Aku cuma orang yang ingin tidur.
Masalahnya, aku tak akan mengatakan ini ke ibuku
karena aku tahu dia bekerja keras,
tetapi dia sangat butuh bantuan.
Dia mencoba melatih tim hokiku,
tetapi rasanya lebih mirip pesta menginap dengan bola.
Kau sepertinya anak yang baik.
Sebenarnya aku tak tahu kau anak macam apa.
Seperti kubilang ke ibumu, aku cuma sewakan arena es. Itu saja.
Kami akan baik-baik saja, ya?
Saat kau melatih Ducks lama, mereka payah, tetapi jadi bagus.
Katakan kami punya peluang.
Katakan para kuda hitam akan berhasil pada akhirnya.
Ya, Ducks lama memang jadi bagus, tetapi mereka punya aku. Kalian tidak.
Nak?
-Ya? -Tutup pintunya.
Aku akan segera kembali.
-Apa ini? -Aku mau berseluncur.
-Hai! -Aku hanya ke toilet.
Ke toilet. Itu yang Ibu mau lakukan.
Ada yang mau camilan?
Yang benar saja?
Cuma mau beri tahu, latihan pertama berjalan lancar.
Cerita yang bagus. Ada akhirnya?
Ada pertanyaan. Apa kau bisa bicara dengan Evan?
Dia sangat memujamu.
Tampaknya dia kurang setuju dengan metodeku.
Kuharap kau mau beri tahu dia bahwa menurutmu akan berhasil.
Tak mau, karena menurutku tak akan berhasil.
Ini membina tim dan rasa percaya. Menurutmu itu tak penting?
Menurutku ini hampir pukul 15.00.
Jika lewat satu menit,
akan kutagih untuk sejam lagi.
-Aku akan pergi sekarang. -Pintunya!
Akan kututup. Sudah ditutup.
Punya waktu sebentar?
Tentu, hanya menghabiskan seladaku.
Kita makan apa sebelum ada bengkuang?
Kurasa kita tersesat.
-Sudah makan? Baik. -Ya.
Aku juga makan selada di roti dengan keju dan daging.
Itu roti lapis.
Aku mau tanya soal tim hoki baruku.
Aku senang kau mendapat cara agar Evan bisa terus bermain.
Kami sedih saat dia dicopot. Anak kembarku akan merindukannya.
Aku akan rindu berkumpul denganmu.
Memang masa yang menyenangkan.
Apa aku bisa pulang pukul 17.30
pada hari kami ada latihan?
Akan kutebus dari rumah, datang lebih awal, selesaikan semua.
Kurasa bisa. Sekitar sepuluh minggu, bukan?
-Ya. Kecuali sampai negara bagian. -Ya, tentu.
Hanya dua tim terbaik di divisi yang maju,
-tetapi kita tak pernah tahu. -Benar.
Ya, lakukan saja yang perlu kau lakukan.
Bagus. Terima kasih banyak.
-Kalahkan mereka. -Terima kasih.
Bagaimana tim barunya?
Sabtu ini pertandingan pertama,
dan ibuku masih saja di bagian saling mengenal.
Sepertinya lebih bagus dari yang kulakukan.
Aku merindukanmu di Ducks. Hanya kau yang ramah di sana.
Tawaranku masih berlaku. Bergabunglah.
Kami begitu ramah sampai membuatku gila.
Sudah kubilang, aku tak bisa.
Aku terlambat untuk absen.
Selamat datang di latihan. Kita di sini untuk bergembira.
Ingat, ini olahraga anak-anak.
Taruhannya sangat rendah.
Koob kenapa?
Kasihan.
Berseluncur pakai alat itu saja membuatnya pingsan.
Kawan, bagaimana keadaanmu?
Dingin, basah.
Setidaknya es membuatku mati rasa.
Mau kubariskan bola agar kita bisa latihan tongkat?
Tak pakai bola hari ini.
Kita akan lakukan hal berbeda, lebih seru, dan lebih aman.
Bola pantai!
-Ya! -Ya!
Ini mimpi buruk.
Aku bisa!
No comments yet. Be the first to leave one.